NovelToon NovelToon
Peluk Aku Di Kehidupan Ini

Peluk Aku Di Kehidupan Ini

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:15.3k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Saat membuka mata kembali, Aruna mendapati dirinya hidup kembali, terbangun di masa lalu, tepat sebelum segala kehancuran dalam hidupnya dimulai.

‎Dengan ingatan yang masih utuh akan luka dan kematiannya, dia berjanji akan membuat Rafael dan semua orang yang menyakitinya merasakan penderitaan yang sama, bahkan berkali lipat lebih berat.

Di tengah rencananya yang penuh dendam itu, Aruna mencari kembali Zeffrano - pria dingin, misterius, dan berkuasa yang di kehidupan sebelumnya pernah dia tolak lamarannya.

‎"Kali ini bukan lagi aku yang ada di bawah kakimu. Kali ini, akulah yang akan berdiri di puncak tertinggi bersama orang paling berkuasa di kota ini." ~ Aruna Kirana Dirgantara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34

Suasana hening menyelimuti ruangan itu setelah kepergian pria berjas gelap. Hanya terdengar suara detakan jam dinding yang terasa begitu nyaring, seolah menghitung waktu yang berjalan menuju sesuatu yang belum mereka ketahui.

‎‎Rafael meletakkan amplop tebal itu perlahan di atas meja, lalu berjalan menuju jendela dan mengintip keluar melalui celah tirai. Pandangannya kosong, namun di balik matanya tersembunyi amarah yang masih membara sejak hari ia ditangkap.

‎‎"Kita bebas… tapi rasanya bukan kebebasan yang sesungguhnya," gumam Rafael dengan suara serak, tanpa menoleh ke arah Tania yang masih berdiri terpaku di tengah ruangan. "Rasanya seperti kita hanya dipindahkan dari satu penjara ke penjara lain yang lebih luas, tapi tetap terkekang."

‎‎Tania mendekat perlahan, lalu memegang bahu kekasihnya dengan kedua tangannya, mencoba menenangkan sekaligus meyakinkan dirinya sendiri.

‎‎"Tapi ini jauh lebih baik daripada mendekam di balik jeruji besi yang sempit, kan? Kita masih bisa bernapas bebas, masih punya kesempatan untuk membalas semua yang telah mereka lakukan. Orang ini punya kekuatan luar biasa, jika dia bisa membebaskanmu begitu saja, berarti dia juga punya kekuatan untuk membantu kita menjatuhkan Aruna dan Zeffrano."

‎‎Rafael membalikkan badannya, menatap wajah Tania dengan tatapan yang bercampur rasa ragu dan dendam. "Kamu yakin tidak ada jebakan di balik semua ini? Orang asing yang tiba-tiba datang menawarkan bantuan, memberikan tempat tinggal dan uang tanpa meminta apa-apa secara jelas… Semua ini terlalu indah untuk menjadi kenyataan."

‎‎"Dia sudah bilang syaratnya," jawab Tania cepat, suaranya sedikit meninggi karena ingin meyakinkan dirinya sendiri juga. "Kita hanya perlu menuruti perintahnya. Tidak ada hal yang mustahil selama tujuan kita sama, menghancurkan mereka yang telah merusak hidup kita. Aruna mengambil segalanya dariku, masa depanku, nama baikku, bahkan papaku yang sekarang masih terpenjara. Dan Zeffrano… dia adalah dalang di balik semuanya. Kita tidak akan pernah tenang selama mereka masih hidup bahagia."

‎‎Kata-kata itu berhasil membangkitkan kembali api kebencian di hati Rafael. Dia mengepalkan kedua tangannya erat-erat. Bayangan hari dia berdiri di ruang sidang semu, mendengar tuduhan demi tuduhan yang disampaikan dengan bukti yang begitu kuat, kembali berputar di kepalanya. Dia merasa dipermainkan, merasa diremehkan, dan yang paling menyakitkan, dia merasa dikalahkan oleh wanita yang dulu dianggapnya begitu lembut dan mudah dikendalikan.

‎‎"Benar," gumamnya pelan, lalu mengangkat wajahnya dengan sorot mata yang semakin gelap. "Kita akan membuat mereka merasakan penderitaan yang seribu kali lebih berat daripada apa yang kita alami. Jika ini satu-satunya jalan, maka aku akan mengikutinya sampai akhir. Bahkan jika harus mempertaruhkan nyawaku, itu tidak masalah, asalkan aku bisa melihat Aruna menunduk di hadapanku sambil memohon ampun."

