Usia 17 tahun dihadapkan dengan masalah pernikahan yang dilandaskan perjodohan. Sebuah pernikahan rahasia. Akankah pernikahan mereka berakhir bahagia?
///
Ternyata calon suamiku merupakan pria yang menyaksikanku diputuskan pacarku saat memergokinya selingkuh.
///
Di sisi lain pria itu terpaksa menggantikan sang kakak untuk menerima perjodohan demi mendapatkan kebebasan. Dan ternyata sahabatmu menyukai instrimu. Apa yang harus dilakukan? Mendukung? Mencegah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rtgnda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9
Semua terkejut dengan apa yang barusan Sava katakan. Suara tawa pecah keluar dari ayah calon mempelai pria. Sava merasakan cubitan dipinggangnya.
"Pasti orang tuaku. Apa aku berbuat kesalahan lagi? Habislah aku di rumah nanti", batinnya.
"Maaf ya Pak atas ketidak sopanan anak kami", kata mama Sava.
"Hahaha sudah lama aku tidak tertawa selepas ini. Berkat Sava. Sepertinya ayah menemukan orang yang cocok denganmu Fariz. Baiklah Sava nanti kamu akan ada orang yang mengajarimu yang sekaligus merangkap jadi asistenmu. Dia akan menjelaskan semuanya nanti. Jika ada yang kau inginkan bisa sampaikan padanya", jawab ayah Fariz.
"Oiya besan tidak perlu repot mengatur pernikahan ini. Orang suruhan saya yang akan atur pernikahan ini nanti. Mungkin nanti beberapa orang suruhan saya akan datang berkunjung untuk keperluan acara. Karena semua sudah jelas mati kita undur diri", lanjutnya.
"Terimakasih banyak. Hati-hati di jalan. Sampai ketemu lagi", ucap Papa Sava.
Kaluarga itupun meninggalkan ruangan. Kemudian kakak dan adik Sava masuk.
"Bagaimana? Apa perjodohan ini akan dibatalkan? Pasti dibatalkan. Lalu hutangnya gimana? Dari ekspresimu aku tau itu. Dasar gadis ceroboh. Kau tidak sadar sudah melepaskan kesempatan emas seperti ini. Ibarat ikan kau melepaskan ikan arwana", kata kak Rafif.
"Ikan arwana apanya? Dia itu ikan hiu. Diam tapi mematikan yang siap menerkam mangsanya", ucap Sava.
"Kau tidak tahu mereka itu dari Monang Grup. Salah satu perusahaan terbesar di Indonesia. Aset mereka dimana-mana. Harta mereka gak bakal habis 7 turunan. Banyak anak perusahaan mereka di manca negara. Dan aku juga baru tau restoran ini juga milik mereka. Waahh sayang sekali mereka tidak memiliki anak perempuan. Kalau tidak aku juga mau dijodohkan", ucap Rafif.
"Ya sudah sana kakak ganti jenis kelamin saja lalu menikah dengan pria es itu. Paahh bisa tidak perjodohan ini dibatalkan? Bisa-bisa nanti Sava dibully", balas Sava.
"Kamu gila? Harusnya kamu bersyukur. Siapa yang akan berani mengganggu menantu dari Monang Grup", ujar Rafif.
"Yah tentu saja pria es itu. Kakam gak tahu sifatnya gimana", kata sava.
"Sudah-sudah jangan bertengkar di sini. Sava tahu sifat Fariz? Sava sudah kenal dengan nak Fariz? Bagus dong", kata Papa Sava menengahkan perdebatan.
"Kita pulang saja. Aku lapar sekali", ucap Sava.
"Salah siapa buat kekacauan", balas Rafif.
Merekapun pulang.
///
"Haa perutku kenyang sekali. Masakan rumahan memang paling the best", ucap Sava.
"Sekarang ceritakan bagaimana kau mengenal Fariz?", kata Rafif.
"Sepertinya sidang sudah dimulai", batin Sava.
"Dia itu teman 1 sekolah Sava. Tapi lain jurusan. Salah satu most wanted sekolahan. Geng cogan sekolahan kalau kata Rania sama Tika. Temannya hanya gengnya itu saja. Mereka bahkan tidak bergaul dengan anak lain. Sombong. Karena mereka kaya sangat disegani. Seolah merekalah pemilik sekolah", jelas Sava.
"Farizkan bilang pernikahan ini dirahasiakan jadi jangan khawatir akan ada yang akan mengolok-olokmu, kalaupun terjadi menantu mama pasti akan melindungimu", ujar mama Sava.
"Menantu? Sudah berani sebut menantu? Sepertinya mamaku ini sudah terhipnotis dengan ketampanan pria es itu. Tidak tau saja yang akan membully ku nanti orang yang disebut-sebut menantu itu", lirih Sava dengan suara pelan yang tidak bisa didengar keluarganya.
"Ma, jual kembali hadiah itu. Dia tidak pantas mendapatkannya", ujar Rafif.
"Hah hadiah? Mana? Tapi aku tidak sedang berulang tahun", balas Sava.
"Hadiah pernikahanmu. Tapi kau menolaknya jadi hadiahnya gak jadi", jelas Rafif.
"Jangan dijual ma buat Azzam aja. Azzam juga suka menggambar", sahut Azzam.
"Menggambar? Hadiah apa? Mana hadiahnya Ayooolahhh jangan seperti ini. Toh kita juga tidak bisa membatalkannya", kata Sava penuh semangat.
Azzam datang menenteng kotak. Wajah Sava langsung berseri.
"Aaahhh terimakasih. Sudah lama Sava mengingankan ini. Sudah kerja paruh waktu sudah menabung tetap saja tidak bisa membelinya karena harus membereskan kekacauan seseorang yang tidak tau terimakasih", kata Sava.
mudhn ceritanya masih lanjut,semangat ya buat author nya💪💪💪
giliran faris udah bucin sava malah nyebelin