NovelToon NovelToon
[TLS#2] Crazy Dare

[TLS#2] Crazy Dare

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:296.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Zakinah

Jika ada yang harus disalahkan, maka permainan Truth Or Dare-lah yang harus disalahkan.

Karena semua berawal dari sana.
Permainan yang telah dicap sialan oleh cowok gondrong anggota inti The Lion. Sebuah permainan tidak masuk akal dari teman-temannya yang mau tidak mau harus ia selesaikan dikarenakan kebodohannya memilih 'Dare'.

Alhasil, cewek ketua ekskul modern dance yang mendapat julukan Queen Shadow SMA Garuda itu pun menjadi sasaran empuk permainannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Zakinah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAGIAN # 9

Suatu keberuntungan untuk anak kelas XI IPA 2 dikarenakan kehadiran sembilan inti The Lion ke kelas mereka. Yah, apalagi tujuannya jika bukan menemani Ketua Geng-nya ngapel ke seorang Meira Annastasia.

Semuanya sudah anteng dengan kegiatan masing-masing.

Malik dan Tian yang mengambil kesempatan untuk menggoda teman cewek sekelas Meira, Arnold yang lebih memilih bermain game online bersama Dimas, Devan yang terlihat sedang melakukan video call yang sudah bisa ditebak itu adalah Aluna. Adnan? Cowok berjaket khas kulit coklat itu tengah memainkan gitar Tian yang akhir-akhir ini ia pelajari dengan menyanyikan lagu Bukti karya Virgoun. Tentu saja hal ini membuat cewek-cewek kelas XI IPA 2 mengabadikannya dengan kamera lalu dijadikan Snapgram.

Ezra dan Bagus? Mereka duduk di samping kanan dan kiri Meira, memonopoli cewek berbandana hitam itu agar sang pacar merasa kesal. Alka? Cowok dingin yang menjabat sebagai pacar Meira ini hanya duduk di depan Meira dengan ekspresi datar namun tersirat kekesalan. Apalagi ada satu meja yang membatasinya dengan Meira.

Bella? Cewek itu memilih pergi entah kemana. Ia memang sudah sedikit membaik pada Meira namun, masih ada tembok tak kasat mata yang coba cewek itu bangun untuk Meira. Dita? Tidak usah ditanya lagi. Baru saja Bagus mendudukkan dirinya cewek itu langsung keluar dari kelas. Padahal Bagus tidak akan berbuat apa-apa. Mungkin Dita merasa canggung saja.

Berbicara seorang Bagus, cowok dengan rambut dikucir itu memiringkan tubuhnya menghadap Meira, tangan kanannya terlipat di atas sandaran kursi. “Lo kok tambah hari tambah cantik, sih, Cil?” tanyanya sembari menaik turunkan alisnya jahil.

Ezra ikut memposisikan diri seperti Bagus. “Kalo aja pacar lo bukan ketua gue, udah gue tikung dia,” tambahnya. Sebuah pulpen mendarat dengan tidak elegant di kepala Ezra yang sontak membuat cowok berkaos hitam tanpa seragam sekolah itu memekik lalu melempar tatapan protes pada si pelaku.

“Jahat banget, sih, Al. Sakit tau!” adunya sembari mengerucutkan bibir. Alka memutar mata melihatnya, Meira terkekeh geli sementara Bagus menggeleng-gelengkan kepala.

“Mei, pacar lo sadis tau. Sakit banget nih kepala gue, untung gak bocor.”

“Lebay,” cibir Alka yang membuat Ezra mendelik berani, namun ketika dipelototi cowok itu langsung nyengir.

Saat tangan Meira hendak terangkat mengelus kepala Ezra, sebuah tangan lebih dulu menghentikannya. “Mau ngapain lo?” tanya Alka.

Meira mengerjap polos kemudian menjawab, “elusin kepalanya Kak Ezra. Kasian tau, Kak, kalau sampe bocor beneran.”

