Leira Anggara sang pemimpin dunia gelap bawah tanah terpaksa harus menjadi pengantin pengganti adik kembarnya demi menuntut balas pada kekasih pria yang di jodohkan dengannya. Ia terus mengumpulkan bukti kejahatan Flomy yang telah membayar orang untuk memperkosa adik kembarnya yang bernama Leika hingga Leika memilih untuk bunuh diri. Sampai ia mendapatkan bukti, ia menghukum Flomy dan mengirimnya ke penjara.
Namun dalam mencari bukti tersebut, Leira mengalami banyak kesulitan karena Bima Putra sang suami sangat mencintai dan mempercayai Flomy. Apapun yang ia lakukan selalu di tentang oleh suaminya sendiri. Hingga pada akhirnya Leira harus menjauhkan keduanya dengan membuat Bima jatuh cinta padanya.
Bagaimana kehidupan Leira dan Bima setelah itu? Apakah Leira memilih pergi dan melanjutkan kehidupan yang sebenarnya atau ia memilih melanjutkan hidup bersama Bima?
Yuk dukung kisahnya mau sad ending atau happy ending tergantung suport dari readers ya. Terima kasih..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SATU ISTRI DUA SUAMI
Gio menggenggam tangan Leira yang duduk di kursi samping ranjang. Leira berada di sini karena sedang memainkan sandiwara menjadi istri dari Gio setelah Aldi setuju dengan syaratnya. Aldi sedang berusaha merengut saham milik Jovan untuk di berikan kepada Leira. Ia akan melakukan apapun demi tuannya, toh perusahaan itu bukan milik Gio jadi Gio tidak akan di rugikan.
" Sayang, aku bahagia pada akhirnya kita bisa hidup bersama." Ucap Gio menatap Leira sambil tersenyum.
" Sebenarnya karena masa lalu kita yang kurang baik, sampai sekarang aku masih bingung kenapa kamu menikahiku? Bukan kah sebelumnya kamu mencintai wanita lain?" Tanya Leira. Jujur ia sendiri merasa heran kenapa Gio menganggap mereka sudah menikah.
" Aku tidak pernah mencintai wanita lain selain dirimu. Seandainya kau tidak menghilang, mungkin aku sudah menikahimu sejak lama dan tidak akan membuang buang waktuku."
Leira mengerutkan keningnya menatap Gio. " Apa maksudmu menghilang? Dan kenapa kau harus menikahiku?" Selidik Leira tidak mengerti. Jujur, ia merasa was was berada di sini karena takut ini hanya jebakan Gio.
" Apa kamu lupa dengan janjiku padamu dulu?"
Leira kembali mengerutkan keningnya begitu mendengar ucapan Gio.
" Janji apa yang kau maksud? Memangnya kapan kamu pernah berjanji padaku? Kenapa aku tidak ingat?" Tanya Leira menatap Gio.
" Saat aku berusia dua puluh tahun, aku hampir mengalami kecelakaan. Sebuah mobil sengaja ingin menabrakku. Tapi ada seorang gadis kecil yang begitu pemberani. Dia menyelamatkan aku sampai dia sendiri terluka parah dan harus di rawat di rumah sakit selama satu bulan. Dan gadis itu adalah kamu."
Leira mencoba mengingat kejadian itu. Samar samar ia ingat seorang pria yang ia dorong ketika sebuah mobil melaju kencang dan hendak menabraknya.
" Awas!!!!"
Brak!!!
Leira yang berusia tiga belas tahun itu terpental akibat ketabrak mobil tersebut. Melihat itu Gio langsung menghampirinya.
" Bangunlah gadis kecil!"
Leira membuka matanya.
" Bertahanlah! Aku berjanji jika kau selamat aku akan menjadikanmu istriku. Aku akan mengabdikan hidupku padamu sebagai bentuk terima kasihku padamu. Aku mohon bertahanlah!"
Setelah itu Leira tidak mengingat apa apa lagi.
