Rendi yang merupakan putra sulung keluarga atmadinata yang tak asing lagi nama nya dikalangan pebisnis tanah air memiliki wajah yang tampan nan rupawan.
Tak heran banyak mahasiswa indonesia yang menyelesaikan studi nya di universitas oxford dilondon dimana tempat rendi tumbuh besar dikota terbesar di eropa itu tergila-gila dengan ketampanan dan kepintaran nya.
Meski memiliki wajah yang berbeda dengan ayah nya akan tetapi kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa ketampanan nya adalah warisan dari ayah nya.
Rendi yang sudah lama mengubur kisah pilu dimasa kecil nya, kini harus kembali ketanah air untuk memimpin perusahaan CEG yang telah bersinar kembali nama nya.
Meski berulang kali berusaha menolak tapi kali ini rendi mengabulkan permohonan ayah nya. sebab, sebagai putra semata wayang keluarga atmadinata mau tidak mau ia harus terjun kedunia bisnis dan berbakti kepada keluarga atmadinata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa Lim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 09
Rendi memarkirkan mobil nya dihalaman depan rumah nya dan masuk kedalam rumah.
Pak denny yang melihat cucu nya pulang dengan wajah sumringah langsung menyapa nya.
"Senang banget kelihatan nya." ujar pak denny
"Opa, rendi boleh nggak tinggal dirumah milik rendi sendiri." ujar rendi sambil duduk di sofa diruang tv mereka.
"Kenapa kamu ingin tinggal dirumah sendiri? bukan kah dirumah ini opa membebaskan kamu mau kemana saja dan tidak ada aturan jam pulang." jawab pak denny
"Tapi opa, aku ingin hidup mandiri." jawab rendi yang mencoba merayu kakek nya.
"Ya sudah kalau mau kamu begitu, biar nanti opa saja yang membelikan nya buat kamu." jawab pak denny.
"Thanks opa." balas rendi dan mencium pipi pak denny.
Rendi masuk kedalam kamar nya dan mengambil ponsel dari saku celana nya. rendi menghubungi nomor kontak agus manajemen artis yang ia jumpain pagi tadi.
"Halo pak rendi." ujar agus begitu melihat nama rendi menelpon nya.
"Gimana? apa sudah kamu hubungi?" tanya rendi penasaran.
"Sudah dong dan besok dia datang ke kantor ku untuk tandatangan kontrak." jawab agus.
"Baiklah kalau begitu, saya tutup dulu." ujar rendi kemudian memutuskan sambungan telpon nya.
Rendi tersenyum melihat bayangan diri nya dicermin, "Jadi penasaran, apa dia secantik foto nya?" batin rendi sambil merapikan rambut nya.
***
Fay melompat-lompat kegirangan dikamar nya setelah mendapat telpon dari agency permodelan.
Nayla yang sedang berada dikamar fay ikut melompat. sebab, tanpa ikut audisi sahabat nya itu sudah dapat tawaran pekerjaan.
"Bayangin nay, bentar lagi aku punya penghasilan sendiri." ujar fay kegirangan.
"Jangan lupa kamu traktir makan-makan ya!!" ujar nayla.
Rendy mengetuk pintu kamar anak nya untuk mengajak mereka makan malam bersama.
Felisya membuka pintu kamar nya dan menarik tangan papa nya masuk kedalam kamar nya.
"Pa, sini dulu deh." ujar fay
"Apaan?" jawab rendy mengikuti langkah anak nya.
"Fay sudah dapat tawaran jadi model om." ujar nayla
"Apa?? bagus dong berarti anak papa menarik." ujar rendy yang sebenar nya merasa khawatir.
"Ya udah kamu tinggal bilang ke mama." ujar rendy
"Pssstt,,tunggu fay tanda tangan kontrak dulu pa." jawab fay
"Terserah deh." jawab rendy sambil keluar dari kamar anak nya.
Fay dan nayla ikut berjalan dibelakang rendy.
Alya melihat raut wajah kegembiraan di wajah anak dan sahabat anak nya.
"Ada apa sih, kok kalian senyum-senyum gitu?" tanya alya penasaran.
"Gak ada tante." jawab nayla
"Mulai rahasia-rahasiaan nih sama tante?" ujar alya sambil meletakkan piring dihadapan suami nya yang sudah duduk dikursi makan.
"Besok kami pergi ke mall ya ma, biar papa yang anterin kami." ujar fay sambil melirik wajah ayah nya.
Rendy melirik melihat wajah alya, entah kenapa felisya melibatkan nya ke dalam rencana mereka.
