NovelToon NovelToon
Mereka Mengira Aku Buta

Mereka Mengira Aku Buta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Balas Dendam
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Serena Khanza

Elena adalah seorang tunangan dari pria bernama Marcus Leonhardt, dia adalah asisten di perusahaan pria itu. Suatu ketika Marcus membawa seorang perempuan bernama Selena Vaughn yang seorang konsultan komunikasi. Di suatu malam mobil yang di kendarai Elena ada yang mengikuti dan terjadilah BRUUKKK , kecelakaan…dimana Elena akhirnya sadar dan dia membuat keputusan berpura - pura buta. Apakah semua akan terungkap? Siapakah yang mengikuti Elena? Dan bagaimanakah kisah Elena selanjutnya?

On going || Tayang setiap senin, rabu & jumat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Khanza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 09 Tekanan yang Tidak Terucap

Malam itu tidak membawa hujan, hanya udara berat yang menempel di dinding rumah. Elena duduk di tepi ranjang, mendengarkan jam berdetak. Detaknya tidak berubah, namun jarak antar detik terasa memanjang. Marcus belum tidur. Ia tahu dari cara napas itu terdengar—tertahan, tidak pernah benar-benar jatuh.

“Elena,” panggil Marcus akhirnya.

Ia menoleh perlahan. “Ya?”

Marcus berdiri di ambang pintu, ragu seperti orang yang lupa bagaimana memulai percakapan. “Kau… masih merasa pusing?”

“Kadang,” jawab Elena jujur. “Tapi aku bisa mengatasinya.”

Marcus mengangguk. Ia mendekat, duduk di sisi ranjang, jaraknya terlalu dekat. Elena tidak bergerak. Ia membiarkan kehadiran itu menekan, seperti yang diinginkan Marcus—seolah ia masih bisa mengendalikan ruang.

“Kau percaya padaku, kan?” tanya Marcus pelan.

Pertanyaan itu datang terlambat. Bertahun-tahun terlambat.

“Tentu,” jawab Elena tanpa ragu di suara. Keheningan setelahnya adalah miliknya.

Marcus menghela napas, seolah beban besar baru saja dilepaskan. “Aku hanya ingin melindungimu.”

Elena menunduk. “Aku tahu.”

Ia tahu kalimat itu bohong. Dan Marcus tahu ia diterima.

*****

Beberapa menit kemudian, Marcus pergi ke kamar kerja. Elena tetap duduk, menghitung langkah hingga pintu terkunci. Ia menunggu sedikit lebih lama—waktu yang cukup agar kebiasaan kembali—lalu berdiri.

Di meja rias, ponselnya menyala dengan pesan baru.

Mereka mengubah cerita. Menyebut namamu.

Elena membaca dua kali. Tidak ada emosi yang melonjak. Hanya penyesuaian rencana.

Ia membalas. Biarkan. Aku siap.

*****

Keesokan paginya, Selene datang membawa senyum yang dipaksakan. “Kau kelihatan lebih segar.”

“Tidurku nyenyak,” kata Elena. “Kau?”

Selene tertawa kecil. “Kurang.”

Elena menangkap getaran di suaranya. Ketegangan selalu bocor lewat hal-hal kecil. Cara jari mengetuk meja. Cara mata menghindari tatapan. Cara kata-kata dipilih terlalu hati-hati.

“Marcus banyak bekerja,” lanjut Selene. “Tekanan besar.”

Elena mengangguk. “Tekanan selalu menguji.”

Selene menatapnya sejenak. “Dan orang-orang yang tidak kuat… biasanya membuat kesalahan.”

Elena tersenyum samar. “Benar.”

*****

Malam turun lagi. Marcus kembali lebih larut, bau kopi dan lelah melekat. Ia berhenti di ruang tamu, menatap Elena yang duduk dengan buku tertutup di pangkuan.

“Kau membaca?” tanyanya.

“Aku mendengarkan,” jawab Elena. “Buku audio.”

Marcus tertawa singkat. Tidak tulus. “Tentu.”

Ia duduk, jaraknya lebih jauh dari semalam. Ada tembok tipis yang tumbuh di antara mereka. Elena merasakannya—dan membiarkannya mengeras.

“Besok ada rapat penting,” kata Marcus. “Aku mungkin butuh tandatanganmu lagi.”

Elena mengangguk. “Siapkan saja.”

Marcus bangkit, ragu, lalu pergi tanpa menyentuhnya.

