NovelToon NovelToon
Meminjam Ibu Sehari

Meminjam Ibu Sehari

Status: sedang berlangsung
Genre:Janda / Duda / Cintapertama
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: ririn rira

Di sebuah kota yang sibuk, seorang wanita menghabiskan waktu dengan deretan mawar dan lili di toko bunga kecil miliknya. Baginya bunga adalah bahasa untuk orang-orang yang tidak bisa bicara. Di pagi yang cerah lonceng pintu berbunyi. Seorang anak laki-laki berpakaian seragam lengkap berdiri disana. Bukan membeli bunga tapi membawa permohonan yang menggetarkan hati.

"Bolehkah aku meminjam waktu tante sebentar menjadi ibuku sehari saja."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririn rira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia sudah bercerai

Sinar matahari mulai mengintip dari balik tirai, membawa hangat yang perlahan mengusir sisa dingin semalam. Aroma kopi yang baru diseduh menyatu dengan udara segar, menciptakan harmoni yang tenang di meja jati.

Pagi adalah kesempatan untuk menarik napas dalam-dalam sebelum dunia menjadi bising. Di sela kicauan burung, ada harapan yang tumbuh pelan, bahwa hari ini akan membawa cerita yang lebih baik dari kemarin. Pagi bukan sekadar awal waktu, tapi ruang kecil untuk kita kembali menemukan diri sendiri.

Sebria memandangi kepulan asap tipis di permukaan gelas berisi kopi. Sudah dua tahun ini ia menjadi pencandu kopi. Sebria membeli sendiri mesin pembuat kopi lengkap dengan biji kopi nya. Rasa pahit menyeruak dari dalam gelas berpadu dengan air hangat menjadi sensasi nikmat yang unik bila sudah di atas lidah.

"Selamat pagi tante..."

Sebria tersenyum. "Selamat pagi, kenapa tidak langsung ke sekolah?"

"Mau ngantar ini." Byan menaruh paper bag di atas meja. "Aku ke sekolah dulu ya tante." Suara langkah anak kecil itu menjauh seiring pintu tertutup.

Sebria menatap punggungnya yang menghilang di balik pintu mobil. Lalu ia mengintip isi paper bag itu. Ada kotak makanan yang bisa di pastikan isi nya sarapan.

Sebria memutar otak memikirkan apa yang bisa ia buat untuk mengisi kotak itu. Sebria duduk kembali ke kursi nya sambil membuka ponsel.

...----------------...

Kamu sudah dengar, dia sudah bercerai.

Tenggorokan Jehan seketika kering. Ketika satu pesan masuk dari Arkan. Jari-jari nya meremas ponsel dengan pandangan kosong ke arah dinding kaca. Ingatannya melayang pada tiga tahun lalu. Bagaimana ia melepaskan Sebria dengan lapang dada untuk mendapatkan kebahagiaannya. Waktu itu Jehan hanya bisa menonton dari depan pintu kamar rawat Sebria saat wanita itu jatuh dari tangga dan bagaimana frustasi nya Deric menghadapi itu semua.

Tapi pagi ini, tidak ada hujan dan angin. Tiba-tiba Jehan mendapat pesan Sebria sudah bercerai. Ia tidak senang dengan semua itu. Namun, mendengar kabar ini setitik penasaran tentang penyebabnya menerobos masuk ke dalam hati Jehan. Kenapa?

Jehan masih ingat tawa renyah wanita itu yang tertinggal di sudut ingatan. Dan ia ingin melihat itu lagi setelah melenyapkan nya dari bibir mantan kekasihnya ini. Tapi sekarang Sebria terluka kembali.

"Kamu terkejut?" Arkan langsung masuk tanpa mengetuk. Ia bisa melihat Jehan berdiri membelakangi nya menghadap dinding kaca. "Aku juga terkejut."

Jehan menarik nafas lalu memutar tumit membawa langkahnya untuk duduk di sofa. "Dari mana kamu dapat informasi itu?"

"Dari Kanaga." Arkan membuka kancing jas nya. "Kemarin aku ketemu dia, terus bertanya apa kamu sudah bertemu Sebria?"

"Aku jawab tidak, memang kenapa sama Sebria. Kanaga menjawab dia dan Deric sudah bercerai. Alasannya karena Sebria tidak bisa memiliki anak."

