Tisha Silvalia gadis panti asuhan yang dibuang oleh orang tuanya.dan harus menerima kenyataan bahwa suami yang menemaninya selama tiga tahun ini mengucapkan kata cerai saat Tisha mengandung Buah hati pertama mereka,kehadiran orang ketiga memicu pertengkaran mereka dan dengan mudah Ardan suami Tisha mengucapkan talak.Hati Tisha hancur namun memilih menerima keputusan suaminya.selama pernikahan suami nya tidak pernah memperdulikan kebahagia Tisha.Ardan memilih tinggal menetap diluar negeri hanya sekali-kali pulang ke Indonesia saat ingin mengecek beberapa cabang bisnisnya.Dan kesalahan terbesar menurut Ardan adalah menerima Tisha sebagai istrinya yang tak dicintainya karena perjodohan yang direncanakan Orang tua Ardan dengan ancaman kalau menolak semua aset kekayaan akan papanya ambil alih.tentu Ardan tidak mau kehilangan semua itu ia tidak bisa hidup tanpa harta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Princes Annie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 9
Orang tua Ardan yang sudah tiba dirumah sakit segera masuk keruang perawatan anaknya.Cintya melihat menantunya sedang duduk disamping ranjang Ardan yang masih belum sadarkan diri,perlahan Cintya memegang pundak Tisha.
merasa ada yang memegang pundaknya Tisha menoleh kan kepalanya.
"Mama"ucapnya lalu Tisha langsung berdiri dan memeluk Mama mertuanya itu dan terisak.
"yang sabar ya sayang"Cintya mengelus rambut Tisha memberi dukungan.
Raksa melihat banyak luka pada tubuh Ardan merasa kasihan walau akhir-akhir ini hubungan dirinya dan Ardan anaknya sedikit merenggang karena Raksa tau anaknya berselingkuh dibelakang istrinya dan Raksa yang mengetahui itu marah besar.
"Apa kamu baik-baik aja sayang???"Tanya Cintya pada Tisha melihat wajah menantu nya itu pucat pasi.
"Tisha Baik aja kok ma,hanya sedikit lelah"
"Pergilah istirahat ,nanti gantian Mama yang jaga Ardan"Cintya khawatir keadaan Tisha
"Tisha mau nunggui Mas Ardan ma,Tisha khawatir"Tisha menolak pergi beristirahat
"Ya sudah kalau begitu,duduk lah di sofa sana"Cintya tak ingin memaksa Tisha
Bi Tuti masuk keruangan dan memberikan bungkus makanan pada Tisha dan orang tua Tuan Ardan.
"Makan dulu Pak Raksa dan Bu Cintya"Bi Tuti memberi tawaran.
"Makasih bi,letakkan aja Dimeja nanti kami makan"Cintya masih belum berselera makan saat ini
"Nona Tisha makan ya,calon debay nya pasti laper sekarang"Bi Tuti sengaja berbicara nyaring agar Cintya dan raksa mendengar nya karena Ini adalah rencana nya dengan Taufan untuk menyelamatkan rumah tangga Tisha dan Ardan.
"Sayang kamu hamil"tanya Cintya semangat mendengar ucapan Bi Tuti dan ingin mendengar langsung dari mulut Menantunya itu.
Tisha tak bisa menyembunyikan kehamilannya dan mengangguk mengiyakan pertanyaan Cintya.
Raksa yang juga mendengar kabar itu merasa senang,akhirnya Ardan dan Tisha memiliki anak dan dia berharap dengan kehadiran calon bayi Ardan akan berubah.
"Apa Ardan tau kehamilan mu???"Raksa membuka suaranya saat dari tadi dia hanya memilih diam.
"Sudah pa,Tadi pagi Tisha memberitahunya".ucapnya sedih Pikirannya Tisha mengingat Suaminya tidak menerima kehadiran anaknya dan bahkan akan menceraikannya,Awalnya Tisha ingin menyembunyikan kehamilannya namun sekarang mau tak mau ia harus jujur.
"Selamat ya sayang"Cintya memeluk Tisha"ingat jaga kesehatanmu ya"Pesan Cintya pada menantu nya itu.
"Doakan suamimu cepat pulih,sekarang ini perasan mama sedih campur gembira disisi lain mama merasa kabar Ardan kecelakaan sangat membuat mama terpukul,disisi lain ada kabar bahagia kalau Mama akan segera menimang cucu".ucap Cintya antusias dia sangat menunggu kabar bahagia ini.
Tisha hanya tersenyum kecil mendengar ucapan Mama mertuanya itu.
"Sebaiknya pulang lah beristirahat,kalau ada kabar baik dari Ardan Papa akan memberitahumu,pikirkan kesehatan mu juga calon bayimu"Sekarang Raksa yang memberi perintah pada menantunya itu.
Tisha ingin menolak,namun ia tak berani menolak permintaan Papa mertuanya.
"Ya papa mu benar sayang,istirahatlah dulu mama ngerti kamu kepikiran Ardan,tapi kesehatan mu dan calon bayimu juga tidak kalah penting".Mama memberi nasehat pada Tisha.
"Iya ma"Jawab Tisha singkat
"Nona Tisha makan aja dulu,nanti pulang sama Bibi naik Mobil Nak Taufan".
"Kita naik taksi aja Bi"Tolak Tisha ia merasa tak nyaman merepotkan orang lain
"Tadi nak Taufan memberi tawaran,Bibi gak enak menolak Non"Bi Tuti menjelaskan
"Ini sudah malam sebaiknya ikutlah dengan Taufan,Papa khawatir ini juga sudah malam"Tisha pun hanya bisa menuruti kemauan mereka semua.