NovelToon NovelToon
Twin Gus: A Love Story

Twin Gus: A Love Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Hantu / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fega Meilyana

"Aku yang akan menikahi Zaskia, Abi."
"Apa kamu yakin?"
"Yakin Abi. Hanya Zaskia yang Aryan mau dan Zaskia cuma butuh aku saat ini."
***
"Gus itu terlalu galak!"
"Bukan saya yang galak, tapi kamu yang bebal dan sulit di atur!"

Kisah cinta dua Gus Kembar.
Zaskia diguna-guna oleh seorang laki-laki yang menggilainya, sihir itu akan musnah jika Zaskia menikah dan berhubungan dengan suaminya. Aryan yang menikahi Zaskia meski ia tau bahwa Zaskia tidak mencintai dirinya melainkan sahabatnya-Kafa. Lantaran Kafa mundur bak pengecut.

Sedangkan Kisah Gus Arshaf, yang sudah menyerah dengan sikap nakal santriwatinya, bernama Zayna. Juga tentang Zayna yang sudah kebal dengan kegalakan dan semua hukuman dari Gus-nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fega Meilyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pindah Apartemen

"Kia sayang Kakak!"

Seperti ada aliran listrik dalam tubuhnya yang membuat Aryan menegang tiba-tiba. Debar jantungnya terpacu kuat, seolah ia habis melakukan lari kencang mengelilingi lapangan. Apakah ucapan itu tulus memang dari lubuk hati Zaskia atau hanya alibi supaya Aryan segera menuntaskan hajat yang dapat membantunya menghilangkan mimpi buruk tersebut? Entahlah, hanya Zaskia dan Tuhan saja yang tau.

Namun ucapannya tadi berhasil memancing hasrat terpendam dalam diri Aryan sehingga dengan berani laki-laki itu langsung mendaratkan beberapa kecupan hangat di beberapa titik wajah Zaskia, dimulai dari kening, kedua pipi, hidung, dan setelah itu bibir. Pada bagian yang menjadi candunya, Aryan melumatnya lama. Entah apa yang terjadi pada perasaan Zaskia setelah itu, kini ia membalas ciuman Aryan untuk pertama kali.

Tentu tindakan Zaskia yang membuat syahwat suaminya bergejolak. Salah satu tangan Aryan lalu menarik ujung dari baju piyama yang dikenakan Zaskia menariknya ke atas hingga terlepas dari badan. Tubuh bagian atas keduanya telah polos sempurna sesaat Aryan baru saja membuka pengait, bra yang terakhir menjadi penutup di badan Zaskia. Bibir Aryan berhenti memagut untuk selanjutnya menelusuri leher Zaskia terus turun ke bawah hingga mencapai puncak kehidupan di badan seorang perempuan.

Bibirnya bermain di sana seakan sedang mengulum permen. Suara desah lolos begitu saja dari bibir Zaskia yang setengah menganga. Kedua tangannya berada di pundak bidang Aryan dan terkadang ia juga meremas rambut lurus laki-laki itu ketika rasa nikmat membuat tubuhnya memberontak.

"Baca doa sayang,"

Zaskia mengangguk di tengah wajahnya yang sayu kemerahan. Usai doa terlafadz, Aryan menarik selimut dan mulai melakukan penyatuan tatkala tubuh bagian atas dirinya dan Zaskia sudah menyatu polos.

"Sakit?"

Zaskia menggeleng. Aryan secara perlahan lalu memasuki tubuh Zaskia secara keseluruhan. Suara mereka beradu di tengah kegiatan itu.

Malam ini untuk kedua kalinya Aryan lupa mencabut tatkala cairan di dalam dirinya terpancar ke dalam milik Zaskia.

Sepertinya ia lupa dengan ajaran Zhafran pagi tadi.

Apa dia sengaja? Sebab saat cairan itu keluar sebuah doa terselip dari bibir merah mudanya.

Dengan nafas terengah-engah Aryan menjatuhkan kepalanya di bawah dagu Zaskia, merasakan debaran di balik dada istrinya yang mengalir kencang.

"Sakit sayang?" Tanya Aryan dengan suara berat di tengah bibirnya yang kembali menjamah leher Zaskia yang berkeringat.

