NovelToon NovelToon
Mantan Pemilik Sistem

Mantan Pemilik Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kairon04

"Aku sudah menaklukkan ribuan dunia, menghancurkan dewa-dewa kuno, dan memimpin pasukan bintang. Sekarang? Aku hanya ingin memastikan sawiku tidak dimakan ulat."

Zhou Ji Ran adalah legenda yang terlupakan—secara harfiah. Setelah menyelesaikan misi terakhir dari "Sistem Penguasa Multisemesta" yang mahakuasa, sistem tersebut hancur dan menghapus setiap jejak keberadaan Zhou Ji Ran dari memori seluruh makhluk di multisemesta. Dia bebas. Tanpa beban, tanpa misi, dan tanpa musuh yang mengejarnya.

Kini, ia hanya seorang pemuda 25 tahun yang hidup santai sebagai petani di pinggiran Desa Jinan yang terpencil. Baginya, kebahagiaan adalah melihat matahari terbit dan menyeruput teh pahit di teras rumah kayu sederhananya.

Namun, kedamaian "pensiunnya" hancur saat seorang murid jenius dari sekte besar, yang bersimbah darah dan ketakutan, mendobrak pintunya dan memohon perlindungan.

apakah sang penguasa akan kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kairon04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sembilan Belas

Sinar mentari pagi yang baru saja menyentuh pucuk-pucuk Pohon Memori memberikan pendaran cahaya perak yang lembut ke seluruh halaman rumah kayu Zhou Ji Ran. Sisa-sisa kemeriahan pesta panen semalam masih terasa di udara, namun pagi ini Desa Jinan telah kembali ke ritme kerja yang teratur. Aroma nasi Padi Surgawi yang baru saja dimasak di dapur terbuka milik Chen Long menguar, menyatu dengan wangi tanah yang basah dan kesegaran air Telaga Teratai Imortal. Bagi siapa pun yang baru pertama kali menginjakkan kaki di tempat ini, mereka akan mengira telah memasuki dimensi legendaris yang hanya ada dalam cerita-cerita kuno, padahal ini hanyalah sebuah desa kecil yang dikelola oleh seorang pemuda yang hanya ingin istirahat dengan tenang.

Zhou Ji Ran duduk di kursi kayu goyangnya di teras, memegang cangkir teh tanah liat yang permukaannya sudah mulai halus. Ia memperhatikan tumpukan karung gandum dan padi emas yang tersusun rapi di depan gudang emas. Di sana, Leluhur Agung Langit Sembilan terlihat sedang memegang sebuah alu kayu raksasa. Sosok yang dulunya bisa menggetarkan sembilan lapisan langit itu kini mengenakan pakaian kain rami kasar yang sudah basah oleh keringat. Tugasnya pagi ini adalah menumbuk padi dengan irama yang konstan agar kulit arinya terkelupas tanpa merusak inti sari spiritual dari bulir emas tersebut.

Setiap kali alu kayu itu menghantam lesung batu, getaran energinya diredam sepenuhnya oleh formasi yang dibuat Zhou Ji Ran di bawah tanah, sehingga tidak ada suara gaduh yang mengganggu ketenangan desa. Leluhur Agung tampak sangat fokus; ia tidak lagi memikirkan tentang tahta atau kekuasaan. Pikirannya hanya terisi oleh satu hal: memastikan setiap bulir padi yang ia tumbuk memiliki kehalusan yang sempurna. Di sampingnya, Zhao Mu mencatat setiap karung yang sudah selesai diproses dengan kuas emasnya, wajahnya tampak sangat serius seolah-olah ia sedang mencatat takdir para dewa, padahal ia hanya mencatat stok logistik dapur.

"Tuan, air jahe panasnya," suara lembut Su Ruo terdengar dari samping. Gadis itu meletakkan sebuah nampan kecil berisi minuman hangat dan beberapa potong kue beras yang masih mengepulkan uap. Su Ruo kini tampak lebih bersahaja; jubah putih sucinya telah diganti dengan pakaian praktis berwarna biru muda, namun kecantikannya justru semakin terpancar karena ketenangan batin yang ia temukan di sini.

