Assalamualaikum
Hallo terimakasih sudah membaca karya pertamaku, mohon maaf bila ada tulisan yang masih kurang
Sarah Mariana Adriansyah
Yang biasa di panggil Ria. Berusia 21thn mahasiswa semester akhir, Ria adalah gadis cantik berasal dari keluarga terpandang hidupnya penuh dengan kemewahan. Ria termasuk anak yang cukup nakal dan bar-bar selalu pulang malam, Tapi Ria selalu menjaga kehormatan bagai seorang wanita.... Pada suatu hari, bertemu dengan lelaki yang membuatnya terpana.... Yang ternyata akan di jodohkan oleh orang tuanya.
Wahyu Hidayat
Yang biasa di panggil Wahyu, badan tinggi mempunyai wajah tampan dan kulit putih. Berusia 28thm lulusan terbaik di universitasnya... Namun keberuntungan belum berpihak pada nya. Wahyu sehari-hari membantu ibunya di toko. Pada suatu hari tidak sengaja bertemu dengan wanita yang membuatnya hampir jantung setiap hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jilbaza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesibukan Ria dan Wahyu di kantor
hari Senin pun tiba.
seperti biasa rutinitas di pagi hari Ria beserta Wahyu di ruangan yang sama untuk membahas proyek yang akan dibangun, Wahyu menjelaskan beberapa struktur dan juga model yang akan dibangun. sedangkan dia hanya menambahkan dan wildan mencatat apa yang Ria sampaikan untuk dibaca ulang nanti oleh Wahyu.
"Jadi gimana nona Ria apa ada salah satu masukan untuk semua yang saya rancang."Tanya Wahyu menatap Berkas yang di pegang lalu menyerahkan pada Ria.
"Sangatlah menarik, Deddy pasti senang dengan rancangan ini. dan di pelosok-pelosok sulit mendapatkan sekolah jadi kita bangun di sana."Ucap Ria. sedangkan Wahyu hanya mengangguk-angguk.
"Terus apa kedepannya? kita belum terjun langsung ke tepatnya, dan belum berbicara dengan keluaran ataupun RT/RW nya."Tanya Wahyu.
"Kita terjun langsung ke sana, supaya bisa memantau situasi yang ada di sana."Jawab Ria
"Baik nanti kita terjun langsung, dan kapan nona ada waktu luang untuk terjun ke sana? biar nanti Wildan yang atur jadwalnya."tanya Wahyu.
"Lusa saya ada waktu luang untuk terjun langsung, apa di kantor aja meeting bersama klien?."tanya Ria.
"sepertinya tidak ada nona, karena klien minta di majukan besok, jadi besok saya full meeting dari pagi sampai malam."Jawab Wahyu. sedangkan Ria hanya mengangguk..
teteh rasa waktu sudah menunjukkan jam istirahat, Wildan membawakan makan siang untuk nuna Ria dan Tuan Wahyu. mereka bertiga makan siang bersama walaupun sesekali menjawab pertanyaan Ria tentang pekerjaan. sesekali Ria mencuri-curi pandang kepada Wahyu tapi Wahyu tidak menyadarinya. sedangkan Wildan menyadari bahwa nona nya mencuri-curi pandang.
"Oh iya gimana kemaren rumah yang di siapkan? apa nyaman?."Tanya Ria.
"Sangatlah nyaman nona, karena tepatnya adem dan orang-orang di sana pada Ramah-tamah dan juga ibu saya sangat nyaman di tempat baru."Jawab Wahyu tersenyum.
"Lalu tuan Wildan bagaimana?."Tanya Ria pada Wildan.
" Sangat nyaman, Abi dan umi sangat bahagia dan juga kedua adik saya."Jawab Wildan.
"Lain waktu main lah ke rumah singgah saya, di sana ada Adrian, Rangga dan juga Riko. ouh iya dapat salam dari mereka. karena mereka tidak bekerja di perusahaan pusat tapi di perusahaan utama yang di pimpin Deddy saya."Ucap Ria.
"Wah baiklah weked nanti saya akan ke tempat mereka, untuk menyambung silahturahmi."Jawab Wahyu sedangkan Wildan hanya mendengarkan seperti orang yang menjadi nyamuk.
setelah makan siang Wahyu, Wildan dan Ria turun ke lantai bawah untuk melaksanakan sholat dzuhur. setelah mereka melaksanakan sholat dzuhur lalu mereka naik ke lantai atas untuk ke ruangan masing-masing, Ria yang sedang sibuk mengerjakan laporan sedangkan Winda sibuk di restoran dan cafe karena hari ini stok barang akan masuk jadi Winda turun tangan untuk memastikannya.
JAM 14.00 WIB
pintu ruang kerja Ria
*tok tok tok
"Masuk*" ucap Ria.
Wahyu pun masuk lalu menyerahkan dokumen kepada Ria, Ria mempersilahkan Wahyu duduk sebentar untuk menyelesaikan proyek yang tertunda tadi.
"Oh ya tuan Wahyu tadi saya sudah menelpon Tuan Michael dan mungkin sore ada pertemuan dengan tuan Mlchael."Ucap Ria.