Zaskia menggeleng. "Kak, Zaskia gak bisa nafas."

Aryan terkekeh pelan kemudian berguling ke samping. Ia menarik selimut hingga menutupi tubuh mereka lalu memeluk Zaskia dari belakang dengan dagu yang bersandar di pundak perempuan itu.

"Kak?" panggil Zaskia lirih.

"Hm?"

"Kalau Kia hamil gimana ya?"

Kalimat itu membuat Aryan langsung teringat pada ucapan Zhafran pagi tadi. Senyum di wajahnya perlahan memudar digantikan seringai kecil penuh penyesalan.

Ia baru sadar kalau dirinya benar-benar lupa.

Pagi tadi, sebelum mereka berpisah, Zhafran sempat berkata serius padanya,

"Kalau dirasa udah mau keluar, langsung dicabut ya."

Namun apa yang terjadi sekarang?

Aryan malah lupa total. Dua kali ia begitu larut dalam perasaannya sampai tidak memikirkan apa pun lagi.

"Kayaknya gak deh..." jawab Aryan akhirnya sambil berusaha terdengar santai. "Kan kita baru dua kali."

"Memangnya kalau hamil harus berapa kali?" tanya Zaskia polos.

Aryan menggaruk pelipisnya yang tidak gatal. "Hem... mungkin kalau tiap hari kali ya?"

Zaskia langsung mengembuskan napas lega. "Alhamdulillah."

Aryan menahan senyum bersalah melihat istrinya begitu mudah percaya. Jujur saja, ia sendiri juga tidak terlalu paham. Menikah mendadak membuatnya belum benar-benar siap soal semua ini. Walau pernah belajar kitab dan teori, praktik ternyata jauh berbeda.

"Tapi..." Aryan kembali bersuara pelan. "Kalaupun nanti kamu hamil, berarti Allah tau kalau kita udah siap jadi orang tua."

"Enggak, Kak," Zaskia langsung menggeleng cepat. "Kia belum siap sama sekali. Kia aja baru semester tiga. Masa udah hamil."

Ia membalikkan badan hingga kini wajah mereka saling berhadapan dalam jarak dekat. "Emang Kakak udah siap?"

Aryan terdiam sejenak. Matanya menatap langit-langit kamar sambil berpikir.

Siap? Entahlah.

Menjadi suami saja ia masih terus belajar. Apalagi menjadi ayah.

Namun jika Allah benar-benar menitipkan seorang anak pada mereka, rasanya ia juga tidak akan sanggup menolak.

"Ya... disiapin," jawabnya akhirnya sambil tersenyum kecil. "Tapi itu nanti aja kita pikirin."

Aryan mengusap lembut rambut Zaskia yang sedikit berantakan.

"Soalnya ada yang lebih penting sekarang."

"Apa?"

"Besok habis Subuh kita temuin Ustadz Mansyur."

Zaskia mengangguk pelan. Wajahnya kembali teringat mimpi buruk tadi hingga refleks mendekatkan tubuhnya lebih erat ke dada Aryan.

Aryan langsung memeluk perempuan itu penuh perlindungan.

"Udah jangan takut lagi," bisiknya lembut di pucuk kepala Zaskia. "Sekarang ada kakak."

Zaskia memejamkan mata perlahan. Untuk pertama kalinya sejak mimpi-mimpi aneh itu datang, ia merasa benar-benar tenang berada dalam pelukan seseorang.

Dan Aryan... Diam-diam laki-laki itu mulai berharap semoga ucapan Zaskia tadi bukan hanya sekadar rasa nyaman sesaat. Melainkan benar-benar awal dari cinta yang sedang tumbuh untuknya.

***

"Loh, tumben Kak Kia ikut?" tanya Zaid begitu melihat Zaskia datang bersama Aryan memasuki ruang tengah.

Azan Subuh akan berkumandang sekitar sepuluh menit lagi. Zaskia berjalan di belakang Aryan dengan mukenah yang sudah rapi membungkus kepalanya. Wajahnya masih terlihat sedikit pucat akibat mimpi buruk semalam, tetapi kini jauh lebih tenang.

