NovelToon NovelToon
Sistem Check-in Petani Sultan

Sistem Check-in Petani Sultan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Gagal total merantau di kota, Arga terpaksa pulang kampung dengan dompet kosong dan niat setengah hati untuk bertani di lahan tua peninggalan kakeknya. Namun, nasib sialnya mendadak berbalik 180 derajat ketika sebuah layar biru hologram muncul di pagi buta, mengaktifkan "Sistem Check-in Harian" yang terus memberinya hadiah gila-gilaan setiap hari, mulai dari saldo puluhan juta rupiah, benih super ajaib, hingga barang-barang mustahil lainnya. Kini, dengan cangkul di tangan dan sistem overpower di sisinya, Arga bersiap menampar mulut julid para tetangga, menendang tengkulak serakah, dan membangun kerajaan bisnis pertaniannya sendiri untuk menjadi petani paling sultan yang pernah ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

Pak Anton menatap penampilan Arga dari atas ke bawah dengan tatapan menilai yang sangat kentara.

Kaos putih polos dan celana jeans murah Arga memang tidak memancarkan aura orang yang punya uang puluhan juta di dompetnya.

"Saya mau cari motor sport yang lumayan tinggi Pak, cocok buat jalanan desa tapi tetap keren dipakai ke kota." Arga menjawab santai tanpa mempedulikan tatapan Pak Anton.

"Oh buat dipakai di desa ya Mas, kalau begitu mending lihat motor bebek atau matic saja di sebelah sana harganya lebih terjangkau." Pak Anton mencoba mengarahkan Arga ke deretan motor murah.

"Tidak Pak, saya mau lihat motor trail Kawasaki KLX warna hitam hijau yang dipajang di pojok sana itu." Arga menunjuk sebuah motor jangkung yang terlihat sangat gagah dan garang.

Pak Anton mengerutkan keningnya karena motor yang ditunjuk Arga itu adalah salah satu stok termahal di tokonya saat ini.

"Itu KLX 150 keluaran tahun muda Mas, harganya masih sangat tinggi sekitar dua puluh delapan juta rupiah lho."

"Boleh saya lihat dari dekat dan cek mesinnya sebentar Pak Anton." Arga tidak mempedulikan peringatan soal harga itu dan langsung berjalan mendekati motor incarannya.

Baru saja Arga menyentuh setang motor trail yang dingin itu tiba-tiba suara lengkingan tawa seorang wanita terdengar dari arah pintu masuk.

"Hahaha, iya Sayang kamu hebat banget bisa dapat promosi secepat itu di kantor."

Arga mengenali suara cempreng dan manja itu dari jarak radius sepuluh kilometer sekalipun.

Itu adalah suara Dinda sang mantan pacar yang membuangnya seperti sampah minggu lalu.

Arga menoleh perlahan ke arah pintu masuk dan benar saja dugaannya tidak meleset sedikit pun.

Dinda berdiri di sana dengan balutan gaun selutut yang terlihat norak sambil menggandeng lengan seorang pria berkemeja rapi.

Pria itu adalah Dimas manajer HRD yang merebut Dinda darinya saat dia baru saja dipecat dari pekerjaannya.

Dinda yang sedang tertawa tiba-tiba menghentikan tawanya saat matanya tidak sengaja berserobok dengan tatapan tajam Arga.

"Loh, Arga, sedang apa gembel sepertimu ada di showroom motor mewah begini." Dinda setengah berteriak dengan nada kaget bercampur meremehkan.

Dimas ikut menoleh dan menatap Arga dengan senyum sinis yang sangat menyebalkan melihat penampilan mantannya kekasihnya ini.

"Oh ini pemuda desa yang sering kamu ceritakan itu Din, yang menangis memohon-mohon minta balikan sama kamu minggu lalu itu ya." Dimas berkata dengan suara keras sengaja agar semua orang di showroom mendengarnya.

Wajah Arga tetap datar dan tenang meskipun hatinya sedikit bergejolak melihat wajah sok suci mantannya tersebut.

"Aku tidak pernah memohon menangis padamu Dinda, jangan mengarang cerita untuk menaikkan harga dirimu sendiri." Arga membalas dengan suara bariton yang berat dan dingin.

Dinda langsung melotot marah dan melepaskan gandengan tangannya dari Dimas lalu melangkah mendekati Arga.

