NovelToon NovelToon
Lima Tahun Setelah Perceraian

Lima Tahun Setelah Perceraian

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Wanita perkasa / Lari Saat Hamil / Single Mom
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jalur Langit

Viola dan Rasta dipertemukan kembali setelah lima tahun perceraian mereka. Rasta pikir, Viola telah bahagia bersama selingkuhannya dan anak dari hasil perselingkuhan mereka dulu. Namun ia dibuat bertanya-tanya saat melihat anak perempuan berusia empat tahun yang sangat mirip dengannya.
Benarkah dia anak dari hasil perselingkuhan Viola dulu, atau justru anak kandungnya Rasta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

"Mama? Kenapa mama teriak-teriak? Bukannya tadi pergi ke pasar ya?" Viola bergumam sendiri. Selama ini, Viola mengenal ibunya sebagai seseorang yang penyabar. Maka itu, ketika ia mendengar suara ibunya meninggi dan penuh kemarahan, ia terheran.

Tergopoh-gopoh Viola ketika berlari ke depan. Apa gerangan yang membuat ibunya sampai semarah ini? Viola terkejut, dan lebih terkejut lagi saat melihat Rasta ada di sana. Ngapain Rasta ada di depan rumahnya?

"Mama ...." panggil Vita, begitu melihat Viola, anak itu langsung memeluk mamanya seolah sedang mencari perlindungan.

Tubuh Sinta bergetar saking marahnya. Matanya masih menatap tajam Rasta, mantan menantunya yang sudah membuang anak dan cucunya. Beraninya dia datang ke rumah dan unjuk diri di depan Vita setelah semua yang dia lakukan?

"Ngapain kamu ke sini?" desis Sinta, suaranya sinis seolah menegaskan jika kedatangan Rasta tidak akan pernah diterima oleh mereka.

"Ma—"

"Jangan panggil saya Ma, saya bukan mama kamu!" sela Sinta. Dulu, ia pernah bangga mempunyai menantu seperti Rasta yang sangat mencintai anaknya. Namun sekarang, melihat wajah Rasta pun rasanya ia tidak sudi.

"Vita masuk ke dalam saja, ya? Main hape mama di kamar," suruh Viola kepada Vita, supaya Vita tidak melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.

Vita mengangguk. Beruntung sekali anak itu penurut dan tidak banyak bertanya. Paham, jika ia tidak boleh ikut campur urusan orang tua karena bukan ranahnya. Viola selalu menasehatinya seperti itu dan rupanya itu berguna.

Rasta menunduk, ia mengaku dia sangat bersalah. "Saya minta maaf," katanya. Rasta memaklumi jika respon ibunya Viola akan seperti ini jika melihatnya lagi.

Lagian, ibu mana yang tidak marah jika mengetahui anaknya diusir dalam keadaan sedang berbadan dua? Terlepas Viola benar-benar selingkuh atau tidak, seharusnya Rasta mengembalikannya secara baik-baik. Bukannya mengusirnya bagaikan barang yang sudah tak berguna lagi.

"Maaf? Setelah lima tahun berlalu kamu baru datang sekarang dan minta maaf?" Sinta berdecih. "Terlambat."

"Saya tahu saya sangat bersalah," Rasta menelan ludah. "Tapi, izinkan saya membicarakan masalah ini dengan Viola."

"Enggak!" Sinta menggeleng tegas. "Sampai kapan pun saya nggak akan pernah mengizinkan kamu untuk bertemu apalagi bicara dengan Viola."

Tatapan Rasta memohon. "Tapi, saya perlu menyelesaikan kesalahpahaman ini dengan Viola."

"Kamu sama Viola itu udah selesai semenjak kamu mengusirnya malam itu."

Rasta menoleh ke arah Viola, mencoba bicara dengannya lewat tatapan mata, tapi sayangnya Viola memalingkan wajahnya. Viola tak bisa berbuat banyak, apalagi membela Rasta di depan ibunya.

Sinta kembali menyudutkan Rasta. "Ke mana aja kamu selama ini? Setelah lima tahun kamu baru datang menemui Vita?"

Rasta ingin sekali membela dirinya sendiri, tetapi apa yang harus ia katakan? Rasta tidak mempunyai pegangan apa pun karena ia memang sepenuhnya salah.

"Saya minta maaf." Hanya itu yang bisa Rasta ucapkan berulang-ulang.

