NovelToon NovelToon
Takdir Alina

Takdir Alina

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi
Popularitas:469
Nilai: 5
Nama Author: Nur Mei

seorang gadis bernama Alina Harus hidup menderita tinggal bersama bibinya sejak kecil selalu di perlakukan dengan kasar oleh sang bibi

hingga dirinya bertemu pria arogan bernama Devano Dirgantara seorang pengusaha mempunyai sifat dingin cuek galak berstatus duda Alina harus kerja di tempat Devano karena ganti rugi

bagaimana kisahnya? apakah Alina akan dapat kebahagiaan karena kehidupan nya begitu menyedihkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perhatian Devano

Malam ini Alina baru saja pulang kerumahnya jam 10 malam karena harus membereskan kantor dan juga harus pulang bersama Devano, karena ngga pasti kena marah dan di rumah pun akan kena marah juga oleh bibinya...

Namun Alina sudah pasrah aja, lagian sudah biasa selalu kena marah sang bibi sejak dulu juga serba salah, namun berharap tak di hukum berat oleh sang bibi..

"Ehh.. putri, habis dari mana?"tanya Gayatri membuat Alina menghela nafas.

"kerja bi,"jawab Alina dengan menunduk merasa takut.

"Ohh.. pasti jadi pelayan restoran atau pelayan yang gaji kecil haha!"cibir Kayla membuat Alina terdiam.

"mending aku, tak hiraukan ucapan nya,"gumam Alina.

Gayatri pun melangkahkan kakinya menghampiri Alina, membuat Alina menunduk merasa takut dengan sang bibi yang seperti nya akan menyakitinya Alina harap bibinya tak marah karena dirinya pulang malam..

"Heh, kamu sering kali pulang seenaknya!"bentak Gayatri.

"Maafkan aku bi,lain kali pulang awal,"ucap Alina dengan menunduk.

"Cepat kamu, bereskan dapur!"tegas Gayatri membuat Alina ngangguk.

Alina pun segera pergi menuju dapur untuk membereskan dapur nya, lumayan berantakan dapurnya karena bibi pun jarang membereskan dapur selalu pergi untuk belanja bersama anaknya yaitu Kayla dan menganggap Alina adalah seorang pelayan..

Alina pun segera cuci peralatan dapur yang terlihat berantakan, mencuci hingga bersih semua dirinya cuci sampai tak tersisa apapun di peralatan dapurnya sungguh hari hari nya selalu melelahkan tapi Alina harus semangat..

"Akhirnya.. semua sudah rapi,aku tinggal istirahat saja,"gumam Alina.

______________________________________

Sementara itu di sisi lain ada Devano yang baru saja pulang kerja, sekitar jam 11 malam karena tadi sempat bertemu teman nya di Cafe untuk bicara kan soal perusahaan namun Devano menemukan sesuatu di mobilnya..

"ini buku, Diary Alina?"gumam Devano dengan mengerutkan keningnya.

Devano pun kembali letakkan di mobil lalu segera memasuki rumah nya, Alina memang ceroboh dengan meninggalkan barang miliknya sendiri sepertinya ngga ingat dengan barangnya..

"kamu akan, segera bertunangan dengan Novi!"ucap Vania membuat Devano terkejut.

"Mamah.. kenapa ngga, bicara dulu padaku main jodoh kan?!"tanya Devano membuat Vania menghela nafas.

"jika tanya percuma,kamu pasti ngga mau!"jawab Vania.

Devano pun pergi kekamar nya, merasa kesal dengan keputusan sang mamah yang tak bertanya terlebih dahulu tentang hal ini selalu pemaksaan, tentu Devano ngga mau bertunangan dengan Novi apalagi tak pernah tertarik dengan Novi anak dari sahabat orang tua nya..

"kenapa sih,aku mempunyai orang tua pemaksaan seperti mereka?"gumam Devano.

"Aku ingin, hidup bebas seperti yang lain apa itu ngga bisa terwujud? aku masih mau sendirian,"gumam Devano dengan kesal.

****

Saat tengah malam Devano bermimpi sesuatu yaitu kejadian di sebuah taman ada seorang gadis masih kecil begitu pun dirinya, gadis itu memberinya bunga matahari namun gadis itu tak ada senyum yang ada pandangan kosong entah kenapa..

Tiba tiba saja Devano terbangun saat gadis yang di mimpi nya menghilang, Devano nafasnya tersengal saat mimpi itu, Devano ngga tau siapa yang di mimpi nya itu?

"Yaampun.. aku mimpi apa, kok sangat misterius seperti ini?"gumam Devano.

"Aku sering mimpi, seperti itu tapi kenapa gadis di mimpiku benar benar tak ada ekspresi apapun, apa mungkin mimpi ini aku di suruh menolong seseorang?"gumam Devano merasa bingung.

Saat Devano masih memikirkan tentang mimpi nya tadi, tiba tiba saja ponsel nya berdering membuat kaget Devano lalu cek ponselnya ternyata asisten nya mungkin besok telpon balik karena sudah mengantuk..

"Jam tiga dia nelpon, kaya ngga ada waktu lain!"gerutu Devano.

*********

PAGI HARI KEMUDIAN..

Pagi ini Alina sedang membuat sarapan untuk keluarga bibinya dengan buru buru karena takut terlambat kerja hari ini, lalu natap jam merasa kaget sudah jam setengah tujuh membuat Alina menghela nafas percepat pekerjaan nya dirumah..