" Ka.. Kamu pria itu?" Tebak Leira.
" Ya, aku lah si pria itu." Sahut Gio. " Aku bahkan masih menyimpan jepet rambut kamu, apa benar ini punya kamu?" Gio menunjukkan jepet rambut berbentuk kepala panda.
" I.. Iya ini punyaku. Ini hadiah ulang tahun dari daddyku." Leira mengambil jepet itu.
" Rupanya aku tidak salah mengenalimu. Aku ucapkan terima kasih untuk kebaikanmu waktu itu. Berkat kamu aku masih bisa bernafas saat ini. Apa kau tahu? Saat kau di rumah sakit dulu, aku sering menjengukmu tapi aku hanya bisa melihatmu dari kaca pintu. Aku tidak berani mendekat karena aku terlalu takut. Dulu aku memang pengecut, aku takut orang tuamu akan menuntut aku, atau malah memenjarakan aku. Makanya aku tidak berani muncul di hadapanmu. Sampai suatu hari, aku tidak lagi menjengukmu karena aku harus mengurus sesuatu di perbatasan kota dalam waktu yang cukup lama. Tapi aku berjanji pada hatiku, aku akan kembali menemuimu setelah aku dewasa. Sampai aku kembali mencarimu tapi kamu seperti hilang di telan bumi. Aku tidak bisa menemukan data diri kamu karena pihak rumah sakit tidak mau memberitahunya. Aku baru bisa menemukanmu sebelum hari pernikahan kita. Aku minta maaf jika dulu aku pernah berbuat salah padamu." Ujar Gio.
Ya, Leira memang pernah menyelamatkan seorang pria dari kecelakaan mobil. Rupanya orang itu Gio. Mungkin ingatan Gio hanya sampai di situ, ia tidak ingat dengan kejadian kejadian setelah itu termasuk ia yang gagal menemukan Leira dan malah memacari Amel. Sampai ia menjadikan wanita yang ia cintai sebagai musuh besarnya.
Keinginan Gio untuk menemukan Leira begitu kuat hingga di alam bawah sadarnya ia kembali mencari Leira dan berhasil menemukan Leira. Setelah itu dia menikahinya. Namun ketika ia terbangun, ia berada di atas ranjang.
(Setelah Gio sadar)
" Dimana istriku?" Tanya Gio pada Aldi.
" Is.. Istri tuan? Anda belum punya istri tuan." Sahut Aldi.
" Istriku, wanita yang telah menyelamatkan aku waktu itu. Dia cantik, berhati seperti malaikat. Aku baru menikahinya. Katakan dimana istriku!"
" Maaf tuan, saya tidak paham dengan apa yang anda maksudkan." Ucap Aldi.
Gio menatap Aldi dengan seksama. " Kamu siapa? Kenapa kamu terus memanggilku tuan?"
" A.. Anda tidak mengenali saya tuan? Saya Aldi, asisten anda." Sahut Aldi.
" Bagaimana asisten ku tidak tahu kalau aku sudah menikah. Kamu pasti bohong, pokoknya aku tidak mau tahu. Kau harus menemukan istriku sekarang juga. Bawa dia kemari."
" Si.. Siapa istri anda tuan?"
Gio nampak berpikir. " Gadis kecil yang dulu menolongku. Na.. Namanya.... "
Gio mencoba mengingat nama itu namun ia tidak sempat bertanya waktu itu. Di rumah sakit pun ia tidak menemukan data diri Leira. Yang ia ingat, ia pernah mendengar ibu dari gadis itu memanggilnya " Lei".
" Lei. Dia namanya Lei. Kamu cari tahu dimana dia sekarang, ini barang miliknya." Gio memberikan sebuah jepit rambut pada Aldi.
" Cepat kamu cari dia! Kalau tidak aku akan membunuhmu." Ancam Gio.
" Baik tuan."
Hingga saat itu Aldi baru tahu kalau Gio hilang ingatan.