Zhou Ji Ran mengangguk kecil. "Terima kasih, Ruo. Bagaimana keadaan di tebing utara? Apakah para murid emas itu sudah mulai membersihkan sisa-sisa jerami?"

"Sudah, Tuan. Ye Hua memimpin mereka. Ia menggunakan energi pedangnya untuk mencacah jerami menjadi ukuran yang tepat untuk dijadikan alas kandang naga. Tidak ada yang terbuang sia-sia," jawab Su Ruo sambil duduk di tangga teras, membersihkan senar kecapinya dengan kain sutra.

"Bagus. Di tempat ini, tidak ada ruang untuk pemborosan. Semesta memberikan kita segalanya, dan kita harus menghargainya dengan cara memanfaatkannya sampai butir terakhir," ucap Zhou Ji Ran sambil menyesap air jahenya. Ia merasakan kehangatan jahe yang bercampur dengan energi murni dari tanah Jinan, sebuah kombinasi yang tidak bisa ditemukan di dunia mana pun.

Tiba-tiba, dari arah jalan setapak yang menuju ke pusat desa, terlihat seorang wanita muda berjalan dengan langkah yang agak terhuyung-huyung. Ia mengenakan pakaian yang sangat mewah namun kini compang-camping, penuh dengan noda darah kering dan debu. Rambutnya yang berwarna perak berkilau tampak kusut, dan di tangannya ia memegang sebuah kotak kayu kecil yang memancarkan aura es yang sangat dingin. Namanya adalah Bai Ling, putri tunggal dari klan tersembunyi yang menjaga "Mata Air Abadi" di Pegunungan Utara.

Begitu sampai di depan gerbang kayu Zhou Ji Ran, Bai Ling jatuh berlutut. Matanya yang jernih namun penuh kesedihan menatap ke arah Zhou Ji Ran yang sedang bersantai. "Tolong... apakah ini kediaman Tuan Zhou yang legendaris? Saya memohon bantuan... klanku... klanku telah dihancurkan oleh mereka yang mencari Mata Air..."

Zhou Ji Ran tidak segera berdiri. Ia hanya menurunkan cangkir tehnya dan menatap wanita itu dengan pandangan malas yang khas. "Nona, setiap minggu selalu ada orang yang datang dengan cerita tentang kehancuran klan atau sekte. Apakah kalian tidak punya variasi lain? Dan lihat, kau baru saja meneteskan darah di atas rumput yang baru saja disapu oleh Tetua Agung. Kau tahu betapa sensitifnya dia soal kebersihan sekarang?"

Leluhur Agung Langit Sembilan berhenti menumbuk sejenak, melirik ke arah gerbang dengan tatapan yang sulit diartikan, namun segera kembali bekerja setelah melihat tatapan peringatan dari Zhou Ji Ran.

Bai Ling tertegun. Ia tidak menyangka akan disambut dengan sikap seperti itu. "Tapi Tuan... klan Bai telah menjaga keseimbangan energi dingin di benua ini selama jutaan tahun! Jika Mata Air itu jatuh ke tangan Faksi Bayangan, seluruh dunia akan membeku dalam kegelapan abadi!"

"Dunia membeku? Itu terdengar seperti musim dingin yang sangat panjang. Aku rasa aku punya cukup persediaan kayu bakar di gudang," sahut Zhou Ji Ran santai. Namun, matanya sedikit menyipit saat ia melihat kotak kayu di tangan Bai Ling. "Kotak itu... isinya adalah benih Teratai Salju Purba, bukan?"

Bai Ling mengangguk cepat. "Benar, Tuan! Ini adalah satu-satunya harapan untuk memulihkan Mata Air. Saya membawanya kemari karena saya mendengar bahwa di desa ini, ada seorang pria yang bisa menumbuhkan apa pun, bahkan tanaman yang sudah mati."

Zhou Ji Ran berdiri perlahan, merenggangkan tubuhnya hingga tulang-tulangnya mengeluarkan bunyi gemertak. "Teratai Salju Purba... aku sudah lama tidak mencicipi teh teratai salju yang asli. Terakhir kali aku meminumnya adalah saat aku meruntuhkan istana es di galaksi sebelah sepuluh ribu tahun yang lalu. Baiklah, kau boleh masuk. Tapi dengan satu syarat: kau harus membantu Lin Xiaoqi mencuci sayuran di sungai selama tiga bulan sebagai biaya pengobatan dan perlindungan."

