NovelToon NovelToon
ISTRI SALIHAH TITIPAN KAKEK

ISTRI SALIHAH TITIPAN KAKEK

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Pengantin Pengganti
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Uswatun Kh@

Safa adalah gadis cantik nan penurut yang tampaknya selalu dimusuhi takdir. Sejak kecil, ia tak pernah mencecap manisnya kasih sayang keluarga, bahkan dari ibunya sendiri. Kesalahan di masa lalu yang bukan kehendaknya membuat Safa dilabeli sebagai "anak pembawa sial" dan dibenci seumur hidup. Puncaknya, ia dipaksa menikah dengan seorang kakek demi menyelamatkan bisnis keluarga yang nyaris bangkrut.

Namun, kenyataan tak seburuk dugaannya. Sang kakek ternyata hanya perantara, ia mencarikan istri untuk cucu laki-lakinya yang bertemperamen kaku, cuek, dan dingin. Di rumah barunya, Safa yang terbiasa disisihkan justru mulai merasakan hangatnya kasih sayang dari keluarga sang suami yang memperlakukannya dengan sangat baik. Sayangnya, benteng es di hati suaminya sendiri tetap tak tergoyahkan.

Mampukah Safa memenangkan hati pria yang menikahinya hanya karena amanah sang kakek? Ataukah pernikahan "titipan" ini akan hancur dan berakhir dengan perceraian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uswatun Kh@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Pergulatan Batin Safa

Kata-kata Adit menghujam tepat direlung hati Safa. Tangannya gemetar, kata-kata itu begitu menyakitkan.

Sedari kecil ia harus hidup tanpa ayah dan seorang abang. Selalu dihantui rasa bersalah, selalu mendapatkan perlakuan buruk tentang itu, bahkan tiba-tiba menjadi penebus hutang dan sekarang ia dikatai sebagai seorang LC bahkan lebih buruk.

Farah mengepal kuat kedua tangannya. Kesabarannya benar-benar sudah di ubun-ubun. Ia merangsek maju, tangannya terangkat hendak memberi Adit pelajaran, namun Adit berhasil menghentikan dengan menangkap tangannya.

"Apa! Kau gak terima jika sahabatmu dikatai sebagai LC. Apa kau juga gak tau kalau dia sudah jadi istri seorang kakek-kakek demi uang?" Adit menghempaskan tangan Farah kuat.

Adit menatap penuh rasa jijik ke arah Safa. "Lihatlah dia. Sok suci di balik kerudungnya. Padahal dia itu munafik. Dia cuma simpanan kakek-kakek. Pantas saja kau menolakku, karena aku kurang kaya, iya!"

"Adit!" pekik Safa.

Bug!

"Uggh ...." Adit tertunduk memegang perutnya yang kesakitan.

Safa dengan gerakan yang cepat menendang perut Adit dengan keras. "Itu hukuman bagi orang yang sok tau kayak kau, Dit. Aku selama ini diam bukan berarti aku takut. Aku hanya malas meladeni orang kurang kerjaan sepertimu."

"Kau, berani menendangku, hah!" Adit menunjuk ke arahnya dengan mata penuh amarah sekaligus malu.

"Ingat ini baik-baik, Dit. Kau dari awal memang bukan pilihanku. Kau hanya tak terima ditolak bukan? Kau tidak menyukaiku, tapi kau hanya obsesi apa yang kau inginkan harus kau dapatkan. Jadi ingat, jangan pikir kau itu istimewa! Karena kau tak lebih dari sampah!"

Semua terheran mendengar pernyataan Safa yang begitu ngena banget. Siapa sangka wanita yang terlihat kalem dan anggun itu bisa melawan seorang Aditya Setya Nugroho, anak orang berpengaruh di kota ini.

"Serius! Safa buat Adit mati kutu," celetuk mahasiswa yang ada di sana.

Yang lain mengangguk-angguk.

"Sebenarnya Adit juga gak sekeren itu sampai Safa harus menyukainya. Sok berkuasa, sih," timpal yang lain.

Adit yang masih kesakitan seolah tak terima. Ia mencoba menegakkan tubuhnya. Ia mencoba mendekati Safa, namun Farah segera menghadang.

