NovelToon NovelToon
CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Tamat
Popularitas:404.3k
Nilai: 5
Nama Author: NLiRa

Hilya Aska merupakan seorang gadis yang masih duduk di bangku SMA kelas 11. Hilya baru saja kehilangan ibunya yang membuat dia sering menyendiri dan menangis sendiri.


Hilya menaruh perasaan pada seorang laki-laki yang juga satu sekolah dengannya yang bernama Abian Asraf, yang sering di panggil Abian.

Abian selalu ada untuk Hilya dan memberi perhatian lebih untuk Hilya, apalagi saat ibu Hilya meninggal Abian selalu menyemangati Hilya.

hingga suatu saat Hilya mengetahui bahwa kebaikan yang ia dapatkan dari Abian hanya untuk membuat Hilya membantu Abian untuk mengungkapkan perasaannya pada Disa yang merupakan sahabat Hilya yang juga menyukai Abian.


Zidan Mahardika seorang kating di kampus Hilya. Zidan juga merupakan ketua geng di kampus. Zidan yang di kenal kating paling galak dan famous, telah jatuh hati pada Hilya. dan Hilya di ratukan oleh Zidan di kampus

bagaimana kisah cinta untuk Hilya?, apaka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NLiRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. PINDAHNYA HILYA

Proses pembelajaran pun selesai bel istirahat sudah berbunyi. ibu Wardani menarik nafas dengan panjang dan berat.

semua murid memasukkan buku mereka ke tas kembali. mereka saat heran saat melihat ibu Wardani yang belum keluar dari kelas.

"murid-murid mungkin hari ini kalian akan kehilangan salah satu teman kelas kalian" ucap Ibu Wardani yang membuat semua murid saling tatap-tatapan.

"ada salah satu teman kelas kalian yang akan pindah sekolah" ucap Ibu Wardani lagi

"siapa bu" tanya Fia dan Kia

"iya bu, siapa?" tanya murid lainnya

"Hilya" ucap Ibu Wardani yang membuat semua murid terkejut.

Syifa, Kia, Fia, Disa dan Abian menatap Hilya dengan raut wajah yang sedih.

"nak, ibu tidak tau pasti alasan kamu pindah sekolah nak, tapi yang ibu harapkan di manapun kamu bersekolah nanti kamu bisa menjadi orang yang sukses" ucap Ibu Wardani yang menghampiri Hilya di mejanya dengan raut wajah sedih.

"ini surat pindah sekolah kamu nak" ucap Ibu Wardani

"terimakasih bu" ucap Hilya dan memeluk Ibu Wardani

"kamu harus jadi orang yang hebat ya" ucap Ibu Wardani yang membalas pelukan dari Hilya.

Ibu Wardani pun keluar dari kelas semua murid tidak ada yang keluar dari kelas mereka terdiam dan menunggu penjelasan dari Hilya.

"Hilya kamu kenapa pindah" tanya Syifa yang sudah menangis

"di sini aku sendiri, jadi aku mau tinggal bersama tante dan om ku di semarang" ucap Hilya

"Hilya terus kontakan sama kami ya" ucap teman sekelas Hilya

"iya" sahut Hilya sambil tersenyum.

Teman-teman kelas Hilya pun keluar kecuali Syifa, Kia, Fia, Disa Dan Abian.

Syifa memeluk Hilya sambil menangis.

"kalau kamu pergi, aku gimana?" tanya Syifa

"aku gak mau kamu pergi Hil" ucap Syifa lagi

"aku bakal sering ngabarin kamu kok" ucap Hilya

"aku pulang dulu ya, aku buru-buru" ucap Hilya yang kemudian mengambil tasnya dan pergi.

Syifa terduduk di kursinya dan menangis, Syifa teringat kata-kata dari bik Murni saat dia ke rumah Hilya kemarin.

flashback on saat Syifa ke rumah Hilya tapi Hilya pergi ke makam bundanya.

"halo bik" ucap Syifa yang menyapa bik Murni yang sedang menyapu

"eh neng Syifa" ucap bik Murni

"bik Hilya nya ada?" tanya Syifa

"neng Hilya lagi pergi ke makam bundanya" sahut bik Murni.

"oh gitu ya bik" ucap Syifa dan di balas anggukan oleh bik Murni.

