NovelToon NovelToon
CEO Itu Ayahku

CEO Itu Ayahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Single Mom
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: T Moel

Perjuangan seorang anak yang lahir dari sebuah kesalahan, Prayoga berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan ibunya, Rania yang berjuang seorang diri untuk membuat putranya di akui oleh dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T Moel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rania melahirkan

Waktu terus berlalu, hari berganti minggu berganti bulan, tidak terasa kehamilan Rania sudah menginjak sembilan bulan, jika menurut HPL sekitar satu minggu lagi, namun jika di lihat dari USG mungkin dua atau tiga hari lagi. Rania sudah merasa tidak nyaman dengan kehamilan nya yang sangat besar karena hamil anak kembar. Tidur sudah tidak nyaman, makan pun dipaksakan agar bayi dalam kandungan nya sehat tahun tidak kekurangan gizi, walaupun sudah tidak ada selera untuk makan.

Rania merasa beruntung karena masih ada ibunya yang senantiasa membantunya melewati masa masa sulit kehamilannya. Dengan sabar bu Arini mengurus Rania yang sering berkeluh kesah karena kehamilannya sudah membuat nya tidak nyaman.

"Sabar ya Ran, banyak banyak lah Istighfar, memohon kemudahan dan kelancaran saat melahirkan nanti." Bu Arini mengusap punggung Rania yang merasa nyaman dengan belaian kasih ibunya.

"Maafkan Rania ya bu, Rania hanya bisa menyusahkan ibu saja, dari lahir hingga sekarang Ran belum pernah membahagiakan ibu. " Rania matanya berkaca kaca.

"Jangan berkata begitu, bagi ibu kamu adalah hadiah terindah yang Tuhan berikan pada ibu. Ibu sangat bahagia ketika kamu lahir dari rahim ibu. Jangan merasa bersalah kami tidak pernah ada salah dengan ibu. Melihat mu sehat dan masih bisa bertahan di sisi ibu, semua membuat ibu sangat bahagia. "

Bu Arini mencium puncak kepa Rania yang sedang bersandar di bahunya. Tubuh Rania bergetar karena menangis. Haru bahagia dan juga sedih bercampur menjadi satu.

"Sudah jangan menangis dan sedih nanti dede bayinya ikut sedih terus ga mau keluar bagaimana? " Bu Arini bercanda untuk mencair kan suasana.

"Nggak bu, Rania ha sedih kok, Ran hanya bangga dan bahagia karena punya ibu sehebat bu Arini. " Rania tertawa kecil menanggapi candaan bu Arini.

Namun tiba tiba saja perut Rania merasa tegang, ada rasa sakit di sekitar perut nya, mungkin si kembar minta keluar dan ingin segera melihat dunia.

"Aakkkkhhhhh.... "

"Ran, kamu kenapa nak, apa ada yang sakit? " Bu Arini khawatir.

"Iya bu, perut Ran terasa menegang, punggung panas, bagian perut terasa sangat sakit sekali. "

"Mungkin kamu sudah mau melahirkan, ayo ibu antar ke rumah sakit, apa kamu masih kuat berjalan? " Bu Arini berusaha untuk tetap tenang.

"Ayo bu, Ran masih kuat untuk berjalan ke mobil." Dengan manahan rasa sakit, Rania berjalan perlahan ke luar menuju mobil.

Bu Arini yang tetap setia mendampingi Rania terus menerus berdoa untuk kebaikan dan keselamatan serta kemudahan saat Rania melahirkan. Sepanjang perjalanan yang biasanya di lalui hanya setengah jam, namun perjalanan terasa sangat lama.

"Bu sakit.... "

"Sabar ya Ran, istighfar terus berdoa agar lancar lahiran nya. " Bagian Arini mengisap punggung Rania,

Walau hatinya tidak tega melihat penderitaan putri nya namun apa daya seperti itulah wanita, kodrat nya melahirkan menahan rasa sakit yang sangat mendera.

"Sabat ya, sebentar lagi kita sampai."

Tidak lana kemudian, Rania sudah sampai di depan halaman rumah sakit. Bu Arini segera keluar meminta bantuan perawat yang sedang jaga malam di IGD, Rania segera di bawa menggunakan brangkar ke sebuah ruangan khusus untuk memeriksa ibu hamil yang sudah akan melahirkan.