‎‎Tania mengangguk puas mendengar kata-kata itu, lalu melingkarkan kedua tangannya di pinggang Rafael dan menyandarkan kepalanya di dadanya. Di dalam lubuk hati terdalam, dia pun tahu bahwa mereka telah melangkah masuk ke dalam permainan yang jauh lebih berbahaya daripada yang bisa mereka bayangkan.

-

-

-

‎Rumah Aruna diterangi cahaya lampu yang hangat, aroma makanan penutup baru saja tercium memenuhi ruang makan. Aruna duduk di atas sofa, sedang membuka kotak perhiasan yang berisi cincin yang dibelinya beberapa hari lalu. Jemarinya mengusap permukaannya dengan lembut, matanya memandang benda itu dengan senyum yang tidak bisa disembunyikan.

‎‎"Besok adalah hari terakhir ujian dan bimbingan skripsiku," bisiknya pada diri sendiri, "Seminggu lagi acara kelulusan. Saat itulah semuanya akan diputuskan."

‎‎Pikirannya melayang pada Zeffrano, pada tatapan lembutnya, pada pelukan yang membuatnya merasa aman, pada janji-janji yang selalu dibuktikannya dengan tindakan. Dia tahu, dulu dia sempat ragu, sempat takut terjebak dalam hubungan yang hanya berbasis kekuasaan, namun seiring berjalannya waktu, dia menyadari bahwa Zeffrano mencintainya dengan cara yang tulus, bahkan menerima bagian dirinya yang paling dia takutkan untuk ditunjukkan kepada dunia.

‎‎Tiba-tiba ponselnya berdering, menampilkan nama yang selalu membuat detak jantungnya berubah iramanya. Dia segera mengangkatnya dengan senyum lebar.

‎‎"Halo, Zeff… Kamu belum tidur?" tanya Aruna.

‎‎‎"Belum, baru saja selesai memeriksa persiapan untuk minggu depan. Aku hanya ingin mendengar suaramu sebelum beristirahat. Bagaimana harimu? Semua urusan kampus berjalan lancar?"

Suara rendah dan hangat Zeffrano terdengar dari seberang sana, disertai suara angin yang samar, sepertinya dia sedang dalam perjalanan pulang.

‎‎"Sangat lancar," jawab Aruna bersemangat. "Besok tinggal satu tahap lagi, dan setelah itu aku benar-benar bebas untuk mempersiapkan acara kelulusan. Kamu benar-benar akan datang, kan? Aku ingin kamu menjadi orang pertama yang kulihat saat di pesta kelulusan nanti."

‎‎Tawa rendah Zeffrano terdengar menyejukkan hati. "Sudah kubilang, aku tidak akan melewatkan momen penting itu untuk apapun. Bahkan jika ada urusan paling mendesak sekalipun, aku akan meninggalkannya demi berada di sisimu. Ada satu hal lagi yang ingin kukatakan… malam itu akan ada kejutan untukmu, jadi bersiaplah."

‎‎Aruna mengerutkan kening sambil tersenyum penasaran. "Kejutan lagi? Kamu memang suka menyimpan rahasia, ya. Tapi ingat, aku juga punya kejutan untukmu, jadi kita lihat saja nanti siapa yang lebih hebat."

‎‎"Wah, persaingan yang menarik," jawab Zeffrano dengan nada bercanda. "Baiklah, kita simpan semuanya sampai malam itu. Sekarang istirahatlah yang cukup, jangan sampai kelelahan. Selamat malam, Aruna."

‎‎"Selamat malam, Zeff. Sampai jumpa besok."

‎‎Setelah panggilan berakhir, Aruna memeluk bantal di sampingnya, wajahnya masih bersinar dengan kebahagiaan. Dia merasa seolah semua awan gelap yang menutupi hidupnya perlahan menghilang, digantikan oleh cahaya harapan yang terang.

-

-

-

‎‎Di sebuah rumah besar yang tersembunyi di kawasan perbukitan, jauh dari hiruk-pikuk kota, cahaya hanya menyala redup di ruang kerja yang luas dan sepi. Udara di dalamnya terasa dingin, seolah tidak pernah tersentuh kehangatan matahari sepenuhnya.