"Semoga aku, tak telat berangkat nya!"lirih Alina.

"Aku benar benar takut, jika nanti di pecat oleh tuan muda itu,"gumam Alina dengan menghela nafas.

"buatin jus jangan lupa!"Tegas Kayla membuat Alina ngangguk.

_____________________________________

Sementara itu Di perusahaan Dirgantara, Devano baru saja berangkat kerja karena semalam susah untuk tidur gara gara mimpi ngga jelas Devano ngga tau mimpi apa tadi malam, apakah benar ada seseorang yang harus dirinya tolong?

Devano merasa heran akhir akhir ini Alina sering telat berangkat kerja biasa nya berangkat awal, mungkin saja sedang beres beres rumah atau mungkin macet perjalanan nya..

"Maaf tuan, saya terlambat!"ucap Alina membuat Devano menatap.

"kamu udah, bosan kerja disini hm?"tanya Devano membuat Alina geleng.

"Ngga tuan, jalan macet!"jawab Alina membuat Devano ngangguk.

Alina hendak ke dapur ingin membuat minum untuk Devano, namun tiba tiba ada Novi yang membuat minum untuk Devano membuat Alina menghela nafas membiarkan Novi lakukan agar tak terjadi keributan..

"Kali ini, saya akan buatkan untuk calon suami saya!"ucap Novi dengan angkuh.

"Ehmm.. iya silahkan nona,"ucap Alina dengan tersenyum.

Sementara itu Devano sedang mengerjakan pekerjaan nya, sambil menunggu teh buatan Alina entah kenapa sangat suka dengan minuman buatan Alina seperti nikmat dan pas rasanya..

Namun tiba-tiba Devano melihat, Novi membawakan secangkir untuknya membuat Devano mengerutkan keningnya merasa bingung kenapa jadi Novi yang buatkan untuk nya?

"dimana Alina, kenapa kamu yang buat?"tanya Devano membuat Novi tersenyum.

"Aku ingin, sekali kali buat ini untuk mu,"jawab Novi membuat Devano geleng.

"Okey, kamu boleh pergi!"tegas Devano.

Devano pun minum teh nya tapi rasanya nya tak cocok di mulutnya karena terlalu hambar, namun ternyata Alina membawakan juga untuk nya membuat Devano terkejut melihat Alina membawakan teh dan juga cemilan..

"tolong.. singkirkan cangkir ini!"titah Devano membuat Alina ngangguk.

"tapi ini, buatan calon istri mu!"ucap Alina merasa heran.

"jangan banyak tanya, buang saja!"tegas Devano.

Alina segera membawa cangkir itu pergi karena tak mau sampai, Devano marah besar hanya karena cangkir yang beri teh buatan Novi yang seperti nya kurang enak di lidah Devano mungkin kemanisan..

"mubazir, tapi iya memang sangat manis,"gumam Alina.

******

sekitar jam istirahat kantor Alina masih berkutat membereskan dapur di pantri karena masih berantakan, setelah itu letakkan di tempat nya agar terlihat rapi dan bagus, mungkin hari ini ngga makan siang karena ngga bawa uang..

"kamu ngga makan siang?"tanya Devano membuat Alina menoleh.

"Ngga lapar tuan,"jawab Alina dengan tersenyum.

"Ngga, kamu harus makan siang!"ucap Devano merasa cemas.

Alina menurut saja ngga bisa menolak Devano karena tak menerima penolakan,Alina sudah tau sifat bos nya pasti sangat pemaksaan kalo ngga di turuti akan selalu bertanya dengan nya, terkadang Alina pun sebal dengan bos nya itu yang pemaksaan ..

"Baiklah.. tapi saya, tak bawa uang tuan,"ucap Alina membuat Devano ngangguk.

"biar saya, yang traktir kamu!"ucap Devano membuat Alina terkejut.

"aku lama lama, merasa sifat bosnya sebenarnya baik, hanya saja sedikit keras orang nya,"gumam Alina.

"Terimakasih tuan, sudah mau traktir saya,"ucap Alina balas Anggukan Devano.

1
No4h
kaa? keren banget nyusun kata katanyaa!! 🤭
Ka ayo baca novel ku juga, kalo mau 😼"changes that are becoming more pronounceed"
Nur Mei: hehe ok
total 1 replies
Ariany Sudjana
kamu harus tegas devano terhadap pelacur murahan yang ga tahu diri itu, seperti Novi
Ariany Sudjana
Oh jelas, Novi kan jalang murahan 🤣🤣 beda dengan Alina, perempuan baik-baik dan mandiri
Nur Mei
terimakasih sudah mampir kak
Ariany Sudjana
ini lagi pelacur murahan mau sok bersihkan ruang kerja devano, padahal otaknya kosong
Ariany Sudjana
devano kan banyak punya anak buah kenapa ga suruh anak buahnya cari fakta soal di jalang murahan Novi? karena Novi pasti mau menjebak devano, supaya dia bisa jadi nyonya besar di keluarga devano,
Ariany Sudjana
benar-benar yah Alina ini, sudah dikasih nasehat sama devano, ga mau nurut, pantas saja mudah dibodohi bibinya dan Kayla
Ariany Sudjana
Alina kamu ini bodohnya kebangetan, sudah tahu bibi kamu itu dan Kayla jahat, masak kamu percaya sekali dengan omongan mereka? pantas saja kamu gampang sekali dibodohi mereka, kamu ga pernah belajar dari masa lalu kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!