NovelToon NovelToon
Milik Wanita Lain

Milik Wanita Lain

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Tika Liesmana

Dalam tahap revisi!

Semua manusia memiliki masa kelamnya sendiri. Semua manusia pernah mengalami perang dengan batinnya sendiri. Tidak semuanya sesempurna dan seindah apa yang kalian pikirkan. Karena kesempurnaan hanya milik para pencipta-Nya.

Jika menurut kalian sebuah pernikahan adalah jalan keluar bagi kegalauan hidup. Maka kalian salah. Justru pernikahan adalah awal dari kehidupan yang sebenarnya.

©Copyright 2019/2020
Point of View 1 All-knowing
@bossytika

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tika Liesmana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 9

Selamat membaca ...

——————————

Still Lisa POV.

Awalnya, kami makan dengan suasana kondusif. Tapi secara tiba-tiba saja Tika mengoceh, menanyakan berbagai macam hal pada Max. Mulai dari Universitas terbaik, jurusan kuliah yang paling banyak diminati, pekerjaan yang pantas untuknya kelak dan masih banyak hal yang lainnya lagi. Membuat Max akhirnya harus menegur adiknya itu.

"“Udah makan dulu deh! Nanti aja ngobrolnya, aku jadi gak bisa menikmati makananku sendiri ini.” Max mulai protes, membuat Tika berdecak kesal sambil mencibir kakaknya itu.

Sedangkan aku hanya memperhatikan mereka berdua saja. Mengamati cara mereka berdua saling berinteraksi kemudian mendengarkan semua obrolan yang mereka bicarakan. Dari awal sampai sekarang.

Begitulah diriku. Aku lebih banyak diam untuk mendengarkan mereka, lagi pula aku juga tahu diri. Walaupun ada kemungkinan Max juga menganggapku sebagai adiknya, tapi hal itu tidak merubah apa yang sudah otakku dapatkan.

Aku sungguh mengagumi semua hal dan apa pun yang menempel pada tubuhnya. Dia terlihat sempurna sebagai seorang lelaki. Bahkan dia bagaikan seorang pahlawan bagi Tika—juga bagiku. Sebab aku tahu, saat aku kehilangan kedua orangtuaku, dialah orang pertama yang membiarkanku untuk terus bersekolah hingga saat ini. Dia yang meminta kepada tante Ida untuk meneruskan biaya sekolahku.

Ya, aku ingat betul kejadian itu.

Tepat seminggu setelah kepergian kedua orangtuaku. Mereka sekeluarga masih berkumpul di rumahku. Sampai suatu malam, saat aku hendak ke dapur, aku mendengar mereka yang sedang berbicara pada om Reza di halaman belakang rumah.

“Udahlah, Mah, 'kan sebelum om Rizal sama istrinya pergi ke Maldives, Mamah udah janji sama mereka buat jaga Lisa. Kalau sudah gini, Mamah harus tepatin janji Mamah dong." Max mengatakan sebuah perjanjian yang di mana semua itu seketika harus terjadi.

“Gak apa-apa, Bu. Biarkan biaya sekolah Lisa menjadi tanggungan saya. Lagi pula, saya sudah sangat berterima kasih masih diizinkan untuk terus bekerja. Malah saya diberikan naik jabatan.” Om Reza ikut berbicara saat itu.

Aku mendengar jelas semua obrolan mereka bertiga. Terlebih lagi saat aku mendengar bahwa biaya sekolahku ternyata tidaklah murah, sebab aku satu sekolah dengan Tika. Aku sempat shock mendengar kabar itu, rasanya tidak percaya dengan keadaan saat itu. Dan karena perkataan dari Max-lah, akhirnya tante Ida setuju untuk menjadi wali-ku di sekolah dan menjadi penanggung jawab atas semua biaya yang akan dikeluarkan nantinya.

Itulah mengapa aku semakin hari semakin mengaguminya saja. Belum lagi semenjak aku rutin menginap di rumah mereka, dia baik sekali.

“Lis? Lisa?!” tegur Tika yang lalu menyenggol lenganku. Aku terkejut begitu kesadaranku kembali terkumpul lalu menoleh padanya. Menjawabnya dengan sebuah dehaman. “Gua tadi nanya, itu kentang boleh dong dibagi?”

Aku melongo mendengar pertanyaan Tika yang ... sebenarnya tidak terlalu penting, tapi mungkin penting baginya saat ini. Aku tersenyum lalu menyodorkan piring makanku padanya, agar ia dapat mencomot kentang goreng yang ia inginkan.

