NovelToon NovelToon
ALEA STORY

ALEA STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dokter
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Alea Winslow (22th), melanjutkan pendidikan S2-nya di salah satu kampus ternama di Belanda.

Hidupnya yang awalnya dia pikir akan bebas, malah hancur lebur karena harus berhadapan dengan Damon Alvaro. Dokter tampan 39 tahun, kadang hangat kadang dingin, yang tiba-tiba mulai terlibat dalam hidupnya.

Damon selalu menjadi saksi Alea melakukan hal-hal konyol. Bahkan mencuri di salah satu pertokoan di Belanda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hampir berkelahi

Alea bernafas lega. Wajahnya ceria seperti biasa. Dia baru saja habis makan. Ternyata benar kalimat yang pernah dia dengar dari orang-orang tua kalau di saat kita lagi lapar banget, semua makanan akan terasa sangat lezat. Sama seperti Alea. Dia sudah menghabiskan seluruh makanannya.

Sudut bibir Damon sempat naik di saat melihat gadis itu bersandar di kursinya dengan wajah puas, tangannya menepuk-nepuk perutnya pelan.

"Ahh… akhirnya aku bisa merasakan yang namanya hidup kembali," gumam Alea dramatis.

Damon segera menormalkan ekspresinya lagi. Ia mengambil gelasnya, meneguk minuman dengan tenang. Tapi matanya sempat melirik Alea sekilas. Gadis itu benar-benar berbeda dari orang-orang yang dia kenal sekarang. Terlalu hidup, terlalu banyak bicara. Dan… terlalu mudah menunjukkan apa yang ia rasakan.

Kehadiran sosok dengan karakter seperti Alea yang terkadang menyenangkan dan menyebalkan ini mengingatkannya pada sahabat-sahabat lamanya. Genk masa remajanya. Genk setengah gila. Mereka tidak bubar, masih bersahabat dekat. Hanya saja rata-rata sudah dengan kesibukannya masing-masing. Di antara mereka semua, tersisa Damon dan Luis yang belum menikah sampai sekarang. Yang lain sudah punya anak semua.

Damon selalu merasa hidup saat berkumpul dengan para sahabatnya itu. Karena mereka semua adalah orang-orang yang asyik dengan kerandoman mereka masing-masing. Terutama kalau Hazel, Kara dan Eros sudah bertemu. Ketiga sahabatnya itu memang paling bisa membuat suasana menjadi hidup. Seperti Alea yang duduk di depannya saat ini.

Gadis itu mengayun-ayunkan kakinya pelan di bawah meja, matanya memperhatikan sekitar restoran.

"Tempatnya enak sih … walaupun bukan makanan Indo," gumamnya.

"Itu berarti kau bisa beradaptasi," balas Damon singkat. Alea mengerucutkan bibir.

"Terpaksa. Makanan Indo tetap di ha..."

Brakk!

Tiba-tiba kursi Alea terdorong cukup keras sampai tubuhnya sedikit tersentak ke depan. Ia refleks menahan meja.

"Eh!" Alea langsung menoleh. Damon juga.

Seorang wanita bule berdiri di belakangnya. Tinggi, rambut pirang panjang, dengan ekspresi wajah yang jelas tidak bersahabat. Alea menunggu beberapa detik, berharap ada kata maaf. Tapi tidak.

Wanita itu malah mendecakkan lidah kesal.

"Lihat tempat dudukmu, hati-hati." katanya ketus, seolah Alea yang salah. Alis Alea langsung naik.

"Hah? Kamu yang nabrak kursi aku, kok aku yang disuruh hati-hati?" balasnya tidak terima.

Wanita itu menyilangkan tangan, menatap Alea dari atas ke bawah dengan sinis. Ia tersenyum merendahkan.

"Mungkin kalau orang seperti kamu tidak duduk sembarangan, ini tidak akan terjadi."

Alea terdiam sesaat.

"Orang seperti aku?" ulangnya pelan.

Wanita itu tersenyum tipis, meremehkan.

"Iya. Orang seperti kamu."

Nada merendahkan itu jelas sekali. Bahkan tanpa perlu dijelaskan, Alea sudah paham maksudnya. Wajah Alea langsung berubah.

"Ohh… rasis ya?" katanya datar.

"Aku cuma jujur, itu sebabnya aku tidak pernah suka orang asing, apalagi Asia." jawab wanita itu santai.

Alea tertawa kecil. Tapi bukan tawa lucu.

"Ya ampun rasis. Kalau bau kentut, diam aja mukesti. Nggak usah diumbar-umbar ke publik," balas Alea santai tapi menusuk.

Mata wanita itu langsung membesar.

"Apa katamu?!"

"Itu. Udah salah, sombong, rasis lagi. Paket lengkap." lanjut Alea tanpa rem.

Wanita itu melangkah maju.

"Kamu menjijikkan!" Alea ikut maju setengah langkah.

"Yang bau siapa tadi?"

"Diam kamu!"

"Kamu yang diam!"

Suara mereka mulai menarik perhatian orang-orang sekitar.

