NovelToon NovelToon
THE SECRETARY SCANDAL

THE SECRETARY SCANDAL

Status: tamat
Genre:CEO / Playboy / Obsesi / Kehidupan di Kantor / Romansa / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:93.3k
Nilai: 5
Nama Author: NonaLebah

My bad story

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NonaLebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8

Ruangan ber-AC itu dipenuhi oleh para eksekutif dari berbagai perusahaan tambang ternama. Suara rendah para peserta saling bersapa, sementara di layar besar tertulis "LELANG TENDER PROYEK NIKEL HIJAU - GREEN ENERGY CORP". Di barisan depan, Karmel duduk dengan percaya diri di sebelah Tomi Atmaja, mempersiapkan presentasi terakhirnya.

Tiba-tiba, napasnya tersangkut. Dari seberang ruangan, Renzi Jayawardhana dengan santai duduk di meja bertanda "TITANIUM RESOURCES GROUP (TRG)" perusahaan milik Herry, seolah-olah itu adalah tempatnya yang semestinya. Mata mereka bertemu, dan Renzi membalas tatapan terkejut Karmel dengan senyum tipis yang penuh arti, membuat jantung Karmel berdebar kencang.

Sesi presentasi dimulai. Karmel maju dengan elegan, mempresentasikan perusahaan Tomi dengan data yang solid dan analisis mendalam. Suaranya jelas dan meyakinkan saat menjelaskan keunggulan cadangan nikel mereka, teknologi pemrosesan terkini, serta komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Para audiens, termasuk perwakilan Green Energy Corp, terlihat terkesan. Namun, Renzi di seberang ruangan hanya duduk tenang, senyum kecil tak pernah lepas dari bibirnya.

Ketika giliran TRG tiba, Renzi berdiri dengan percaya diri. Langkahnya mantap menuju podium. Begitu dia mulai berbicara, seluruh ruangan terpukau. Suaranya yang dalam dan penuh wibawa memaparkan data yang begitu detail, bahkan melampaui apa yang telah disampaikan Karmel. Dia tidak hanya menjual nikel, tetapi sebuah visi kemitraan jangka panjang yang revolusioner, didukung oleh teknologi mutakhir dan strategi logistik yang efisien.

Kemudian, dengan licik, Renzi menyoroti "kelemahan" dalam proposal perusahaan Tomi. "Saya perhatikan, dalam analisis biaya logistik, ada beberapa rute pengiriman yang tidak efisien dan berpotensi menambah biaya produksi hingga 15%," ujarnya, menatap langsung ke arah Karmel. "Dalam bisnis yang kompetitif seperti ini, efisiensi adalah kunci utama."

Karmel terdiam, dadanya sesak. Renzi benar. Ada satu titik lemah dalam perhitungannya yang dia lewatkan, dan Renzi, dengan otak jeniusnya, berhasil menemukan dan menggunakannya untuk menjatuhkannya.

Pengumuman pemenang akhirnya dibacakan. "Green Energy Corp memutuskan... mitra yang terpilih adalah TITANIUM RESOURCES GROUP!"

Kekecewaan terpancar jelas di wajah Karmel. Dia memandang Renzi, yang kini tersenyum lebar, bukan karena kemenangan, tetapi karena dia berhasil mengalahkannya di arena yang dia kuasai. Pertempuran ini mungkin dimenangkan Renzi, tapi perang di antara mereka jelas belum berakhir.

Suara langkah kaki para eksekutif yang bergegas keluar masih bergema di lobi hotel yang megah. Cahaya lampu kristal menerangi wajah-wajah yang baru saja menyaksikan pertarungan sengit dalam ruang lelang. Di tengah kerumunan, Karmel terlihat sedang berjalan cepat, tas kerjanya tergenggam erat, wajahnya masih memerah oleh kekalahan dan amarah.

"Hay, Mel..." sapa Herry tiba-tiba muncul di hadapannya, disusul Renzi yang berjalan dengan langkah santai bak pemenang yang sudah tahu hasilnya.

Karmel berhenti, matanya yang tajam menyapu kedua pria itu dengan pandangan penuh sinis. Bibirnya mengerut.

"Kenapa, sayang? Capek?" ujar Renzi dengan senyum mengejek. Tangannya terkantong-kantong, menunjukkan sikap superiornya. Matanya yang dingin memandangi Karmel dari ujung kepala sampai kaki, seolah menikmati setiap detil kekecewaannya.

Karmel tak menghiraukan Renzi. Dia menatap langsung ke arah Herry, suaranya rendah tapi tajam. "Kenapa harus bawa-bawa dia, Her?" tatapannya penuh tuduhan. "Modal kepercayaan diri sendiri aja nggak cukup?"

Herry terkekeh, tak terganggu oleh sikap dingin Karmel. "Apa salahnya bantu sahabat sendiri?" balasnya sambil tersenyum lebar, merasa puas dengan kemenangan mereka.

"Cocok! Duo brengsek." Karmel membalas dengan suara getir sebelum berbalik dan meninggalkan mereka dengan langkah cepat. Gaun bisnisnya yang elegan berkibar sedikit oleh gerakannya yang tajam.

Herry memandangi sosok Karmel yang menjauh, lalu bersiul pelan. "Jadi cantik ya kalau Karmel lagi marah."

Renzi segera melirik Herry dengan tatapan tak suka, matanya menyipit memberikan peringatan.

"Santai, bos," Herry segera menenangkan, mengangkat kedua tangannya. "Gue cuma bercanda. By the way, thank you for your support." Ucapan terima kasihnya tulus, namun Renzi sudah tak mendengarkan.

1
leahlaurance
nah kan,air yang tenang jangan sangka tiada buaya.
leahlaurance
ya bab berulang
leahlaurance
cerita menarik
leahlaurance
jangan berharap dulu.
wina
lebih seru ..si cewek bunuh diri demi mempertahankan harga dirinya
its anna
pret
its anna
hadeh mel
leahlaurance: hum........,.......
total 1 replies
its anna
oon mak nya Karmel
its anna
penulisan dan gaya bahasanya rapih betul
Lia Amelia
hadeh .. mosok wes end,🤦
putrie_07
ah ngk mau aq kok tamatttttt g mauuuuuuuuu😭😭😭😭😭😭😭
lanjut Thor plissssss🙏🙏🙏
Anonymous
Halah renzot sama Karmel cerdas dari Hongkong, pretlah, mereka berdua ini menurutku couple terPRET. Dah bener tamatin aja Kak, create tokoh baru aja, baru kali ini sebel sama tokoh fiksi 🤣
dian
kok end????
sukensri hardiati
ibu anak sama aja
sukensri hardiati
ibunya karmel gampang disogok...
Rina Zulkifli
gantung?
Anonymous: Nih aku kasih konsep, Mora versi dewasa aja gimana? jodohin sama anaknya bita Rama 🤣
total 8 replies
IndahMulya
lanjut thor..
IndahMulya
wahh kerenn.. emg aku udah curiga si bima itu jahat
Rina Zulkifli
makin seru
astr.id_est 🌻
so sad
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!