‎‎Di balik meja kerja yang kokoh, duduklah sosok yang malam itu menemui Tania dijalan. Pria berusia lima puluh lima tahunan itu memiliki rahang yang tegas, mata tajam seperti elang, dan senyum yang terukir di bibirnya adalah senyum dingin dan penuh perhitungan.

‎‎Jemarinya yang panjang dan kurus memegang sebuah foto lama yang agak kusam. Di dalamnya terlihat tiga orang —ayah Zeffrano, seorang wanita muda yang cantik, dan seorang anak laki-laki berusia sekitar sepuluh tahun. Dia mengusap wajah ayah Zeffrano dengan ujung jarinya, lalu tertawa pelan.

‎‎"Sudah dua puluh dua tahun, dan rasa sakit ini belum pernah hilang sedikitpun," gumamnya dengan nada rendah, penuh kepahitan. "Kamu menghancurkan nama baikku, merebut hakku, lalu membuangku seperti sampah yang tidak berguna. Dan sekarang… putramu hidup tenang, memiliki segalanya yang pernah aku impikan."

‎‎Dia mendorong kursinya mundur dan berdiri, melangkah perlahan menuju jendela kaca besar yang menghadap ke arah cakrawala kota yang terlihat samar di kejauhan. Senyumnya menyeringainya semakin melebar.

"Permainannya baru saja dimulai, Zeffrano. Dan kali ini, aku akan membuatmu menyesal telah dilahirkan ke dunia yang sama denganku."

-

-

-

Bersambung...

1
W I 2 K
menegangkan...
semoga zeff segera tau dalang dibalik semuanya....
🔥Violetta🔥: Semoga 😁
total 1 replies
W I 2 K
perintah jd pemeran video blue kah.....,, kalau iya lucu x y...., hbsnya capek dendam dendaman mulu..... mending perintahnya yg enak.. enak
bukan indah kalau hidup Damai tanpa dendam 🤭
〈⎳ FT. Zira
perintahnya pasti yg iya iya ini🤧🤧
Kusii Yaati
kalau masih dengan Rafael bagaimana zeff mau percaya sama kamu 😩
Kusii Yaati
kalau aq jadi zeffrano aq pun nggak akan langsung percaya setelah di tolak mentah". apalagi dia laki punya segalanya.dan aq kurang setuju kalau Aruna mendekati zeff karena ingin balas dendam sama Rafael, kasihan zeff kalau hanya di manfaatkan saja🥺
〈⎳ FT. Zira
ini mana up nyaaa
🔥Violetta🔥: Bentar... napas dulu 😂😂😂 si anu juga belum up nih 🤭🤭😂😂
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
awas loh.. bisa bisa dia itu cuma figuran yg diminta Zeff untuk berakting🤭
〈⎳ FT. Zira
orang tu sadar woii/Curse//Curse//Curse/
W I 2 K
cerita lamar., lamaran ini.. 🤣🤣🤭
W I 2 K: aku bawa kopi sm sajen sekebon y 🤣🤣🤣
total 4 replies
partini
aku suka novel yg udah meninggal balik ke beberapa tahun sebelum nya
🔥Violetta🔥: Sebenarnya baru pertama kali nulis novel reinkarnasi begini, coba-coba aja ini kak.... siapa tahu bisa menghibur 🤭🤭😂😂
total 1 replies
W I 2 K
tuh kan bener.. zeff siap2 kamu dilamar cewek....
〈⎳ FT. Zira
bener.. kamu mau negokin?? kasih selimut misalnya🤭
〈⎳ FT. Zira
panik /Facepalm/
〈⎳ FT. Zira
mending risign aja dah, daripada kepalamu meledak denger tania ngegas muli🤧
🔥Violetta🔥: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mau bayar pengacara pakai apa? daun?
〈⎳ FT. Zira: kemungkinan tertinggi🤧🤧
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
maling teriak maling ini emang susah ya
🔥Violetta🔥: Minta disumpal mulutnya dia 🤣🤣🤣
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
nohh lakuin.. katanya apa saja kannn🤣🤣
W I 2 K: mamposss tania?!!!!
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
niatnya lain kyknya
〈⎳ FT. Zira
masih punya stok drama ternyata/Sweat/
〈⎳ FT. Zira
pingsan aja.. gak ada yg larang kok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!