Sementara bu Arini duduk di kursi tunggu sendirian tanpa ada seorang pun yang menemaninya. Sambil menunggu bu Arini berdoa demi kelancaran kelahiran cucunya.

Sekitar setengah jam kemudian terdengarlah siara tangisan bayi yang membekas kesunyian di di lorong rumah sakit. Seorang dokter keluar untuk memberitahu kan keadaan pasien pada keluarga nya.

"Keluarga ibu Rania? "

"Saya dokter, bagaimana keadaan putri saya, apakah keduanya selamat? "

"Alhamdulillah bu, ke duanya selamat, bayinya kembar laki laki dan perempuan semuanya sempurna. Ibunya pun sehat, sekarang sedang di bersihkan, sebentar lagi akan di pindahkan ke ruang rawat inap. Silahkan ibu untuk memesan layanan kanan di bagian administrasi. "

"Baik dokter, saya sekarang akan ke administrasi untuk mengurus kamar rawat inap putri serta cucu saya. "

Namun sebelum bu Arini pergi, dokter tersebut bertanya tentang suami Rania.

"Maaf ibu, kalau boleh tahu di mana suaminya bu Rania karena sebentar lagi bayinya harus adzan.? "

"Maaf dokter, suami anak saya meninggal dunia saat hamil dua bulan. " Bu Arini terpaksa berbohong demi kebaikan Rania.

"Oh maaf ibu, saya tidak tahu. "

"Tidak apa apa dokter, maaf saya kw bagian administrasi dulu." Pamit Bu Arini.

"Tidak apa apa, silakan bu. "

Bu Arini segera bergegas berjalan ke ruang administrasi untuk mengurus ruang rawat inap Rania dan kedua cucunya. Bu Arini berusaha tegar menghadapi semua masalah hidup. Selama dirinya masih hidup, semua rintangan akan di hadapinya untuk melindungi anak dan cucunya yang baru saja lahir ke dunia ini, janji bu Arini dalam hatinya.

Rania baru saja selesai melahirkan dengan kebahagiaan yang dalam hidupnya nya, karena kini diri nya tidak hanya berdua dengan ibunya saja, namun sekarang mereka ada berempat.

Berbeda dengan Leon yang saat ini sedang melakukan pernikahan dengan Stela, pernikahan yang tidak ingin dilakukan oleh dirinya namun karena desakan dari keduaa orang tuanya akhir nya Leon bersedia menikah dengan Stela walaupun hati menolaknya.

Saat sedang ijab Kabul, tiba tiba saja Leon merasakan pusing di kepalanya, perutnya merasakan sakit yang tiada tara, apa yang Rania rasakan saat sedang kontraksi dan melahirkan itu pun di rasakan oleh Leon, mungkin saja karena kontak bathin antara kedua bayinya dan juga Leon.

"Leon kamu kenapa sayang, bilang sama mamah apa yang kamu rasakan.? " nyonya Erlina melihat Leon yang wajahnya pucat, keringat dingin du sekujur tubuhnya namun badannya tidak demam..

"Kepala Leon pusing, badan Leon seperti orang yang sedang berusaha untuk mengeluarkan sesuatu tapi sangat sakit sekali mah, perut Leon seperti di cabik cabik."

"Mah, Leon kenapa? " Tuan Aditama bertanya dengan penuh kekhawatiran.

"Entah pah, ayo kita bawa ke rumah sakit. ' nyonya Erlina panik.

Stela yang duduk di samping Leon merasa gusar, karena Leon belum sempat mengucapkan ijab Kabul, baru saja tangan Leon berjabat tangan dengan ayahnya, namun tiba tiba saja Leon mengeluh kesakitan.

" Tante ini gimana, Leon belinya mengucapkan ijab Kabul? " Stela menatap nyonya Erlina prustasi.

" Urusan itu nanti saja sekarang tante akan membawa Leon ke rumah sakit. "

"Tidak bisa tante, aku malu. " Stela menangis.

Ayahnya Stela memeluk anaknya, kejadian nya begitu cepat, dirinya juga tidak bisa berbuat apa apa karena memang saat dirinya menggenggam tangan Leon smart dingin seperti es.

