NovelToon NovelToon
A Killer Reborn

A Killer Reborn

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Elizabeth Valerie, seorang pembunuh bayaran yang terkenal kejam dan dingin, mati diracun oleh orang-orang kepercayaannya. Namun, kematian bukanlah akhir baginya. Alih-alih pergi ke alam baka, jiwanya justru terjebak di tubuh seorang gadis miskin yang mati dengan mengenaskan.

Bersama ingatan dan rasa sakit milik Elijah, Elizabeth bertekad bahwa ia harus membalaskan dendam gadis itu jika ingin pergi dengan damai. Elizabeth pun menjalani kehidupan keduanya yang sulit dan miskin demi membalaskan dendam sang gadis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKR 09 — Mencari Bukti

Elizabeth kembali bekerja hari itu dengan tujuan mencari tahu sesuatu mengenai para pelaku. Seperti biasa, ia membawakan sarapan ke kamar Jean pagi itu.

Jean yang baru saja selesai mandi, terkejut dengan kehadiran Elizabeth yang duduk di tepi tempat tidurnya sambil memakan sebuah apel hijau. Ia berdiri kaku di depan kamar mandi, ragu melangkah ataupun mendekat.

“Oh, kau sudah selesai.” Elizabeth meletakkan sisa apelnya di meja dan berdiri, lalu tersenyum penuh arti. “Selamat pagi, Tuan. Sarapan Anda sudah siap.”

Jean membuang muka, meletakkan handuk basahnya di lantai lalu berkata pelan, “Ya, kau boleh pergi.”

Elizabeth mengernyit, tetapi melihat Jean yang tampak takut saat melihatnya, ia merasa senang. Elizabeth tidak langsung pergi, ia justru menjelajahi rak buku di kamar Jean.

“Apa yang kau cari? Kubilang, pergilah dari kamarku,” kata Jean cukup keras. Matanya berkilat tak suka.

Elizabeth mendorong kembali buku yang sudah ia tarik sebelumnya. Ia berbalik, lalu melangkah pelan. “Sebenarnya … aku sedang mencari sesuatu yang sangat penting. Apakah kau keberatan, Tuan? Ataukah … kau takut aku menemukan sesuatu rahasia yang besar?” tanyanya setengah berbisik.

Jean menegang seketika saat mendengar Elizabeth menyinggung kata ‘rahasia’ padanya.

“Rahasia? Rahasia apa yang kau maksud? Aku tidak mengerti apa yang kau katakan. Cepat pergi dari kamarku! Kau masih memiliki pekerjaan lain, bukan?” katanya kasar dan gugup. Sikapnya yang defensif itu membuat Elizabeth merasa ada sesuatu yang ia sembunyikan.

Tetapi, bukannya pergi seperti yang dikatakan Jean, Elizabeth justru berjalan mendekati Jean yang sedang memakan sarapannya, ia merebut garpu dan langsung mengarahkannya ke leher Jean.

“A-apa yang kau lakukan?”

“Kau tahu? Aku tidak segan-segan untuk membunuh orang jika keinginanku tidak terpenuhi,” bisik Elizabeth dingin.

Jean merasakan ujung garpu itu menyentuh kulitnya. “A-apa yang sebenarnya kau inginkan, sialan?!” makinya sambil berusaha melepaskan diri.

Tetapi, yang Jean tidak tahu, perempuan itu tak akan pernah melepaskannya dengan begitu mudah.

“Bagimu, tubuh ini mungkin hanyalah seorang pelayan rendahan yang tak berkuasa. Tetapi, pelayan rendahan ini tak akan pernah ragu untuk membunuh orang, apalagi yang sudah melecehkan dan menyiksanya hingga putus asa,” kata Elizabeth semakin menekan garpu itu ke leher Jean.

Jean memekik ampun. “To-tolong, jangan bunuh aku. A-aku … akan memberikan apapun yang kau inginkan,” katanya dengan suara terputus-putus.

Elizabeth tersenyum puas, lalu melepaskannya.

Jean terbatuk-batuk, merasa lega. Ia menatap Elijah dengan tatapan kebencian juga ketakutan, apalagi saat melihat senyuman perempuan itu. “Sialan,” gumamnya seraya mengusap pelan lehernya.

“Jadi, Tuan Jean … “ kata Elizabeth, meletakkan kembali garpu ke piring Jean. “Apakah sekarang kau bersedia, tidak, maksudku … apakah kau tidak keberatan jika aku meminjam ponsel, laptop dan kamera milikmu?” tanyanya.

Pandangan Elizabeth tertuju kepada lemari pakaian Jean yang ia yakin, tempat di mana mereka menyimpan rahasia tentang dirinya.

Jean mengikuti arah pandangnya, “M-mau apa kau dengan ponselku? Ini … ambillah. Kau mau uang? Aku bisa memberikannya padamu, ambil saja dompetku juga. Ini … ambil saja semuanya,” katanya menyerahkan ponsel mahal beserta dompetnya langsung ke tangan Elijah.

