NovelToon NovelToon
MENAGIH JANJI MASA KECIL

MENAGIH JANJI MASA KECIL

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Sejak kecil, Ariya Raditya sudah mengikat Arumi Devita Ningrum dengan sebuah janji.

“Kamu harus jadi pengantinku.”

Janji yang terdengar polos saat kanak-kanak itu berubah menjadi luka saat dewasa. Hasutan, salah paham, dan pengkhianatan membuat mereka saling membenci, hingga Ariya memilih menikahi perempuan lain.

Namun takdir tidak pernah lupa pada janji lama. Sebuah kecelakaan membuat Ariya lumpuh. Calon pengantinnya kabur di hari pernikahan.

Dan Arumi… dipaksa menggantikan posisi yang seharusnya bukan miliknya. Menikahi pria yang dulu ia cintai. Menjadi istri dari lelaki yang kini membencinya.

Terikat oleh janji masa kecil yang kembali ditagih dengan kejam. Apakah ini akhir dari luka… atau awal dari cinta yang lebih menyakitkan?

Penasaran? Yuk ikuti cerita Ramanda dan jangan lupa berikan dukungannya ya terimakasih 🙏🏻.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PUING-PUING INGATAN YANG KEMBALI.

Pagi itu di ruang perawatan, Erwin akhirnya luluh. Atas desakan Arumi dan ketegasan Ariya, pria paruh baya itu bersedia menjalani detoksifikasi total. Namun, ketenangan di dalam kamar itu terusik oleh getaran konstan dari ponsel Erwin yang tergeletak di nakas. Layar itu menyala, menampilkan nama kontak 'Istriku' yang kini terasa seperti sebutan untuk malaikat maut bagi Erwin.

Sebelum mertuanya sempat meraih benda itu, Ariya lebih dulu menyambarnya. Ia menatap Erwin sejenak, memberikan isyarat agar ia yang menangani. Ariya menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel itu ke telinganya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

"Mas! Ke mana saja kamu? Kenapa tidak pulang?" suara Rina meledak di seberang sana, melengking penuh amarah. "Dengar ya, kalau kamu tidak pulang sekarang, aku pastikan hidup Arumi akan hancur sehancur-hancurnya! Jangan coba-coba melawanku, Mas!"

Ariya mengetatkan rahangnya, urat di lehernya menegang menahan luapan amarah yang hampir meledak. Ia tidak lagi peduli pada tata krama atau kesopanan terhadap wanita yang berstatus ibu tiri istrinya itu.

"Dengar baik-baik, Rina," desis Ariya dengan suara rendah yang sangat mengancam. "Jika kamu atau putri pembohongmu itu berani menyentuh seujung kuku Arumi lagi, aku pastikan hidup kalian yang akan hancur berkeping-keping. Aku punya semua bukti kejahatan kalian, dan jika kalian berani berkeliaran di dekat ayah mertuaku atau istriku, detik ini juga aku kirim kalian ke penjara!"

Keheningan sesaat terjadi di seberang telepon. Rina tampaknya terkejut mendengar suara Ariya yang begitu dingin dan mematikan. Tanpa menunggu balasan, Rina langsung memutus panggilan tersebut. Ariya mengembalikan ponsel itu kepada Erwin yang menatapnya dengan rasa ingin tahu yang besar.

"Apa yang dia katakan, Arya?" tanya Erwin dengan nada parau.

"Dia mengancam akan menghancurkan Arumi jika Papa tidak pulang," jawab Ariya jujur.

Wajah Erwin memerah, napasnya mulai memburu karena amarah yang memuncak. "Cukup! Aku sudah tidak tahan lagi. Arya, tolong carikan aku pengacara yang paling handal. Aku ingin menceraikan Rina segera. Aku lebih baik kehilangan seluruh hartaku daripada harus kehilangan putriku lagi."

Ariya mengerutkan dahi, merasa ada sesuatu yang janggal. "Maksud Papa? Kenapa Papa harus kehilangan harta jika bercerai?"

Erwin menghela napas panjang, tampak sangat menyesal. "Rina sangat licik. Saat aku sedang dalam kondisi tidak berdaya, mungkin karena racun dosis tinggi itu, dia memaksaku menandatangani perjanjian pranikah tambahan. Isinya menyatakan jika kami bercerai, sebagian besar aset dan hartaku akan jatuh ke tangannya. Aku menandatanganinya tanpa sadar saat itu."

Ariya geram mendengarnya. Kejahatan wanita itu ternyata sudah terencana sangat rapi. Ia segera mengambil ponselnya sendiri dan menghubungi seseorang yang sangat ia percayai. Desta Erlangga, seorang pengacara papan atas yang juga teman masa sekolah mereka.

Tiga puluh menit kemudian, pintu kamar terbuka. Sosok pria dengan setelan jas rapi dan tas koper kulit masuk dengan langkah mantap. Desta Erlangga, sang pengacara ternama, seketika terdiam di ambang pintu saat melihat pemandangan di depannya.

