NovelToon NovelToon
Si Jenius Dari Masa Depan

Si Jenius Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah sejarah / Perperangan
Popularitas:782
Nilai: 5
Nama Author: Rizzzz......

Kira berasal dari masa depan tiba tiba terlempar ke zaman kerajaan. Yang berawal dari tidak punya apa apa, sampai memiliki semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizzzz......, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

"Ayah! Itu uang yang ku simpan supaya kamu bisa menikah lagi dan melahirkan anak untuk meneruskan keluarga kita!"

Setelah mengucapkan hal itu, Lestari di pelototi ayah nya lagi. Dia pun berkata dengan cemberut,

“Kamu cuman sayang día!"

"Aku memang punya sedikit utang, tapi aku bisa bayar sendiri. Paman, Lestari, aku butuh kalian untuk persiapkan beberapa barang untuk ku, Makin cepat makin bagus!"

Kira pun menyebutkan semua barang-barang yang diperlukannya.

"Panci besi, corong, lumpur kuning, panci besar ... Kamu perlu itu semua buat apa?"

Setelah mendengar benda-benda yang diperlukan Kira, Lestari pun bertanya dengan kebingungan. Namun, kedua orang itu segera mempersiapkan nya.

Tidak lama kemudian Basan, Tony, Danu dan Doddy tiba di depan Toko Besi Keluarga Salim. Mereka berempat berdiri di depan pintu dengan canggung.

Suryadi buru-buru mempersilakan mereka masuk. Saat melihat barang bawaan mereka, Suryadi berkata dengan terkejut,

“Mau datang ya datang saja, buat apa bawa begitu banyak barang?"

"Harga setengah kilo gula mentah sudah 100 rupiah. Ini setidaknya ada sekitar 20-25 kilo, harganya paling nggak 4.000 rupiah"

"Sebuah kotak cendana sebesar ini paling nggak 1000 rupiah, dua biji sudah 2.000 rupiah"

"selembar sapu tangan sutra ini 500 rupiah, dua lembar sudah 1000 rupiah."

"Jubah sutra dan sepatu bot dari Toko Penjahit Keluarga Sonia paling nggak 1.500 rupiah"

"Giok ini paling nggak 4,000 rupiah!"

"Sebuah kantong wewangian ini 2.000 rupiah!"

"Dua ekor ikan besar dan sepuluh ekor ikan kecil ini masih hidup. Beratnya paling nggak 15 kilo, bisa dijual sekitar 900 rupiah."

Setelah melihat barang-barang yang dibawa Basan dan yang lainnya, Lestari langsung menyebutkan semua harga-harga nya. Keempat orang itu pun menatap Lestari dengan terkejut. Semua barang yang mereka beli harganya kurang lebih hampir sama dengan harga yang disebut Lestari. Lestari benar-benar hebat!

"Kira, kamu toh nggak punya begitu banyak uang. Buat apa kamu bawa begitu banyak barang kemari?"

Entah apa yang di pikirkan Lestari sehingga dirinya tiba-tiba tersipu.

"Kami yang tangkap ikan nya kemarin. Sebagian besar sudah terjual, sisa nya ini untuk kamu dan Paman!"

Kemudian, Kira mengalihkan topik pembicaraan.

"Gula mentah ini bakal ku proses lagi buat dijual. selebih nya, lihat saja nanti. Cepat masak dulu! Kami semua belum makan."

"Cepat pergi masak. Aku pergi beli daging dulu!"

Selesai berbicara, Suryadi pun pergi dengan membawa keranjang sayur nya. Sementara Lestari langsung masuk ke dapur untuk memasak. Kira pun memberi perintah kepada Basan, Danu, Doddy dan Tony.

Danu ditugaskan menutup pintu toko, sedangkan Doddy ditugaskan mencuci corong yang mereka beli tadi. Tony mengaduk campuran lumpur kuning dan Basan menyalakan api untuk panci besar. Keempat orang itu sangat penasaran apa yang mau dilakukan Kira.

Tidak lama kemudian, suryadi pulang dari berbelanja sayur. situasi di hadapan nya membuat nya terkejut.

Begitu api menyala, Kira menuangkan tiga bungkus gula mentah ke panci. Setelah gula nya mencair, dia langsung berkata,

"Tony, cepat masukkan cairan lumpur kuning nya!"

"Hah?!" Tony langsung terkejut,

"Kira, yakin mau di tuang? Gula di dalam panci ini paling nggak 5 kilo, Kalau sudah tuang campuran lumpur kuning ke dalam, gulanya sudah nggak bisa dimakan lagi. Kita bakal rugi 1000 rupiah!"