Entah mengapa aku merasa Max makan dengan secepat kilat, sebab makananku dan Tika saja belum selesai, tapi ia sudah berhasil menyelesaikan makanan yang ia pesan, bahkan piringnya terlihat rapi, maksudku bersih.

“Kalian makannya santai aja, aku mau ngerokok dulu,” ucap Max lalu berdiri, melangkah menuju tempat cuci tangan. Lalu kembali lagi melewati meja kami dan keluar untuk menyulut rokoknya.

Secara diam-diam, mataku terus saja memperhatikan lelaki itu. Tubuh kekarnya, dadanya yang bidang, tengkuk lehernya yang proposional serta bibirnya yang tebal membuatku harus dengan susah payah menelan saliva-ku. Sungguh lelaki idaman.

Rasanya tidak rela jika mataku harus berkedip saat ini, kehilangan beberapa detik gerak-gerik darinya. Memerhatikan caranya menghisap rokoknya, lalu mengembuskan asap itu. Dengan cueknya Max memainkan benda tipis persegi panjang yang sekarang ditatapnya. Rasanya hati dan otakku tidak ada henti-hentinya untuk memujanya, selalu saja terpesona.

“Heh! Lu perhatiin abang gua, ya?” tegur Tika tiba-tiba, aku terpekik lalu menjadi salah tingkah dibuatnya. Akibatnya membuat lidahku kelu untuk berucap, sedangkan Tika terus saja menggodaku menebak-nebak yang aku lakukan dan menghubung-hubungkannya dengan kakaknya yang gagah itu. Ya bener sih, gagah aku akui. Tapi tidak, Tika tidak boleh tahu jika aku mengagumi sosok kakaknya itu. Jangan!

Dengan susah payah aku memaksakan lidah dan mulutku untuk berucap. “Apaan sih? Enggaklah, orang tadi kebetulan aja liat keluar.” Aku mengelak, tapi elakkan itu belum terlalu sempurna.

Sedangkan Tika seakan tidak mau mendengar alasan apa pun, dia terus saja menggodaku, menyenggol-nyenggol lenganku sambil mengatakan sorakkan 'ciee'.

“Ah, elu mah alesan mulu! Bilang aja lu suka abang gua. Biar ntar gua bantuin,” tawar Tika padaku.

Bersambung ...

1
Gendhis Ayunindya
ka.. ko sy lebih suka yg versi pertama ya...🙏
jd baca yg ke sekian kalinya ini... sambil inget2 yg dl versi pertama 😍
Lina ciello
terbaik emang haikal... jangan2 haikal adalah dokternya dokter ini alias suhunya dokter 😍
Lina ciello
masyaalloh semakin cintaa sama haikal🥰
Lina ciello
haikal. sekalinya ngomong bikin 😭
Lina ciello
maxx haikall 🥰
Lina ciello
wahh jangan2jadii lohhh
Lina ciello
lohhh pie tohh iki crita ee 😒
Lina ciello
kok aq malah puseng bacane yaw .. pdhl awale bagus tadi 😣😣
Lina ciello
mantull sepertinya ini... kenapa aq baru tahu cerita ini saat tahun 2023 😯
Mmh Winda J
duh gemesnya y
sun 💥
kesal juga ya sama Tika,,,cinta ya cinta tapi ngk usah gitu juga .masak udah tau Jefri ada cewek nya masih aja mau..
Estika Merty Putri Wardanny
banyak part yang ilang yahhh
Estika Merty Putri Wardanny
banyak yang berubah setelah di revisi... agak membingungkan
untungnya ini yang kesekian kalinya aku baca
Yunis WM: Mampir ya di karya terbaruku "takut menikah"

mohon dukungannya 😊🙏
total 1 replies
Lovely
cemburu deh si Tika 😕
Yunis WM: Mampir ya di karya terbaruku "takut menikah"

mohon dukungannya 😊🙏
total 1 replies
Lovely
konyoll 😂
Lovely
baru part 1 udah bikin penasaran sama ceritanya, jd ga sabar baca part selanjutnya 😁
istri ke-2 tuan Saga 🥰♥️♥️
ikut senyum waktu si Jefri ngelarang Tika ngerokok 😂😂
Shen月呀: halo kak jangan lupa mampir juga di karyaku 🙃
total 1 replies
Nuraini Enung
tika kayaknya asik bngt orangnya
Linaa
👍
Rika Wijayanti
ini gimana ceritanya dari mula Tika mau ngopi bareng Jefri jadi malah nyeritain kisah Lisa dan max kakaknya Tika...belum konek atuh ga faham dengan kisah ini, antara cerita dan komentar berbeda yang diceritainnya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!