Ezra dan Bagus menahan tawa geli sementara orang yang masih memegang tangan Meira itu mengeluarkan dengusannya. Tanpa aba-aba ia melepas tangan Meira kemudian berdiri, keluar sedikit dari himpitan meja dan kursi lalu menggeser kursi yang diduduki Ezra tanpa peduli sang empu hingga Ezra kembali memekik.

“Ayo keluar,” ajaknya menarik pelan pergelangan tangan Meira keluar kelas. Meira yang melihat raut tidak bersahabat dari wajah pacarnya hanya meringis pelan kemudian meminta maaf pada Ezra mewakili Alka. Padahal Ezra hanya bercanda.

“Dasar, sama teman sendiri aja udah kayak apa,” cibir Bagus setelah Alka dan Meira keluar. “Tau, gue juga mana berani rebut Meira dari dia,” tambah Ezra.

“Booyah!” teriakan Dimas menggema membuat semuanya melempar tatapan ke arah cowok yang tengah mengangkat ponsel tinggi-tinggi itu. Sementara di sebelahnya ada Arnold yang mendengus. Bisa ditebak, Dimas menang dan Arnold kalah dalam game.

“Gak usah songong, lo! Nyok, sini. Hadepin Abang dulu!” seru Ezra kemudian berdiri dan mengeluarkan ponsel dari saku abu-nya. “Gak usah, lah, Bang. Entar kalah nangis lagi.” Ezra mengumpat lalu mendekat pada Dimas, menjitak kepala adik kelasnya itu kemudian duduk di sampingnya. Ronde kedua dimulai dengan Arnold yang lagi-lagi ikut bermain.

Saat Bagus berdiri hendak bergabung dengan mereka, suara seseorang dari pintu kelas lebih dulu menyita perhatiannya, membuat kakinya yang hendak melangkah terhenti dengan pandangan tertuju pada pintu kelas.

####

“Krystal!”

Krystal menghela napas lalu menoleh dengan jengah mendengar suara wanita paruh baya yang baru saja memanggil namanya di koridor. Niat ingin ke kantinnya harus ia buang jauh-jauh lebih dulu ketika melihat wanita berbadan gemuk yang tengah berjalan dengan setumpuk kertas folio di tangannya. Krystal mendecakkan lidah pelan ketika tahu apa maksud wanita tersebut.

“Kamu bisa bantu Ibu, gak? Ibu lagi kebelet, nih. Kamu tolong bawain ini ke kelas XI IPA 2, ya. Bilang ini hasil ulangan harian mereka.” Tanpa menunggu persetujuan Krystal, wanita berseragam PNS itu menyerahkan setumpuk kertas folio pada Krystal, yang mana mau tidak mau harus diikuti titahnya.

Tungkai jenjang mulus miliknya berjalan dengan malas menuju kelas tersebut. “Permisi,” ucapnya di ambang pintu.

Suasana kelas yang awalnya cukup riuh langsung hening. Bahkan suara gitar dan nyanyian yang sempat terdengar hilang begitu saja. Krystal acuh, dengan wajah datar andalannya ia berjalan masuk lalu meletakkan tumpukan kertas tersebut di atas meja guru. “Ini hasil ulangan kalian dari bu Ratna. Yang ketua kelas silahkan dibagi.” Krystal tidak ingin repot-repot mendengar ucapan terima kasih dari penghuni kelas tersebut hingga memutuskan keluar setelah menyelesaikan amanah.

“Eits! Tunggu dulu ….” Tarikan di pergelangan tangannya sewaktu berada di luar kelas memaksa langkah Krystal terhenti. Tanpa berbalik, ia melepas cekalan tersebut. “Gue gak ada waktu ngeladenin lo.”

Sifat laki-laki itu keras. Pantang untuk mereka menerima penolakan. Sekali ditolak itu belum berarti apa-apa. Bagus melangkahkan kakinya untuk menyamai Krystal yang ternyata berbelok menuju kantin kelas XI. Dahinya sedikit berkerut, tumben-tumbenan cewek muka tembok ini ingin ke kantin.

“Kemasukan setan apa lo mau ke kantin? Kantin junior pula.”