"Loh, Ar? Bukankah Lo dan Arumi lagi perang dingin ya? Kok kalian bisa seromantis ini sekarang?" tanya Desta dengan wajah penuh keheranan.

Bisma yang kebetulan sedang memeriksa cairan infus Erwin langsung menyambar. "Lah, Lo ketinggalan jaman ya? Mereka ini sudah menikah, Desta!"

Desta membelalakkan mata, tampak kesal sekaligus terkejut. "Menikah? Kenapa gue nggak diundang? Gue pikir kalian masih saling lempar tatapan tajam kalau ketemu di rumah sakit."

Ariya tersenyum tipis, meski ada nada duka di sana. "Maaf, Desta. Semuanya terjadi sangat mendadak. Dan kondisinya sekarang sedang sulit. Arumi mengalami hilang ingatan akibat kecelakaan di Sumatera kemarin."

Desta beralih menatap Arumi. Biasanya, Arumi akan langsung menyapanya dengan ejekan akrab, tapi kini wanita itu hanya menatapnya dengan pandangan kosong yang asing.

"Maafkan aku, Desta. Aku benar-benar tidak mengingatmu," ujar Arumi lembut.

Desta mengangguk paham, meski hatinya terasa sedikit aneh melihat sahabatnya sendiri melupakannya. Setelah suasana mencair, Ariya mulai menceritakan inti permasalahan mertuanya. Ia memberikan beberapa data awal dan menceritakan tentang racun arsenik yang ditemukan Bisma.

"Jangan khawatir, Arya. Pak Erwin," ujar Desta dengan nada profesional yang meyakinkan. "Perjanjian yang ditandatangani di bawah pengaruh zat kimia atau paksaan bisa dibatalkan secara hukum. Saya jamin, wanita itu tidak akan mendapatkan satu rupiah pun dari harta Pak Erwin."

Ariya merasa sedikit lega. Desta sempat mengusulkan untuk mengadakan reuni teman-teman SMA agar Arumi bisa mendapatkan stimulus ingatan, namun Ariya menolaknya karena mengikuti saran Rico agar tidak memaksa memori Arumi bekerja terlalu keras. Setelah Desta berpamitan, Ariya menitipkan Erwin kepada Bisma untuk menjalani perawatan intensif.

Ariya membimbing Arumi keluar menuju lobby rumah sakit. Namun, baru saja mereka keluar dari pintu otomatis, sosok Lusi sudah berdiri di sana. Ia tampak berantakan, air mata menghiasi wajahnya yang terlihat memelas.

"Mas Arya! Mas, tolong dengarkan aku!" Lusi langsung menghambur ke depan mereka. "Aku kabur dulu bukan keinginanku sendiri. Aku dipaksa! Arumi, tolonglah... kembalikan Mas Arya padaku!"

Lusi menatap Arumi dengan pandangan memohon, ia memegang tangan Arumi dengan paksa. "Kak Arumi, tolonglah. Kamu tahu kan aku sangat mencintai Mas Arya? Kembalikan dia padaku, Kak!"

Mendengar kata 'Kak' dan melihat wajah Lusi yang memelas, sebuah kilatan memori mendadak menyambar kepala Arumi. Di dalam kepalanya, muncul bayangan saat ia baru pulang dari kampus. Ia melihat Ariya sedang memeluk Lusi di ruang tamu rumah mereka, mereka tampak sangat mesra dan Ariya menatapnya dengan penuh hinaan saat itu.

Rasa muak dan jijik seketika membuncah di dada Arumi. Ia teringat betapa dulu ia sangat tersakiti melihat kemesraan palsu itu. Secara spontan, Arumi melepaskan pegangan tangan Ariya yang sedang merangkul bahunya.

"Lepaskan aku, Ariya!" seru Arumi dengan nada yang sangat dingin.

Ariya tersentak. Arumi tidak memanggilnya 'Mas' lagi. Ini adalah nada bicara Arumi yang dulu, nada bicara saat mereka sedang berada di puncak perselisihan. Ariya menyadari bahwa ingatan Arumi tentang pengkhianatannya dan kemesraannya dengan Lusi baru saja kembali.

Ariya memberikan tatapan mematikan pada Lusi. "Pergi dari sini sekarang juga! Aku jijik melihat sandiwara murahanmu. Jangan pernah muncul di hadapan kami lagi!"

Ariya segera memanggil petugas keamanan. "Security! Bawa wanita ini pergi jauh dari sini. Jika dia kembali, serahkan ke polisi!"

Setelah Lusi diseret pergi, Arumi berjalan cepat meninggalkan lobby tanpa menoleh. Ariya segera mengejarnya. Ia berhasil menangkap tangan Arumi di area parkir yang agak lumayan ramai dan langsung memeluknya dari belakang dengan sangat erat.

