NovelToon NovelToon
Alfian&Aluna

Alfian&Aluna

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / CEO
Popularitas:429
Nilai: 5
Nama Author: Queen kaka Agustin

seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..

penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

 Di dalam mobil Aluna diam saja, pandangan nya tertuju keluar jendela, perasaan tidak suka itu muncul

Melihat perempuan tadi pasti masalalu Alfian dari sikap dan nada bicaranya sudah jelas.

tidak di pungkiri Aluna merasa cemburu dengan perempuan tadi,

Alfian yang merasakan perubahan sikap Aluna menghela napas panjang

Tangannya yang bebas menggenggam tangan Aluna mengelusnya lembut

"nanti aku jelaskan , saat makan siang" ucapnya

Aluna tidak menoleh tapi juga tidak menolak sentuhan tangan Alfian...'kenapa harus pas makan siang kalau bisa jelaskan sekarang' batin nya menggerutu.

setelah sampai di depan rumah sakit Alfian memarkirkan mobil,

Aluna yang hendak turun tidak jadi karna tangan nya di tehan oleh Alfian

"sebentar aku ingin bicara" katanya sambil menatap Aluna

"jangan salah faham soal yang tadi, dia bukan siapa-siapa, nanti siang aku jemput kita makan siang bersama, sekalian aku jelaskan"

kata Fian lembut .

Aluna menghela napas berat lalu menoleh ke atah Alfian

"maaf ,aku kekanak- Kanakan" ucapnya lirih

Alfian tersenyum senang "tidak apa-apa,aku suka kamu seperti ini. Itu tandanya kamu sayang padaku" jawabnya

Aluna hanya tersenyum tipis " terimakasih ka"

"sama-sama, masuklah"katanya

"gak mampir dulu KA" tanyanya

Alfian melirik jam tangan nya " nanti, sing saja sekalian jemput kamu, aku ada kelas pagi ini" jawabnya

"ya sudah ,Kaka hati-hati jangan ngebut, aku masuk dulu" ucapnya lembut

Alfian tersenyum bahagia mendapat perhatian kecil dari Aluna.

"baiklah" jawabnya

Aluna lalu turun dari mobil, dia berbalik melambaikan tangan ke arah Alfian

Alfian tersenyum lalu membalas lambaian tangan Aluna,

Setelahnya mobil melaju meninggalkan parkiran rumah sakit

Setelah mobil Alfian tidak terlihat barulah Aluna masuk menuju ruang rawat eyang nya

......................

Aluna mengetuk pintu lalu membuka perlahan,

Terlihat eyang Dewi yang sedang di bantu duduk oleh ibunya

Lalu Daniel merapikan bantal ..

"selamat pagi eyang,mom dad"sapanya lalu melangkah mendekati brangkar

Aluna mencium pipi eyang nya, Lalu ke Sera dan terakhir memeluk Daniel..

"pagi sayang" balas Sera.

" ini Aluna masak SOP untuk sarapan" katanya sambil meletakan paperbag di atas meja

"kebetulan sekali eyangmu belum makan, mommy akan suapi eyang dulu" ucap Sera sambil membuka paperbag mengeluarkan isinya

Daniel ikut duduk " kesini dengan siap nak" tanyanya

" KA Fian dad, tapi dia langsung pergi karna ada kelas pagi katanya" balasnya, lalu membantu Sera menyiapkan makanan

Daniel mengangguk mengerti, lalu menerima piring dari Aluna

" biar Aluna saja yang menyuapi eyang mom.. Mending mommy sarapan saja dengan Daddy " ucapnya.

"memangnya kamu sudah sarapan sayang?" tanya Sera

"sudah mom, tadi dengan KA Fian" balasnya sambil membawa piring untuk eyang Dewi

Sera dan Daniel sarapan dengan tenang dan Aluna telaten menyuapi eyang nya ,

Setelah sarapan bersama Aluna membantu Sera mengelap tubuh eyang nya.

Dengan sabar mereka menyeka tubuh eyang Dewi, hingga selesai mengenakan baju.tidak ada raut keberatan dan raut jijik. Mereka melakukan nya dengan penuh kasih.

"sekarang ibu minum obat dulu" kata Sera

"iya nak" jawabnya lirih

kondisi eyang sudah mulai membaik walaupun masih lemas. Tapi sudah cukup menunjukan perkembangan yang signifikan.

Aluna lega , penuh syukur lalu melangkah menuju sopa dan uduk di sisi Daddy nya

"Daddy kapan aku bisa mulai kerja di perusahaan ?" tanyanya manja ,

Daniel tersenyum bahagia " kamu maunya kapan sayang, Daddy terserah padamu?" tanya Daniel balik.

Aluna tampak berpikir" hm..kalau sehabis wisuda bagaimana dad?"

"iya itu ide bagus, seminggu lagi kamu wisuda, " jawab Daniel.

"baiklah dad, "jawabnya

sera ikut duduk di samping Aluna, mengusap rambutnya" sepertinya kamu kelas sayang" ucapnya khawatir

"cuma kurang tidur mom" balasnya sambil menyandarkan kepala ke bahu Sera

" ya sudah sini , baring" meraih kepala Aluna meletakan dipangkuannya.