"Baik kalau begitu Nona Ria di mana pertemuan yang kita adakan nanti."Tanya Wahyu pada Ria.
"Tuan Michael menyampaikan untuk datang langsung ke perusahaan utamanya, jadi sekitar 1jm lagi kita ke kantor untuk meeting menjalankan proyek yang sudah kita rencanakan."Jawab Ria sedangkan Wahyu hanya mengangguk paham.
setelah berbincang-bincang membahas tentang proyek tersebut, Wahyu izin pamit untuk ke ruangannya karena masih ada dokumen yang harus ditandatangani.
setelah perusahaan salah satu cabang dipimpin oleh Tuan Wahyu Hidayat semua urusan dokumen tanda tangan diserahkan kepadanya, sedangkan Ria sesekali ke kantor untuk mengecek keadaan dan juga bila ada diperlukan Ria akan datang ke kantor seperti saat ini.
jam sudah menunjukkan 15:07
Ria menghampiri ruangan Wahyu lalu mengetuk pintu dan keluarlah Wahyu yang sudah bersiap dengan jas lengkap, Dan di tangan kanan tas kantor yang berisi laptop serta beberapa dokumen lainnya.
Ria dan Wahyu menaiki lift pertama sedangkan Wildan sudah menunggu di bawah untuk menyiapkan mobil yang akan mengantar mereka ke perusahaan utama yang dipimpin oleh Tuan Michael.
karyawan yang melihat kedekatan Ria dan Wahyu keluar dari lift menjadi tanda tanya? apakah mereka sedang dekat? tapi bila dilihat-lihat mereka sangat cocok dan serasi. sesampainya depan mobil Wahyu membukakan pintu belakang untuk Nona Ria. Ria yang diperlakukan seperti itu i'm sok dan kaget. Ria pun masuk lalu disusul oleh Wahyu sedangkan Wildan menyetir di depan.
"terima kasih maaf merepotkan."Ucap Ria.
"Tidak merepotkan nona, ini memang sudah tugas saya."Jawab Wahyu. mobil pun melaju keluar dari perusahaan cabang untuk ke perusahaan utama.
30 menit kemudian
akhirnya mobil yang ditumpangi mereka bertiga sudah sampai di depan kantor Tuan Michael, seperti biasa Wahyu membukakan pintu untuk nona Ria mereka berdua masuk ke dalam untuk menemui Tuan Michael sedangkan Wildan memarkirkan mobil di parkiran VIP dan menyusul mereka berdua yang sudah lebih dulu.
sesampainya di ruangan Deddy, Ria menghampiri deddy yang sedang sibuk bekerja lalu memeluk dan mencium pipinya.
"Ada apa kalian berdua kemari."Tanya tuan Mlchael.
" Maksud kedatangan kami ingin membahas tentang proyek yang akan di bangun di beber pelosok desa. yang membutuh pendidikan."Jawab Wahyu tegas dan berwibawa membuat Ria benar-benar takjub.
"Oh baiklah, lagi bagaiman dan apa susuannya."Tanya tuan Mlchael.
"Jadi ded dengarkan Wahyu yang akan menjalankan tadi Ria menembangkan beberapa point' untuk fasilitas nya."Jawa Ria Wahyu pun mulai menjelaskan perencanaan pembangunan sekolah yang dibutuhkan di pelosok tertentu.
"Tuan kita lihat dari segi ekonomi yang mungkin kurang mampu untuk menyekolahkan anak-anaknya, Jadi kami mengusulkan untuk membangun sekolah dari taman kanak-kanak sampai SMA/SMK. mungkin kalau kuliah bisa di kuliahkan di universitas terbaik yang ada di kota ini dan memberikan beasiswa untuk anak-anak yang mau masuk ke jurusan perguruan tinggi atau kedokteran ataupun yang lainnya. jadi kita masuk kepada intinya pembangunan yang akan dibangun yaitu ada beberapa point'nya.
Taman kanak-kanak yang di fasilitasi permainan, perpustakaan membaca, dan juga guru-guru yang ditugaskan untuk ke pelosok tersebut.
fasilitas untuk sekolah dasar lapangan basket, bola, bulutangkis dan lain sebagainya itu salah satu fasilitas yang umum ruang komputer dan perpustakaan, dan juga tuan bisa lihat berapa lantai yang kita akan bangun untuk proyek ini.
Sedangkan fasilitas SMP dan SMA itu sama dengan dasar tapi ditambah dengan tempat laboratorium, tata boga dan juga ruang nge-gym, dan juga kolam renang.
"Jadi bagaimana Tuan itu saja beberapa yang saya sampaikan dari poin-poin intinya."jelas Wahyu panjang lebar
BERSAMBUNG......
**Jangan lupa
favorit
like
komentar
share**
tapi air mata tak akan dpt berhenti mengalir...
semangat
lu gue...aku kamu
mending kalo sedang nongkrong lu gue aja...
pas harus berada ditempat sopan...baru sopan bahasanya
semangat kak cleo
walupun kaga ada kekurangan dalam diri ria tapi kaga sombong 👍👍👍👍👍