"Boleh sayang." jawab alya dan mereka segera menghabiskan makan malam mereka.
***
Fay dan nayla turun dari mobil ayah nya dan memasuki area perkantoran agency yang akan bekerja sama dengan nya.
"Sini duduk sayang." Ujar agus sambil memberikan kertas yang berisi perjanjian kontrak kerja.
"Kamu baca dulu." timpal agus dan kemudian meletakkan pena diatas nya.
Agus duduk berhadapan dengan dua gadis muda lagi cantik itu. agus memperhatikan kulit putih dan jari jemari fay yang lentik.
"Pak rendi memang hebat, mata nya benar-benar masih sehat dengan melihat foto saja ia sudah tahu begitu sempurna nya gadis ini." batin agus
Felisya menandatangani surat kontrak tersebut setelah membaca perjanjian nya.
"Ini pak surat nya." ujar fay sambil memberikan surat kontrak tersebut kepada agus.
Agus berdiri dari tempat duduk nya dan menyodorkan tangan nya.
"Selamat bergabung dimanajemen saya felisya." ujar agus sambil memperhatikan kaki jenjang fay yang putih mulus.
"Terima kasih pak agus karna sudah memilih saya. panggil saja saya fay." ujar fay sambil menyambut uluran tangan agus.
"Sebenarnya bukan saya yang memilih kamu fay, tapi klien yang akan memakai jasa mu." jawab agus.
"Oh ya!! saya akan sangat berterima kasih pada nya." balas fay
"Baiklah fay, malam ini saya akan mengadakan acara makan malam bersama rekan model yang lain, sebaik nya kamu hadir karna saya akan memperkenalkan kamu kepada mereka." ujar agus sambil memberikan kartu undangan ketangan fay.
"Saya usahakan pak agus." jawab fay
"Sebaiknya harus." balas agus.
Fay dan nayla segera bergegas pergi ke mall untuk membeli pesanan alya. alya memang sengaja menitip membeli sesuatu kepada anak nya untuk mengawasi apakah fay benar-benar pergi ke mall atau tidak.
***
Agus segera menghubungi rendi bahwa kerjasama dirinya dengan model yang diinginkan rendi telah terlaksana.
"Halo pak rendi, malam ini saya akan mengadakan pesta kecil-kecilan bersama para model saya, saya harap bapak bisa menghadiri pesta saya!!" ujar agus
"Kalau saya ada waktu pasti saya datang." jawab rendi yang sebenar nya malas untuk menghadiri pesta seperti itu.
"Kalau begitu pekerja saya akan mengantarkan undangan nya kekantor bapak." ujar agus dan ingin memutuskan sambungan telpon nya.
"Tunggu dulu." ujar rendi dan agus menahan tangan nya yang ingin memencet tombol merah.
"Apa model yang baru itu ikut ke acara mu juga?" tanya rendi.
"Saya sudah memberikan nya undangan pak." jawab agus.
"Baiklah kalau begitu, pastikan acara pesta mu bersih dari para wartawan." ujar rendi yang tak ingin dirinya dimuat media.
"Semoga kau sesuai dengan harapanku." ujar rendi yang berbicara dengan dirinya sendiri.
"Harry, apa kau sudah punya pacar?" tanya rendi kepada harry yang sedang duduk dihadapan nya diruangan kerja nya.
"Belum pak" jawab harry santai
"Kalau begitu malam ini ikutlah bersamaku." ujar rendi
"Kemana ya pak?" tanya harry lagi
"Ikut sajalah." jawab rendi sambil melihat-lihat rumah yang akan dibeli nya.
g pake lama lah... 🥰
jangan libur berkepanjangan..
khawatir lupa cerita awalnya...
sehat n syemangaaaatt sllu 🥰
s daniel jga ga jujur sama anaknya soal masalah mereka dulu..malah d biarin anaknya berlarut2 benci sma emaknya..herman deh
dri kisah sblmya padahal udh jelas klo s daniel biang masalahnya.
rumah tangga bae2 dia zina sampe buntingin mantan, eh d kasih ksempatan malah ngecewain lagi..
alya sama rendy udh ngalah biarin anaknya ikut s daniel eh malah ga pernah d kasih pengertian k anaknya soal duduk permaslahan mereka..skrng udh kek gini masih seolah2 dia korban..hadehhh
kenapa and bisa JD pembangkang
karna ketika salah satu Dr ortu mendidik yg satunya membela maka ank JD pembangkang karna merasa kalau suatu ketika dia buat kesalahan pasti akan ada yg membelanya,,,,
siap siap,,,,,,
kapan aja bom bisa meledak,,