10 tahun yang lalu keluarga cabang Xiao dibantai, dalam peristiwa berdarah tersebut hanya Xiao Tian yang berhasil selamat. Dalam keputusasaan, ia berlari ke sembarang arah hingga terperosok ke salah satu jurang di kaki pegunungan Wuyi. Beruntung salah seorang Tetua Sekte menyelamatkannya, memberikannya sebuah harta tak terhingga yang bernama mutiara dewa iblis demi menyambung nyawanya. Sejak saat itu, takdir kehidupannya pun berubah. Meski ia dianggap tidak berguna, namun hanya gurunya lah yang mengetahui rahasia terbesarnya dalam menempuh dunia kultivasi yang kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Musang Bulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyusup
Menyadari kehadirannya telah diketahui, keenam orang itu berdiri dengan tatapan tajam ke arah Xiao Tian.
Fu Hao menatap Xiao Tian dengan tatapan dingin, "Xiao Tian, hari ini kamu akan mati"
"Biarkan aku yang maju terlebih dahulu" Ucap salah seorang pengikut yang dibawa oleh Fu Hao.
"Lakukan dengan cepat" Balas Fu Hao dengan penuh percaya diri.
Seperti anak panah yang terlepas dari busurnya, orang pertama langsung menyerang Xiao Tian dengan ganas. Hanya dalam waktu beberapa detik, orang pertama itu langsung berada di depan Xiao Tian.
Pukulan yang mampu menghancurkan batu besar terangkat tinggi, mengayun di atas udara siap menghancurkan kepala Xiao Tian dalam sekali serangan.
"Mampus lah" Teriak orang pertama itu dengan keras, membelah kesunyian pagi.
Fu Hao dan keempat orang lainnya memandang dengan penuh semangat, meski rekannya yang maju adalah yang terlemah namun mereka yakin jika Xiao Tian akan tewas seketika.
Menghadapi tinju yang mengarah kepadanya, Xiao Tian tampak tersenyum tenang lalu mengangkat tangan kanannya, bersiap menghadirkan sebuah pukulan untuk menghadapi lawannya.
"Dasar bodoh"
Seorang rekan Fu Hao berujar, senyum meremehkan terpancar dari balik topengnya. Sementara beberapa orang lainnya merasa sedikit terhibur saat menyaksikan pergerakan Xiao Tian dalam menyambut kematiannya sendiri.
Orang-orang yang dibawa oleh Fu Hao adalah kultivator pemurnian tubuh yang terkenal di Puncak kelima, tubuh mereka sekuat baja dengan melakukan metode yang kejam selama bertahun-tahun.
Bahkan dalam pertarungan langsung antar sesama murid, tidak ada yang berani menghadapi mereka secara langsung terutama dengan tangan kosong. Kini, Xiao Tian begitu ceroboh melakukan perlawanan, membuat Fu Hao ingin segera berbalik karena sudah mengetahui hasil akhirnya.
"Booomm"
Dua pukulan saling bertubrukan, diikuti suara tulang yang patah membuat suasana mengerikan menyelimuti kuil Wuyi yang selama ini tampak suci.
Namun detik berikutnya, senyum kepercayaan diri di wajah Fu Hao dan rekan-rekannya sirna, berganti dengan keterkejutan yang luar biasa.
Xiao Tian yang seharusnya terpental dan mengalami kerugian justru tampak berdiri kokoh, tak tergoyahkan diiringi kibaran rambutnya yang tertiup angin.
Di saat yang bersamaan, sesosok tubuh jatuh dengan keras hingga mengeluarkan suara seperti babi dicekik.
"Aaarrgghh"
Tubuh orang pertama yang menyerang Xiao Tian terpelanting jauh hingga puluhan meter, jika saja tidak ada sebuah monumen batu, maka tubuhnya masih terus bergerak ke belakang.
"Saudara Gu.."
Fu Hao dan keempat rekannya segera berlari ke arah jatuhnya rekan mereka, dengan cepat Fu Hao memeriksa luka yang dialami oleh rekannya tersebut.
Begitu menyaksikan kondisi rekan mereka, Fu Hao dan keempat rekannya terkejut bukan main.
Di hadapan mereka, tangan saudara Gu yang terkenal kuat itu tampak hancur berkeping-keping dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Jika itu patah tulang maka masih bisa disembuhkan, namun kehancuran semacam ini hanya bisa menerima nasib untuk menjadi orang cacat.