Krystal tidak merespons, tanpa peduli seorang Bagus yang terus menyamai langkah cepatnya ia memasuki kantin. Langkahnya terhenti diikuti Bagus yang menatapnya heran. “Kok, tiba-tiba berhenti?” tanya Bagus.

Krystal menatap datar pada Bagus sekilas kemudian memusatkan tatapan pada sudut kantin. “Sudut kantin sebelah kanan.” Seperti babu yang patuh pada majikannya, kepala Bagus bergerak ke arah yang dimaksud Krystal. Seketika hatinya mencelos, di sudut sana. Dita dan Rio saling bersuap-suap ria dengan tawa yang menghiasi.

Krystal yang melihat Bagus masih terpaku hanya tersenyum sinis lalu berjalan ke tempat pemesanan makanan dan minuman. Tidak lama kemudian ia kembali pada Bagus yang masih menatap dua sejoli di sana. Sebotol air mineral persiapan latihannya berada di tangan kiri, sedangkan tangan kanannya ada jus jeruk dan roti.

Jus jeruk dan roti tersebut ia sodorkan tepat di depan mata Bagus hingga cowok itu tersentak. “Apaan, nih?” tanya Bagus melirik jus jeruk, roti dan Krystal secara bergantian.

Krystal mengangkat bahu acuh, “lo gak cukup bodoh buat tau apa ini.”

Mengdengkus, Bagus mengambil jus jeruk dan roti tersebut dengan sedikit kesal. Cewek ini, tidak tahu apa hatinya sedang panas dan Krystal malah sarkas padanya. Menyadari satu hal, Bagus menyipitkan mata curiga pada Krystal. “Tumben lo baik. Ada udang di balik bakwan, kan, nih?”

Krystal memutar mata malas. “Pura-pura kuat liat mantan gebetan mesra-mesraan sama pacar barunya itu butuh tenaga. Berhubung gue baik, yaudah gue beliin lo sumber tenaga.”

.

.

.

KRYSTAL BAIK,YAH?😂

SAKING BAIKNYA PENGEN BAGUS GANTUNG KE POHON TOUGE😭

LIKE, KOMEN, VOTE DAN SHARE GENGS!

LOVE,

NURULZAKNH

1
Teguh wira admaja
thor... ini cerita selanjutnya atau cerita awal yah
bukan kah di seniornya
alka sm meira dah nikah
Risa Aprilia
sad ending
Risa Aprilia
pohon togenya semaput duluan mah klo yg digantung cowok ganteng,😅
Kokom Mala
aq sih emang lebih setuju bagus sma dita,soal nya dari awal di senior emang udh klik nya sma dita,,knpa ada kristal,kurang dpt fil nya
Yenni Efita
😭😭😭😭
dhara chantika
pindah kemana thor? aq ingin ngikut
Yenni Efita
ksh mukjizat thorr buat Kristal, terlalu bnyk kepedihan airmata dlm unurny yg msh belia.... beri ksh syg n kebhgiaan sm org yg syg m dia dg tulus
Sisti Yanti
Galau..
Sisti Yanti
Karna aku suka yg menantang aku pilih bagus... Hahaha
octa
MO NANGIS TAPI ADA MAK GW😭
rhmbrt_s
mata gue sampe hmpir bengkak thor
🌹CleoPaTrA🌹
lanjuut
Ana Ana Bae
season 2 dong thor....krystal lahir kembali dengan karakter baru dong thor...pliss....
Partiah Yake
nangis aku....., sewajarnya ya begitu ya masa sdh tau sakit tuva tuba sembuh kan agak lucu ya thor
embun pagi
seru layaknya Thor,,,tapi lupa sama nama2 tokonya,,,🙈🙈
Khanza💟💟
Nangis tengah malam ini mah
Nyesek sumpah😭😭
رح يسف
sad bnget sih kamu gus😭😭😭
Nur Sifa
😭😭😭😭
LyLa_LyLa
thor gue nangis terharu banget 🥺😭😭😭😭
key
😭😭😭😭😭
aq banjir thorrrr... ikutan nyeri kaya bagus..
😭😭😭😭😭

sekarang tinggal kisahnya aluna ama devan ya... ya.. ya.. ya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!