NovelToon NovelToon
Nisa Untuk Abi

Nisa Untuk Abi

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:15.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Erna Surliandari

Seorang pria dewasa dengan Depresi Pascatrauma. Ia selalu menolak perjodohan dengan berbagai alasan. Hingga suatu hari, sebuah berita buruk memaksanya untuk menikah.

Siapa yang akan Ia pilih?

Akan menyembuhkan, atau membuat Depresi itu semakin menjadi-jadi dan tak akan pernah sembuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagai cinderella

"Selamat sore, Pak." sapa Dita, ketika Abi masuk ke dalam ruangannya.

Abi mengangguk. Ia kemudian duduk, dan menatap kaki Dita dengan fokus.

"Bapak, ada apa dengan kaki saya?" tanya Dita.

"Ukuran sepatumu, berapa?"

"Ti-tiga tujuh, kenapa?"

"Belikan satu sepatu, ukuran Tiga tujuh. Segera minta antarkan kemari."

"Buat?"

"Lakukan saja."

"Baiklah," jawab Dita, pasrah. Ia pun keluar, dan melakukan yang Abi perintahkan padanya. Lalu kembali, setelah beberapa lama menunggu pesanan super ekspresnya.

"Ini, Pak." Dita masuk, dan memberikan sepatu itu.

"Baiklah, mana mereka? Karyawan baru yang perlu saya sambut."

"Di luar, Pak." timpal Dita.

Keduanya keluar. Sepatu ditinggal Abi di dalam. Mereka menemui karyawan yang telah menunggu, dan langsung berdiri menghampiri keduanya.

"Selamat sore, selamat datang di perusahaan kami...."

"Maaf, saya telat." seorang wanita masuk. Ia berjalan dengan menjinjitkan kakinya, tertunduk malu melewati Abi dan Dita. Bagian ibu jari kaki nya berdarah, dan Ia berjalan tanpa alas kaki.

"Kamu, baru masuk perkenalan tapi udah berani telat. Ngga sopan,"

"Dita, udah." tegur Abi. "Sepatumu mana?"

"Patah, Pak." jawab gadis itu, menunjukkan sepatu yang memang telah rusak.

"Duduk." titah Abi padanya.

Perkenalan kembali dimulai. Satu persatu dari mereka, menyebutkan namamya dan motifasi mereka masuk ke perusahaan itu.

"Saya, Anisa Oktarina. Motivasi saya masuk kemari, karena perusahaan ini benar-benar menerima karyawan berdasarkan cv, nilai, dan etos kerjanya. Bukan karena, adanya orang dalam." jawabnya jujur.

Semua tertawa atas kejujuran Nisa, termasuk Dita. Tapi tidak dengan Abi, yang menatapnya tajam dengan mata dinginnya.

" Apa aku salah ngomong? " Nisa tertunduk malu.

Baiklah. Perkenalan sudah dilakukan. Kalian tahu saya, dan saya sudah mengenal kalian. Tinggal bagaimana pekerjaan kalian, saya akan menilainya.

"Baik," jawab mereka kompak.

Abi pun mengajak Dita keluar, lalu membalik badan kembali.

"Kamu," tunjuknya pada Nisa.

Gadis itu tak menyahut, hingga seorang rekan mencoleknya.

"Hah, iya, saya? Ada apa?" kaget Nisa.

"Ikut saya, keruangan." pinta Abi. Nisa bengong kebingungan. Untuk apa Bos memanggilnya, padahal belum resmi bekerja. Tapi, Ia pun segera menurutinya.

Nisa mengikuti langkah Abi dan Dita di depan nya. Lalu ikut masuk ke ruangan Abi, memperhatikan seluruh sudut ruangan besar itu.

"Bapak, mau apa panggil saya?" tanya Nisa, canggung.

Abi bergeming. Ia mengambil sepatu yang baru saja Ia beli, dan memberikannya pada Nisa tanpa sepatah kata pun.

"Ini? Sepatu siapa?"

"Buat kamu, pakai." jawab Abi, datar.

"Kok, buat saya? Saya ngga minta, Pak. Besok, saya beli sendiri kok. Serius, ngga papa. Tadi itu, cuma kecelakaan kecil, jadi patah. Lagian, udah jelek." jelas Nisa, dengan panjang lebar.

Namun, Abi justru berdiri. Ia menghampiri Nisa, dan berjongkok di hadapannya.

" Ba-Bapak, mau apa?" tanya Nisa, mulai kebingungan.

Abi masih diam. Meraih sebuah plaster dalam kantong jasnnya. Ia pun Membalut luka Nisa.

"Maaf, Pak. Jangan," lirih Nisa, mencoba menyingkirkan tangan Abi dari kakinya.

Abi memang menyingkir sebentar. Tapi, hanya untuk meraih sepatu itu. Dan Ia pun memakaikan nya di kaki Nisa hingga terpasang dengan baik.

"Pas, cocok dengan kaki mu." ucap Abi.

Nisa masih tercengang. Dia syok hebat dengan perlakuan Abi padanya. Ia tak pernah kenal, bahkan tak pernah melihat Abi sama sekali dalam hidupnya. Ia masih bengong, bahkan hingga Abi kembali ke kursinya.

1
Borahe 🍉🧡
lanjut lagi dong thor sampai Dita dan Alex nikah dan sampai Nisa lahiran Pliss😍
Borahe 🍉🧡
Abi trauma dgn kejadian Rere yg kecelakaan. makanya dia tdk ingin hal tersebut terulang lagi ke Istirnya
Borahe 🍉🧡
Apaan bukan pencemburu. tp ambekan
Borahe 🍉🧡
Hahaha sabar Bu sek🤗
Desi linda Saputri
itu ulah feby pasti...
Desi linda Saputri
cari kesempatan nih si dita...sebel deh ama cwe modelan gini
Dnur
kau yg mau pergi sendiri Dita... kenapa minta dicegah? pergi ya pergi aja
Dnur
sakit yg kau buat sendiri Dita...
Dnur
dita
Dnur
nisa
herself_22
Luar biasa
Nursina
lanjutkan semangat
3sna
capek dibikin sendiri
3sna
emng blm ada kurir ya
💗 AR Althafunisa 💗
Daebakkkk 😂 Emang feeling seorang istri itu kuat ya 😌
3sna
itu bawa abinya masuk kekamar dita gimn yaa?
3sna
lha ktny dingin,,ini ramah,,,bgmn cb
Maliq kumbara: Dengan orang2 tertentu
total 1 replies
3sna
formal itu terlmbat bukan telat
3sna
nisa ambil langkah tegas abinya jg harus lebih tegas
3sna
setan itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!