"Arumi, tolong maafkan aku. Aku tahu ingatan itu menyakitkan. Aku tahu aku sangat jahat terhadapmu dulu," bisik Ariya dengan nada penuh penyesalan.

Arumi meronta, tubuhnya menegang karena amarah yang mulai kembali. "Lepaskan, Ariya! Aku ingat betapa kamu memujanya dan menghinaku di depan semua orang! Lepaskan!"

"Tidak! Aku tidak akan melepaskanmu kecuali kamu berjanji tidak akan meninggalkanku," tegas Ariya, ia mengeratkan pelukannya hingga Arumi sulit untuk bergerak. "Aku mencintaimu, Arumi. Yang kamu lihat dulu adalah kebodohanku yang tertutup fitnah. Tolong, beri aku kesempatan."

Arumi mendengus kesal, napasnya memburu. Ia masih ingin marah, namun kehangatan tubuh Ariya dan ketulusan suaranya membuatnya lemas. Di satu sisi ia membenci masa lalu itu, namun di sisi lain ia merasa bahwa Ariya yang sekarang benar-benar berbeda.

"Baiklah! Aku berjanji tidak akan pergi sekarang. Lepaskan aku, ini memalukan!" gerutu Arumi.

Ariya tersenyum lega, meski ia tahu perjuangannya baru saja dimulai. Ia melepaskan pelukannya perlahan, namun tetap menggandeng tangan Arumi dengan kuat seolah tidak ingin kehilangan wanita itu lagi.

🍃🍃🍃

Malam semuanya Author mau rekomendasi novel baru nih yang kebetulan Novel Anak Author yang pondoknya sedang libur jadi ia ingin mencoba dunia Uminya. jadi yang menyukai Novel religi cus kepoin yuk. Jangan lupa berikan dukungannya ya biar dia semangat. Dan Novelnya insyaallah banyak membawa manfaat. 👇🏻 terimakasih 🙏🏻.

1
tiara
semoga Ariya dapat melindungi Arumi dari kejaran orang suruhan Lusi.
NP
sudut ya
Uba Muhammad Al-varo
Ariya........ sekarang Arumi udah memberikan kesempatan pergunakan dengan baik
Neng Salwa
bagus cerita nya juga seru
Uba Muhammad Al-varo
sekarang Ariya tugasmu berjuang untuk mendapatkan cintanya Arumi lebih berat kalau memang cintamu tulus jangan sampai kamu menyerah Ariya
tiara
semoga Lusi dan mamanya cepat dipenjara biar hidup Arumi dan ayahnya tenang
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya Erwin tahu kejahatan yang dilakukan oleh Rina dan Lusi, sekarang cepat ambil tindakan ceraikan Rina dan jebloskan ke penjara
Uba Muhammad Al-varo
mungkin ini jalan untuk kamu membuktikan cinta tulusmu dengan melindungi Arumi dari kekejaman ibu tirinya dan menyelidiki kejahatan yang dilakukan oleh Rina ibu tiri Arumi
Pujiastuti
makin seru aja ceritanya, lanjut kak semangat upnya 💪💪
Uba Muhammad Al-varo
itulah tugas terberatmu Arya membentengi diri dan menjaga Arumi dari kejahatannya lusi dan ibunya serta menyakinkan Arumi dengan kesungguhan cinta mu
tiara
semoga mereka dapat melalui semua ujian dimasa yang akan datang dengan tetap bersama selalu
tiara
semoga Arumi lekas pulih kembali ingatannya
tiara
akhirnya mereka dipertemukan kembali
tiara
semoga Arumi lekas ditemukan Ariya dan kakek juga tidak kesepian lagi
Uba Muhammad Al-varo
Ariya....... kalau kamu benar' tulus mencintai Arumi, tunjukkan kesungguhan dan kasih sayang ke Arumi
Nanik Arifin
Karmamu terbalas Ariya... dlu kau benci Arumi, sekarang Arumi tak mengingatmu sama sekali. sesuatu yg ingin dilupakan pasti terhapus saat hilang ingatan
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya pertemuan antara Ariya dan Arumi terjadi semoga ini awal Arumi bahagia dan Ariya mencintainya dengan tulus
Uba Muhammad Al-varo
semoga Ariya bisa menemukan Arumi, kasihan Arumi hidupnya selalu sedih dan Ariya juga mengajak kakek nenek untuk hidup bersama
Nanik Arifin
di Sumatra tapi nenek memakai kosa kata bahasa Jawa ( cah ayu, nduk ) asalmu dr Jawa atau keturunan Jawa ?
semoga ingatanmu kembali tak lama setelah Ariya mampu berjalan & terbang ke Sumatra
Uba Muhammad Al-varo
si Rina otaknya oleng, kalau ngomong asbun Percis kaya si Lusi anaknya, memang enak kena mental dari Ferdiansyah /Joyful//Joyful//Joyful//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!