"Sudah sayang, nanti kita lanjutkan lagi setelah Leon sehat. "

"Tapi pah, Stela malu, Stela ingin semuanya selesai. "

"Bagaimana mau menyelesaikan nya, Leon saja sekarang sudah tidak sadarkan diri" Ayahnya membentak Stela karena kesal.

Stela merasa sangat malu, karena tinggal selangkah lagi untuk mendapatkan Leon namun Leon harus sakit dan di bawa ke ruamu sakit. Stela berlari dati meja ijab Kabul ke laur ruangan dengan air mata bercucuran.

Sementara Leon di bawa ke rumah sakit terdekat dengan tempat acara pernikahannya, Leon di bawa kkw IGD, langsung di lakukan pengecekan secara menyeluruh. Namun anehnyanya dokter tidak menemukan sesuatu yang di katakan ibunya.

Menurut diagnosa dokter Leon hanya kelelahan dan dehidrasi saja. Jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan.

Nyonya Erlina tidak dengan perkataan dokter, namun dirinya hanya meyakini kalau sakitnya Leon ada hubungannya dengan wanita yang pernah di nodai nya beberapa bulan yang lalu.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, Leon di sarankan untuk rawat inap selama beberapa agar dapat bedrest. Tian Aditama yang tidak mengetahui tentang apa yang menimpa Leon berkaitan dengan wanita di masa lalunya.

"Sayang kamu makan dulu ya. "

Nyonya Erlina membawa makanan yang di berikan seorang perawat untuk Leon yang sekarang sudah berada fi ruang rawat inap VVIP.

"Nanti saja mah, Leon merasakan tubuh Leon sangat sakit semua. " ujat Leon sambil meringis menahan sakit.

"Mah, papah tidak mengerti mengapa dokter mengatakan kalau Leon hanya kelelahan dan juga dehidrasi sedangkan yang papah lihat keadaan Leon tidak sesuai dengan diagnosis dokter. "

Sebelum menjawab pertanyaan suaminya, nyonya Erlina menarik nafasnya terlebih dahulu.

"BBegini pah, apa papah masih ingat dengan wanita yang pernah Leon nodai beberapa bulan yang lalu akibat perbuatan orang lain yang ingin menjebak Leon sehingga Leon harus menghancurkan kehidupan seorang gadis yang tidak berdosa. "

"Iya, memang apa hubungannya dengan gadis itu? "

"Leon merasakan kalau gadis itu sedang hamil. "

"Dari mana Leon bisa bilang kalau gadis itu sedang hamil anaknya.? "

"Papah ingat dukuh Leon pernah memakai pakaian serba pink yang membuat heboh seluruh kantor? "

"Iya, memang kenapa? "

"Saat itulah Leon ngidam. "

"Yakin kalau Leon sedang ngidam? "

"Iya l, karena Leon saat itu mengalami kehamilan simpatik, dan Leon pernah cerita sama mamah kalau Leon bermimpi di datangi dua anak kecil yang mirip dengan nya, dan mereka bilang kalau mereka anak anak Leon."

"Lalu di mana mereka sekarang? "

"Itulah yang kita tidak tahu mereka dimana sekarang. "

"Leon kamu tidak mencari gadis itu? "

"Sudah pah, tapi mereka pindah entah kemana dan anak buah Leon tidak dapat menemukan di mana keberadaan mereka. "

"Kalau begitu cari lagi, papah akan memerintah kan agar anak buah papah untuk ikut mencari mereka sampai ketemu. "

"Jadi itu alasan kamu tidak ingin menikah dengan Stela? " tuan Aditama bertanya.

"Ya pah itu salah satu alasannya. "

"Salah satu alasannya, memang nya ada alasan lain sehingga kamu menolak mentah-mentah menikah dengan Stela kalau papah tidak memaksa kamu. "

"Stela sedang mengandung benih pria lain, jadi alasan menikah dengan Leon hanya untuk menutup aibnya Itu. "

"Kamu tidak asal menuduh kan, apa ada bukti nya, apa kamu yakin kalau Stela hamil bukan anak kamu. "

"Buktinya ada di Ryan, jangankan menghamili Stela pah, ciuman sama Stela saja Leon ga pernah. " Jawab Leon dengan suara lemah.

