NovelToon NovelToon
TUKAR JODOH (SUAMIKU KAYA)

TUKAR JODOH (SUAMIKU KAYA)

Status: tamat
Genre:CEO / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:102.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_va

Nara menjalin hubungan asmara dengan Dewa sejak duduk di bangku SMA. Lima tahun kemudian Nara dilamar sang kekasih. Tetapi, di hari pernikahan, Nara menikah dengan orang lain yaitu Rama.

Rama adalah tunangan sepupunya yang bernama Gita.

Hidup memang sebercanda itu. Dewa dan Gita diam-diam menjalin hubungan di belakang Nara. Hubungan itu hingga membuahkan kehidupan di rahim Gita.

Demi ayahnya, Nara menerima Rama. Menjadi istri dari lelaki yang tidak punya pekerjaan tetap.



Simak cerita selengkapnya 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_va, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

Nara tersengal di ujung percintaan yang membara. Dari sofa depan, Rama menggendong tubuhnya yang telanjang dan dihenyakkan di atas kasur. Lalu digempur sampai lemas.

Saat Rama melepas diri, Nara merasakan miliknya basah, hangat, dan sedikit ngilu. Kedua kakinya pun seperti lembek bagai bubur.

"Apa aku terlalu kasar?" Rama berbaring di sebelah Nara, ia juga kelelahan setelah berhubungan badan.

"Nggak kok, Mas...." Nara mengangkat kepalanya sedikit, mencari keberadaan selimut.

Rama miring ke kanan, mencium pelipis istrinya yang basah oleh keringat.

"Kamu boleh mengatakan gaya atau cumbuan yang nggak kamu sukai."

Nara tersenyum simpul. Napasnya sudah teratur. Membiarkan tangan Rama memelintir ujung puting.

"Gaya guguk. Aku kurang nyaman." Nara menghela napas pendek.

"Oke, catet." Tangan Rama berpindah mengusap perut istrinya.

"Sebentar aja, boleh. Nggak apa-apa."

"Baiklah, Sayang."

Rama perlahan turun dari pembaringan. Harus segera mandi karena aroma tubuhnya mulai tidak sedap. Aroma keringat dan sedikit oli. Rama meraih selimut yang hampir terjatuh di ujung kasur. Diselimutinya tubuh istrinya yang ingin disentuhnya lagi dan lagi. Bagi Rama, tubuh istrinya sangat indah.

Rama masuk ke kamar mandi, mengguyur tubuhnya dari kepala. Lalu menuang sampo yang digosokkan ke rambut. Lalu menyabuni seluruh badan. Rasa penat berangsur hilang karena mandi.

Nara tampak tidur pulas di balik selimut saat Rama memakai pakaian. Celana panjang dan kaus.

Rama ke ruang depan, mengambil pakaian yang tercecer di atas karpet. Dimasukkan ke dalam keranjang pakaian kotor. Setelah itu, dibukanya pintu depan. Rama sengaja belum menyisir rambutnya yang setengah basah. Ia duduk di teras depan dan merokok. Sungguh ironis, menjaga makanan dan rajin olahraga, tetapi kadang masih merokok.

Rama menyipitkan matanya melihat motor yang memasuki halaman rumah kontrakan. Itu mertuanya. Untung saja rumah yang disewanya paling ujung. Rama masuk dan mengunci pintu dulu. Karena Nara tidur dalam kondisi telanjang+njang.

"Nara, bangun. Ibuk datang!" Rama menepuk pundak istrinya.

"Sayang!"

"Apa, Mas? Ngantuk ...."

"Ibuk datang, sana buruan mandi." Rama menarik tangan istrinya.

"Ibuk di mana?" Nara langsung terduduk, mengucek matanya.

Lalu terdengar ketukan pintu rumah dan suara Yuda yang memanggil. Nara pun buru-buru turun dari pembaringan tanpa menutupi tubuhnya. Mengambil baju di lemari. Rama yang gemas memukul pelan pantat istrinya.

"Mas, awass ya!" Nara berlari cepat masuk ke kamar mandi.

"Iya, bentar!" sahut Rama membuka pintu belakang dulu. Menyemprotkan parfum di ruangan, supaya aroma lebih segar. Padahal sudah ada pengharum ruangan.

Rama membuka pintu depan, tersenyum menyambut kedatangan ibu mertua dan adik ipar.