Damon yang sejak tadi mengawasi langsung waspada.

"Alea, cukup," ucapnya rendah.

Tapi Alea sudah kesal.

"Dia yang mulai duluan, om!"

Tiba-tiba wanita itu mendorong bahu Alea.

Kesalahan besar. Alea bukan gadis kalem yang akan diam saja diperlakukan seperti itu. Apalagi kalau dia gak salah. Dalam sekejap,

"Aaaak!"

Tangan Alea langsung menjambak rambut wanita itu kuat-kuat.

"Berani banget lo dorong gue!" bentaknya.

Wanita itu panik, berusaha melepaskan diri.

"Lepaskan aku! Kamu gila! Asia kurang ajar!"

"Lo yang cari masalah!"

Suasana restoran langsung ricuh. Beberapa orang berdiri, ada yang menjauh. Damon bergerak cepat. Ia berdiri mendekati mereka.

"Alea!"

Ia langsung menarik tangan Alea dengan tegas, memisahkan keduanya.

"Lepasin om! Aku belum selesai!"

Alea masih meronta.

"Tidak, jangan bikin keributan di sini." suara Damon dingin dan tegas.

Wanita itu mundur beberapa langkah, napasnya memburu, rambutnya berantakan.

"Dasar perempuan gila!" teriaknya marah.

Damon berdiri di depan Alea sekarang, posisinya jelas melindungi.

"Cukup," katanya tajam.

Tatapannya beralih ke wanita itu. Tatapan yang dingin dan sangat menekan.

"Anda yang memulai, jadi sebaiknya anda diam saja." sorot matanya tajam.

Wanita itu terdiam sesaat. Wajahnya masih kesal, begitu melihat lelaki yang membela Alea dan orang-orang yang lain sedang menatap ke arah mereka, dia jadi ragu. Ia menatap Alea lagi. Gadis itu hendak maju tapi Damon menahannya kuat di belakang, membuatnya kesal bukan main.

Wanita itu tersenyum miring, mengangkat dagunya tinggi-tinggi, lalu berjalan keluar meninggalkan mereka. Detik itu juga Alea maju, berkacak pinggang di depan Damon.

"Om kok nahan-nahan aku sih? Itu perempuan nyebelin tahu!" Ia kesal sekali.

"Sudah, Alea. Cukup."

"Cukup apanya? Gak cukup! Aku masih belum pu mmphh ..." Damon sudah menyumpal wajah gadis itu dan menariknya keluar dari restoran tersebut. Dia paling tidak suka membuat keributan di tempat seperti ini.

1
jeakawa loving❤️
ingat aku gak suka ada yang ngatain Damian itu mafia yang gak bisa d andalkan..ingat ya terong Ama timun oooo setiap masalah apapun selalu Damian yang selesaikan bahkan sekelas Arsen yang polisi pun akan kalah cepat sama Damian kalo soal tolong menolong ..baca dari awal biar tau siapa Damian!!!😡
Rika Hari
aduh ank Damian byk yg rada2aneh ya 🤔🤔🤔
olyv
om damon keren elea makin tergiang giang 😁
olyv
uncle damian tolong anakmu pleaseee
olyv
ternyata musuh keluarga dari leo
SLina
thor, cerita anthony bisa g dibuat novel sendiri 😊😀
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵
Rita
mulai peka ya Lea ma perasaan mu
Tuti Tyastuti
𝘥𝘢𝘥𝘥𝘺 𝘥𝘢𝘮𝘪𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘯𝘮𝘶 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘺𝘢
Rita
Damian anakmu dlm bahaya
Rita
kan yg diincer pasti Leo,tapi salah sandera
Atik Marwati
kok bisa pengawal bayangan Alea disuruh ga ikut terus beneran ga ikut ..
harusnya tetap kerja nyusulin Alea pakai apa kek...
Mundri Astuti
😂😂😂
kiya
wahhh Alea pasti kagum sm om damon
Melia Gusnetty
biasa nya anak mafia pd jago bela diri dn megang senjata..rupa nya tdk berlaku buat alea.....🤦‍♀️🤦‍♀️
Fitria Syafei
Damon kereen 👏 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
Melia Gusnetty
alea pake d larang2 segala tuu pangawal bayangan utk ikut...sll gk mikir klu bahaya bs nengincar kpn sj...untung ada om damon yg sll menjaga..
~HartiWyn_Dee_
Daddy Damian mana nih tolongin putri kesayangannya daam bahaya dad
~HartiWyn_Dee_
tuh benar kan yg mereka incar Leo
ada masalah apa Leo sampai mereka mengincar terus???
semoga ada pertolongan datang berharap sih pengawal bayangan tetap mengikuti tanpa sepengetahuan Alea
🌹🌹WINA🌷🌷
Pengawal bayangan biasanya akan muncul klo alea dalam bahaya, kali pangawal belum muncul2...mungkin akan aman bersama sama damon pengawal bayangan tidak ikut....

alea sampai disandera sama sama para penjahat, para penjahat mengincar nyawa leo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!