NovelToon NovelToon
Cloudet : Kenangan Masa Lalu Sang Hellhound

Cloudet : Kenangan Masa Lalu Sang Hellhound

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Romansa Fantasi / Cinta Terlarang / Obsesi / Perperangan / Dark Romance
Popularitas:838
Nilai: 5
Nama Author: HOPEN

Apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu, hingga Calix sangat menyayangi Cloudet dengan obsesi menyimpang. Hingga dia rela bersekutu dengan kegelapan agar tidak satupun yang dapat merebut Cloudet darinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HOPEN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Magus

Angin laut dari Samudra Abyssal berhembus dengan keganasan yang tak tertandingi di perbatasan timur Kekaisaran Magnus. Udara di sini terasa berat, bukan hanya oleh kadar garam yang pekat dan aroma amis ganggang laut, tetapi juga oleh residu sihir kuno yang menyelimuti garis pantai. Ombak raksasa menghantam tebing karang hitam dengan dentuman yang menyerupai guntur, mengirimkan percikan air dingin yang membeku sebelum menyentuh tanah. Di atas mereka, langit adalah kanvas kelabu yang suram, awan kumulonimbus menggantung rendah, seolah-olah berat langit itu sendiri sedang mencoba menelan daratan pesisir yang terjal.

Di sepanjang jalan setapak yang dibangun dari batu basal kasar, derap kaki kuda terdengar berirama, memecah kesunyian yang mencekam.

Jover menunggangi kuda hitam besarnya, seekor keturunan Nightmare yang telah dijinakkan—di barisan paling depan. Jubah gelapnya yang terbuat dari kain yang ditenun di kedalaman neraka berkibar liar tertiup badai pesisir. Di balik jubah itu, api yang biasanya berkobar di dalam sumsum tulangnya kini meredup, dipaksa tunduk oleh cincin perak penahan kekuatan yang melingkar di jarinya. Tekanan dari cincin itu menciptakan denyut konstan yang menyakitkan di pembuluh darahnya, namun ia menahannya tanpa ekspresi. Jover membenci laut, baginya, air yang melimpah adalah elemen yang menghina eksistensi apinya. Namun, tugasnya melampaui kenyamanan pribadinya.

Ia berada di sini, di wilayah kediaman cabang keluarga Grozen, untuk sebuah misi yang krusial. Keluarga Grozen pesisir adalah penjaga gerbang maritim Kekaisaran, penguasa jalur perdagangan yang juga merupakan ahli dalam memanipulasi energi kinetik air. Dan hari ini, mereka adalah tuan rumah bagi kepulangan sosok yang kehadirannya telah dinantikan oleh Irina sejak bulan-bulan pertama kehamilannya.

Sebuah kapal perang besar, The Silver Leviathan, baru saja merapat di dermaga utama yang tersembunyi di balik teluk berbatu. Lambung kapal itu hitam legam, terbuat dari kayu ek purba yang telah direndam dalam darah naga laut, dengan ukiran mantra anti-maelstrom yang berpendar biru redup di sisinya. Saat kapal itu membuang sauh, Jover turun dari kudanya, membiarkan debu jalanan menempel di sepatunya yang tinggi.

Pintu kabin utama kapal terbuka dengan desis uap.

Seorang pria melangkah keluar ke geladak, lalu menuruni papan titian dengan keanggunan yang melampaui waktu. Sosoknya adalah definisi dari kontradiksi. Rambutnya putih perak murni, panjang melewati bahu, berkilau seperti benang logam mulia di bawah cahaya matahari yang tertutup awan. Matanya bukan biru cerah yang ramah seperti milik Irina; matanya adalah biru tua yang pekat, serupa kedalaman laut di mana cahaya tak lagi mampu menjangkau, biru yang tenang, namun menyimpan daya hancur badai yang terpendam. Ia mengenakan mantel panjang.

Roland Grozen.

Roland berhenti tepat di hadapan Jover. Ia mengangkat wajahnya, membiarkan angin laut menyapu rambut peraknya yang mahal. Sebuah senyum tipis, hampir tak terlihat namun tulus, muncul di bibirnya.

“Sudah lama sekali, Jover,” ucap Roland.

Suaranya rendah, memiliki getaran seperti resonansi lonceng gereja di tengah kabut.

Jover mendengus pelan, sebuah reaksi khas iblis yang mencoba menyembunyikan rasa lega. Namun kemudian, sudut bibirnya terangkat. Ia memperlihatkan senyum yang sangat jarang ia tunjukkan pada siapa pun, senyum yang hanya diperuntukkan bagi mereka yang pernah berbagi duka di medan perang.

“Sudah lama,” balas Jover, suaranya parau. “Tapi kau terlihat, jauh lebih berantakan dari terakhir kali kita bertemu di Netherworld.”

Tatapan kuning Jover yang tajam mengamati sosok pria di depannya, lalu berhenti pada rambut putih perak yang kontras dengan wajah Roland yang masih tampak muda dan segar. Ada sesuatu yang tidak wajar dari transformasi warna itu.

“Ada apa dengan rambutmu? Seingatku, keluarga Grozen tidak memiliki garis keturunan manula,” tanya Jover akhirnya, sarkasme dalam nadanya tak mampu menutupi rasa ingin tahunya.

Roland terkekeh pelan, sebuah tawa yang terdengar kering namun hangat. Ia mengangkat tangannya yang jemarinya dihiasi tato mantra, lalu menyibakkan rambut peraknya ke belakang dengan gerakan santai yang terkesan lebai.