"Sudah!" sergah Sinta. "Lebih baik kamu pergi! Jangan cari-cari Vita lagi dan jangan usik ketenangan Vita sama Viola lagi!"

Sinta menarik Viola masuk ke dalam rumah. Menutup pintu lalu menguncinya dari dalam seolah ia takut akan adanya orang berbahaya yang masuk ke dalam rumahnya.

Pintu itu ditatap nanar oleh Rasta. Masih untung Rasta hanya dimarahi oleh Sinta dan diusir. Sepantasnya, Rasta mendapatkan balasan yang lebih buruk dari mereka.

Pria yang sedang dipenuhi oleh penyesalan itu berjalan gontai ke mobilnya. Ia sandarkan keningnya di atas setir. Rekaman kejadian lima tahun lalu berputar di kepalanya seperti DVD rusak.

Dia mengusir Viola di saat sedang mengandung. Dia menceraikan wanita itu, lalu pergi ke luar negeri. Apa yang Rasta lakukan di sana? Menyembuhkan dirinya sendiri yang menganggap dirinya sebagai korban pengkhianatan.

Lalu, apa yang terjadi dengan Viola setelah itu? Dia hamil selama sembilan bulan tanpa dampingan Rasta. Dia melahirkan anaknya tanpa ditemani Rasta, bahkan Rasta tidak tahu. Dia membesarkan Vita sendirian. Dia harus kerja, mencari nafkah untuk Vita seorang diri, dan dia harus terpaksa meninggalkan Vita setiap hari.

"Aaarrrrrggghhhh!" Rasta terlalu lemah saat membayangkan semuanya. Ia berteriak, berharap bisa mengurangi rasa sesak di dadanya.

Namun bukannya menghilang, rasa sesak itu semakin menjadi-jadi. Semakin mencekiknya, dan menertawakan kesengsaraannya.

Rasanya ia ingin mencabik-cabik dadanya sendiri. Rasta lebih menjijikkan dibanding dengan makanan basi.

*

Sinta baru saja meneguk air putih dalam satu kali tenggakan. Gelas yang telah kosong itu, ia letakkan ke atas meja. Dadanya masih naik turun tidak beraturan, tetapi emosi sudah berangsur-angsur menurun.

"Kamu masih berhubungan sama dia selama ini, Vi?" pertanyaan itu lebih terdengar seperti tuduhan.

Viola mengangkat wajah, lalu menggeleng. "Nggak, Ma. Sama sekali enggak," jawabnya.

Perempuan itu tidak berani menatap ibunya, karena jawabnya tidak sepenuhnya jujur. Sinta tidak tahu jika Viola bekerja di restoran milik Rasta. Jika ibunya tahu, Viola pasti sudah dilarang keras bekerja di sana.

"Kenapa bisa Rasta tiba-tiba datang ke sini dan ketemu sama Vita?" desak Sinta.

"Aku juga nggak tau, Ma, kalau dia bakalan datang. Tadi aku lagi nyuci piring di dapur, Vita main di depan. Aku sama sekali nggak tau kalau ada dia di depan," tutur Viola.

"Masalahnya," Sinta mendesah berat. "Alasan apa yang membuat dia tiba-tiba datang ke sini, Vi? Nggak mungkin dong kalau dia sengaja ke sini. Mau apa coba? Bukannya kamu bilang dia gak mau mengakui Vita sebagai anaknya?" cecarnya.

Viola diam sejenak sambil menggigiti bibir. "Kemarin aku nggak sengaja ketemu sama dia di minimarket, Ma. Itu pertama kalinya dia lihat Vita. Mungkin dia heran kenapa Vita mirip banget sama dia."

"Pokoknya mama nggak akan pernah rela dia ketemu lagi sama Vita apalagi mengaku sebagai bapaknya Vita. Bagi mama, bapaknya Vita itu udah mati!" geram Sinta berapi-api. Sebenci itu dia dengan Rasta sekarang.

Viola memilih untuk diam. Untuk sementara ini, ia tahu mamanya belum bisa memaafkan Rasta. Tetapi, cepat atau lambat Viola yakin, mamanya akan memaafkan Rasta dan membiarkan Vita mengenal ayahnya.

"Ma...." lirih, Viola memanggil.

Sinta menoleh.

"Vita udah mulai menanyakan ayahnya."