"Saya bersedia! Apa pun asalkan benih ini selamat!" seru Bai Ling dengan rasa syukur yang mendalam.

Lin Xiaoqi segera keluar dari rumah dan membantu Bai Ling untuk berdiri. "Jangan khawatir, Nona Bai. Tuan Zhou memang suka bicara seperti itu, tapi hatinya jauh lebih lembut daripada roti gandum yang baru matang. Ayo, saya akan bersihkan lukamu dulu."

Saat Bai Ling dibawa masuk ke dalam rumah, Zhou Ji Ran menatap ke arah cakrawala utara. Ia bisa merasakan adanya sekelompok energi yang sangat dingin dan tajam sedang bergerak menuju Desa Jinan dengan kecepatan tinggi. Mereka tidak menggunakan kapal terbang, melainkan bergerak melalui bayangan, sebuah teknik tingkat tinggi dari Faksi Bayangan yang kini telah beraliansi dengan sisa-sisa Program Kegagalan.

"Ji Ran," Gu Lao membuka suaranya dari kursi goyang. "Sepertinya 'hama' musim dingin datang lebih cepat tahun ini. Mereka bukan lagi sekadar prajurit atau tetua; mereka adalah 'Pemanen Roh' yang tidak memiliki emosi sama sekali."

"Biarkan saja mereka datang, Gu Lao. Kebetulan sekali, aku sedang merencanakan untuk membangun sebuah kedai teh di pusat desa. Aku butuh sistem pendingin alami untuk menyimpan stok teh hijau agar tetap segar di musim panas. Es yang mereka bawa pasti akan sangat berguna jika kita tanam di bawah fondasi kedai," jawab Zhou Ji Ran.

Ide tentang kedai teh ini sebenarnya sudah lama ada di pikiran Zhou Ji Ran. Ia ingin memiliki tempat di mana ia bisa duduk diam, melihat orang-orang berlalu-lalang, dan menikmati hasil buminya sendiri tanpa harus merasa seperti seorang penguasa. Ia ingin Desa Jinan menjadi tempat di mana setiap orang, baik itu manusia biasa maupun mantan dewa, bisa duduk bersama dan menikmati secangkir teh tanpa harus memikirkan tentang status atau kultivasi.

"Restoran Chen Long sudah hampir jadi, tapi kedai teh itu akan menjadi sentuhan terakhir bagi kedamaian desa ini," gumamnya.

Hanya berselang beberapa menit, suhu di Desa Jinan mulai turun secara drastis. Embun di daun-daun Pohon Memori seketika membeku menjadi kristal-kristal es yang indah namun tajam. Di batas gerbang desa, bayangan-bayangan hitam mulai bermunculan dari tanah. Mereka berbentuk seperti manusia namun tanpa wajah, hanya ada sepasang mata biru dingin yang bersinar di balik kabut es. Mereka adalah Pasukan Es Abadi, unit elit dari Faksi Bayangan yang dikirim untuk menangkap Bai Ling dan merebut benih teratai.

Pemimpin mereka, seorang pria dengan zirah transparan yang terbuat dari es kuno, melangkah maju. Namanya adalah Han Bing, seorang ahli yang telah mencapai tahap Nirvana tingkat puncak dan dikenal karena kekejamannya yang membekukan jiwa.

"Serahkan Putri Klan Bai dan Benih Teratai Salju, atau desa ini akan menjadi makam es selamanya!" suara Han Bing terdengar seperti suara es yang retak, menggigilkan siapa pun yang mendengarnya.

Zhou Ji Ran berjalan menuju gerbang, masih memegang cangkir tehnya yang kini sudah kosong. Ia menatap Han Bing dengan tatapan yang seolah-olah sedang melihat tumpukan es batu yang tidak berguna. "Tuan Es, kau datang di saat yang sangat tidak tepat. Aku baru saja akan memulai diskusi desain untuk kedai teh baruku. Dan kau baru saja membekukan air di Telaga Teratai selatan. Ao Kun sangat benci jika airnya menjadi dingin, itu membuat sisiknya terasa gatal."