“Efek samping dari keserakahan intelektual,” jawab Roland ringan. “Terlalu sering memaksakan aliran mana ke jalur saraf yang belum siap. Aku menggunakan kekuatan melampaui apa yang diizinkan oleh tubuh manusiaku… seperti biasa.”

Jover terdiam, matanya menyipit. Ia tahu persis apa arti dari perubahan warna rambut itu. Bagi seorang Magus, rambut yang memutih di usia muda bukan karena penuaan biologis, melainkan tanda dari "Harga Mana". Setiap kali Roland melampaui batas limit sihirnya untuk melakukan ritual tingkat tinggi, sel-sel tubuhnya terbakar, meninggalkan sisa-sisa perak sebagai bukti pengorbanan nyawanya sendiri demi kekuatan.

“Kau tidak pernah belajar, Roland. Selalu ingin menjadi martir bagi ambisimu sendiri,” gumam Jover datar.

Roland tersenyum lebih lebar, menepuk bahu Jover yang dilapisi armor ringan.

Mereka tertawa kecil bersama, sebuah tawa pendek yang dibumbui oleh ribuan kenangan pahit dan manis. Pemahaman di antara mereka sangat dalam. Jauh sebelum Jover menjadi pelayan setia Irina melalui kontrak darah yang rumit, ia dan Roland adalah rekan seperjuangan. Mereka pernah berdiri berdampingan di parit-parit pertarungan saat perang antar-dimensi pecah satu dekade lalu, dua makhluk dari alam yang berbeda, satu dipicu oleh api neraka dan yang lainnya dipandu oleh cahaya magis, namun terikat oleh sumpah untuk menjaga keseimbangan.

Roland melangkah mendekati kuda-kuda yang telah disiapkan, wajahnya berubah menjadi lebih serius. Aura main-mainnya menguap, digantikan oleh kewaspadaan seorang penyihir yang bisa merasakan perubahan.

“Aku mendengar panggilan Irina melalui gelombang aura. Dia memanggilku pulang karena dia tahu badai yang sebenarnya akan segera datang,” kata Roland pelan. “Dan fakta bahwa kau sendiri yang datang menjemputku ke pelabuhan, itu menandakan keadaannya sangat mendesak.”

Jover mengangguk, melepaskan tali kekang kudanya. “Dia menunggumu di kediaman utama. Segalanya menjadi lebih rumit akhir-akhir ini.”

Roland menatap ke arah daratan, ke arah jalan setapak yang berkelok-kelok menuju jantung Kekaisaran. Ada kerinduan yang mendalam di matanya, namun ada juga kecemasan yang membayang seperti awan hitam.

“Bagaimana keadaannya secara fisik? Apakah kehamilannya stabil?” tanya Roland dengan nada yang hampir menyerupai bisikan.

Jover terdiam sejenak, membayangkan wajah Irina yang tenang namun pucat saat ia pergi.

“Dia kuat. Tapi kekuatannya terkuras untuk menekan aura anak itu agar tidak meledak sebelum waktunya. Dia akan segera melahirkan, Roland.”

Roland menghela napas panjang, sebuah campuran antara rasa lega karena ia tiba tepat waktu, dan kegelisahan akan apa yang harus ia lakukan selanjutnya sebagai seorang Magus keluarga.

“Kalau begitu,” kata Roland sambil melompat ke atas pelana kuda putih yang disediakan untuknya, “jangan biarkan sang ratu menunggu lebih lama. Kita punya janji untuk ditepati, dan sebuah nyawa baru untuk dijaga.”

Jover tersenyum tipis, sebuah ekspresi yang penuh dengan tekad baja. Ia memacu kudanya, memimpin rombongan menembus kabut pesisir dan debu jalanan. Perjalanan kembali menuju kediaman utama dimulai, membawa serta sang Magus yang menyimpan kunci bagi keselamatan mereka semua. Badai di laut mungkin sudah mereda, namun badai di mansion Grozen baru saja akan mencapai puncaknya.

Bersambung

1
Im_Uras
🤭🤭
Im_Uras
😍
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
lucu itu.. namanya juga masih masa pertumbuhan🤭🙏
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
wah.. pasti cakep banget
j_ryuka
namanya juga anak-anak
Tulisan_nic
ikut aku aja cloudet
Tulisan_nic
unyu banget,🫣
chrisytells
Kalau nggak keras, bukan kepala namanya 🤭😄
chrisytells
Udah otot kawat, tulang besi dari sononya nih si Cloudet
chrisytells
Gimana rasanya tuh, ditempelin? 🤣
Panda%Sya🐼
Benar kamu harus tumbuh jadi kuat
Blueberry Solenne
Cloudet masih masa pertumbuhan dan bimbingan orang dewasa, dan seusia dia lagi Lucu-lucunya
Vanillastrawberry
kasian nggak tau wajah ibunya 😥
Mentariz
siapp ntar kamu akan jatuh hati padanya😁
Mentariz
Kekuatannya emang gak main-main yaa 😂
Mentariz
Wuuiihh pasti cantik banget nih cloudet😄
j_ryuka
nyebelin tapi lucu
chrisytells
Iseng banget sih🤣
chrisytells
Udah nakutin, body shaming lagi😄
chrisytells
Nggak kebayang gimana karakternya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!