"Si Nara ditelpon nggak diangkat, di WA nggak dibalas," gerutu Risna.

"Mungkin hapenya di silent, Buk." Yuda yang menimpali.

Rama dan Nara mendengar ponsel yang berdering di tengah-tengah aktifitas panas. Tetapi diabaikan.

"Nara tadi tidur, Buk. Mungkin itu penyebabnya," tukas Rama menyingkir dari ambang pintu. Mempersilakan keduanya masuk.

"Ibuk sama Yuda dari rumah?"

"Enggak, Mas Rama. Kami dari toko bahan roti sekalian mampir," jelas Yuda yang pertama kalinya datang ke rumah kontrakan.

"Ibuk kemarin ada pesanan sambal cumi asin. Sekalian bikin banyak buat kalian," kata Risna.

"Kabar bapak gimana, Buk?" tanya Rama.

"Sehat. Kemarin sempat masuk angin." Risna duduk di sofa.

Rama menarik napas dan menggaruk keningnya. Dua puluh menitan yang lalu dia duduk di sana, memangku Nara yang bergerak naik turun.

"Yuda, tumben ikut?" Basa-basi Nara yang baru selesai mandi. Rambutnya terbungkus handuk putih.

"Libur, Mbak. Jadi ngekor ibuk ke mana-mana," sahut Yuda karena penasaran dia berjalan sampai dapur dan balik ke depan.

"Ngapain, Yud?" tegur Nara.

"Siapa tahu kebelet pipis, Mbak. Cari kamar mandi dulu." Yuda nyengir.

"Huh, dasar ...." Nara menabok punggung Yuda.

"Eh, Mbak. Sakit!" Yuda mendorong pelan tangan Nara yang hendak memukul lagi.

Selain mengantar sambal, risna juga mengantar undangan dari salah satu kerabatnya.

...****************...

"Kamu nggak kerja, Nin?" tanya perempuan paruh baya yang masih menyisakan keanggunan dan kecantikan. Namanya Sania.

Nina yang sedang mengiris-iris kol menjelaskan sudah tidak bekerja karena ketahuan bohong.

"Aku seharusnya tidak menuruti Angel, Ma...." Sesal Nina.

Dulu, hidupnya serba kecukupan. Papanya mempunyai usaha rumah makan dan pejabat daerah. Hancur saat papanya dituduh korupsi. Yang sayang sekali tidak bisa mengelak karena ada bukti transfer. Permainan jahat politik.

Rumah, mobil, dan perhiasan harus dijual karena utang. Sekarang mereka tinggal di rumah sempit satu kamar. Nina tidur di ruang tamu.

"Nina, hidup memang berat. Tolong jangan salah langkah lagi ya?" Sania mengusap kepala Nina. Pandangannya beralih pada gadis kecil lima tahun yang sedang menggambar.

"Maaf, kami jadi bebanmu, Nin."

"Nggak, Nina ikhlas kok...." Nina mengembuskan napas panjang.

Sania merasa sedih, karena sejak lulus SMA Nina bekerja dan bekerja apa saja. Di usianya yang menginjak dua puluh empat tahun, tidak pernah terlihat punya pacar. Sania pernah bekerja di pabrik roti kecil, pernah jadi pembantu. Tetapi tidak bisa bertahan lama karena harus merawat cucu dan suaminya.

Pernah jualan makanan, tetapi butuh tenaga di usia yang tidak muda. Sekarang hanya menggantungkan hidupnya pada Nina.

Nina lanjut mengiris tipis-tipis kol yang akan ditumis campur telur. Menu sederhana dan hemat untuk makan. Dia selesai memasak sepuluh menit kemudian.

"Cahya, makan dulu," teriak Sania.

"Iya, Oma." Cahya menyimpan buku gambarnya. Mengambil piring berisi nasi dan tumis kol.

Nina mengambilkan segelas air putih, diletakkan di meja lipat. Dia duduk di dekat Cahya yang mulai makan lahap. Bersyukur ponakannya gampang makan. Tidak pernah protes. Kalau gajian, Nina akan membeli pizza kesukaan Cahya.

"Tante, Cahya ada undangan ulang tahun." Cahya mengambil kartu undangan bergambar kartun Elsa.

Nina mengambil kartu itu, undangan besok jam empat sore. Di rumah Salsa.

"Setelah makan, kita beli kado," kata Nina.

"Papa masih tidur, Ma?"