Jehan mengepalkan tangannya. "Hanya itu? Mereka bisa melakukan pemeriksaan dan upaya lainnya. Kalau memang tidak bisa adopsi saja banyak bayi yang kurang beruntung di dunia ini."

"Itu pemikiran kamu beda lagi pemikiran Deric. Jadi, kamu belum bertemu Sebria?"

"Belum."

"Saat pengajuan berkas perceraian. Sebria sudah di jemput Keona. Tiga tahun lalu."Cerita Arkan lagi.

"Tiga tahun ?!" Jehan terkejut "Mereka sudah bercerai selama tiga tahun."

"Iya tiga tahun. Dan Sebria sudah menetap di kota ini dan juga dia tinggal bersama Keona dan orang tua mereka."

"Kemarin aku dan Byan ke makam Ayusa dan keluarga. Ada bunga lili segar disana. Aku sempat berpikir siapa yang datang. Selama ini hanya aku dan Byan yang kesana. Aku sempat curiga itu Kanaga. Tapi tidak mungkin dia sudah tidak pernah kesini. Kerja sama berakhir kami tidak pernah ketemu atau bertanya kabar lagi."

"Itu pasti Sebria. Dari yang aku dengar dari Kanaga. Dia sudah pulih dan bisa jalan kembali. Butuh waktu lama buat dia pulih dari sakit fisik dan hati nya. Karena itu Keona seperti tidak membiarkan infomasi apa pun tentang kakak nya keluar. Kebetulan saja dia memang dekat dengan Kanaga."

"Kamu benar dan bagaimana dengan Deric? Apa dia sudah menikah lagi?"

"Aku tidak tahu hanya itu yang diceritakan Kanaga."

Jehan mengangguk. "Aku dipusingkan sama tingkah Byan akhir-akhir ini."

"Kenapa, apa dia menuntut ibu baru?"

Jehan menatap bunga matahari yang mulai layu di dalam vas atas meja kerjanya. "Waktu Byan ada acara disekolah. Aku tidak bisa hadir ternyata Bi Merry juga demam saat itu. Byan meminta tolong sama pemilik toko bunga depan sekolah untuk jadi ibu nya sehari. Miris memang tapi entah dari mana dia dapat ide. Wanita itu membantu nya dan sekarang mereka semakin akrab. Semalam Byan menelpon wanita itu via vidio sebelum tidur. Aku tidak mendengar percakapan mereka. Aku pikir wanita itu menghubungi nomor ku lagi setelah Byan memakainya untuk menelpon tapi ternyata tidak. Menurut mu apa ini semacam trik begitu."

Arkan terlihat berpikir sambil mencerna isi cerita Jehan. "Kita lihat saja dulu, kalau memang dia tidak menelpon nomor mu itu artinya memang hanya sebatas pada Byan tidak lebih. Mungkin dia suka anak kecil bisa juga, 'kan dia sudah menikah dan punya anak. Apalagi tahu Byan tidak punya ibu jadi jiwa keibuan nya ingin merangkul."

"Tumben otak mu waras hari ini."

"Kamu pikir aku tidak waras." Arkan menatap sinis.

Jehan terbahak. "Selagi dia tidak menyakiti Byan tidak masalah. Setiap hari Byan membawa sarapan buat wanita itu dan sebagai balasannya. Byan membawa setangkai bunga matahari."

"Jadi bunga ini dari toko itu." Arkan menyentuh kelopak bunga matahari yang mulai layu.

"Iya, Byan memberikannya pada ku. Lucu, 'kan? Orang dewasa berteman dengan anak kecil." Tanpa disadari Jehan ada sudut hati yang menghangat.

...----------------...

Sebria menatap puas bolu gulung yang baru saja selesai di buatnya. Ia melirik jam di tangannya sekilas sudah mendekati jam pulang sekolah Byan. Karena toko agak sepi ia memilih pulang ke rumah untuk membuat bolu gulung.

"Buat kita mana, Bria?" Ibu Sandrina merasa tidak terima jika bolu gulung itu di bungkus semua. Ia sudah pernah merasakan bolu gulung buatan putri nya memang sangat enak.

"Ada Ma aku bikin tiga."

"Akrab sekali kamu sama anak itu?" Ibu Sandrina duduk di depan meja memperhatikan Sebria memotongnya.