"Ya gapapa kalau sesekali Kia mau ke masjid. Lagian udah ada Aryan yang jagain," sambut Zhafran sambil bangkit dari sofa.

"Iya sih, Yah. Tapi ya tumben aja."

"Zaid jangan heboh deh," gerutu Zaskia malu.

"Apa sih, Kak. Udah nikah masih aja galak."

"Tau ah!"

Aryan yang berdiri di samping Zaskia hanya tersenyum tipis melihat adik iparnya itu jahil sejak pagi.

Tak lama kemudian, lantunan azan Subuh mulai berkumandang memenuhi rumah. Suasana yang tadinya ramai perlahan berubah tenang.

Mereka pun bersiap menunaikan salat berjamaah.

***

"Sebelum tidur ada ribut ya?" tanya Ustaz Mansyur lembut.

Kini hanya tersisa mereka bertiga di dalam masjid. Sementara Zhafran dan Zaid sudah pulang sekitar sepuluh menit yang lalu. Jamaah subuh juga sudah lama bubar setelah kajian singkat selesai.

Zaskia dan Aryan saling menatap sekilas sebelum akhirnya sama-sama mengangguk pelan.

"Begini," ujar Ustadz Mansyur, "tugas setan pada pasangan suami istri itu memang memisahkan. Karena pernikahan adalah ibadah paling panjang dalam hidup manusia."

Aryan dan Zaskia mendengarkan dengan saksama.

"Jadi waktu kalian sempat ribut semalam, jin yang masih mengganggu Zaskia itu jadi punya celah buat masuk lagi. Dia mempengaruhi pikiran supaya hati jadi enggak tenang, gampang curiga, gampang salah paham."

Zaskia menunduk pelan.

"Makanya untuk sekarang, kalian harus saling nenangin. Jangan sering bertengkar. Apalagi masih pengantin baru." Ustaz Mansyur tersenyum tipis. "Manis-manisan dulu lah. Sayang-sayangan dulu."

Wajah Zaskia langsung memerah malu mendengar kalimat terakhir itu.

"Sebab kalau pikiran Zaskia tenang, hati nyaman, jin itu lama-lama bakal bosan sendiri. Kuncinya ada di hati dan pikiran."

Aryan akhirnya mengerti kenapa setiap kali hubungan mereka merenggang, mimpi buruk Zaskia kembali datang.

"Sudah paham kan?" tanya Ustaz Mansyur.

Keduanya mengangguk bersamaan.

"Terima kasih banyak, Pak Ustadz. Kalau begitu kami pamit dulu."

"Iya, hati-hati."

Aryan dan Zaskia kemudian keluar dari masjid setelah mengucapkan salam.

Udara pagi masih terasa dingin. Langkah mereka pelan menyusuri pelataran masjid yang dilapisi paving block. Langit bahkan masih dihiasi warna jingga samar dari matahari yang baru muncul.

"Kak?"

"Hm?"

"Kakak paham kan maksud yang diomongin Ustadz Mansyur tadi?"

Aryan mengangguk santai. "Paham."

"Terus kenapa diem aja?"

Aryan menoleh sekilas, lalu menjawab dengan wajah polos. "Ya terus mau ngapain? Kan gak mungkin bikin anak di sini."

Zaskia langsung melotot. "Kakak!"

Aryan malah menahan tawa.

"Enggak gitu maksud Kia! Ih, males ah ngomong sama kakak. Dengerinnya gak serius."

Zaskia mendahului langkah dengan bibir mengerucut kesal.

Melihat istrinya ngambek, Aryan tersenyum gemas lalu segera menyusul.

Begitu sejajar, laki-laki itu langsung menggenggam jemari Zaskia erat. "Gini kan maksudnya?" tanyanya lembut.

Zaskia menoleh.

Aryan mengayunkan tangan mereka pelan sambil tersenyum kecil.

"Kata Ustadz tadi harus sayang-sayangan."

Seketika rasa kesal Zaskia runtuh begitu saja.

Perempuan itu menunduk malu sambil menahan senyum.

Aryan lalu mengangkat tangan istrinya dan mengecup punggung tangan tersebut singkat.