Sinta memalingkan wajah, tidak berkata apa pun. Ia hanya bilang, "Hari ini izin kerja aja, Vi. Mama nggak mau laki-laki itu menemui kamu. Jangan pergi ke mana-mana, di rumah aja."

Viola menghela napas, mengangguk pelan.

Andai Sinta tahu jika Viola bekerja untuk Rasta, mungkin detik ini juga ia akan menyuruh Viola resign.

*

"Ta, habis dari mana kok kusut gitu?"

Rasta melirik malas mamanya. Sama sekali tidak tertarik untuk menjawab.

"Rasta! Ditanya malah nyelonong masuk aja."

Setelah tahu bahwa dalang dibalik berakhirnya pernikahannya dengan Viola kemungkinan adalah mamanya sendiri, Rasta semakin muak. Bisa-bisanya wanita itu tetap bersikap biasa saja, seolah tidak pernah melakukan satu kesalahan fatal.

Rasta menyalakan sebatang rokok di balkon kamarnya. Menatap langit-langit yang berhiaskan sedikit bintang.

Rasta ingin segera menemukan jawaban atas keresahan di hatinya. Ia ingin secepatnya menemukan titik terang kebenaran. Jika Viola terbukti tidak pernah berselingkuh, Rasta bersumpah ia akan meminta maaf dan menghukum dirinya sendiri serta menebus semua kesalahannya.

...****************...

1
partini
lanjut
Sunaryati
Ternyata Viola sudah pindah ke lain hati. Luka hati memang cepat membalikkan perasaan seseorang.
Sunaryati
Itulah hukuman atas kebodohan dan kedzoliman kamu lima tahun yang lalu serta penderitaan Viola yang harus mengandung melahirkan serta banting tulang menafkahi Vita seorang diri sedangkan anda hidup enak di luar negeri dan bergelimang harta.
Sunaryati
Benar monologmu Viola, tapi tidak ada salahnya kau berbaikan dengan syarat ibunya Rasta yang melamarmu. Kamu dan Rasta sama- sama korban, sayang nya Rasta waktu itu lebih percaya sama foto daripada penjelasan Viola
Lala lala
istilah kata wlwpun emosi, istri diusir malam buta, dicerai, istilah kata udh di jak harga dirinya, demi anakpun ogah balik lg..real life mn mau.. takut sia2 baca taunya ntar balikan.. permisi undur dl 🙏
Jalur Langit: yahhh, padahal nanti ada plot twistnya loh kak. emang gak penasaran tah?
total 1 replies
Lala lala
lama2 jenuh jg, malah ngerjain trs kyk bocah
Lala lala
gaji pelayan cafe kecil umr, kasian jg pas²an mw sekolah anak, makan sekeluarga, tagihan2
partini
lah TK kira sadar malah semakin menjadi ,semoga kena stroke
ini di dunia nyata ada Thor dekat rumahku ya itu ujungya bercerai
partini
nyesal kan ,nanti lihat cucu yg so gumussss tambah nyesel deh kamu mak ,mak lampir
mantan istri mu tuh tukut kalau balikkan lagi nanti mama bersaksi lagi ta
Jalur Langit: trauma gak sih, punya mertua kayak emaknya Rasta 🤭
total 1 replies
partini
berjuang dong ta tapi betul" jangan ujungnya nanti kamu lupa lagi, come on masa gitu aja udah melempem
partini
ibu lucknat tega nian
Jalur Langit
kalau masih menemukan typo, harap maklum dulu ya. saya belum sempat edit. makasih yg udah baca
R²: woleezz thor, paling colek2 dikit ya🤭
total 1 replies
partini
di sini jug ada cerita kaya gini anaknya laki" bersatu lagi malah selingkuh tapi di ma"afin ma istrinya aneh cerita nya
partini
good story
partini
lanjut Thor cerita nya bagus 👍👍👍aku kasih coffee
Jalur Langit: makasih kak 😍
total 1 replies
nah kaannn melek rasta.. meleekkk..
terbuka kan, ibu mu dalang nya.. biang korek di balik prahara rumah tangga mu dulu
R²: sambel ayam geprek lvl 20🤭
total 2 replies
semoga lekas terbuka teka teki prahara rumah tangga nya rasta viola dulu
lanjut Thor
Luar biasa
bae2 strooke liat hasil test DNA nya ya ras🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!