Tatapan mata Fu Hao berkilat dingin, ia jelas masih merasakan energi penghancur yang kini masih menjelajahi tubuh rekannya itu.
"Kraaakk"
Dalam sekejap, tulang selangkanya hancur membentuk sudut cekungan yang dalam.
"Aaarrgghh"
Suara jerit kesakitan terdengar memilukan, benar-benar kejam tanpa belas kasihan.
"Saudara Gu"
"Saudara Gu"
"Bertahanlah..!!"
Ditengah keterkejutan rekan-rekannya, orang yang dikatakan sebagai saudara Gu tersebut memuntahkan seteguk darah kental, lalu pingsan tidak kuasa menahan penderitaan.
"Lemah..!!" Tiba-tiba suara Xiao Tian terdengar angkuh.
"Kurang ajar!" Ucap seorang lainnya dengan suara gemetar penuh dendam.
"Majulah, jangan kotori tempat ini dengan darah hina kalian" Tantang Xiao Tian tanpa ragu.
Setelah merasakan kekuatannya sendiri, kini Xiao Tian tentu memiliki penilaian. Ditambah dengan sikap memprovokasi, maka dengan mudah ia bisa mengalahkan seseorang yang sudah dihinggapi dengan emosi. Baginya orang-orang yang berani mendatangi Gunung Wuyi tidak ubahnya mencari kematiannya sendiri.
Di bawah tatapan Fu Hao, dua orang rekannya bergerak sekaligus. Kini mereka tidak lagi meremehkan Xiao Tian, dua orang itu pun tampak ragu bergerak seperti harimau yang menuruni gunung.
Melihat pergerakan dari lawannya, telunjuk tangan Xiao Tian pun terangkat. Bergerak di udara menunjukkan tindakan meremehkan, benar-benar tindakan provokasi yang mengundang kematian.
"Benar-benar penghinaan!" Ucap Fu Hao sambil menggertakkan giginya.
Namun pada saat berikutnya, serangkaian suara patah tulang kembali terdengar renyah.
"Kraak"
"Kraak"
Fu Hao tercengang, bahkan dengan kemampuannya yang berada di ranah pendekar raja tidak mengetahui bagaimana Xiao Tian bergerak. Kecepatan ini sangat mustahil, apakah ia benar-benar seorang pecundang di ranah pemurnian Qi?
Di udara, Fu Hao melihat dua tubuh rekannya terpelanting jauh diikuti dengan semburan darah yang mewarnai udara.
Berikutnya sudah bisa ditebak, dua tubuh rekannya mengikuti jejak petarung sebelumnya. Jatuh tak berdaya hingga kehilangan kesadarannya. Kali ini Fu Hao tidak perlu repot-repot bergerak untuk memastikan kondisi rekannya, tatapannya tajam penuh permusuhan ke arah Xiao Tian yang tampak tenang tidak tergoyahkan.
Fu Hao dan kedua rekannya yang tersisa kini tidak bisa tinggal diam, kini mereka mengerti bagaimana kekuatan pihak lawan yang tidak bisa diremehkan.
Ketiganya mengeluarkan senjata, langsung bergerak cepat menerjang ke arah Xiao Tian tanpa ragu sedikitpun.
Jika saja sebelumnya Xiao Tian tidak meningkatkan kekuatannya, maka hari ini sudah tentu menjadi hari buruk bagi dirinya. Tetapi sekarang, Fu Hao dan rekan-rekannya lah yang sedang menghadapi mimpi buruk.
Xiao Tian pun tidak tinggal diam, pedang yang sudah ia siapkan pun keluar dari sarungnya dengan aliran energi dari dalam tubuhnya.
Teknik pedang bayangan iblis pun segera aktif, sebuah jurus pedang yang ada di dalam ingatan barunya.
Dalam satu gerakan, Xiao Tian segera memblokir tiga serangan pedang yang datang secara bersamaan.
"Clang"
Tangan Fu Hao dan kedua rekannya bergetar hebat, mereka tidak mengira kekuatan gabungan mereka masih bisa dihindari oleh Xiao Tian.
Sementara itu, Xiao Tian tidak diam saja, memanfaatkan keterkejutan lawannya ia segera mengalirkan kemampuan jiwanya dalam mempengaruhi mental seseorang. Meski ini adalah kemampuan dasar kultivator alam jiwa, berkat mutiara dewa iblis yang sudah menyatu dalam dirinya, kemampuan Xiao Tian berada di atas mereka semua.