"Tapi yang aku katakan itu semua benar. Kau sekarang sudah menikah, kan? Kau menikah dengan kakek-kakek. Aku tau itu."

Semua orang mengangga mendengar pengakuan itu, walau sulit mempercayainya.

Safa menghela nafas panjang. "Aku memang sudah menikah. Terus urusanmu dengan itu apa? Mau aku menikah dengan siapapun apa pedulimu, hah!"

Farah seketika berbalik. Matanya menelisik ke arah sahabatnya itu.

"Lihat, sekarang kalian percaya, kan? Dia ini memang rendah. Bahkan mau menikah dengan kakek-kakek peot," desis Adit terus memprovokasi.

Farah yang masih setengah tak percaya mendekap kedua bahu Safa dengan erat. "Kamu serius? Safa ...."

Kedipan mata Safa sudah mampu untuk mengonfirmasi bahwa dugaannya benar. Dengan lemas Farah melepas tangannya dan berbalik ke arah Adit lagi.

Plak!

Tamparan keras mendarat di pipi kanan Adit. Farah yang geram dengan cerocosnya, tak dapat lagi menahan amarah.

"Eh, aku kasih tau ya, dasar muka rata! Jika benar Safa menikah dengan seorang kakek-kakek, itu membuktikan dia lebih baik darimu. Seharusnya kau malu dengan marah-marah gak jelas kayak gini!"

Menyebut Adit dengan muka rata membuat semua yang ada di sana tak kuasa menahan tawa. Pasalnya walau wajah Adit tak begitu rupawan tak ada sekalipun yang berani mengatainya.

Hidungnya pesek, mata yang sayup dengan kantung mata yang besar ditambah sikapnya yang sok kecakepan kadang membuat orang muak. Namun, karena ia berduit mereka banyak yang tak mau berurusan dengannya.

Adit yang tak terima menunjuk-nunjuk kasar ke arah Farah. "Kurang ajar! Kau berani mengataiku. Kalian udah bosen kuliah, hah!"

Namun, tiba-tiba tingkahnya berubah. Adit kembali tenang dengan senyum liciknya.

"Kalian jangan lupa. Safa cuma dapat beasiswa. Kalau aku cabut beasiswa itu, siap-siaplah keluar dari kampus ini!" ancam Adit dengan tak tahu malu.

Safa tak berani melawan walau ia ingin. Ancaman tentang beasiswa mampu membuatnya bungkam.

Ia mundur beberapa langkah berdiri di balik Farah.

Farah menoleh, ia tahu betul apa yang sedang Safa rasakan. Dengan mata membelalak penuh dengan letupan amarah ia membusungkan dada mendekat ke arah Adit penuh intimidasi.

"Sebagai manusia seharusnya kau tahu diri jangan bersikap sombong. Lihat padi semakin berisi makin merunduk. Sama halnya manusia, semakin kuasa harusnya tahu bahwasanya semua cuma titipan, dan banyak yang lebih berkuasa dari pada dirimu."

"Sudahlah, Safa. Lagi pula otak tumpul sepertinya gak akan paham," timpalnya lalu menarik tangan Safa untuk menjauh.

"Awas kalian, ya!" ancam Adit dengan wajah memerah. Ia bahkan menggebrak meja dengan keras.

Farah mengajak Safa ke sebuah taman belakang kampus yang sepi. Setelah sampai, Farah melepas genggamannya lalu sedikit menjauh.

Melihat gelagat sang sahabat, Safa menatapnya nanar. 'Farah pasti kecewa. Bagaimana pun juga aku tidak mengabarinya sama sekali.'

Safa memberanikan diri untuk mendekat. Tangannya yang lembut meraih jemari Farah.

"Maafkan aku, Fa. Bukan maksudku merahasiakannya darimu. Tapi aku benar-benar terpaksa menikah. Saat aku pulang tiba-tiba mereka meminta aku untuk menikah," tutur Safa dengan nada rendah nan lembut.

Melihat Farah tak kunjung berbalik, ia menarik-narik pelan ujung bajunya. "Fa, maaf."

Akhirnya pertahanan Farah runtuh. Ia perlahan berbalik. Safa terlonjak kaget saat melihat air mata sudah membanjiri wajah sahabatnya itu.