Tetapi, bukan ponsel itu yang Elizabeth inginkan. Ia menatap tangannya sendiri, lalu menatap Jean dengan tatapan dingin. “Jika aku mengambilnya, aku akan dimarahi kepala pelayan. Kau tahu itu, kan? Aku hanya ingin meminjam, bukan mengambil barang-barangmu. Kenapa kau begitu takut?” tanya Elizabeth pelan.

Jean tampak berkeringat saat Elijah melemparkan ponsel dan dompet miliknya ke atas tempat tidur dan mendekati lemarinya. Perempuan itu sempat tersenyum ke arahnya sebelum akhirnya berhasil mengambil ponsel cadangan, laptop serta kamera miliknya.

“Bolehkah aku meminjam barang-barang ini, Tuan?” tanya Elizabeth dengan nada memaksa dan tatapannya yang tajam membuat Jean tak bisa berkutik.

Ia hanya bisa memijat pelipisnya yang terasa pening saat Elijah membawa keluar semua barang-barangnya itu.

“Sial, sial, sial! Habislah aku jika mereka tahu,” katanya panik sambil berpikir keras. “Aku harus bagaimana sekarang? Mereka pasti tidak akan mengampuni aku. Bahkan ayah dan ibu pun tidak akan bisa menolongku.”

***

Jean berjalan memasuki bar itu dengan langkah yang gemetar. Ia berbelok ke kanan dan memasuki ruangan VIP yang biasanya mereka gunakan untuk mengadakan pesta minum-minum dan bersenang-senang.

Begitu melihat Jean masuk, yang lainnya langsung bersorak.

“Wah, kau datang juga. Kukira kau tak akan datang,” kata Ernest menyambut kedatangan Jean. Ia menarik pria itu untuk duduk bersama mereka di sofa panjang.

“Bagaimana keadaanmu? Kelihatannya kau sudah membaik. Atau kau tak bisa melewatkan waktu untuk bersenang-senang?” tanya Isaac setengah mengejek.

Jean tak menyahut, ia memilih meraih gelas di meja dan meminta seorang perempuan cantik untuk menuangkan wine ke dalam gelasnya. Ia menegak wine-nya hingga habis.

Benjamin menyadari perbedaan di wajah Jean saat itu. “Kau terlihat memikirkan sesuatu. Apakah terjadi suatu hal padamu?” tanya Benjamin di sebelahnya.

Jean menoleh kemudian menggeleng pelan. “Tidak. Tidak ada apa-apa, aku hanya sedang memikirkan hal lain saja.”

“Kau yakin?” tanya Benjamin lagi.

Jean terkekeh pelan. “Ayolah, Ben. Apakah wajahku terlihat tertekan seperti yang kau pikirkan? Aku baik-baik saja, Bro.”

Benjamin mengedikkan bahu, “Oke, aku hanya bertanya. Nikmati waktumu, Jean.” Ia memberi isyarat kepada seorang perempuan cantik untuk menemani Jean sekaligus mengawasi gerak-geriknya.

Semenjak kejadian hari itu, Benjamin merasa ada sesuatu yang salah. Pandangannya kemudian tertuju pada Chad, pria itu juga lebih banyak diam sejak dari rumah Jean.

“Aku yakin, pasti ada suatu hal yang terjadi. Ada yang terasa janggal di sini,” gumamnya dengan tatapan menyelidik.

1
awesome moment
mesti mengumpulkan ingatan utk merangkai cerita meski cm sekedar baca
Night Watcher
mood ku mulai hilang tor, karna terlalu lama teka teki sulivan.
kalo bab berikutnya masih gak terungkap, kyknya mending gak lanjut deh..😇
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
mulai curiga.
awesome moment
smg eliz ttp tersamar dlm tubuh elijah
awesome moment
d yg jd stalker eliz
awesome moment
eliz sdg bermain. spt mrk mempermainkan elijah dlu. melecehkan elijah. merekam dan menjual. bahkan dajjalpun spt.nya hrs berguru ke mrk soal kekejian
awesome moment
good. kehadiran eliz jd bukti kesakitan yg slama n elijah derita
awesome moment
bikin perkara n manusia buzuk 1
awesome moment
smg eli tdk dihalangi
awesome moment
😄😄😄mrk butuh disiksa, eli
Night Watcher
sayangnya elij gak bisa menyamarkan sikapnya agar gak menimbulkan kecurigaan, utk memuluskan langkah selanjutnya.
awesome moment
👍👍👍cerdik
awesome moment
duh...kasihan bgts ternyata elijah..
awesome moment
duh...smg elijah bukan sasaran pelecehan berkali2
Night Watcher
sudah saatnya ikutan sukreb..👌
Night Watcher
hingga bab ini, alurnya bagus & penyajiannya simpel dan asyik diikuti.👌💪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Ada, Elijah buktinya 🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Fisik nya sama tapi roh nya beda 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sekarang sudah berubah 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
dan sekarang akan balas dendam 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!