NovelToon NovelToon
Rahasia Terbesar

Rahasia Terbesar

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Misteri / Epik Petualangan
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Lin Tian sadar dari tidur panjangnya selama 200 tahun dan mendapati tubuhnya masih seperti pemuda 18 tahun. Satu hal yang paling mengganjal: di istana ratu ular, semua makhluk memiliki tubuh ular, tapi ia berkaki dua sempurna. Siapa ayahnya? Siapa sebenarnya Kakek Han yang begitu ia rindukan? Ibunya, Ratu Medusa, mengurungnya berabad lamanya hanya untuk menyembunyikan sesuatu. Kini Lin Tian pergi ke dunia manusia. Bukan untuk bertualang, tapi untuk menggali satu rahasia yang ibunya lebih memilih membekukannya daripada mengakuinya. Rahasia terbesar tentang siapa dirinya yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makhluk Kegelapan

Sebulan berlalu begitu cepat di Sekte Ombak Biru. Lin Tian menjalani rutinitas seperti murid baru lainnya. Bangun pagi, berlatih pedang di lapangan, mendengarkan ceramah para Tetua tentang dasar-dasar kultivasi, lalu berlatih lagi di sore hari. Semuanya terasa membosankan dan mudah.

Menurut Lin Tian, latihan di sekte ini bahkan tidak lebih baik dari apa yang ibunya latih dulu di alam tersembunyi. Ratu Medusa mungkin seorang ibu yang terlalu protektif, tapi teknik bela diri dan dasar kultivasi yang diajarkannya jauh lebih ketat dan mendalam. Namun Lin Tian tidak mengeluh. Paling tidak, ia menikmati bagaimana manusia berinteraksi, bagaimana mereka berlatih bersama, bagaimana mereka bekerja sama dalam tim, dan... bagaimana beberapa orang di antara mereka bertindak licik.

Dua minggu pertama, ia sudah hafal nama-nama murid baru di angkatannya. Ada yang ramah, ada yang sok kuasa, ada yang suka mencuri batu roh milik orang lain, dan ada juga yang diam-diam menyabotase latihan temannya. Lin Tian hanya tersenyum kecil melihat semua itu. Dunia manusia ternyata tidak sesederhana yang ia bayangkan.

Bai Feng menjadi teman terdekatnya. Pria tambun itu ternyata lebih cerdik dari penampilannya. Ia punya koneksi ke mana-mana dan selalu tahu gosip terbaru di sekte.

Hari ini adalah hari ketiga puluh satu. Lin Tian sedang duduk di bawah pohon beringin di halaman belakang asrama sambil meminum teh hangat. Bai Feng datang tergopoh-gopoh dengan wajah pucat.

"Kau dengar kabar?" tanya Bai Feng tanpa basa-basi.

Lin Tian mengangkat alis. "Kabar apa?"

"Kota Bukit Kapur kacau total. Ada banyak makhluk kegelapan menyerang," ucap Bai Feng sambil duduk di samping Lin Tian.

Lin Tian meletakkan cangkir tehnya. "Makhluk kegelapan? Dari mana asalnya?"

"Menurut informasi yang beredar... mereka berasal dari Benua Shenxiou. Aneh, kan? Antara Shenxiou dan Lingzhao dipisahkan oleh samudera luas yang penuh badai astral. Praktisi Formasi Jiwa saja kesulitan menyeberang. Tapi makhluk-makhluk ini entah bagaimana bisa sampai ke sini," jelas Bai Feng sambil mengusap keringat di dahinya.

Lin Tian mengerutkan kening. Shenxiou... lagi-lagi benua asalnya. Dulu ibunya memindahkan seluruh ras ular karena sesuatu. Tapi ia tidak pernah tahu persis apa yang membuat Ratu Medusa memutuskan untuk meninggalkan alam tersembunyi yang sudah mereka tempati selama ribuan tahun.

"Seberapa parah situasinya?" tanya Lin Tian.

