NovelToon NovelToon
DI KIRA MISKIN TERNYATA SULTAN

DI KIRA MISKIN TERNYATA SULTAN

Status: tamat
Genre:CEO / Bullying di Tempat Kerja / Anak Lelaki/Pria Miskin / Mafia / Tamat
Popularitas:132.1k
Nilai: 5
Nama Author: taofik irawan

Erik, Sorang pemuda dari keluarga miskin sering di hina dan bully. dia tidak taku kalo dirinya adalah orang kaya.

hingga suatu hari ayah angkatnya sakit dan memberitahu Erik kalo dirinya bukanlah anaknya dan kedua orang tuanya memberitahukan dirinya salah orang berada.

sejak saat itu kehidupan Erik berubah, diapun membalas. semua orang yang sudah menghina dan membully nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon taofik irawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 9

Byurrr

Erik terbangun, iya kaget saat ibunya menyiramkan air padanya."mau tidur terus , hah!"sambil memegang gayung di tangan nya. Rio, adiknya sudah tidak ada. Rupanya sudah pergi sekolah.

Hari itu sekolah bebas, ia hanya menunggu kelulusan saja dan ijazah. Terlihat basah kuyup "bu, aku salah apa?"tanya Erik yang selalu di perlakukan kasar oleh ibunya.

"Salahmu jadi beban keluarga, sudah sana pergi cari duit. Kerja molor terus."bentak ibu.

Erik bergegas Menganti pakaian nya, melihat ke dapur sudah tidak ada apa-apa."mau makan, kerja dulu sana!"ucap ibunya dengan bengis. Erik dengan pertu yang lapar dia beranjak pergi ke tempat ayah nya kerja. "Rik, gak sekolah?"tanya ayahnya dia heran melihat orang-orang banyak Yang sekolah.

"Gak pak, lagian sekolah pun gak belajar. Erik nunggu ijazah keluar pak."sahut Erik sambil duduk menunggu pelanggan bersama ayah nya.

Terdengar suara perut Erik bunyi, seketika ayahnya menoleh. Dia tahu Erik lapar. "rik, tunggu sebentar bapak ke depan dulu"ujarnya, Erik melihat ayahnya sendiri.

Tiba-tiba datanglah seorang cewek mendorong motornya. "mas, bisa tolong. Ban motor saya bocor."ucapnya , cewek cantik seperti pekerja memakai seragam perusahaan.

Erik beranjak dari tempat duduk nya, "iya mbak biar saya lihat. Mbak duduk lah"sahut Erik, perutnya terus berbunyi mbak-mbak yang duduk mendengarnya "mas, lapar? Belum sarapan ya?," Ucap cewek cantik yang duduk menunggu Erik memperbaiki motornya.

Erik malu, "ah gak apa mbak,"jawab Erik , cewek yang menunggu mengeluarkan roti isi dari tasnya. "Mas makan lah,"ucap nya memberikan roti isi itu pada Erik. Erik menatap cewek cantik yang jadi pelanggan nya. Dia begitu lapar Tami malu.

"Ayo gak apa,gak usah malu."sahutnya , Erik pun mengambil roti isi itu dari tangan nya. Sambil duduk ia terus Melirik cewek cantik itu. "Mas, lulusan apa?,"tanya cewek yang memberikan nya roti, mereka saling menatap Erik sepertinya suka padanya. "baru lulus SMA mbak,"jawab Erik, cewek cantik itu tersenyum manis. Erik langsung Suka saat memandanginya.

"Kalo mau kerja di PT, saudara saya bisa masukin. Sayang Lo masih muda. Mas coba saja" ucapnya , tentu saja Erik senang menerima nya. "Di mana mbak, saya mau."sahut Erik.

"Mana nomornya mas, nanti saya kabari." Ujarnya , Erik bingung tidak punya ponsel. "Maaf mbak, saya gak punya ponsel."sahut Erik. Cewek yang duduk bersama Erik pun tertawa . Erik terus meliriknya dia begitu cantik. Harinya senang melihat senyum nya. Erikpun ikut tersenyum. Mbak itu mengeluarkan kertas dan menulis nomornya "ini nomor ku,hubungi saja kalo mau,"ucapnya Erik pun menerimanya.

"Rik, makan lah."ucap ayah nya ketika dia Kembali, "pak nanti saja Erik mau memperbaiki motor mbak ini."ucap Erik. Sambil beranjak memperbaiki tapi ayah nya melarang "sudah makan lah, biar bapak yang kerja kan."sahut ayang Erik.