"oh ya bik dalam beberapa hari ke belakang atau dalam minggu ini, Hilya suka murung atau menyendiri gitu gak kalau di rumah?" tanya Hilya

"sering neng, neng Hilya sering nangis di kamar nya" ucap bik Murni.

"bibi tau gak kenapa?" tanya Syifa

"sini neng, sini duduk biar bibi ceritain semuanya" ucap bik Murni yang menyuruh Syifa duduk di kursi yang berada di teras rumah Hilya.

"jadi gini neng, setelah tepat tiga bulan bundanya neng Hilya meninggal, ayah neng Hilya mau menikah lagi" ucap bik Murni

"apa om Irwanto sudah nikah lagi" ucap Syifa yang terkejut

"iya neng, parahnya lagi waktu pagi itu, neng Hilya di bentak oleh ayahnya karena neng Hilya gak mau pindah ke Jakarta atau datang ke acara pernikahan ayahnya lah neng" ucap bik Murni.

"dan itu pertama kali nya neng Hilya di bentak oleh ayahnya. neng Hilya nangis sampai masuk kamar, nah gak lama kemudian datang teman neng Hilya yang cowok, ngajak neng Hilya jalan. neng Hilya perginya dengan senyum tuh, eh pulangnya langsung nangis lagi sampai ada tante dan om nya yang nenangin"jelas buk Murni.

"mungkin waktu neng Hilya pergi dengan temannya ayah neng Hilya nelpon dan ngebentak neng Hilya lagi" ucap bik Murni.

"pokoknya kasian banget lah sama neng Hilya, masih muda begitu harus di tinggalin oleh bundanya, terus ayahnya menikah lagi, sedih bik Murni lihat nya" ucap bik Murni dengan raut wajah sedih

Hari itu bik Murni menceritakan semuanya pada Syifa tentang Hilya yang masih menangis sendirian di kamar. Syifa yakin penyebab Hilya begitu juga ada kaitannya dengan Abian dan Disa.

flashback off di kelas

Syifa terduduk di kursi dan menangis, Syifa teringat kata-kata dari bik Murni saat dia ke rumah Hilya kemarin.

"Syifa sudah kamu jangan nangis" ucap Fia

"iya Syif, kan ada kita di sini" ucap Kia yang juga memenangkan Syifa

"Syifa kamu jangan sedih ya" ucap Disa yang mendekati Syifa

"ini semua karena kalian berdua" ucap Syifa yang berdiri dan menunjuk kearah Disa dan Abian

"kamu udah nusuk Hilya dari belakang, tega kamu Disa. jelas-jelas kamu tau Hilya suka sama Abian, tapi kamu malah dekati Abian di belakang Hilya" teriak Syifa yang marah

"dan kamu, kamu teh benar-benar gak peka ya, Hilya tuh suka sama kamu, Hilya udah jadiin kamu sebagai orang yang mampu membuat dia kembali tersenyum" ucap Syifa pada Abian.

"kalian tau gak masalah yang di hadapi oleh Hilya, hah tau gak" bentak Syifa

"ayah Hilya nikah lagi, Hilya sedih, Hilya kecewa. dan tepat di hari kamu ajak Hilya jalan cuma untuk nunjukin tempat itu, itu Hilya baru di bentak oleh ayahnya" ucap Syifa yang membuat Abian, Disa, Fia dan Kia terkejut.

"dia pergi dengan kamu untuk melupakan bentak kan dari ayahnya, tapi setelah pergi dengan kamu kesedihan Hilya makin parah" ucap Syifa yang kemudian mengambil tasnya dan pergi.

Syifa bolos sekolah dan pergi ke rumah Hilya. jujur Syifa tidak rela Hilya pergi karena Hilya adalah sahabat Syifa dari kecil. bahkan saat orang tua Syifa meninggal, Hilya yang selalu di sampingnya.

di kelas tersisa Abian, Disa, Kia dan Fia

suasana kelas menjadi hening.

"Kia kita nyusul Syifa yok" ucap Fia

"yok" sahut Kia

"aku ikut" ucap Disa

"kita sahabatan dari SMP sampai SMA, tapi kamu tega Sa" ucap Kia dan pergi sedangkan Fia hanya menatap Disa dan kemudian juga pergi.

"Abian kita nyusul Hilya yok" ucap Disa

"percuma kita nyusul, dia juga udah terlanjur kecewa sama kita" ucap Abian dan pergi meninggalkan Disa sendiri di kelas.