Bai Feng menjawab tanpa ragu. "Parah sekali. Makhluk kegelapan itu... banyak yang membunuh warga desa. Beberapa kota kecil sudah rata tanah. Bahkan sekte-sekte kecil yang dilewati mereka juga hancur. Sekte Ombak Biru kebetulan cukup jauh dari jalur serangan, tapi beberapa Tetua sudah dipanggil rapat."

Bai Feng menggenggam tangannya sendiri. "Aku agak khawatir. Keluargaku punya bisnis di beberapa kota kecil sekitar Bukit Kapur."

Lin Tian menepuk bahu Bai Feng. "Semoga mereka aman."

Dari kejauhan, suara lonceng berbunyi tiga kali. Itu adalah isyarat berkumpul untuk semua murid. Lin Tian dan Bai Feng segera berjalan menuju lapangan utama.

Di atas panggung berdiri Pemimpin Sekte Ombak Biru, seorang pria tua berjubah biru laut dengan rambut putih panjang tergerai. Di sampingnya ada tiga Tetua berjubah biru tua, termasuk Tetua Chen yang mengawasi ujian masuk dulu.

Pemimpin Sekte mengangkat tangannya, dan semua murid langsung terdiam.

"Kalian pasti sudah mendengar kabar tentang serangan makhluk kegelapan di wilayah Bukit Kapur," suaranya berat dan dalam, bergema di seluruh lapangan. "Situasinya lebih serius dari yang diberitakan. Makhluk-makhluk ini tidak hanya menyerang desa dan kota, tapi juga meracuni tanah. Area yang mereka lewati akan sulit dipulihkan untuk beberapa dekade."

Seorang murid dari barisan depan bertanya, "Pemimpin Sekte, apa yang akan sekte lakukan?"

"Kita akan membantu. Sekte Ombak Biru memang bukan sekte terbesar, tapi kita punya tanggung jawab moral untuk melindungi warga sipil," jawab Pemimpin Sekte dengan tegas.

Para murid mengangguk setuju.

Pemimpin sekte melanjutkan. "Murid luar dengan tingkat Pendirian Fondasi akan dikirim sebagai tim bantuan. Tugas kalian adalah mengevakuasi warga dari desa-desa terpencil. Jangan mencoba melawan makhluk kegelapan sendirian, karena mereka kuat dan licik."

Beberapa murid mulai berbisik. Ada yang bersemangat, ada yang ketakutan.

Bai Feng menoleh pada Lin Tian. "Kita ikut?"

Lin Tian berpikir sejenak. Mengevakuasi warga sipil... itu bukan tugas yang mudah. Tapi ia penasaran dengan makhluk kegelapan dari Shenxiou.

"Aku ikut. Kau?" jawab Lin Tian.

Bai Feng tersenyum, meskipun sedikit pucat. "Tentu. Meskipun sejujurnya aku takut."

Pemimpin Sekte melanjutkan lagi. "Kalian yang ingin bergabung dengan tim bantuan, silakan mendaftar ke Tetua Chen setelah upacara ini selesai. Ingat, keselamatan kalian adalah prioritas utama. Jangan bertindak ceroboh."

Setelah itu pengumuman selesai.

Lin Tian dan Bai Feng berjalan menuju meja pendaftaran yang sudah disiapkan di samping panggung. Antreannya cukup panjang. Tampaknya banyak murid yang ingin membuktikan diri.

Saat tiba gilirannya, Tetua Chen menatap Lin Tian dengan mata tajam. "Pendirian Fondasi awal... berani ikut? Makhluk kegelapan ini tidak seperti monster latihan biasa."

Lin Tian mengangguk mantap. "Saya sadar risikonya, Tetua. Tapi saya ingin membantu."

Tetua Chen tersenyum kecil. "Bagus. Semangat seperti ini yang kita butuhkan. Daftarkan namamu."

Setelah mendaftar, Lin Tian dan Bai Feng berjalan kembali ke asrama untuk mempersiapkan diri. Lin Tian menyentuh cincin penyimpanannya, memeriksa isinya. Beberapa pedang cadangan, pil pemulihan Qi, dan satu peta sederhana wilayah Lingzhao.