"Mulai sekarang kita jangan sering salah paham lagi ya, Kia."

Zaskia mengangguk kecil.

Dan pagi itu... di bawah langit yang masih sangat muda, perlahan hubungan mereka ikut belajar tumbuh.

Bukan hanya sebagai suami dan istri.

Tetapi juga dua hati yang sedang belajar saling mencintai dengan benar.

***

Seminggu kemudian, tepat di hari Minggu pagi, suasana rumah Zhafran tampak cukup sibuk.

Beberapa koper dan kardus sudah dipindahkan ke bagasi mobil sejak tadi. Hari ini, Aryan dan Zaskia akan pindah ke apartemen baru mereka.

Zhafran, Ayesha, Zaid, bahkan Arshaf ikut mengantar. Apartemen yang menjadi hadiah pernikahan dari Opa Athar itu berada di kawasan yang cukup strategis. Selain dekat dengan kampus Aryan dan Zaskia, jaraknya juga tidak terlalu jauh dari rumah orangtua Zaskia.

Bahkan letaknya satu tower dengan unit milik Arshaf dan Kafa, hanya berbeda lantai.

Opa Athar memang sengaja memilih lokasi itu agar anak-cucunya tetap mudah saling menjaga satu sama lain.

Sesampainya di sana, mereka langsung masuk ke unit apartemen yang sudah lengkap dengan berbagai perabotan. Interiornya didominasi warna krem dan putih dengan sentuhan kayu yang membuat suasana terasa hangat.

"Masya Allah, bagus banget..." gumam Zaskia kagum sambil melihat sekeliling.

Ayesha tersenyum senang melihat ekspresi putrinya. "Kalau udah ditempatin jadi makin bagus nanti."

Zaid langsung merebahkan tubuh di sofa. "Wih, enak banget ini sofa. Kak Aryan, serius nih kalian pindah? Enggak kasihan ninggalin aku sendirian di rumah?"

Aryan terkekeh kecil. "Drama banget."

"Ya jelas lah! Nanti siapa yang nemenin aku kalau malam?"

"Astaghfirullah Zaid! Kamu juga biasa tidur sendiri."

"Ya iya sih kan biasanya ada kakak yang tidur di kamar sebelah. Kan kakak pindah jadi aku tidur sendiri."

"Ck, gak jelas!"

Arshaf yang sejak tadi membantu menaruh koper ikut menimpali. "Paling dua hari juga kamu betah. Enggak ada yang galakin kamu lagi, Za."

"Hahaha bang Arshaf bener juga."

Sedangkan Zaskia merengut sebal.

Gelak tawa langsung memenuhi ruangan.

Beberapa saat kemudian, Zaskia berjalan pelan menuju balkon apartemen. Dari sana terlihat deretan gedung tinggi dan jalanan kota yang ramai.

Entah kenapa, perasaannya campur aduk.

Senang karena akan memulai kehidupan baru bersama Aryan.

Namun juga gugup. Karena setelah ini, ia benar-benar akan tinggal berdua saja dengan suaminya.

Aryan yang menyadari istrinya melamun pun mendekat. "Kenapa?"

Zaskia menoleh pelan. "Kia masih kayak mimpi aja."

Aryan tersenyum lembut. "Mimpi apa?"

"Kita nikah... terus sekarang pindah rumah."

Aryan ikut menyandarkan tubuh di pagar balkon di samping Zaskia.

"Kakak juga."

Hening sesaat.

Angin pagi menerpa lembut wajah keduanya.

"Takut?" tanya Aryan pelan.

"Sedikit." Tapi Zaskia tidak mengucapkannya. Ia hanya menggigit bibir bawah sambil mengangguk samar.

Aryan kemudian menggenggam tangan istrinya. "Ada kakak."

Kalimat sederhana itu entah kenapa selalu berhasil membuat hati Zaskia tenang.

Di dalam apartemen, Ayesha memperhatikan keduanya dari kejauhan lalu tersenyum kecil.

"Alhamdulillah..." lirihnya.

Sementara di tempat lain— Kafa memilih mengurung diri di kamar apartemennya sendiri.

Ia tau hari ini Aryan dan Zaskia pindah.