"Terus ngapain kamu ke sini Ga, mau ngelamar kerja jadi tukang cuci motor di dealer ini karena di desa tidak ada kerjaan."

"Atau kamu cuma numpang berteduh dari panas matahari sambil mimpi bisa beli motor sport." Dinda tertawa mengejek sambil menutupi mulutnya dengan sebelah tangan.

"Aku ke sini mau beli motor untuk transportasiku ke ladang, apa itu ada urusannya denganmu." Arga menjawab santai sambil kembali mengelus jok motor KLX tersebut.

Mendengar jawaban Arga tawa Dimas meledak dengan sangat keras hingga bahunya berguncang hebat.

"Beli motor katamu, astaga anak desa ini halusnya kelewatan batas sekali ya."

"Makan nasi bungkus saja kamu harus ngutang di warung, sok-sokan mau beli motor KLX seharga puluhan juta." Dimas menepuk bahu Arga dengan kasar namun Arga langsung menepisnya dengan keras.

Plak.

Suara tepisan tangan Arga bergema cukup nyaring membuat Dimas sedikit meringis menahan sakit di pergelangan tangannya.

"Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu itu Dimas, urus saja urusanmu sendiri."

Dinda yang melihat pacar barunya dikasari langsung naik pitam dan menunjuk wajah Arga dengan jari telunjuknya.

"Kamu itu ya Ga sudah miskin pengangguran tapi sombongnya selangit tidak tahu diri."

"Lihat Dimas ini, dia manajer HRD bergaji delapan juta sebulan dan hari ini dia mau membelikan aku motor matic baru." Dinda membusungkan dadanya dengan sangat bangga memamerkan pacarnya.

"Pak Anton, tolong layani kami saja, abaikan orang miskin ini yang cuma mau numpang foto di atas motor." Dimas memanggil Pak Anton dengan gaya arogan seperti seorang raja.

Pak Anton yang sejak tadi merasa canggung akhirnya berjalan mendekati Dimas dengan senyum sopan.

"Baik Pak Dimas, mari kita selesaikan administrasi untuk pengajuan kredit motor matic yang bapak pesan kemarin."

"Iya tolong diproses cepat ya Pak Anton, kami mau langsung pakai motornya buat jalan-jalan sore ini." Dimas mengeluarkan dompet kulitnya dan mengambil kartu identitasnya.

"Kredit ya ternyata, kupikir gajimu yang delapan juta itu cukup untuk beli tunai." Arga bergumam pelan namun sangat jelas terdengar oleh telinga Dimas dan Dinda.

Wajah Dimas langsung merah padam menahan rasa malu karena disindir telak oleh pengangguran di depannya ini.

"Orang pintar itu mengelola keuangan pakai sistem cicilan Ga, mana ngerti orang kampung sepertimu soal manajemen finansial." Dimas mencoba membela diri dengan alasan konyolnya.

"Alasan saja, bilang saja uangmu habis buat bayar hutang pinjaman online makanya beli motor murah saja harus dikredit." Arga tersenyum sinis menusuk tepat di kelemahan Dimas.

1
irena
hancurkan wiratama sampai ke akarnya thor.. Arga dilawan
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
irena
seru banget thor.. kapok si baskoro... klo perlu kasih jadi gembel si baskoro kusuma
Cherlly: iya kaka nanti tunggu bab selanjut nya ya kaka😍
total 1 replies
Cherlly
sangat menarik dan kejutan tk terduga oleh sistem
Gege
emas dunia 1 gram sudah 2.7juta paling murah Thor...🤣
Gege
duit Baru ratusan juta kok bangun villa mewah..🤣
Cherlly: ya kaka, kan itu uang dr awal dia dapet sistem di kumpulin sampe bisa bangun villa mewah,dan masih ada lanjutaan bab yg mengejutkan si pembaca😊
total 1 replies
Gege
perasaan masih ratusan juta belom milyaran kok disebut milyarder Thor..🤣
Sayekti 0519
waah ... udah bisa bantu bikin rumah sakit khusus kanker gratis,mesjid panti.kan udah punya pohon uang
Sayekti 0519
lah rumah nya g d bagusin,klw d dobrak orang jahat gmana??
Cherlly: dia kan punya sistem yg bisa menghasil kan uang dan bisa buat beli rumah baru kaka
nanti di tunggu bab selanjut nya kaka semakin seru nanti nya,saya lagi mikir untuk bab selanjut nya biar lebih menarik😊
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!