Elena menutup buku. Dalam senyap, ia merasakan tekanan berpindah arah. Bukan lagi menekan dirinya—melainkan mereka.

Tekanan itu tidak akan berhenti.

Ia akan memaksa pengakuan.

Atau kehancuran.

Dan Elena siap menerima keduanya.

*****

Larut malam, Elena terjaga tanpa bergerak. Ia mendengar Marcus berbalik di ranjang, gelisah. Untuk pertama kalinya, pria itu tidak tertidur lebih dulu. Ketakutan membuat seseorang kehilangan kebiasaan paling dasar.

Elena mengingat masa lalu—hari-hari ketika ia mempercayai Marcus tanpa syarat, ketika nama Selene hanya lewat sebagai kolega. Kepercayaan itu kini terasa asing, seperti pakaian lama yang tak lagi muat.

Ia tidak membencinya dengan api.

Ia membencinya dengan dingin.

Pagi akan datang membawa rapat, tanda tangan, dan senyum palsu. Marcus akan berpikir semuanya masih bisa dikendalikan. Selene akan percaya ia masih unggul.

Mereka salah.

Karena Elena tidak lagi menunggu kebenaran muncul.

Ia sedang menuntunnya keluar—perlahan, pasti, dan tanpa belas kasihan.

Dan saat kebenaran itu akhirnya berdiri di tengah cahaya,

tidak ada satu pun dari mereka yang akan bisa berpaling.

1
Kaka's
pembohong kamu marcus horison...
Serena Khanza: kiper indo 😭
total 1 replies
Sean Sensei
asli sedikit kah? kok aku bacanya kurang puas ya /Sob/
Serena Khanza: maklum kak awal awal masih dikit 🤭🤣

baru belajar nulis 🤭🤭
total 1 replies
Hunk
Ya aku juga menunggu hasil nya elena🤣
Serena Khanza: perlahan lahan meledak kak 🤭
total 1 replies
Hunk
Mantap bukti nya banyak banget ples kuat.
cimownim
cara Elena menghadapi laki-laki udah keren cerdas banget ya
Serena Khanza: Elena menghadapi laki-laki dengan diam dan tenang 🤭
total 2 replies
APRILAH
kehangatan di dalam kegelapan
Tiara Bella
skrng ngurigain Selena ya Marcus....
Tiara Bella: hooh ...
total 2 replies
Hunk
Alasan umum untuk semua orang yg telat "Jalanan macet"
Sean Sensei
/Sweat/ : belum di update mungkin google map nya
Kaka's
saya suka narasi seperti ini. karna langsung sy praktekkan sesuai instruksinya.. terangkat tipis 🤭🤭
Kaka's: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Khusnul Khotimah
sampek sini q blom paham yg jd masalah itu pa?kok sampek segitunya ...ni masalah harta/warisan kah?perselingkuhan?.ato penghianatan?
Khusnul Khotimah: oooooohhhh.... gtu ditunggu kelanjutanya thor.
total 2 replies
Panda
mau pindahin aset kayanya marcus
Jing_Jing22
nggk sabar buka bab selanjutnya. pengen tau nasib tuh dua orang
Jing_Jing22
target mulai masuk kedalam rencana elena
CACASTAR
dialognya kenapa masih kaku Thor.. harusnya semakin lama di antara mereka tentunya semakin dekat. bahkan atasan dan bawahan sekalipun makin tahun pasti makin akrab. Kata sapaannya pun akan menggunakan kata sapaan yg lebih akrab walaupun sopan.
Serena Khanza: iya kak makasih masukannya 👍🏻😊

next aku perbaiki lagi di penulisan supaya bisa lebih natural lagi 😊😊
total 1 replies
APRILAH
Otewe gofood aja deh, ngeri kalo pesen gitu 😄
Kaka's
sudah terlambat marcus horison... su terlambat...
Serena Khanza: wkwkwk 🤭🤭
total 3 replies
Hunk
Elena menurut ku keren banget. Dokumen aj bisa sampai dia ingat isi nya. Padahal mungkin halaman nya banyak banget.👍
Serena Khanza: soalnya dia asisten marcus
total 1 replies
Hunk
Dia sendiri ga nyaman udah berbohong./Shame/
Murdoc H Guydons
Obat buat apa? Mata kabur segitu mah ga ngefek di kasi obat.. 🤭
Murdoc H Guydons: oh iy ya.. haha..
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!