"Dia sudah tidak punya ibu, Ma... Setiap hari dia mampir ke toko hanya untuk menceritakan aktivitas kesehariannya." Ujar Sebria sudah selesai. "Aku ke toko dulu ya sudah mau jam pulang sekolah."

"Iya hati-hati. Bolu nya mama makan ya satu nya buat papa sama Keona nanti."

"Iya." Sebria menyahut sambil melangkah ke arah pintu.

Sebria berkendara dengan aman dan hati-hati. Bertepatan dengan Byan sudah keluar dari gerbang sekolah. Ia bergegas turun dari mobilnya. Lalu menghampiri Byan.

"Ayo ke toko."

Byan tersenyum lebar menyambut uluran tangan Sebria. "Ini mobil tante?"

"Iya, baru lihat ya... Mobilnya tante parkir di samping toko. Kita putar balik ya."

"Mobil tante wangi. Sekalian saja antar aku pulang." Byan mengedip-ngedipkan mata nya.

"Apa tidak masalah, bagaimana kalau Bi Merry sudah di jalan."

"Sini pinjam ponsel tante biar aku telpon Bi Merry." Byan membuka ruang kecil di dalam tas nya ada kertas terlipat disana. "Ini nomor Bi Merry siapa tahu aku lupa jadi di selipkan ke sini biar aku bisa menghubungi Bi Merry."

Byan menekan angka-angka di layar. Sesaat setelah telpon tersambung. Ia mengabari kalau sudah di jalan di antar oleh Sebria.

1
Lisa
Senangnya akhirnya Bria menerima lamaran dr Jehan..
Ayuwidia
Berada di posisi Bria itu nggak mudah. Ada Luka tak kasat mata yang sulit untuk sembuh, apalagi ketika melihat foto dan vidio Ayusa. Ah Sebria, terbuat dari apa hatimu?
Ririn Rira: Iya kak kalau kata Keona ada cermin masa lalu di antara Jehan sama Sebria
total 1 replies
Lisa
Bria sayang banget sama Byan..moga kalian menjadi 1 keluarga yg utuh y..amin..
Ririn Rira: semoga ya kak
total 1 replies
Ayuwidia
Selalu berharap, Jehan & Sebria bisa bersatu
Lisa
Percayalah pdJehan Bria..dia sungguh2 mencintaimu dan menerimamu apa adanya
Ayuwidia
Itu artinya... kamu melamar Bria, Je?
Ayuwidia: tho the point dia, nggak mau kehilangan lagi 😄
total 2 replies
Ayuwidia
Bener banget, Jehan
Ayuwidia
Keliatan banget si Delia cembokur
Lisa
Wah Jehan secara tidak langsung melamar Sebria nih 😊
Ririn Rira: Gercep si Jehan 🤭
total 1 replies
Lisa
Syukurlah akhirnya sudah ditemukan penyebab kekacauan..moga Bria mau membuka hati lg utk Byan
Lisa
Kasihan Byan..ayo Bria jgn terpengaruh dgn ucapan sekretaris itu..dia ada hati sama Jehan makanya berkata spt itu..
Lisa
Sok banget si Delia itu..ngapain dia ikut campur urusannya Bria & Jehan..pasti dia naksir Jehan..
Ririn Rira
Deric mulai muncu ya kak 🤭
Ayuwidia
Betoel kata Kanaga. Dan asal kamu tau, Ric... berlian yang sudah dibuang tidak bisa dipungut lagi
Lisa: Bener banget Kak Ayu
total 1 replies
Ayuwidia
Pemandangan yang hangat dan indah. Semoga hati Sebria terbuka lebar lagi untuk Jehan. Menerimanya sebagai pasangan hidup, dan menjadikan Byan seperti anaknya sendiri 🥰
Lisa
Papa & anak kompak nih 😊
Ayuwidia
Selalu nyesek tiap keinget kisah 'Luka Sebria'. Ada Ayusa di antara Jehan & Sebria. Masih berharap, Jehan & Sebria bisa bersatu
Lisa: Benar Kak Ayu..aku jg berharap seperti itu.
total 1 replies
Ayuwidia
Keona... dia sosok adik yang teramat sayang pada kakaknya. Dia tidak ingin dan tidak rela kakaknya kembali terluka. Makanya, dia super tegas. Tugas Jehan menaklukan hati Keona
Lisa
Wah Keona benar² protektif nih
Ayuwidia
Bagus banget. Kisahnya bikin baper. Semangat berkarya Kak Author ✍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!