Basan dan Danu juga terkejut.

Jika lumpur kuning di tuangkan ke dalam sirup gula, sirup gula akan terbuang sia-sia.

Kira langsung mendesak,

"Tuang saja! Kalau nggak, gulanya benar-benar bakal terbuang sia-sia!"

Setelah mendengar ucapan Kira, Tony langsung mengulurkan tangan nya dengan gemetar.

"Jangan tunda lagi! Ikuti saja perintah Kak Kira!"

Meskipun Doddy juga heran, dia langsung maju dan menuangkan seember cairan lumpur kuning itu ke dalam panci. Dia tidak tahu apa yang ingin Kira lakukan, tetapi dia akan mematuhi semua perintah Kira mulai sekarang.

Begitu cairan lumpur kuning dituang ke dalam cairan gula, Kira langsung mengaduk dengan cepat. Lumpur kuning dan cairan gula pun menyatu.

Tepat pada saat ini, Lestari berjalan keluar untuk menyuruh kelima orang itu makan. Setelah melihat keadaan itu, dia buru-buru berlari ke dapur dan berteriak,

"Ayah, Kak Kira menuangkan cairan lumpur kuning ke dalam gula mentah!"

Suryadi langsung terkejut,

"Kira toh nggak bodoh. Kenapa dia menyia-nyiakan barang seperti itu? Coba pergi lihat!"

Lestari dan Suryadi buru-buru keluar. Mereka melihat Kira mengangkat panci itu, lalu menuangkan campuran cairan gula dan lumpur kuning ke dalam corong yang di lapisi jerami.

"Ayah, lihat!" ujar Lestari dengan cemberut.

Suryadi juga melihat situasinya dengan kaget. Larutan gula itu mengalir turun melalui corong dan mulai terpisah.

Tidak lama kemudian, bagian atas mengkristal menjadi gula putih, bagian tengah membentuk gula cokelat dan bagian paling bawah adalah ampas gula mentah.

"Gula cokelat dan gula putih!" seru Lestari dengan terkejut.

Harga gula mentah paling murah, 100 rupiah per setengah kilo, sedangkan harga gula cokelat 300 rupiah per setengah kilo. Di pasar, belum ada yang menjual gula putih. Perbandingan warna lapisan gula itu adalah 50% gula putih, 30% gula cokelat dan 20% ampas gula mentah.

Dengan perbandingan seperti itu, gula cokelat yang didapat sudah bisa menutupi modal gula mentah. Sementara penjualan gula putih sudah benar-benar murni keuntungan.

Suryadi, Basan, Danu dan Tony sangat kaget. Mereka tidak mengerti kenapa gulanya bisa berubah menjadi begitu.

Doddy langsung bertanya,

"Kak Kira, kenapa cairan lumpur kuning yang di gabungkan dengan cairan gula mentah bisa jadi gula putih dan gula cokelat?"

Semua orang sangat penasaran. Kira pun menjelaskan dengan sederhana,

"Di dalam gula mentah, ada kotoran dan pigmen. Cairan lumpur kuning bisa memisahkan kotoran dan pigmen itu, sehingga muncul gula putih dan gula cokelat,"

Produksi gula di Kerajaan Nayara masih belum sempurna. Gula yang dipakai mereka adalah gula mentah yang di dapatkan dari tebu. Ada juga sebagian kecil orang yang menggunakan abu kayu atau putih telur bebek untuk membuat gula cokelat.

Cara menggunakan lumpur kuning untuk memurnikan gula baru ditemukan di zaman berikutnya.

Kira memiliki gelar doktor di bidang kimia. Jadi, dia tahu jelas mengenal prinsip-prinsip yang terlibat dalam proses tingkat rendah ini.

'Pigmen'

'Kotoran'

'Mengabsorbsi'

Tidak ada orang yang mengerti apa yang dikatakan Kira. Kira mengambil sedikit gula putih itu, lalu berkata,

"Coba cicip."

Keenam orang itu mengelilingi corong, lalu mengambil sedikit gula putih dan mencobanya. Mata Lestari langsung berbinar setelah mencicip gula putih itu.

"Manis banget! Lebih manis dari gula mentah dan gula cokelat!"

"Emm, lebih manis dari gula cokelat."

Tony menambahkan dengan serius, seolah-olah dia pernah memakan gula cokelat.

1
Aisyah Suyuti
good
I Am Riza
kerajaan Nayara itu kerajaan yang berdiri sendiri.
Ahmadi 241215
kerajaanya itu masih wilayah nusantara gak gak sih bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!