Diam, sambil saling melirik . "Saya Lulu, mas siapa?,"tanya cewek Yang sepertinya lebih dewasa darinya ,"Erik mbak," jawab Erik .

Mira dan Eza menemui nya di tempat kerja ayah nya. "Heh Lo ga ke sekolah?,"tanya Eza. Mira langsung duduk di sampingnya sambil menggadeng tangan Erik. Hal itu membuat Erik gak nyaman.

Lulu, cewek yang barunya dia kenal melihat nya, dia hanya senyum. "Mira, jangan begini nanti di lihat bapak,"ucap Erik, padahal dia tidak nyaman di lihat Lulu. Mira pun melapaskan pegangan tanganya. "Erik , dia sampai sekarang tidak ada rasa pada Mira walau mencoba untuk mencintai Mira. Hatinya tetap saja tidak bisa menerimanya.

"Mbak sudah,"ucap ayahnya Erik. Lulu beranjak dari tempat duduk nya."berapa pak?,"tanya lulu. Erik nampak terus melihat nya. "Makasih ya pak, Erik nanti hubungi saja" ucap lulu. Mira langsung menoleh padanya."dia siapa? Hubungi apa maksudnya." Sambil memegang tangan Erik Mira cemburu. "Cepat jelaskan."ucap nya.

Erik tidak enak di lihat ayahnya,"pak Erik pulang dulu ya."beranjak dari tempat kerja ayah nya. Sepanjang jalan Mira terus mengatakan siapa Lulu.

"Heh gembel, sini Lo."ucap Nino saat melihat erik dan Eza berjalan. "Mau apa lagi, pergilah jangan ganggu gue. Gue sudah muak lihat Lo."jawab Erik.

"Apa?, Lo minta di hajar"Nino turun dari motornya , berjalan dengan cepat menghampiri Erik. "Lo, Lo Berani hah.." menarik bajunya Erik. Sambil mengepalkan tangan nya. "Sejak kapan gue takut."sahut Erik.

Erik, dia sudah muak di suruh-suruh terus, "Nino , sudah ayo pergi gak enak banyak orang."ucap teman nya. "awas Lo ya, Lo akan menyesal."ucap Nino sambil menunjuk wajahnya Erik, mereka pun pergi.

Kerena jalanan umum, banyak yang melihat. Mira terus menanyakan siapa Lulu. Sambil berjalan "dia Hanya kenalan , mau memasukan ku kerja itu saja. Bukan siapa-siapa"jawab Erik.

"Gak, Erik Lo lebih baik kerja yang lain saja. Aku gak suka cara dia menatap mu ."ucap Mira, kecemburuan nya membuat Erik kesal."Mira, dia Hanya menawariku kerjaan. Lagian dia sepertinya sudah punya pacar."sahut Erik.

Eza , dia Hanya diam saja melihat Erik dan Mira berdebat. "sudah, Lo Jangan cemburuan gitu. Sudah gue bilang kita teman saja."gertak Erik karena kesal pada Mira yang terus melarang untuk kerja dengan nya.

"Maafkan aku, iya gak apa kalo ingin kerja tapi aku berharap kau hubungi aku ya." Mira tidak mau hilang kontak dengan Erik. Erikpun tertawa." Mir , mau lewat apa? gue gak punya ponsel."sahutnya.

Eza sepetinya bosan dengan perdebatan mereka, "Rik, gue pulang dulu ya."ucap nya beranjak meninggalkan Erik dan Mira . Erik merasa Eza berbeda hari ini, dia tidak banyak bicara. Teman Yang selalu menemaninya. Semenjak jadian dengan Mira Eza berbeda.

Erik menatap Mira sambil berjalan berdua. Dalam hatinya ia tidak ingin lagi melanjutkan hubungan ini. Tapi melihat Mira apakah dia akan menerima jika berteman saja?

"Jangan pulang dulu ya, kita makan dulu" ucap nya, siang itu Mira menggandeng tangan Erik sepanjang jalan, Erik risih ,malu sepanjang jalan di perhatikan orang.

"Pasangan culun,hahaha" teriak Siska saat lewat dengan motornya. Seketika orang-orang di jalan menatap kami sambil tersenyum-senyum.

"Mira, lepaskan malu di lihat orang ."ucap erik tapi Mira tidak memperdulikan mereka."hiraukan saja mereka, aku punya kejutan buat mu." Ucap nya.