Tuan Aditama hanya terdiam, mencerna semua perkataan Leon. Memang dirinya mengakui kalau Leon seorang pria yang dingin dan sangat sulit untuk jatuh cinta. Tuan Aditama sangat terpukul mengetahui kebenaran tentang Stela yang saat ini sedang hamil benih dari pria lain. Hatinya sangat geram dengan keluarga Stela, rasanya seperti di bohongi. Dan di tikam dari belakang.

"Sekarang kamu istirahat saja dulu masalah ini biar papah yang akan menyelesaikan nya."

"Baik pah. " Di angguki oleh Leon.

Nyonya Erlina merasa sangat lega karena suaminya akan turun tangan menyelesaikan masalah Leon dan Stela dan berharap agar dapat menemukan cucunya yang bari lahir dan membawanya ke rumahnya.

Di rumah sakit, Rania yang saat ini berada di rating rawat inap kelas 1, sedang mencoba menyusui kedua bayinya, dengan bantuan dari perawat, Rania berusaha agar kedua bayinya mendapatkan asi eksklusif.

Di coba terus ya bu Rania, agar bayinya mendapatkan asi, dengan baik."

"Kenapa sangat sulit sekali ya suster? "

"Perlahan saja, nanti juga akan terbiasa. "

Rania tersenyum melihat kedua bayinya yang sudah terlelap setelah minum asi. Sedangkan bu Arini duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.

"Ran, keadaan ekonomi kita sekarang sudah sangat membaik, dan lebih dari cukup, bagaimana kalau kamu mengambil babysitter saja untuk kedua bayi kamu agar kamu bisa lebih fokus dengan usaha roti. "

"Akan Rania pikirkan bu,. "

"Iya, tapi jangan terlalu lama, karena kamu tidak akan sanggup mengurus dua bayi sekaligus. Kalau bisa sebelum pulang ke rumah, kamu sudah ada keputusan."

"Tapi Ran khawatir kalau bayi nya di urus babysitter. "

"Tidak usah khawatir, ibu yang akan mengawasi babysitter nya. "

"Baik lah kalau memang menurut ibu itu adalah yang terbaik untuk kedua anak Rania, tapi Ran minta kalau makan merka tidur dengan Ran. "

"Tapi tetap harus ada salah satu babysitter yang membantu. "

Dengan segala pertimbangan, akhirnya Rania menyetujui usulan ibunya untuk memakai jasa babysitter untuk mengurus kedua buah hatinya.

Setelah dua hari Rania di rawat di rumah sakit, dokter memperbolehkan untuk pulang, karena setelah di periksa dan di cek ulang kesehatan Rania dan juga bayinya terlihat sudah sehat. Setelah membayar administrasi rumah sakit serta membereskan semua pakaian milik Rania dan bayinya akhirnya mereka pulang, kedua bayi Rania sudah di gendong oleh kedua babysitter yang di rekomendasi kan oleh pihak rumah sakit.

Setelah menempuh perjalanan dari rumah sakit ke rumahnya, Rania beristirahat di dalam kamar nya, untuk sementara bayi bayinya akan tetap berada di sampingnya, namun jika di perlukan maka akan memanggil babysitter nya,

Bu Arini meminta agar para babysitter standby jika sewaktu waktu Rania memanggilnya jika Rania kewalahan. Bu Arini juga menyarankan agar Rania memompa asi Rania yang sangat berlimpah agar para babysitter dengan mudah untuk menyusui kedua bayi kembar.

Rania menatap kedua bayinya yang sedang terlelap tidur di sampingnya. Rania melihat kemiripan kedua bayi nya dengan wajah Leon, hampir semuanya seperti jiplakan. Mungkin ini yang di sebut hanya ngontrak di rahim ibu nya. Semua nya di dominasi wajah papah nya.

Dalam Rania timbul rasa takut, jika suatu hari nanti Leon mengetahui kalau mereka adalah nak anaknya, pasti akan di ambil.

1
tia
lanjut thor
tia
cepat satukan thor kembar sama papa nya
Nadia salma: ada lika liku dulu kak, biar ada gregetnya
total 1 replies
tia
tambah lagi Thor 🫢,,suka cerita ny
Nadia salma: siap kak...
total 1 replies
tia
update yg banyak lah thor
Nadia salma: akan saya usahakan kak, karena saya sambil kerja membagi waktu. Terima kasih sudah menyukai karya saya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!