WARNING!!
JANGAN LUPA FOLLOW DAN BERIKAN BANYAK DUKUNGANNYA UNTUK SETIAP CERITA AUTHOR 💚
hai-hai sebelum nya terima kasih karena telah menyempatkan untuk singgah di cerita aku :). sekedar info cerita ini pernah aku publish di wattpad dengan user @juwitaapr dan telah aku hapus. jadi cerita ini sekarang hanya ada di mangatoon.
Bagaimana perasaan kalian jika bertemu kembali dengan orang yang paling kaliann hindari.dia ariella harus bertemu kembali Dengan bryan Ceo nya di perusahaan marshwan.
Hidup ariella yang semulanya tenang menjadi kacau karena bryan.
WARNING !!!! typo bertebaran dimana-mana.:)
Salampelukbantal:)
JuwitaApr
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon juwitaapr_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MWMB#8
Ariella bangun dari tidur pulasnya,ia mengelus dadanya lega karena bryan tidak benar-benar tidur disebelahnya seperti yang dikatakan pria itu malam tadi .
Dengan langkah gontai ia ariella kamar mandi.hari ini ia berencana mengunjungi ayahnya pasalnya sudah dua minggu lebih ia tidak mengunjungi orang tua itu.ariella dapat membayangkan pasti ayah nya akan mengomel sepanjang jalan kenangan karena tidak mengunjungi ayahnya itu.
Beberapa menit kemudian ia keluar dari kamar mandi setelah menyelesaikan rutinitasnya.dengan santai ia membuka handuknya lalu memakai satu-satu pakaiannya.untuk apa takut ada yang melihat toh tidak ada orang diapartemennya bryan? laki-laki itu pasti sudah angkat kaki dari apartemennya.
Setelah selesai memakai pakaian ariella berjalan ke meja rias nya ia mengeringkan rambut lalu mengoleskan pelembab pada wajahnya.
"Sudah selesai"
Ariella terdiam sontak saja gerakan mengoles pelembab langsung terhenti karena suara seseorang yang amat ia kenal.pelembab yang ada ditangan ariella terjatuh.ia diam mematung.sudah dipastikan wajahnya kini merah merona.
"Aku pinjam kamar mandi mu" ujar bryan santai bangkit dari duduknya lalu masuk ke kamar mandi ariella.
'Jika bryan duduk disana maka...'
"Aaaaaaaa" teriak ariella hiteris ketika menyadari bryan pasti melihat ia mengganti pakaian tadi.
Ariella mengacak rambutnya frustasi.sementara didalam kamar mandi bryan tertawa geli.
****
"Apa yang kau lihat" tanya ariella langsung dengan nada tidak enak.ketika bryan duduk dihadapan ariella.
"Tidak ada" jawab bryan santai sambil memakan omlet buatan ariella.
"Jangan mengarang,mengaku tidak" tunding ariella menganggakat sendok kearah bryan.
"Memang nya apa yang harus aku lihat" ujar bryan majukan wajahnya.
"Katakan apa yang kau lihat bryan"geram ariella
"Aku tidak melihat apa-apa" jawab bryan masih dengan santai.
"Kau benar-benar membuat ku marah bryan" ujar ariella menghampiri bryan.
Ariella mengamuk menjambak rambut bryan tanpa ampun bahkan ariella tidak sadar jika posisinya saat ini sangat la tidak elit.ia duduk dipangkuan bryan dan memukul-mukul dada bryan kadang ia juga menjambak rambut bryan.
"Cepat katakan" ujar ariella masih memukul dada bidang bryan.
"Aku hanya meliha..."
Perkataan bryan terpotong karena ariella menggigit leher bryan keras.membuat si empu leher kegelian.
"Rasakan kau benar-benar mesum sekali" ujar ariella kesal
"Ini sama sekali tidak sakit ariel malah enak" jawab bryan menunjuk bekas merah gigitan ariella.
"Kauu" geram ariella tertahan diujung lidah karena bryan tiba-tiba menempelkan bibir mereka.bryan benar-benar tidak bisa menahannya lagi dari awal ia bertemu dengan ariella ingin sekali ia mencium bibir tipis mungil itu.dan sekarang la puncaknya ia bisa berkesempatan mencium bibir itu setelah kurang lebih tujuh tahun terakhir.
Ariella mengedip-ngedipkan matanya tak percaya.ciuman kedua nya diambil oleh bryan oriel M setelah bryan juga yang mengambil first kissnya.
Bryan melepaskan pungutan nya.tangan kirinya mengelus kepala ariella lembut.
"Ciuman kedua mu eh" ujar bryan.seakan sadar ariella langsung memukul-mukul dada bidang bryan dengan kekuatan penuh.bryan diam membiarakan ariella memukul dada bidangnya.sekira nya sudah merasa cukup ariella berhenti memukul bryan.
Bryan mengalungkan tangan ariella melingkar dilehernya.lalu menggendong ariella didepannya.ariella tidak tinggal diam ia memberontak ingin diturunkan.
"Bryan turun kan aku" teriaknya tapi tidak digubris oleh bryan.
Bryan menghentikan langkahnya ketika berada didepan kamar ariella.
"Ini yang ketiga" ujar bryan melumat lembut bibir ariella sebentar.
"Keempat" ujar bryan mencium ariella lagi
"Kelima" ujar bryan mencium ariella lagi.seakan mendapat lampu hijau karena ariella tidak menolak dan juga tidak menerima ciuman darinya bryan menggigit pelan bibir ariella sehingga ariella membuka mulutnya kesempatan itu tidak disia-siakan oleh bryan lidahnya menerobos masuk mengabsen satu-satu apa saja yang ada didalam mulut ariella.entah setan dari mana ariella membalas pungutan bryan,ia bahkan tidak bisa mengimbangi bryan.dan entah berapa lama mereka berciuman didepan kamar ariella.kaki ariella memeluk erat pinggang bryan karena takut terjatuh.
Bryan melepaskan pungutan bibir mereka.menempel kan kening mereka.nafas bryan memburu tak beraturan dan ariella juga begitu.
Bryan menurunkan ariella.
"Bersiap lah,aku tau hari ini kau akan mengunjungi ayahmu" ujar bryan.
"Masukalah sebelum aku berubah pikiran ariel" ujar bryan.
Ariella langsung masuk kekamarnya tanpa menunggu perintah kedua dari bryan.
Ariella menutup mulutnya agar tidak berteriak hiteris.ia memegang jantungnya agar kembali berdetak normal.
'Astaga aku kenapa,seharus nya aku menamparnya bukan membalas nya' gerutu ariella kesal pada dirinya sendiri.
Sementara diluar bryan mengacak rambutnya frustasi kerana akan berendam air dingin.
****