Namun laki-laki itu memutuskan untuk tidak ikut datang.

Bukan karena membenci. Ia hanya sedang belajar mengikhlaskan.

Belajar menerima bahwa perempuan yang dulu selalu ia jaga diam-diam itu... kini sudah menjadi milik orang lain.

Kafa menatap langit dari jendela kamarnya cukup lama.

Penyesalan memang selalu datang belakangan.

Dan kini, satu keputusan yang dulu ia ambil perlahan berubah menjadi kehilangan terbesar dalam hidupnya.

Setelah waktu Zuhur berlalu, keluarga Zhafran dan Arshaf memutuskan untuk pulang. Kini hanya tersisa Aryan dan Zaskia di dalam apartemen itu.

"Kia."

"Ya?"

"Ikut kakak yuk."

"Ke mana?"

"Kumpul sama anggota BEM."

Zaskia yang tadinya sedang menyusun pakaian di dalam lemari menghentikan aktivitasnya sejenak lalu menoleh pada Aryan yang sedang rebahan santai di atas ranjang.

"Kapan?"

"Nanti jam tiga. Mau kan? Cuma sebentar kok."

"Hmm... gimana ya? Kia malu, Kak."

"Malu kenapa?"

"Kia kan gak kenal mereka, mereka juga gak kenal Kia. Nanti Kia di sana ngapain?"

Aryan tertawa kecil mendengar alasan polos istrinya. "Goyang dumang, Kia."

"Kak!"

"Hahaha. Ya gak usah ngapa-ngapain. Kamu tinggal ikut, duduk manis di samping kakak. Kalau ditanya jawab, kalau nggak ditanya ya diem aja. Gampang kan?"

Zaskia diam sejenak, tampak berpikir.

"Beneran cuma sebentar? Berapa menit?"

"Sekitar setengah jam lah mungkin."

"Ya udah, Kia mau."

Aryan mengangguk sambil tersenyum puas.

Setelah itu Zaskia kembali melanjutkan kegiatannya menyusun pakaian ke dalam lemari. Melihat istrinya sibuk sendiri, Aryan yang sedari tadi hanya rebahan akhirnya ikut bangkit dan membantu.

"Biar Kia aja, Kak."

"Kalau berdua kan lebih cepat. Jadi masih ada sisa waktu buat mesra-mesraan sebelum pergi."

"Ish!"

Zaskia refleks mencubit perut Aryan hingga membuat laki-laki itu tertawa.

"Kak, memangnya gapapa kalau kakak bawa Kia?"

"Ya gapapa. Memangnya kenapa?"

"Kia kan bukan anggota BEM. Memangnya boleh ikut gabung?"

"Boleh sayang. Kalau gak boleh, nanti kakak marahin presmanya."

"Ya gak gitu juga. Kia gak enak tau."

"Yaaa dienakin!"

"Kak Aryan!"

"Lagian gak enak sama siapa sih?" Aryan bertanya gemas sambil menjawil pipi chubby Zaskia.

"Kak!"

"Udah kelar nih. Sini yuk."

Aryan tiba-tiba memeluk Zaskia dari samping lalu menyeret perempuan itu menuju ranjang.

"Eh, belum!"

"Sambung nanti malam aja. Nanti kakak yang beresin."

Aryan langsung menjatuhkan tubuh Zaskia ke kasur bersamaan dengan dirinya yang ikut merebahkan badan di samping perempuan itu.

"Ih kak, ngapain?"

"Boci."

"Apa itu?"

"Bobok ciang."

Zaskia tertawa geli. "Apaan sih!"

"Udah seminggu kakak gak jenguk yang di bawah, Kia. Kangen tau."

Zaskia langsung melotot kaget. Meski ambigu, ia tau apa maksud Aryan. "Sabar ya. Kakak bilang sendiri kalau nggak mau hamil jangan sering-sering ambil jatah."

"Iya sih... berarti nanti malam udah boleh kan?"

Zaskia langsung diam.

"Kan udah seminggu puasa, Ki," lanjut Aryan dengan nada memelas.

Zaskia yang tadinya menatap langit-langit kamar perlahan menoleh ke arah Aryan.

"Kak..."

