NovelToon NovelToon
Dua Hati Mencintai

Dua Hati Mencintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romantis
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Agustin Hariyani

Cinta tidak pernah salah.
Yang salah… hanya waktunya.
Zara mencintai Kenzy dengan cara yang tenang.
Seperti rumah yang selalu menunggu untuk ditinggali.
Seperti doa yang diucapkan pelan setiap malam.
Ia tidak pernah menuntut masa lalu Kenzy.
Ia hanya ingin menjadi masa depan yang dipilihnya.
Namun takdir tidak pernah sesederhana itu.
Karena sebelum Zara… ada Eve.
Perempuan yang pernah menjadi dunia Kenzy.
Yang mencintainya ketika hidup belum dipenuhi luka.
Yang menggenggam tangannya sebelum badai menghancurkan segalanya.
Eve tidak pergi karena tidak mencintai.
Ia pergi karena mencintai terlalu dalam.
Dan ketika ia kembali,
Ia tidak datang untuk merebut.
Ia hanya datang dengan hati yang belum selesai.
Kenzy berdiri di antara dua perempuan yang sama-sama mencintainya dengan cara yang berbeda.
Satu adalah masa lalu yang penuh pengorbanan.
Satu adalah masa kini yang penuh ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustin Hariyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 27

Sudah satu minggu berjalan…

Aveline kini tidak lagi terbaring lemah.

Lebam di sudut matanya mulai memudar.

Bekas luka di pergelangan tangannya tinggal samar.

Tulang pipinya yang dulu terlalu tajam kini sedikit tertutup.

Warna wajahnya kembali hidup.

Ia sudah bisa turun tangga sendiri.

Sudah bisa duduk di ruang keluarga.

Sudah bisa tersenyum, meski belum sepenuhnya ringan.

Pagi itu, Kakek Jo sengaja meminta semua berkumpul di ruang tengah.

“Sudah waktunya kita bicara,” katanya tenang.

Ken duduk di sofa ujung.

Zara duduk di sebelahnya.

Bukan terlalu dekat.

Tapi cukup jelas posisinya ada di sana.

Eve duduk berhadapan dengan mereka.

Tangannya saling menggenggam.

Matanya sesekali melihat Ken.

Lalu turun lagi.

“Aku… harus jelasin semuanya.”

Sunyi.

“Waktu aku pulang ke rumah orang tuaku…”

Suaranya masih lembut. Sedikit gemetar.

“Ayah bilang ada masalah keuangan besar.”

Ken menegang sedikit.

“Aku diminta tinggal lebih lama.”

Eve menarik napas.

“Tapi ternyata bukan cuma soal hutang.”

Ia menunduk.

“Ayah punya… hutang yang sangat besar.”

“Dan ayah berhutang kepada orang-orang yang kejam.”

Zara diam.

Ken menatap tajam.

“Mereka meminta ayah mengembalikan uangnya berkali-kali lipat dari jumlah uang yang di hutang ayah”

“Dan orang tuaku...tidak sanggup untuk mengembalikannya.”

Suasana makin berat.

“Orang tuaku tahu aku dekat dengan kamu dan tahu siapa kamu.”

Tatapan Eve beralih ke Ken.

“Mereka pikir kamu bisa jadi jalan keluar.”

Ken mengerutkan dahi.

“Maksudnya?”

“Mereka meminta ku untuk minta bantuan ke kamu.”

Ken langsung menjawab tegas,

“Kamu tahu aku pasti bantu.”

Eve tersenyum kecil.

“Aku tahu.”

“Tapi bukan hanya itu yang mereka mau.”

Sunyi.

“Mereka mau lebih dari sekadar bantuan.”

Ken mulai mengerti.

“Mereka mau akses ke keluargaku?”

Eve tidak menjawab langsung.

Ia hanya mengangguk pelan.

Zara memperhatikan.

Nada suara Eve lembut.

Cerita tersusun rapi.

Terlalu rapi?

“Aku menolak,” lanjut Eve.

“Aku bilang aku nggak akan manfaatin kamu.”

Ken menatapnya lekat.

“Lalu?”

“Ayah marah.”