Leira menatap Gio, " Kalau kamu tahu aku yang menyelamatkan kamu, lalu kenapa kamu menjadikan aku musuh selama ini?" Ujar Leira.
" Aku memusuhimu? Kapan? Apa yang sudah aku lakukan padamu? Katakan sayang! Aku akan menghukum diriku sendiri." Ucap Gio.
Aldi mendekat, " Tuan Gio mengingat anda ketika dia koma nona. Dia sama sekali tidak mengingat apa yang telah dia lakukan pada anda. Dan saat itu tuan Gio tidak tahu kalau anda gadis yang menyelamatkannya dulu. Saya baru dapat informasi tadi malam kalau ternyata anda si penyelamat itu. Terima kasih sudah pernah menyelamatkan tuan Gio, nona." Ujar Aldi.
" Hmm." Gumam Leira.
" Sayang, kenapa kamu diam saja? Apa aku membuatmu terluka?" Ujar Gio.
Leira menghembuskan kasar nafasnya. " Sudah lah tidak perlu di bahas, kamu tidak mungkin bisa mengingat semuanya. Mending kamu istirahat saja, aku mau pergi dulu." Ujar Leira. Ya, kata dokter Gio amnesia permanen. Membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengembalikan semua memori ingatannya. Hal ini akan menjadi PR buat Leira. Ia harus mulai memikirkan cara untuk meninggalkan Gio setelah semua saham berada di tangannya. Ia tidak mau terlibat lebih lama dengan pria yang bukan menjadi suaminya.
" Kamu mau pergi kemana sayang? Apa kamu mau pergi meninggalkan aku? Apa kamu begitu membenci aku? Kalau aku salah, aku minta maaf. Please jangan tinggalkan aku! Aku benar benar mencintaimu." Ucap Gio dengan nada khawatir.
" Aku tidak bermaksud meninggalkan kamu, aku cuma mau ketemu sama temanku. Aku sudah janji soalnya takutnya buat dia kecewa kalau aku tidak jadi menemuinya." Sahut Leira. Leira tidak akan pergi sebelum saham milik Jovan jadi miliknya.
" Tolong katakan dulu, apa saja yang telah aku perbuat padamu? Apa aku pernah menyakitimu? Jika benar aku minta maaf padamu. Mungkin sebelumnya aku tidak mengenalimu karena jujur, aku lupa dengan wajahmu. Aku baru bisa ingat wajahmu kemarin. Aku ingat kejadian waktu itu. Aku ingat akan wajahmu yang cantik itu. Makanya aku langsung mencarimu dan memintamu untuk menikah denganku. Terima kasih kamu sudah mau menerima aku." Ucap Gio.
Sungguh seperti karangan cerita yang tidak masuk akal. Itu bagi orang yang belum pernah mengalaminya, tapi bagi mereka yang mengalaminya itu hal nyata yang benar benar mereka lakukan.
" Hmm tidak apa apa semua sudah berlalu. Yang penting sekarang kamu sudah ingat, aku pergi dulu. Kasihan temanku sudah lama menunggu." Ujar Leira.
" Tapi janji jangan lama lama." Ucap Gio.
" Hmm." Leira beranjak dari tempat duduknya. Aldi yang sedari tadi duduk di sofa segera menghampirinya.
" Nona, anda mau kemana? Apa anda mau kabur nona?" Tanya Aldi.
Leira mendekatkan wajahnya ke telinga Aldi. " Gue mau lihat suami asli gue dulu. Gua takut dia nyariin gue dan nemuin gue di sini, kan bisa berabe urusannya." Bisik Leira.
" Sayang kamu lagi cium Aldi?" Tiba tiba Gio bertanya seperti itu, karena dari posisi Gio saat ini terlihat Leira sedang mencium Aldi.
" Tidak, mana mungkin aku berani mencium pria lain di depanmu. Aku lagi bisikin Aldi kalau dia harus jaga suami aku selama aku berada di luar." Sahut Leira menatap Gio.