"Kenapa?"

"Kakak beneran Kak Aryan bukan?"

Aryan mengernyit bingung. "Maksud kamu apa? Jangan bikin kaget, Kia."

"Jawab dulu."

"Ya iyalah. Masa genderuwo secakep ini."

"Tapi Kak Aryan yang Kia kenal itu cuek, datar. Kalau ngomong pedas. Bukan mesum dan manja kayak gini."

Aryan tertawa sambil menggeleng pelan. Ternyata istrinya sedang menggoda dirinya.

"Ya kalau dulu kan belum jadi. Sekarang udah halal, jelas beda dong. Memangnya kamu mau kalau kakak cuekin terus?"

"Hehe... ya jangan."

Aryan tersenyum tipis sebelum kembali bicara dengan suara lembut. "Kamu mungkin lupa... dulu pas kita masih kecil, apa kakak pernah cuek sama kamu?"

Zaskia berpikir sejenak lalu menggeleng. "Nggak. Kakak berubah semenjak remaja."

"Itu karena kakak mulai sadar kalau kakak punya perasaan lebih sama kamu. Makanya kakak jaga batasan."

Zaskia mulai diam memperhatikan wajah Aryan.

"Kakak bisa aja kayak Kafa, ramah dan nunjukin perhatian ke kamu. Tapi buat apa kalau ujung-ujungnya malah jadi dosa? Daripada bikin kamu baper, kakak lebih milih nyibukin diri buat memperbaiki kualitas iman supaya nanti bisa bimbing istri kakak."

Tuturnya lembut sambil memainkan jari telunjuk di pipi Zaskia.

Tatapan Zaskia perlahan berubah.

Ada kekaguman yang muncul di matanya.

Tanpa sadar, pandangannya turun ke bibir Aryan yang terus bergerak menjelaskan sesuatu. Namun kini Zaskia malah tidak terlalu fokus mendengarnya.

Entah kenapa bibir itu terlihat... menarik.

Aryan yang masih asyik bercerita sama sekali tidak sadar istrinya mulai salah fokus.

"Jadi itulah kenapa dulu kakak keliatan cuek sama kamu, Kia. Kakak cuma gak mau—"

Cup!

1
Syti Sarah
Masya Allah bucin bnget sih Aryan 🥰🥰
Ayu Oktaviana
jodohnya kafa msih unyu unyu😁😁😁😂😂😂
syora
dara nih kyak si onty zura 🤣🤣🤣🤣
Nifatul Masruro Hikari Masaru
wah jodoh nya kafa masih sd
Syti Sarah
kocak juga nih anak nya Azzam 😂😂
Shabrina Darsih
blm Tau aja kia. uda nikah pasti hbs tuh sm aryan
Nifatul Masruro Hikari Masaru
ya nggak papa lah wong yang hamilin kan suami sendiri
nan luxiao
suka banget, dari cerita athar cila, abidzar zuya, azzam aira, sama yang ini selalu seruu banget
Syti Sarah
waah,mmang ya umma zuya absurd nya gak ada lawan.msa anak sndiri di bilang hamil 😂😂
anakkeren
best ,❤️
Anak manis
cakep buat authornya 🥰
just a grandma
seruuu
cutegirl
pokoknya aku sllu menunggu cerita dri author ini
cutegirl
ada ada aja😂
Ayu Oktaviana
selamat untuk kia dan aryan😍😍.. kita tinggal tunggu arshaf nih
Fegajon: kurang lebih begitu 😛
total 3 replies
Syti Sarah
Masya Allah,lengkap sudh kbhgian pasangan ini.slmat ya kia Aryan 🥰🥰
Syti Sarah
ciie yg udh di blas cinta nya sama istri 🥰
Syti Sarah
prsis kyak Abi nya ya aryan ini.tpi klau udh sah,bda bnget sifat nya sama istri nya .jdi syang ,bucin bnget sama istri nya .eeeh,udh mulai brani ya kia😁😁
Syti Sarah: iya btul bnget kak 😊
total 4 replies
Syti Sarah
ciie yg msak untuk pak suami 🤭🤭
Nifatul Masruro Hikari Masaru
udah terlambat kali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!