“Aku dikurung di rumah.”

Zara menegang.

“Beberapa hari kemudian… ada pria-pria datang.”

Tangan Eve gemetar sedikit.

“Mereka bilang aku harus ikut mereka.”

“Untuk membayar .”

“Membayar  apa?!”

“Agar hutang orang tuaku lunas.”

Ruangan membeku.

“Aku dibawa keluar kota.”

“Disembunyikan.”

“Dipaksa tinggal di tempat yang…”

Suaranya pecah.

“Ken menegakkan punggungnya”

“Mereka pukul aku kalau aku melawan.”

" Aku diperlakukan seperti budak orang itu."

Zara merasakan tenggorokannya kering.

“Lalu kecelakaan itu?” tanya Kakek Jo tenang.

Eve terdiam sejenak.

“Itu bukan kecelakaan, hanya rekayasa.”

Semua menegang.

“Ayah… yang menyebarkan berita itu.”

Ken membeku.

“Mereka bilang aku kecelakaan agar… agar orang-orang berhenti menanyakan ku”

“Agar kamu juga berhenti mencari.”

Ken mengepalkan tangannya.

“Kenapa?”

“Karena kalau kamu ikut campur… semuanya bisa terbongkar."

Hening panjang.

Eve menatap Ken.

“Aku nggak bisa hubungi kamu.”

“Semua akses diambil.”

“Aku benar-benar terisolasi.”

Air matanya jatuh.

“Aku pikir kamu pasti benci aku karena hilang tanpa kabar…”

Ken langsung menjawab,

“Aku nggak pernah benci kamu.”

Zara menunduk pelan.

Kalimat itu keluar terlalu cepat.

Eve melanjutkan,

“beberapa minggu lalu… tempat itu kacau.”

“Aku berhasil kabur.”

“Dan satu-satunya tempat yang aku tahu aman…”

Matanya menatap Ken.

“ Disini…di rumah ini.”

Sunyi.

Cerita selesai.

Atau terlihat selesai.

Ken tampak hancur dan marah bersamaan.

“Kamu nggak perlu takut lagi.”

Eve tersenyum kecil.

“Selama ada kamu… aku nggak akan takut.”

Zara mendengar itu.

Tapi kali ini.

Ia tidak bereaksi.

Ia hanya memperhatikan.

Sesuatu terasa… ganjil.

Eve menyebut semuanya dengan detail.

Tapi tidak pernah menyebut nama tempat.

Tidak pernah menyebut nama orang.

Tidak ada tanggal jelas.

Tidak ada lokasi.

Terlalu umum.

Terlalu aman.

Zara akhirnya angkat suara.

“Tapi...l.”

Semua menoleh.

“Kalau tujuan mereka supaya Ken nggak ikut campur…”

Zara tersenyum tipis.

“Kenapa sekarang kamu datang ke sini?”

Sunyi.

Eve menatapnya.

Untuk pertama kalinya.

Tatapan lembut itu berubah sepersekian detik.

Seperti ada sesuatu yang dihitung.

“Aku nggak punya siapa-siapa lagi.”

"Hanya Ken tujuan yang aku tahu."

Jawaban yang benar.

Dan seakan memberi tahu bahwa Ken adalah miliknya.

Zara mengangguk pelan.

“Ohhh....”

Ia tersenyum manis.

Terlalu manis.

Kakek Jo memperhatikan.

Ia juga melihat jeda kecil itu.

Jeda yang tidak akan disadari Ken.

Ken masih fokus pada luka lama.

Fokus pada rasa bersalah.

Fokus pada kemarahan terhadap orang tua Eve.

Tapi Zara.

Melihat sesuatu yang berbeda.

Cerita itu menyedihkan.

Masuk akal.

Tapi terasa seperti… versi yang dipilih.

Dan pertanyaan besar kini bukan lagi.

Apakah Eve korban.

Melainkan.

Apakah semua yang ia katakan adalah kebenaran utuh?

Atau hanya bagian yang ingin ia perlihatkan?

1
Azahra Wicaksono
🤣🤣😄
Retno Isusiloningtyas
jodoh Ken ore nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!