Ao Kun menyembulkan kepalanya dari telaga, mengeluarkan geraman rendah yang sangat marah. Arus air di telaga mulai berputar hebat, mencoba melawan pembekuan yang dilakukan oleh pasukan Han Bing.

Han Bing tertawa dingin, sebuah tawa yang tidak memiliki emosi. "Naga laut yang menyedihkan. Di depan Es Abadi milikku, airmu hanya akan menjadi penjara bagi dirimu sendiri. Serang! Jangan tinggalkan satu makhluk hidup pun di tempat ini!"

Pasukan es itu melesat maju, membawa badai salju yang sangat lebat yang bisa mengikis daging manusia dalam sekejap. Namun, Zhou Ji Ran tidak mengeluarkan senjatanya. Ia hanya berbalik dan memanggil Jenderal Han yang masih berada di gudang emas.

"Han! Berhenti memindahkan karung gandum itu sejenak! Aku punya tugas baru untukmu dan Pangeran Long Wei! Gunakan teknik 'Panas Matahari' yang kalian pelajari dari murid-murid Sun Bo kemarin. Aku ingin es-es ini dicairkan dan dialirkan langsung ke sistem pemanas gudang!" perintah Zhou Ji Ran.

Jenderal Han dan Pangeran Long Wei segera melompat ke garis depan. Mereka berdua telah menyerap banyak energi dari Padi Surgawi selama bekerja, membuat kekuatan fisik dan spiritual mereka kini berada di tingkat yang jauh melampaui saat mereka masih berada di Dunia Atas.

"Dengan senang hati, Tuan!" seru Jenderal Han. Ia menghantamkan tangannya ke tanah, meledakkan energi panas yang sangat masif yang seketika menghentikan badai salju Han Bing.

Long Wei menggunakan naga-naga peraknya untuk menciptakan pusaran angin panas yang menghisap pasukan es tersebut. Pertempuran yang seharusnya menjadi kiamat bagi desa kecil itu kini terlihat seperti proses industri besar-besaran. Pasukan es yang tadinya menakutkan kini ditarik satu per satu menuju pipa-pipa energi yang terhubung ke gudang emas.

Han Bing terkejut, ia mencoba memanggil "Pedang Es Pemutus Langit", namun Zhou Ji Ran sudah berada di depannya hanya dalam sekejap mata.

"Terlalu lambat, Tuan Es," ucap Zhou Ji Ran. Ia hanya menggunakan telunjuknya untuk menyentuh ujung pedang es Han Bing.

Seketika, seluruh energi dingin di dalam pedang tersebut terserap masuk ke dalam jari Zhou Ji Ran, bukan sebagai serangan, melainkan sebagai bahan bakar. Pedang es legendaris itu pecah menjadi butiran air biasa yang jatuh ke tanah. Han Bing terlempar ke belakang, seluruh meridian esnya terasa seperti terbakar oleh kehadiran aura Zhou Ji Ran yang terlalu murni.

"Kau... kau memiliki energi yang bisa menelan hukum alam?!" Han Bing menatap Zhou Ji Ran dengan ketakutan yang tidak bisa dijelaskan.

"Aku hanya tahu cara mengubah suhu," jawab Zhou Ji Ran santai. Ia menjentikkan jarinya ke arah Han Bing. "Dan kau... kau akan menjadi unit pendingin utama untuk Kedai Teh Jinan. Kau memiliki kemampuan regenerasi energi es yang sangat bagus. Kau akan duduk di ruang bawah tanah kedai teh dan memastikan air teh yang disajikan tetap dingin di musim panas."

Han Bing mencoba melawan, namun sebuah rantai energi transparan muncul dari tanah dan mengikatnya erat, menyegel seluruh kekuatannya. Dalam sekejap, panglima es yang ditakuti itu telah berubah menjadi mesin pendingin ruangan.