Hilya sudah di jemput oleh tante dan om nya.

"bibi pasti akan sangat rindu sama neng Hilya" ucap bik Murni yang memeluk Hilya yang ingin berangkat.

"Hilya juga bik" ucap Hilya

"Hilya ayo kita berangkat" ucap tante Lola

"Bik Hilya pamit dulu ya" ucap Hilya yang di anggukin oleh bik Murni

Hilya pun ingin masuk ke mobil om dan tante Lola, namun langkah Hilya terhentikan oleh teriakan Syifa.

"Hilya tunggu" teriak Syifa

"Hilya jangan pergi" ucap Syifa yang memeluk Hilya

"aku harus pergi Syif, aku pengen tinggal bersama tante dan om ku saja" ucap Hilya

"tapi kamu jangan lupain aku ya, pokoknya kita harus sering-sering kontakan" ucap Syifa

"iya, aku bakal sering hubungin kamu kok" ucap Hilya

"aku pergi dulu ya" ucap Hilya dan di anggukin oleh Syifa yang menangis.

Hilya pun pergi bersama om dan tante nya. Syifa menangis melihat kepergian Hilya.

"Syifa, Hilya mana" tanya Kia yang baru sampai

"dia sudah pergi" ucap Syifa yang menangis

"udah-udah kamu jangan nangis lagi, kan Hilya udah bilang bakal sering kontakan sama kita" ucap Fia

"iya neng, jangan menangis terus, bibi juga sedih neng Hilya pergi tapi mungkin ini yang terbaik untuk neng Hilya" ucap bik Murni.

"yaudah bik kita balik dulu ya" ucap Fia

"yuk Syif" aja Kia dan di anggukin oleh Syifa.

semenjak kepergian Hilya semuanya menjadi berubah, dari persaingan Syifa dam Disa termasuk hubungan Disa dan Abian.

...****************...

...****************...

...****************...

Hai guys dukung terus author ya

jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.

maaf jika ada kata-kata yang typo

byebye....

...****************...

...****************...

...****************...

1
falea sezi
kn emank mending biarin aja disa mati dia biang kerok
falea sezi
disa emank biang kerok
falea sezi
nah gitu pindah jauh biar g liat penghianat
Tri Rahayuningsih
berasa berada diposisi hilya ak thor😭
Tri Rahayuningsih
kog hati ak sakit dan pengin nangis Thor 😭
NLiRa: peluk jauh🤗
total 1 replies
Meenyaaa
dih, Benar-benar kecintaan dia 🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Kenapa nangisnya Haaaaa...haaaaa... kayak orang ketawa,Sedih tapi aku malah jadi ngakak... hadeeuuhh..
Qaisaa Nazarudin
Udah ku duga si Irwanto itu pasti punya selingkuhan..
I Ghani Pranaja: Kak. Aku udh nulis 24k kata 17 bab. Pembaca masih 0. Bantu baca karya aku dong. 1 paragraf aja gak ppa. Biar aku tau pernah ada orang di sana.
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Itu bukan CINTA MATI..tapi OBSESI,Mana ada CINTA MATI, tapi tubuhnya DIOBRAL ke CEWEK/COWOK lain..🤮🤮
Qaisaa Nazarudin
Alan
Meenyaaa
pengen ku tempeleng nih anak satu, yang suka siapa yang disalahin siapa
Maharani Rania
bagus
Maharani Rania
ya Allah tega banget suami bunuh istri demi selingkuhan
Selamet Turipno
salah judul cocoknya Cinta untuk Disa
Latifah Lifah
karya ini sangat bagus aku yang baca sampai nangis dan ketawa tapi makasih ya thor karna akhirnya cerita ini happy ending
Diana
sikap seperti disa itu banyak disekitar kita, bahkan lebih parah dari itu juga banyak.
ketika seseorang menghadapi masalah dalam hidupnya, percayalah itu proses untuk kita menjadi manusia yang lebih baik!!!
NLiRa: benar, terkadang yang terdekat bisa menjadi racun yang paling berbahaya
total 1 replies
ciciparamida tarigan
mau ninggalin jejek lah
wardah
critanya oke,
Meenyaaa
Sa tau Sa ntar nyesal loh
Meenyaaa
kurang beruntung aja kli
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!