NovelToon NovelToon
Setelah Koma

Setelah Koma

Status: tamat
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Kumpulan Cerita Horror / Roh Supernatural / Horor / Tamat
Popularitas:87.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ka Umay

Klara baru bangun dari koma setelah tiga tahun, anak yang dulu di kandungnya kini sudah menjadi balita yang bisa melihat hantu.

Di saat Klara ingin dekat dengan putrinya, tiba-tiba anak dari suaminya datang dan hadir di antara mereka. Membuat hubungan yang hendak dibangun menjadi sangat rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ka Umay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Kedatangan Sean

Malam panas membuat Kyos menunda makan malam, ia melampiaskan kegelisahannya pada Klara lewat sentuhan.

Kyos tidak menyangka akan bertemu Jovan lagi, ditambah masalah Chika belum selesai, mereka tidak bisa pergi dari sini. Kyos khawatir Jovan menganggu Klara.

Dia tidak menyangka akan menyukai wanita yang sama seperti Jovan, dari dulu sampai sekarang, ia memang sangat mirip dengan sepupunya itu.

"Kenapa juga selera kita harus sama?" gumam Kyos.

"Emb, apa Mas?" tanya Klara yang sekarang membelakangi Kyos.

Mereka telah selesai melakukan ritual suami istri, perut Kyos berbunyi.

"Laper, aku mau makan."

"Di dapur udah ada makanan, aku masih perih, kamu duluan aja ya, Mas."

Setelah selesai anu, Klara jarang sekali mau langsung pergi, dia akan mendekam di kamar setidaknya 30 an menit. Alhasil, Kyos pergi sendiri.

Dia turun dari ranjang, pergi ke kamar mandi untuk membilas anu sekalian buang air kecil. Kamar mandi di sini tidak seluas di rumahnya sendiri.

Bicara soal rumah, setelah insiden kebakaran yang dibuat oleh Chika, rumah itu harus direnovasi, mereka bisa pindah ke rumah lain, Kyos punya beberapa rumah di Jakarta, tapi tidak sebesar rumah utama dan jauh dari rumah Pak Tendi.

Klara akan protes jika mereka tinggal berjauhan dengan Chika, setiap hari istrinya itu selalu mengantar makanan untuk putri kecilnya. Andai Pak Tendi tidak melarang untuk tinggal bersama Chika untuk sementara waktu, Klara pasti tidak akan meninggalkan Chika di sana.

"Rumah ini kan terakhir direnovasi waktu Papamu masih hidup, mumpung udah kayak gini, sekalian aja direnov semua." Saran dari Mama tidak bisa Kyos abaikan.

Dia menyutujuinya, begitu juga dengan Klara yang tidak terlalu peduli selain yang berhubungan dengan Chika.

"Kamu mau aku bawain makanan ke kamar nggak?" tanya Kyos pada Klara yang matanya terpejam.

"Embb nggak usah, ntar kalo laper aku makan sendiri."

Klara tidak mau berbalik, ia mengabaikan Kyos yang keluar dari kamar.

Suara keran air di dapur membuat Kyos berhenti, ia tidak ingat mengundang petugas kebersihan malam-malam begini. Bisa jadi itu adalah saingan bisnis Kyos yang punya dendam terhadap seperti dulu.

Kyos menoleh ke kamar, ia takut Klara kenapa-napa. Sementara Klara masih terlelap di alam mimpi.

"Siapa kamu?!" Bentak Kyos.

Matanya langsung bertatapan dengan pemuda yang dia kenal, pemuda yang satu aliran darah dengannya. Satu ayah satu ibu, alias mereka saudara kandung.

"Sean?" Panggil Kyos.

Adiknya masih menguyah sesuatu, rambutnya acak-acakan di wajah yang tampan. Jaket merek ternama masih dikenakan, pertanda ia baru datang.

Sean sedang mencuci tangan dengan menggunakan sabun. Kening Kyos berkerut setelah menyadari siapa orang yang tiba-tiba masuk ke dalam apartemennya itu.

"Kenapa kamu bisa ada di sini?"  tanya Kyos sembari berjalan mendekat pada adiknya itu.

Sean buru-buru menelan yang sedang ia kunyah.

"Lo lama banget main sama Mbak Klara, lo main berapa ronde sih Kak? Gue di sini dari tadi tapi lo belum juga keluar kamar." Jawaban Sean membuat Kyos memukul kepala adiknya itu pelan.

"Anak kecil tau apa sih! Kakak tanya kenapa kamu ada di Indo, liburan semestermu, 'kan masih lama!"

Sean tak mengindahkan pertanyaan kakaknya dan malah berjalan menuju sofa. Dia melemparkan dirinya di sana.

"Gue ada urusan, lagian umur gue udah dua puluh tahun, kenapa lo tetep nggak ngijinin gue punya apartemen sendiri sih? Males banget gue liat lo sok mesra sama Mbak Klara kayak gitu." Sean menyalakan TV.