Seluruh pasukan es yang tersisa kini telah dicairkan dan energinya disalurkan ke sistem gudang. Udara di Desa Jinan kembali menjadi hangat dan segar. Bunga-bunga melati di Pohon Memori kembali mekar, mengeluarkan aroma yang lebih harum dari sebelumnya.

Sore harinya, pembangunan kedai teh dimulai. Zhou Ji Ran sendiri yang menentukan lokasinya, tepat di bawah pohon willow besar di tepi sungai. Dengan bantuan Jenderal Han yang memindahkan balok kayu hitam dan Pangeran Long Wei yang mengatur struktur batu, kerangka kedai teh itu berdiri dengan sangat cepat. Han Bing, yang kini sudah pasrah, duduk di sebuah ruang kecil di bawah lantai kedai, mulai menjalankan tugas barunya untuk mendinginkan air.

Lin Xiaoqi dan Bai Ling terlihat sedang sibuk mencuci sayuran di sungai, suara tawa mereka terdengar riang. Bai Ling tampak sangat terkejut melihat betapa cepatnya ancaman yang menghancurkan klannya diselesaikan di tempat ini. Ia mulai memahami bahwa di Desa Jinan, tidak ada masalah yang terlalu besar selama ada Zhou Ji Ran.

"Tuan Zhou, apakah kedai teh ini akan dibuka untuk umum?" tanya Su Ruo yang sedang membantu menata kursi-kursi kayu di dalam kedai.

"Hanya untuk mereka yang tahu cara menghargai waktu," jawab Zhou Ji Ran sambil memaku selembar papan nama di depan pintu. Papan itu bertuliskan: **"Kedai Teh Kedamaian"**.

"Dan untukmu, Ruo, tugasmu di sini adalah memainkan musik yang paling menenangkan saat matahari terbenam. Aku ingin tempat ini menjadi pusat dari segala ketenangan di benua ini," tambah Zhou Ji Ran.

Malam mulai turun, menyelimuti desa dengan keindahan yang tenang. Di Kedai Teh Kedamaian, lampu-lampu lampion mulai dinyalakan. Zhou Ji Ran duduk di salah satu kursi, memandang ke arah sungai yang mengalir tenang. Di depannya, sebotol teh dingin yang baru saja didinginkan oleh energi Han Bing terasa sangat menyegarkan.

Gu Lao berjalan masuk, duduk di depan Zhou Ji Ran. "Jadi, kau benar-benar membangun tempat ini. Kau tahu, Ji Ran, kabar tentang kedai teh ini akan menarik lebih banyak lagi orang-orang bermasalah. Mereka tidak hanya akan mencari tehmu, mereka akan mencari perlindunganmu."

"Aku tidak menawarkan perlindungan, Gu Lao. Aku hanya menawarkan tempat untuk minum teh. Jika mereka membawa masalah ke sini, mereka harus siap untuk menjadi bagian dari solusi pertanianku," jawab Zhou Ji Ran sambil tersenyum tipis.

Tiba-tiba, ia teringat sesuatu. Ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan kotak kayu berisi benih Teratai Salju Purba milik Bai Ling. Ia berjalan menuju Telaga Selatan dan menanam benih tersebut di titik paling dingin di dasar telaga, tempat Ao Kun biasanya beristirahat.

"Tumbuhlah dengan baik. Aku ingin musim depan ada teh teratai salju di menu kedai ini," ucapnya pada air telaga.

Bumi Jinan seolah merespons dengan getaran lembut. Cahaya biru dari naga laut menyatu dengan cahaya perak dari benih teratai salju, menciptakan pendaran cahaya baru yang menerangi dasar telaga. Desa Jinan kini memiliki satu lagi keajaiban alam yang akan menarik perhatian dunia.

Di kegelapan malam, di sebuah tempat yang sangat jauh, di puncak Gunung Es Abadi, sesosok bayangan raksasa membuka matanya yang berwarna biru menyala. Ia merasakan hilangnya aura Han Bing secara tiba-tiba. Namun, ia juga merasakan aroma yang sangat ia rindukan: aroma Teratai Salju Purba yang mulai tumbuh kembali.

