Seina, adalah seorang gadis kampung yang hidupnya penuh dengan kesederhanaan, dia dari keluarga baik-baik, dia juga mendapatkan pendidikan yang baik dari keluarganya, namun dia harus kehilangan anggota keluarganya karena sebuah bencana.
Seina pun satu-satunya yang selamat dan dibawa ke tempat pengungsian oleh para relawan, gadis itu cukup terpuruk dengan nasibnya, namun dia tetap harus menjalani hidupnya.
Karena yang bernasib sama dengannya itu juga cukup banyak.
Hal itu membuatnya bangkit dan merangkul anak-anak yang bernasib sama dengannya.
Suatu hari dia bertemu dengan seorang wanita cantik jelita, dari atas kepala sampai bawah kakinya, terlihat bernilai mahal, bahkan kibasan rambutnya pun berbau dollar.
"Jadi kamu ya Seina?" tanya wanita itu dengan angkuh.
"Ya, ada apa Nyonya?" tanya balik Seina.
Wanita itu segera membuka koper besar, dan di sana terlihat sangat banyak tumpukkan uang.
"Aku sewa rahimmu!" Tegas wanita itu.
Yuk kepoin baca lanjutannya 👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Alfredo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9. Wah selamat
Baru akan membaringkan tubuhnya, Martin langsung menerobos masuk.
" Bagaimana keadaanmu?" tanya Martin.
" Baik." jawab Seina.
" Apa kau tidak ingin berubah pikiran?, aku bisa membantumu keluar dari sini." ujar Martin merasa kasihan pada Seina.
" Aku sudah berhutang budi banyak, mana boleh kabur, sudah kau keluar saja, aku mau istirahat." ujar Seina dengan tegas.
" Baiklah, tapi tawaranku tidak akan hangus Cin." ujar Martin segera keluar.
" Apalagi ini, astaga ya Tuhan." Seina tidak menyangka jika semua akan sangat melelahkan seperti ini.
...----------------...
Pagi harinya.
Seina terbangun dan terkejut, karena sudah banyak dokter yang menunggunya bangun di kamarnya.
" Apa lagi ini?" Seina sangat terkejut.
" Saya sudah sembuh kok dokter." jawab Seina.
" Seina terimakasih." tiba-tiba saja Gladys menyelonong masuk dan mengucapkan banyak terimakasih pada Seina.
Dan juga Matthew yang berada di samping istrinya, yang selalu menempel seakan tidak bisa pisah dari istrinya.
" Kau hamil Seina, terimakasih atas kerja kerasmu." ujar Matthew tersenyum.
Astaga senyum Tuan.
Tanpa sadar Seina terpesona dengan Matthew.
" Dokter akan segera memeriksa kamu, mereka akan memastikan lagi dengan cara lain jadi kau bersiap saja." ujar Gladys kembali menjadi tegas dan sinis.
Gladys pun segera keluar dan Seina langsung di tangani oleh dokter yang sudah menunggunya itu.
Gladys sangat senang sekali, karena progamnya berhasil.
" Sayang aku akan mengaku pada teman-teman jika aku sudah hamil, kau harus membantuku ya." ujar Gladys pada suaminya.
" Ya." Jawab Matthew.
Olive hanya memperhatikan Gladys yang tampak sangat bersemangat itu, dia juga sebenarnya bahagia, tapi dia juga mulai merasa kasihan dengan Seina.
Karena anak itu akan mengalami waktu sulit di kediaman Howard.
" Kenapa kau diam saja Martin?" tanya Olive.
" Itu, kenapa mereka berdua sangat tega sekali ya Bu?" ujar Martin.
Olive melihat ke arah Martin, baru kali ini anak yang dia besarkan tanpa dia sentuh dan hanya dia perhatikan dari jauh saja itu menaruh rasa simpati pada orang lain.
" Apa kau menyukai Seina?" tanya Olive.
" Apa?, mana mungkin Bu, hanya saja anak itu kan masih kecil." ujar Martin.
" Ya, baguslah jangan menyukai anak ini, aku juga menginginkannya." ujar Olive dengan tegas.
" Apa maksudnya Ibu?" Martin sangat terkejut dengan ucapan ibunya itu.
" Aku tidak akan membiarkan anak ini pergi, setelah melahirkan." ujar Olive dan segera pergi, sebenarnya dia juga ingin menemui Seina tapi masih ada wanita ular yang masih sangat semangat.
Olive pun tidak mau tampak terlihat peduli pada Seina saat Gladys ada, karena menantunya itu memiliki sifat kejam dan juga sangat manipulatif.
Jika anaknya masih sangat bucin maka, dirinya tidak akan menang melawan Gladys, kesalahan Gladys adalah membawa Seina datang ke rumah ini.
Karena Olive akan memanfaatkan keadaan itu untuk membuat Gladys kehilangan ketenangannya.
Pikirnya jika dia terus mendesak Gladys untuk memiliki anak mungkin Gladys dan Matthew akan ribut dan mungkin berpisah, tapi ternyata Olivia salah, justru anaknya makin menempel dan malah berani padanya.