Matanya tertuju pada acara TV yang Sean sendiri kurang paham. Semenjak lulus SMA dia melanjutkan pendidikannya di USA. Pulang ke indo hanya saat lebaran dan saat pacarnya ulang tahun saja.

"Terus gimana caranya kamu bisa masuk sini? Siapa yang bukain pintu?" tanya Kyos lagi, kali ini dia mengikuti adiknya duduk di sofa.

"Yaelah Kak, ini tu bukan jaman purba, ngretas kode pintu apartemen mah gampang. Percuma lo mahal-mahal biayain gue kuliah kalo ngeretas kode pintu aja gue nggak bisa," jawab Sean enteng.

Mata Kyos menyipit, sepertinya dia telah melakukan kesalahan besar.

"Udah, mendingan kamu pindah jurusan aja. Kakak nggak mau kamu jadi maling suatu hari nanti. Mending kamu ngambil jurusan bisnis."

"Heehh ... enak aja. Gue udah sementer enam, lagian siapa juga yang mau lulus kuliah trus membusuk di ruangan pengap kantor kayak lo. Gue mah ogah!"

Kyos tepuk jidat, susahnya punya adik laki-laki. Padahal Aqila tidak separah Sean. Aqila masih menurut saat Kyos bicara. Adik perempuannya itu anteng dan gampang diatur.

"Yaudah deh, terserah kamu. Tapi yang pasti selama di Indo kamu nggak boleh nginep di tempat lain selain di sini. Tapi kalau kamu mau nginep di rumah Mama boleh, asal izin dulu."

"Iya ya ... Bawel amat sih, nglebihin Mbak Klara. Gue ni udah besar bisa jaga diri. Lagian rumah kita kan banyak, gue juga punya rumah atas nama gue sendiri. Kenapa juga gue harus ngintilin elu terus."

Kyos selalu mengalah pada adiknya, ia berjanji pada ayah mereka akan menjaga Sean.

Sean melirik jam tangannya, kemudian bergegas mengambil ponsel yang ia taruh di atas koper.

"Mau kemana?" tanya Kyos.

"Gue ada urusan. Nggak usah nyiapin makan malam, gue mau makan luar," jawab Sean sebelum menutup pintu apartemen dengan keras.

Kyos sangat paham arah tujuan Sean, semenjak mengenal gadis bernama Reni. Sifat Sean mulai berubah, tak ada lagi club malam, tak ada lagi bolos sekolah. Arah tujuan hidupnya pun jelas, yaitu membahagiakan gadis itu suatu hari nanti.

Reni adalah teman Klara, mereka satu lingkungan, Kyos tidak ingat bagaimana ceritanya, tapi Reni menjadi guru tutor Sean saat nilai Sean jemblok di kelas tiga SMA.

Kyos bisa memberikan guru tutor mahal untuk Sean, tapi Sean sangat bandel dan melawan, ia butuh guru tutor yang tidak takut pada kekuasaan. Klara menyarankan agar Reni menjadi guru tutor Sean.

Reni selalu juara satu di sekolah, ia juga satu sekolahan dengan Sean. Kyos menyetujui saran Klara tersebut. Tak disangka, dari awalnya hanya guru tutor. Sean jatuh hati pada Reni hingga pacaran.

Sekarang Reni menjadi mahasiswi kedokteran di universitas ternama, mereka menjalani kehidupan LDR.

"Semoga saja mereka berjodoh," gumam Kyos. Dia berjalan ke dapur, melihat makanan yang Klara siapkan untuknya.

Ternyata makanan itu sudah habis dimakan Sean. Semua piringnya kosong.

"SEAN KURANG AJAR!!" teriak Kyos tidak mampu didengar Sean yang sudah berada di parkiran bawah.

Pemuda itu hanya mengorek kupingnya yang gatal.

1
davil_14
Luar biasa
Eva The-kk
gmn konsep nyaa. apakah ada sel telur yg d bekukan
vi
ringan..... tetapi penuh makna
Desi Asmarani
Luar biasa
EndRu
ada karya kak Umay ternyata
nyimak aah
Abie Mas
bagus banget ceritanya mksi thor
Abie Mas
jgn2 arsel nnti nikahnya sm chika
Abie Mas
anak jovan si arsel. laria parah hamil sama siapa minta tanggung jawab sm siapa
Miss Rumm
padahal bisa tetap berkembangkan meski ibunya koma???
Fitrianti
toxic
Fitrianti
anak Jovan 😱
Fitrianti
bilang nya jan d tungguin makan malam, nggak th nya dah habis d balap 😅
lyani
cerita kak Umay bagus
lyani
bosnya Jovan 😁
lyani
y Allah
lyani
semangat pak wal
lyani
waduhhh
lyani
apakah ini saatnya
lyani
walahhh
lyani
sinting
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!