Menghela nafas, meski dirinya malu. Terus berjalan sambil mira menggadengnya . Berhenti di sebuah warung mi, saat masuk ke dalam ternyata banyak orang. "Mira, kita pergi saja."pinta Erik, namun Mira dia tidak peduli dengan orang lain seakan dia membanggakan Erik pacarnya.

"Sudah gak apa,"sambil duduk Mira memesan, dia terus menatap Erik yang sekarang jadi pacarnya. Padahal sudah dari dulu Mira menginginkan nya.

Terlihat pesanan datang, orang-ornag menatap erik dan mira karena pakaian nya yang kumel. "Ayo makan," ucap Mira. Erik dengan cepat dia menghabiskan nya . Dia ingin cepat pergi dari tempat ini. Erik tidak nyaman jiga terus di tatap orang.

"Sudah ayo pulang,"melihat Mira belum menghabiskan makan nya, "sebentar, ini belum beres." Sahut Mira tapi Erik terus memaksanya

Mira pun akhirnya pergi tanpa menghabiskan makanannya. "Kau kenapa sih, malu sama mereka? Kenapa harus malu. Apa kau malu jalan dengan ku "ucap Mira dia begitu marah pada Erik yang terlihat malu saat jalan dengan nya.

Terdiam , sepanjang jalan tanpa satu patah katapun keluar dari mulut Erik, Erik berfikir Mira belum mengenal nya. Dirinya yang tidak nyaman berada dalam keramaian. Apalagi Mira yang terus menggandeng tangan nya.

"Maaf, aku jujur gak tahu sikap mu. Aku heran kenap kau seperti malu berjalan dengan ku. Apakah kau beneran mencintaiku?"tanya Mira..

Erik berhenti dari langkah nya, "aku gak suka banyak orang, kalo pun pacaran apakah harus di umbar di depan orang lain."sahut Erik .

Ucapan itu membuat Mira senang , "ayo pulang,"ok mulai saat ini kita habiskan waktu berdua saja."ucap Mira, Erik pun diam dalam hatinya dia tidak mengerti lagi harus apa. Harus dia katakan tentang perasaan nya Yang sejujurnya pada Mira . Tapi dirinya punya hutang besar padanya.

"Rik, tunggu. Jangan dulu pulang, sini aku ada sesuatu buat mu."dengan wajah Yang begitu senang Mira mengajak Erik duduk di pinggir jalan. "Ada apa,"erik Hanya menurut. suasana terlihat sepi di bawah pohon mereka duduk berdua.

"Ini, pakailah"Mira memberikan ponselnya. Erikpun terkejut."tapi kan ini punya Lo,"sahut Erik, Mira senyum "gak apa aku nanti akan beli baru, aku gak mau jika kau jauh tidak menghubungiku."ucap nya.

Erikpun senang,"terima kasih ya..."ucap nya meski dalam hati nya hanya menganggap Mira teman.

"Ayo pulang,"sambil berjalan bersama. Sore itu Erik tidak menyangka akan dapatkan ponsel Yang selama ini hanya mimpi untuknya.

Sambil menatap Mira, Erik takut dia kecewa kalau dia tidak mencintainya. Entah sampai kapan Erik menjalani hubungan pura-pura ini? Hanya karena tidak enak punya hutang pada Mira.

1
Suyanto Suyoso
ceritanya kok tanggung blum ada kejelasan.....
Khairul Azman Abdul Kahar
kenapa karyanya tamat tidak ada sambungannya.nyesal baca cerita yg tergantung
Andra Diano
bagus
cikolu ndoke
bukan darah dagingnya kok mau tanggung jawab, harusnya Mira yang tanggung jawab
Alfin
Luar biasa
Benny Bento
kasihan Erik...
IR WANTO
anjiing novel kok ada unsur lgbt taii
IR WANTO
makin tambah gobloknya..
IR WANTO
tolol idiot begooo...taekkk
IR WANTO
tolol lagi lcnya..
Bude Yahman
pemeran utamanya lemah
Sapar Udin
lanjut
otv
gak lanjut season 2 kah thorrrr?
Yuliana Ras
duh maraton nih bacanya
Sri Maulida
lanjuuuttt...
Nuri Maulidia
sngj emg bkin crt bgn biar bd yg laen yg pny drtink d larang
arfgnwn
Ngegantung gini ending nya(?)
Prastono
kok gak ada lanjutannya?
Cak Nun
keren
selviyaenjelista
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!