Siapa suruh kau melakukan kesalahan fatal dan aku ketahui.
Dalam hati Olive.
Awalnya Olive hanya menjaga jarak saja agar Gladys merasa bersalah, tapi malah Gladys menyebarkan rumor aneh-aneh tentangnya, hanya karena tidak di ajak bicara oleh Olive.
Selama ini dia di beri stempel mertua kejam oleh Gladys, karena Gladys terus menjelek-jelekkan mertuanya itu di manapun dia berada.
Olive tak masalah, dan dia malah menjadi sesuai dengan apa yang Gladys sebarkan.
" Sekarang kau sudah memasukan sebuah kemalangan untuk rumah tanggamu sendiri." Gumam Olive.
Setelah melalui pemeriksaan dan sudah menunggu hasil dari dokter, hasil pun sama dan tidak mengecewakan.
" Karena dia masih sangat muda, tolong harus di dampingi oleh psikolog juga." ujar Dokter pada Matthew dan Gladys.
Jadi Matthew pun menempatkan semua dokter spesialis yang dibutuhkan untuk Seina untuk memeriksa dan merawatnya setiap hari.
" Aku akan serahkan semua urusan pada dokter Matthew, aku mau kembali ke kota." ujar Gladys sangat senang.
" Loh, kau seharusnya tetap di sini memperhatikan Seina Sayang." ujar Matthew.
" Loh, kan sudah banyak dokter, kau juga sudah menempatkan Martin untuk menjaganya, ada Bibi Mila, dan Ibumu, apa dia masih butuh kita?, kita sudah memberikan yang terbaik, kita kembali saja ya ke kota." ujar Gladys.
" Tidak ada salahnya kan?, kenapa harus buru-buru ke kota sayang?" ujar Matthew.
" Aku tidak sudi berhadapan dengan ibumu setiap hari, dia selalu menyakitiku." ujar Gladys tampak sedih dan tertekan.
" Ya sudah, kau bisa kembali ke kota dulu, aku masih ada sedikit urusan yang harus aku lakukan Sayang." ujar Matthew mencium bibir istrinya dengan lembut.
" Tapi sebelum pergi, bukankah kita harus bermain dulu Sayang, sudah lama sekali kita tidak bermain di atas ranjang." Matthew mulai menciumi pundak istrinya.
" Ah, jangan sekarang Sayang, saat nanti kau kembali ke kota, aku sedang datang bulan juga maafkan aku ya." ujar Gladys menghindar dengan cepat.
Saat ini Gladys sedang tidak mau disentuh suaminya karena dia ingin segera pergi ke kota dan ingin menyebarkan kabar kehamilannya yang palsu pada semua temannya.
Matthew sedikit kecewa dengan istrinya, selalu seperti itu.
Tapi mau bagaimana lagi istrinya sedang bahagia, dia tidak mau merusak kebahagiaan istrinya.
Gladys langsung buru-buru pergi.
Jadi Matthew harus mengurusi geloranya sendiri.
Setelah dokter selesai dan pamit akhirnya Olive pun bisa masuk ke kamar Seina.
" Seina, ... selamat ya, kau akan menjadi Ibu, kau harus menjaga diri dengan baik dan juga calon bayimu." ujar Olive.
" Tapi saya tidak berani mengakui anak ini, anak saya Nyonya." ujar Seina tersenyum.
" Kenapa?" Olive sangat terkejut.
" Kata nyonya Gladys, saya tidak perlu merasakan kehamilan ini agar nanti tidak sulit berpisah dengan anak ini." ujar Seina.
Dasar ular bodoh itu.
Olive sangat kesal.
" Boleh saja, kau harus mencurahkan cintamu pada calon anakmu, agar dia tumbuh sehat dan menjadi anak yang baik, jangan takut semua akan baik-baik saja percaya padaku." ujar Olive.
Aku juga tidak berniat untuk membiarkan kau pergi Seina, maafkan aku harus memanfaatkan mu.
Dalam hati Olive.
" Sungguh boleh?, syukurlah." ujar Seina lega.
" Harus, kan hanya saat ini kamu bisa mencurahkan cinta dan kasih sayangmu Seina, dan selama anak itu ada di dalam tubuhmu dia adalah anakmu, kau adalah ibunya dan Matthew adalah ayahnya, aku akan meminta Matthew memperhatikanmu." ujar Olive.
" Oh tidak usah, kan Martin sudah ada untuk menjagaku Nyonya." ujar Seina.
" Kok Martin?, itu tidak bisa harus ayah biologisnya yang memperhatikanmu langsung!" tegas Olive.
" Kenapa begitu?" Seina yang tidak mengerti.
" Kau harus tahu, sejak ada dalam kandungan anak itu harus mendapatkan perhatian langsung dari ayah biologisnya, coba kau belajar di internet, aku tidak bohong." ujar Olive segera pergi.
semangat seina, semoga author cepat membuat bahagia 🤣