Ia mengeluarkan peta itu dan membentangkannya di atas meja. Jari telunjuknya menunjuk ke sebuah titik di selatan bernama Bukit Kapur. Dari sana, garis merah menunjukkan jalur serangan makhluk kegelapan yang bergerak ke arah barat laut. Sekte Ombak Biru berada cukup jauh, tapi beberapa desa kecil di sekitar lereng bukit masih terancam.

Bai Feng duduk di sampingnya. "Kita akan dikirim ke desa mana?"

"Tidak tahu. Terserah komandan tim nanti," jawab Lin Tian sambil melipat peta kembali.

Malam harinya, pengumuman keluar. Tim bantuan akan berangkat besok pagi. Lin Tian masuk dalam tim ketujuh bersama delapan murid lain, termasuk Bai Feng. Pemimpin tim mereka adalah seorang murid dalam tingkat Inti Emas bernama Li Wei, pria berwajah dingin dengan pedang panjang di punggungnya.

Li Wei mengumpulkan timnya di halaman belakang sekte. Matanya menatap satu per satu anggota tim dengan penilaian tajam.

"Kita akan dikirim ke Desa Hijau, desa kecil di lereng barat Bukit Kapur. Informasi terakhir menyebutkan bahwa desa itu belum tersentuh makhluk kegelapan, tapi hanya masalah waktu, dan bisa berubah. Tugas kita adalah mengevakuasi semua warga ke kota terdekat sebelum makhluk-makhluk itu tiba," jelas Li Wei dengan suara datar. "Ikuti perintahku dan jangan bertindak sendiri. Jika ada yang melanggar, aku sendiri yang akan memotong kakimu agar tidak lari ke mana-mana."

Anggota tim lain terdiam. Pria ini tidak bercanda.

Bai Feng berbisik pelan ke telinga Lin Tian, "Aku mulai menyesal ikut."

Lin Tian tersenyum tipis. "Terlambat. Kita sudah terdaftar."

Bintang-bintang di atas langit Lingzhao bersinar terang malam itu. Lin Tian memejamkan mata di dipannya, mempersiapkan diri untuk hari esok. Desa Hijau... makhluk kegelapan dari Shenxiou... ini akan menjadi petualangan pertamanya sebagai murid Sekte Ombak Biru.

1
Bagas Jionju
👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏🙏👍
Bagas Jionju
👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Bagas Jionju
👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Bagas Jionju
👍👍👍👍🙏🙏🙏
Bagas Jionju
👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Bagas Jionju
👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Dragon🐉 gate🐉
perumpamaan macam apa ini🤣🤣🤣🤣🤣
Dragon🐉 gate🐉
heh! sesama kuntet dilarang body shaming 🤣
Dragon🐉 gate🐉
gw kok bayangin pterodaktil🤔
xi tole
saya lupa
xi tole
saya kaget
🧚Shi Yin 🧚
Eyu.. Lin Han pernah menyebutnya 🤔🤔
🧚Shi Yin 🧚
jangan2 pemimpin kegelapan itu Lin Han 🤔🤔🤔
🧚Shi Yin 🧚
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🧚Shi Yin 🧚
😎😎😎😎😎😎
🔵༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Hadir..
Aiby Kushina Uzumaki
kalau di bandung mah jigong itu jejak iler kalau bangun tidur 😅🤣🤣🤣
YAKARO: Waduh🤣🤣🤣
Anggota nya tian ada yang jigongan berarti/Facepalm/
total 1 replies
🧚Shi Yin 🧚
udah kehabisan nama ya Thor 😁😁
🧚Shi Yin 🧚: hehe kirain arti yg lain, aroma terapi 🤣🤣
total 2 replies
🧚Shi Yin 🧚
panggillah dia bibi Mu Wan, dia tu seniornya ayahmu 😁
YAKARO: Adik Tian gak tau itu kak🤣
total 1 replies
🧚Shi Yin 🧚
tiap kali baca lavender saya teringat obat nyamuk 🤣🤣 lavender salah satu tanaman pengusir nyamuk 😁
YAKARO: Wkwkwk. Warnanya ungu lavender soalnya😆
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!