Aku tidak tahu dosa apa yang telah aku lakukan di kehidupan sebelumnya sehingga tuhan menghukumku Seperti ini.
Aku Terjerat Dalam hubungan pernikahan Dimana Akulah orang ketiganya, Bangga? bahagia? tentu tidak, Aku seorang wanita mana mungkin aku akan bahagia diatas luka wanita lain Seburuk apapun wanita itu dia tetap seorang wanita dan sebaik apapun aku, Akan jauh lebih buruk dari pada dia.
Menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan bukanlah sebuah kebanggaan, melainkan sebuah hukum yang tengah aku jalani.
Jika diluar sana beberapa wanita bangga menjadi orang ketiga, tetapi aku justru menyesal, karena hinaan, cemoohan, serta makian, sudah menjadi Nyanyi wajib yang selalu terdengar ditelingaku.
Aku tidak berdaya jika harus melawan Nama besar Keluarga Sanjaya. Tapi jangan sebut Nama aku Luna jika aku mudahkan Semua keinginannya.
Silahkan langsung di baca 👉
Tinggalkan Jejak jika kalian suka dengan 💬🌟❤️ Terima kasih 🙏🙏🙏
Ingat Warning,⚠️⚠️⚠️21+++
Jangan lupa Follow IG Vivia129
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vi_via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tubuh yang berkhianat
Warning...⚠️⚠️⚠️
Khusus Area 21++ 🔥🔥
Harap bijak dalam memilih bacaan 🙏🙏🙏
" Berhenti Reval." Teriak Luna. Reval tidak tidak peduli iya hanya tersenyum bagaikan iblis bak wajah malaikat.
Tangan Luna yang sudah terikat, Reval tahan Dengan satu tangannya di atas kepala luna.
" Kamu tidak perlu takut, lagian ini bukan pertama kali untukmu, jadi kamu pasti akan menikmatinya." Ucap Reval, iya kini dalam posisi Berdiri di pinggiran ranjang, sedangkan Luna terbaring dengan kaki yang menjuntai kelantai.
" Tidak, tidak aku tidak maaauuu." Teriak Luna lagi.
" Tenang sayang, Semuanya akan terasa nikmat sama seperti yang di berikan Zen padamu bahkan aku bisa memberikan yang lebih dari pada dia." Reval mencec*p dan menyes*p puncak gunung kembar Luna dengan rakusnya membuat tanda merah pada gunung selembut dan sekenyal squsi itu.
Luna terdiam iya mengigit bibirnya, agar tidak mengeluarkan suara desa hannya, sambil terus menggeleng geleng kepalanya tiada henti. Terus meminta Reval untuk berhenti.
Hidup Luna selama ini begitu bahagia dan di hargai, bahkan dia begitu di jaga dan di hormati ketika dia menjalin hubungan dengan seorang lelaki yang di sebut player, lubang ke lubang adalah kesehariannya, tetapi lelaki itu tidak pernah merendahkannya seperti ini.
" Ouuuhh... mmhh." Suara yang tertahan, terdengar ketika Reval menggesek gesekkan pusakanya pada permukaan inti Luna, yang belum pernah di usik siapa pun.
Tidak sampai disitu saja, Reval terus menyentuh titik titik sensitif yang ada ditubuh Luna dipadukan dengan gesekan benda keras di bawah sana, membuat tubuh Luna menegang seketika. sebuah rasa yang baru iya rasakan sebelumnya, membuat Luna memejamkan matanya.
" Nikmat kan?." Goda Reval ketika melihat ekspresi istrinya itu. " mau aku masukkan sekarang." tanya Reval seolah sedang mengejek istrinya itu.
" Tidak ahh,, aku tidak mau." Luna masih saja menolak kenikmatan itu, walaupun Nafsunya sudah si ujung tanduk, tubuhnya juga menikmati semua itu, sungguh tubuh yang kurang ngajar karena telah menghianati pemiliknya.
"Ti TIDAK AHH AAAKKHHHH." Luna menjerit keras ketika Reval memaksakan miliknya masuk dengan kuat dalam sekali Hentakan langsung merobek bagian inti Luna.
Cair berwarna merah segar itu, mengalir di seleh selah miliknya Reval, membuat Reval terkejut dan langsung membekap bibir istrinya dengan bibirnya.
Iya mel*mat dan meremas gunung kembarnya, membuat Istrinya itu tenang, walaupun perasaannya kini sedang melayang karena miliknya yang himpit otot otot inti bagian dalam Luna.
Lubang itu begitu sempit sungguh benar benar sempit yang Reval rasanya, apalagi kedutaan di dalam sana membuat milik Reval seakan di rem*s r*mas, sungguh kenikmatan duniawi yang tiada tara.
Saat di rasa bagian inti itu mulai terbiasa dengan miliknya, Reval memposisikan tangannya menahan kedua pipi Luna dan menatap matanya. " Kenapa kamu membohongiku." Tanya Reval sambil memejamkan matanya, iya mulai mengerakkan miliknya secara perlahan.
Luna tidak menjawab iya hanya menatap penuh kebencian terhadap suaminya itu, melihat Luna yang hanya diam Reval mulai mempercepat hentakannya. semakin cepat dan kuat Reval memasuk keluarkan miliknya, membuat bibir Luna yang enggan untuk mengeluarkan suara itu, kini menjerit semakin menjadi jadi di ikuti suara ribut dari kedua kulit yang bertemu di bawah sana, di karena pinggul Reval yang begitu lihai menguncang tubuh Luna, menyebabkan gunung kembar selembut squsi itu ikut bergerak naik turun.
Nafas Luna serasa akan putus, ketika Reval terus membawanya terbang ke nirwana, suara penolakan kini bergantian menjadi desa han desa han Nikmat yang keluar dari bibir Luna, Sungguh tidak bisa Luna pungkiri rasa sakit yang tadi iya rasakan kini telah berganti dengan rasa nikmat yang tiada tara.
Cukup lama Reval membuat Luna menjerit dan mengendalikan tubuhnya sebulum akhirnya iya mendorong miliknya semakin dalam dan mengeluarkan kecobongnya di dalam inti Luna.
Tubuh Reval Ambruk di atas tubuh Luna, " Kamu begitu S*mpit dan Nikmat sayang." Reval mengecup bibir Luna sebelum berbaring dan memejamkan matanya di samping Luna.
Luna tidak menjawab, tubuhnya terlalu lemas iya berbalik memunggungi Reval dan mulai meneteskan cairan bening dari kedua sudut matanya.
.
.
.
.
Bersambung.
💋 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍
gak apa thor penulis jg manusia biasa kami pembaca blm tentu bisa nulis, terima kasih dgn kisah ini. saran sih dikit, cerita ini babyak sedihnya jd bacanya nyesek. semangat berkarya
aku heran ama dion berbuat salah udah tahu kena minta dicegah oleh melly untuk tdk celap celup... lebay dion mah
aku gsk kebayang lho thor cinta namun sejauh itu jaraknya