" Kamu perhatian sekali sayang, aku jadi terharu. Tapi kamu tenang saja!Aku pasti baik baik saja selama Aldi ada di sini. Cepat kembali ya, jangan sampai malam, nanti aku tidak bisa tidur tanpa memelukmu." Ucap Gio.
" Huek, apa dia mau tidur sama gue? Ah tidak tidak. Gue nggak mau tidur sama dia. Ini hanya sandiwara, enak aja dia mau ambil keuntungan dari gue. Kok gini amat ya main sandiwara punya dua orang suami. Amit amit deh, jangan sampai ini kebawa ke kehidupan gue yang sebenarnya." Ujar Leira dalam hati.
" Nanti aku usahain." Sahut Leira segera pergi dari ruangan Gio.
Gio menatap kepergian Leira sambil tersenyum. " Istriku manis kan Al." Ucap Gio.
" I.. Iya tuan." Sahut Aldi.
" Makasih ya Al, kamu udah lacak keberadaanya. Kalau tidak, entah kapan aku bisa bertemu dengannya. Doakan semoga ke depannya kami hidup bahagia." Ucap Gio.
" Iya, semoga anda berbahagia tuan." Ucap Aldi.
Aldi menggelengkan kepala. Sebelum ini, ia bekerja super keras untuk bisa menemukan wanita yang dulu menolong Gio hanya berbekal jepit rambut. Beruntung ia bisa menemukan data wanita yang di rawat di kamar VVIP nomer dua sepuluh tahun lalu dengan sejumlah uang yang cukup besar sebagai imbalannya. Kenapa dulu Gio tidak bisa menemukan Leira? Karena tuan Rosse menyimpan rapat rapat data diri tentang Leira. Karena tuan Rosse mengira mobil itu memang mengincar Leira bukan mengincar orang lain.
Awalnya Aldi benar benar terkejut setelah mengantongi identitasnya, bagaimana tidak? Rupanya wanita yang telah berhasil mencuri hati tuannya sejak dulu merupakan musuh bebuyutan mereka sendiri. Kenapa tuannya tidak menyadari itu? Namun yang namanya jodoh tidak ada yang tahu bukan? Kini mereka bertemu meskipun tidak mungkin bisa bersama. Pikir Aldi.
**
Leira masuk ke ruangan rawat Bima. Ia melihat Bima yang duduk di ranjang, nampaknya ia kesulitan memakai bajunya.
" Kamu baru mandi?" Tanya Leira menghampiri Bima.
" Tidak, cuma ganti baju saja. Mana bisa aku mandi sendiri?" Sahut Bima.
" Apa mau mandi sekarang?" Tanya Leira.
" Kamu mau membantu aku mandi?" Bima balik bertanya.
" Tidak apa apa, aku akan membantumu." Sahut Leira.
Bima menggenggam tangan Leira.
" Kenapa kamu menemui Gio?" Selidik Bima.
" Kamu menyelidiki aku?" Leira balik. bertanya.
" Maaf, aku khawatir kamu pergi tidak kunjung kembali akhirnya aku meminta Charlos untuk mencari kamu. Dan Charlos menemukan kamu di ruangan Gio." Sahut Bima. " Tapi kenapa kamu di sana? Dan kenapa lama sekali? Apa yang kamu lakukan di ruangan itu? Tidak mungkin kan kamu menghajar Gio? Bisa bisa kamu di tangkap sama security karena berbuat keributan di sini." Ujar Bima.
" Aku ingin mengambil keuntungan darinya." Sahut Leira.
" Keuntungan apa?"
" Saham yang Gio beli di perusahaanku. Aku ingin menguasai semua sahamnya yang ada di perusahaanku termasuk saham milik om Jovan. Aku tidak mau sampai perusahaan yang di rintis oleh daddy bangkrut begitu saja." Sahut Leira.
" Terus apa yang kamu lakukan di sana?" Tanya Bima lagi.
" Menjadi istrinya Gio."
" Apa????"
TBC...