"Iya, semalam kan nggak bisa tidur. Tubuh papa katanya pegel-pegel. Mungkin karena malas gerak. Disuruh berjemur pagi pun, nggak mau," ucap Sania.

Baskara merasa gagal menjadi suami dan ayah, sehingga sangat putus asa. Didera penyakit yang menyebabkan tubuhnya lemah separuh. Lelaki itu lebih sering di dalam kamar.

"Nina, ada tamu tuh!" teriak tetangga.

Nina bergegas keluar rumah, melihat mobil sedan hitam yang terparkir di halaman rumah tetangga supaya tidak menggangu lalu lalang di jalan yang sempit.

"Aku bolehin parkir. Sayang, body mobil lecet," kata tetangga tadi yang sering dipanggil Bu Ndut karena badannya yang subur. Tetapi, Nina memanggil dengan nama asli, yaitu Bu Novi.

Nina berjalan keluar pagar, melihat Orie dan sopir yang membantu turun Radit pindah ke kursi roda. Nina hanya berdiri terpaku.

"Kami sempat kebablasan," ucap Radit yang sudah duduk di kursi roda.

"Siapa, Nin?" tanya Bu Novi.

"Mantan bos, Bu...." Nina berdehem pelan. Tidak ada angin, tidak ada hujan Radit datang tanpa memberitahu. Oiya, lupa, dia bos.

"Kami dibiarkan di luar?"

"Oh, tidak, Pak. Mari silakan masuk." Nina berjalan lebih dulu.

Sania dan Cahya berdiri di teras kecil, yang di sebelah kanan ada tiga karung barang rongsokan.

"Ini mama saya, Pak. Sania namanya. Ini ponakan. Cahya," kata Nina.

"Ma, beliau Pak Radit."

"Selamat siang, Pak." Sania menyalami Radit. Cahya pun ikutan, tapi agak malu-malu.

"Silakan masuk."

Nina merasa tidak percaya diri, karena kondisi rumahnya. Ruang tamu terlihat penuh, dua kursi, meja, karpet usang, kasur busa yang disandarkan di dinding.

1
Komsiyah Komsiyah
Rama kok berubah ubah namanya jadi Panji
Shiro Oni Weapon Master
baru mampir
Teh Yen
aku udh otw Thor 😁 seru critanya
Teh Yen
trim kasih othor 🙏🤗 sukses.trus ke depannya yah
Teh Yen
yaah udh tamat aj itu anknya Radit blom brojol.thor.cwok.apa.cewek.tuh hehe 😁
Teh Yen
Alhamdulillah Nina udh Hamil.yah
Teh Yen
c Gita mah engg ada kapoknya masa iya satpam apartemen jg d embat yah astagfirullah
Teh Yen
itu pasti.c Gita wah mukanya.hancur.dong eng cantik lagi kena pecahan kaca mobil yah iih ngeri
Teh Yen
sabar yah Nina baru jg nikah berpa.minggu hehe usah aj terus Nina
Teh Yen
lah.mobilnya d curi orang git ,, padahal itu harta terakhir kamu yg paling mewah yah sayang sekali 🥺
Teh Yen
Nina biasa kerja keras skrng jd istri seorang.ceo malah bingung kagak ngapa"in yah Nina 🤭
Teh Yen
haha engg pa pa mas Rama biar membulat bersama kan adil 🤭🤭
Uthie
Baca sedikit cerita nya aja pasti gak kalah bagus dehhh sama yg sekarang sy baca 👍👍👍😘😘😘😘🤩
Uthie: 😘😘😘😘😘😘
total 2 replies
Uthie
Terimakasih atas karyanya yg senang banget bacanya 👍👍👍🤩🤩🤩

Aslii lohhhh.. ini sedari awal mampir langsung maraton dan gak pindah ke lain hati dulu, sampai pada akhir cerita ini 👍👍👍🤩🤩🤩🤩🤩🤗🤗
Tri Wahyuni: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Uthie
Yaaa....udahan 🤩🤩🤩🤩
Uthie
senang nya 👍👍👍
Uthie
nyebelin cowok banci macam si Andre yg adem ayem sama selingkuhan nya dan gak inget sama anak yg dulu dia buat pada mendiang istrinya 😡😡
Uthie
sukkkkaaa BANGETTT 👍👍👍
Uthie
😂😂😂😂😂😂😂
Uthie
dasar mulut lemes 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!