"Hiks ... hiks ... hiks .... Kamu pasti menderita. Kenapa gak ngomong sama aku, sih. Aku ini sahabatmu apa buka?" isak Farah sambil mengusap ingus yang berlelehan jatuh.

Tawa Safa hampir saja pecah saat melihat Farah menangis seperti anak kecil. Ia buru-buru menutup mulutnya takut tak bisa menahan.

Melihat sebegitu pedulinya Farah padanya, ia pun tak kuasa menahan air matanya lagi. Setitik netra mulai jatuh. Safa memeluk sang sahabat dengan penuh kehangatan.

Setelah emosi mulai mereda, mereka duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon rindang.

"Apa benar kamu menikah dengan ... kakek-kakek?" tanya Farah, tatapannya tajam penuh dengan rasa penasaran.

Safa nyaris tertawa. Ia berdehem pelan sebelum mengatakan yang sebenarnya.

"Heem .... Awalnya aku pun berpikir seperti itu. Karena mama aku bilang aku akan di nikahi kakek-kakek buat lunasi hutang," ungkapnya, ia menjeda sejenak untuk menenangkan hatinya.

"Tapi ternyata, enggak. Kakek Wijaya cuma mau carikan istri untuk cucunya, sayangnya ... aku juga belum bertemu dengannya."

Mata Farah terbuka lebar dengan mulut menganga. Ia tak bisa membayangkan betapa terkejutnya sahabatnya itu. Tiba-tiba menikah dengan seorang kakek-kakek, dan tiba-tiba dia bukan suaminya.

Farah frustasi mengacak rambutnya hingga kusut. "Hidupmu sat set banget sih, Sa? Tiba-tiba kamu sekarang istri orang, hiks ... hiks."

"Jadi, kamu belum melihat suamimu sama sekali. Wajahnya, tubuhnya. Jadi kalian belum malam pertama?"

Safa menggeleng dengan pipi yang merona. "Diamlah, jangan keras-keras."

Ia bangkit. Berjalan beberapa langkah ke depan. Ia menatap jauh ke langit yang biru. "Katanya beberapa hari lagi dia akan pulang. Aku juga penasaran, Fa."

1
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
siapa sih yg sering wa mas Arlan
Siti Anisa
bagus novelx suka
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
hahhahaha.. aku ngakak ngebayangin ekpresi nya si Arlan🤣🤣🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
ganjalannya pasti tentang perasaan masing-masing🥺🥺
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
nggak ada.. nggak punya/Tongue//Tongue/
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
ya ampun, siapa itu😬😬😬😬
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
aq g absen hari di mana mana krn khusus buat baca novel🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: hok O di maratonin ma aunty🤭
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
safar cerita aja ttg hendra ke suami kamu ya
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
uhuk uhuk
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
idih gtau aja klo safa it istri bos kamu, klo sampe tau bs mati mendadadak riana😂
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
edgar sama farah aja thori, klo author g jodohin edgar sama farah, kalo gitu edgar sama aq aja gimana setujuh kan?
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: ihh aunty mah.. 🤣🤣
Berondong itu aunty, mau kah aunty🤭🤭
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
heronya safa dateng🫶😂
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
siapa ya
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
blm tau aja suami safa orang keyong
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
sampe trauma begitu
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
arlan klo kamu tau safa sprti apa di rumah nya pasti kamu kasian
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
adit ini bener bener mulutnya seperti omprengan
𝓐𝔂⃝❥ ⃟🥑⃟ Sᴇɴᷢᴀͥᴀͥ☠️⃝⠀
mampir thor 🤔
Shankara Senja
safa itu bodoh bngt ya..apa apa diem..lebih baik dihajar abis sm mama lo dari pd dihajar abis diranjang sm bpk tiri lo.masa depan lo hancur ..kabur ,kek,takut bngt ga nemu makan..apa pengen ngancurin masa depan lu di perkosa bapak tiri lo..lo hancur jg keluarga lo ga perduli
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: Iya mungkin kabur lbih enak. Tapi ada sebagian orang gak akan berani kak. Mereka selalu memikirkan bakti dan takut akan hal-hal yang belum pasti. 🤧
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
ingat safa selalu tutup pintu dan kunci klo perlu gembok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!