Lalu kaki Aluna di angkat Daniel di simpan di atas pangkuan nya

"mom, dad, rasanya flashback ke masa2 sekolah"ucap Aluna sambil memejamkan mata.

Daniel dan Sera saling pandang lalu mengenang masa2 Aluna sekolah.

Dulu Aluna setiap pulang sekolah selalu berbaring di pangkuan Sera hingga terlelap, lalu Daniel yang akan memangku kakinya memijatnya pelan.

Sekarang putrinya sudah besar, sudah akan menikah.

......................

Ruang pintu terbuka pelan , dokter masuk dengan seorang perawat.

"dokter" sapa Daniel lalu berdiri menjabat tangan dokter.

Gerakan nya yang tiba-tiba itu membangunkan Aluna,

" tuan Daniel, saya izin periksa nyonya Dewi" katanya meminta izin

" silahkan dokter" jawabnya, lalu ikut berdiri di belakang dokter

Aluna yang terbangun lalu duduk bersandar di sandaran sopa mencoba mengumpulkan kesadaran nya.

Sera yang melihatnya merasa kasihan .

Mengusap kepala putrinya lalu berbisik" maafkan Daddy mu . Dia tidak sengaja karna terkejut dokter datang " ucapnya

Aluna tersenyum tipis mengerti" tidak apa-apa mom.. aku tidak marah hanya terkejut.

Sera bangkit berdiri lalu melangkah menghampiri dokter

"bagaimana perkembangan ibu saya dok" tanya daniel setelah dokter selesai memeriksa.

"kondisi nyonya Dewi sudah membaik tuan , kemungkinan besok pagi sudah bisa pulang."

"Alhamdulillah,, terimakasih dokter" ucap Daniel lega.

Sera pun tak kalah leganya... Lalu mengucapkan terimakasih kepada dokter

" sama-sama tuan ,nyonya, kalau begitu saya permisi dulu" ucapnya lalu melangkah keluar meninggalkan ruangan...

daniel merangkul Sera " kita harus mengadakan syukuran, menurutmu bagaimana sayang" tanya Daniel lembut

"aku setuju mas, nanti kita bahas lagi di rumah, ayo kita duduk takut ibu terganggu" balasnya .

Daniel yang melihat putrinya masih bersandar merasa bersalah..

"maaf Daddy tadi sedikit terkejut saat dokter datang," ucapnya menyesal

Aluna yang mendengarnya membuka mata lalu tersenyum hangat" tidak apa-apa dad aku hanya masih lemas saja"

"bagai mana keadaan eyang" tanyanya lagi

"sudah sangat baik kemungkinan besok sudah bisa pulang" Jawab Sera..

"Alhamdulillah.. "ucapnya lega

Lalu Aluna berdiri"Luna ke kamar mandi dulu mom. Dad" ucapnya sambil berlalu.

Setelah selesai mencuci muka. Aluna kembali duduk di samping Daniel ,lalu membuka ponsel memeriksa nya.

Ternyata sudah ada pesan dari fian

...KA Alfian...

"aku sudah di jalan ,sebentar lagi sampai"

^^^"iya KA hati-hati, aku tunggu" ^^^

Lalu memasukan kembali ponselnya ke dalam tas.

"mom kenapa Oma dan Abang belum kesini juga yah" ucap Luna sedikit heran

Sera yang mendengarnya juga membenarkan, lalu mengeluarkan ponsel "biar mommy yang telpon abangmu"

setelah beberapa saat" tidak di angkat sayang, coba mommy telpon Oma"

belum sempat Sera menekan tombol panggil ruang rawat itu terbuka, muncul Oma Kania, Darren dan juga Alfian yang menyusul di belakang

"assalamualaikum" ucap Oma

"waalaikumsalam" jawab mereka bersamaan.

"baru juga Sera mau telpon mama," ucapnya tersenyum lega, lalu berdiri menghampiri mertuanya ,

"loh iya, maaf kalau mama lama, habis putramu ini masih ngorok" balasnya, menoleh kesal ke arah Darren

Darren hanya nyengir kuda, lalu duduk di samping Fian yang sudah duduk lebih dulu setelah menyalami Daniel dan Sera.

"maaf Oma aku ngantuk sekali, setelah subuh tidur lagi" jawabnya

"huh, dasar jomblo" ucap Oma kesal

Darren melebarkan mata mendengar ucapan Omanya

"astaga Oma, ucapan adalah doa," balasnya sambil memelas..

Oma Kania tidak menanggapi ocehan Darren

"bagaimana perkembangan Dewi" tanya Oma

"Alhamdulillah ma, sudah membaik kemungkinan besok bisa pulang" jawab Daniel

"syukurlah, " ucap Oma lega

setelah berbincang beberapa saat alfian meminta izin kedap semua orang untuk mengajak Aluna makan siang

Setelah mendapat izin dari semua orang terutama Daniel,

Mereka lalu melangkah keluar setelah menyalami para orangtua.

Tanpa ragu Alfian menggandeng tangan Aluna .

Dan Aluna yang selalu canggung dan tegang perlahan lahan mulai terbiasa dengan sentuhan Alfian.

1
ana Ackerman
thor ,,.awas aja kalau nggak up.... 😤
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤
ana Ackerman: iya kak 😍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!