"Jadi... kau ada di sana, Zhou Ji Ran..." suara bayangan itu terdengar seperti badai salju yang mengamuk. "Aku akan datang untuk mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikku. Dan aku akan memastikan api kehidupanmu padam selamanya."

Zhou Ji Ran menguap lebar di teras kedai tehnya, tidak menyadari atau mungkin tidak peduli dengan ancaman baru tersebut. Baginya, masalah hari ini sudah selesai. Ia sudah memiliki gudang yang hangat, ladang yang subur, dan sekarang sebuah kedai teh yang sejuk.

"Xiaoqi! Apakah ada sisa kue beras semalam? Aku merasa sedikit lapar setelah berurusan dengan es batu tadi!" teriak Zhou Ji Ran ke arah rumah.

"Ada, Tuan! Saya akan membawakannya ke kedai!"

Kehidupan di Desa Jinan terus mengalir dengan lambat namun penuh makna. Tanpa instruksi sistem, Zhou Ji Ran sedang menuliskan bab-bab kehidupannya sendiri di atas tanah yang ia cintai. Dan setiap babnya dipenuhi dengan aroma teh, rasa syukur, dan tentu saja, sedikit kekonyolan dari para dewa yang kini menjadi pelayannya.

Malam itu, di bawah cahaya bulan yang terang, Kedai Teh Kedamaian berdiri dengan megah sebagai simbol dari sebuah era baru. Era di mana kekuatan sejati ditemukan dalam ketenangan, dan di mana seorang mantan pemilik sistem bisa menemukan kebahagiaan dalam hal-hal yang paling sederhana.

"Tuan Zhou," Ye Hua mendekati mejanya. "Apakah besok saya masih harus mengasah sabit? Saya merasa sabit saya sudah cukup tajam untuk memotong ruang itu sendiri."

"Besok kau akan mengasah ketajaman lidahmu, Ye Hua. Kau akan menjadi pelayan di kedai ini dan harus belajar cara menyapa tamu dengan senyum, bukan dengan aura pedang. Itu adalah tantangan yang jauh lebih sulit untukmu," jawab Zhou Ji Ran sambil tertawa kecil.

Ye Hua tertegun sejenak, lalu ikut tersenyum. "Baik, Tuan. Saya akan belajar... tersenyum."

Dan di bawah langit bertabur bintang, Desa Jinan tertidur dengan lelap, siap untuk menghadapi fajar esok hari yang akan membawa keajaiban dan tantangan baru. Kehidupan sang petani legenda memang tidak pernah membosankan, namun ia selalu tahu cara untuk membuatnya tetap indah.

Semuanya berjalan dengan perlahan, selangkah demi selangkah, di atas tanah yang kini menjadi rumah bagi seluruh harapan semesta. Dan bagi Zhou Ji Ran, itulah satu-satunya misi yang layak ia jalankan selamanya. Kedamaian adalah perjuangan, dan ia adalah pejuang yang paling tekun dalam menjaganya, satu cangkir teh pada satu waktu.

Padi Surgawi telah dipanen, Teratai Salju telah ditanam, dan Kedai Teh telah dibuka. Masa pensiun ini benar-benar jauh lebih produktif daripada yang ia bayangkan sebelumnya. Dan ia tidak akan menukarnya dengan apa pun di seluruh multisemesta. Kehidupan ini memang benar-benar luar biasa. Tanpa skenario, tanpa batas, hanya kebebasan yang murni di bawah langit Jinan yang luas.

"Selamat malam, dunia," bisik Zhou Ji Ran sebelum akhirnya memejamkan mata di kursi kedai tehnya yang baru.

Dan malam pun memeluk desa itu dengan kehangatan yang penuh dengan rahasia indah yang menanti untuk terungkap di hari esok. Segalanya telah tertata dengan sempurna di bawah bimbingan sang penguasa sejati yang hanya ingin menjadi manusia biasa._

1
anggita
pernah baca novel terjemahan yg ceritanya mirip ini di platform lain. tapi lupa judulnya🤭. dukung like👍, 2iklan☝☝.
anggita: oke👌Thor.
total 2 replies
anggita
Zhou Ji Ran.... joss 💪😊. moga lancar novelnya.
anggita
cerita yg cukup menarik..👍☝👌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!