Akibatnya, Fu Hao dan yang lainnya merasakan nyeri yang hebat di kepalanya. Beberapa detik kemudian ketiganya merasakan sebuah kekuatan aneh menarik kesadarannya.
Xiao Tian tidak membuang kesempatan, dalam gerakan cepat pedangnya berputar menebaskan sebuah tebasan horizontal di depan kedua orang. Sementara tubuh Fu Hao mendapatkan sapuan keras dari tendangan Xiao Tian.
"Srekk"
"Srekk"
"Bugh"
Selang sepersekian detik, tubuh Fu Hao dan kedua rekannya ambruk ke tanah. Bahkan hanya Fu Hao yang kini masih bisa merasakan sakit dengan pandangan matanya yang tampak kabur.
"Sialan, kekuatan orang ini tidak sesederhana yang dikatakan oleh Zhuank An" Gumam Fu Hao dengan ekspresi ngeri.
Setelah berhadapan langsung, Fu Hao baru merasakan kekuatan murid terbuang dari Gunung Wuyi. Saat ini, ia baru mengerti mengapa istilah 7 harimau itu pernah diciptakan. Dan kini dengan konyol dirinya sedang berhadapan dengan murid jenius nomor satu di Gunung Wuyi. Memikirkan hal tersebut, hati Fu Hao mencelos tanpa daya.
"Saat ini, aku tidak membunuh kalian karena tempat ini terlalu suci. Namun, aku bukanlah seseorang yang mudah memberi ampun tanpa mencabut akar permasalahan. Sampaikan kepada orang yang menyuruhmu, aku Xiao Tian tidak akan berdiam diri"
Kata-kata Xiao Tian terdengar nyaring, membuat telinga Fu Hao seperti dihantam palu. Meski ini terdengar sebuah pengampunan, namun peringatan setelahnya adalah seperti suara raja neraka yang penuh intimidasi.
Setelah mengucapkan peringatan keras, Xiao Tian segera memasuki kediamannya kembali. Dalam hatinya tentu ia merasa terancam, namun ia harus memberikan pernyataan sikap yang tegas sebagai bentuk perlawanan.
Mendapatkan kesempatan hidup, Fu Hao segera bangkit dan membangunkan rekan-rekannya. Meski ia sangat malu dan terhina, namun keselamatan nyawanya adalah yang utama. Adapun tentang Xiao Tian, ia hanya bisa menyerahkan permasalahan ini kepada Zhuank An.
Beberapa waktu kemudian, Puncak Kelima..
Wajah muram Zhuank An menyelimuti pekarangan kediamannya. Di depannya seorang pria tampak berlutut dengan kepala tertunduk, wajahnya yang semula tirus kini tampak membengkak seperti kepala babi.
Pria itu adalah Fu Hao, dengan tubuh gemetar ia tidak berani menatap ke arah Zhuank An, pandangannya jatuh ke tanah dan tidak berani berucap sepatah kata pun.
"Kamu bilang pecundang itu bisa melukaimu dan menghancurkan lima orang rekanmu?" Tanya Zhuank An dengan suara dingin.
Setelah sekian lama terdiam, Fu Hao membuka mulutnya, "Benar, sepertinya rumor tentang Xiao Tian tidak benar. Saya tidak mengira jika hanya dalam satu serangan semuanya bisa ia kalahkan"
"Dasar sialan! Kalau begitu kalian lah yang sampah" Zhuank An tiba-tiba melangkah maju dan menendang tubuh Fu Hao dengan keras.
Fu Hao yang tidak siap dengan perubahan tiba-tiba itu terpaksa harus memuntahkan seteguk darah segar, tubuhnya terpelanting ke belakang dengan luka patah tulang rusuknya. Sebelumnya ia juga sudah diberikan pelajaran keras oleh Xiao Tian, kini ia hanya bisa pasrah meratapi nasibnya.
"Apakah kamu pikir aku bodoh? Kalian adalah para kultivator ranah Inti Jiwa, ditambah dengan dirimu seorang pendekar raja, bagaimana mungkin bisa dikalahkan oleh seorang kultivator Pemurnian Qi" Ucap Zhuank An dengan penuh amarah.
Sebelumnya ia sudah melakukan penyelidikan mendalam, meski ia awalnya terkejut saat Xiao Tian bisa melapor ke Paviliun sumberdaya, namun basis kultivasinya masih sangat rendah.
Yang lagi dalam perjalanan mudik, hati2 di jalan ya...