NovelToon NovelToon
Kembalinya Dewa Kematian

Kembalinya Dewa Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:147.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seseorang yang kembali ke masa lalunya. Seorang pendekar kuat yang berhasil mendapatkan pusaka untuk mengulang waktu.

Sembilan tahun telah berlalu semenjak kembalinya dia ke masa lalu. Banyak hal yang telah ia ubah. Kekuatannya juga perlahan mendekat ke puncak kekuatannya di kehidupan pertama.

Namun ancaman lain akhirnya muncul. Sejarah telah berubah karena campur tangannya. Kini ia harus bersiap menghadapi musuh lain yang rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benturan Dua Pedang Benang

Benang-benang hitam terus bergoyang pelan mengikuti gerakan tangan Boqin Changing. Warnanya yang pekat membuat suasana di sekitar mereka terasa semakin mencekam.

Di kejauhan, para tetua dan murid yang menyaksikan pertarungan itu hanya mampu menelan ludah. Salah seorang tetua memicingkan mata.

"Sepertinya benar... Itu adalah elemen logam."

Di sampingnya, seorang murid masih menatap lautan benang hitam itu tanpa berkedip.

"Tunggu sebentar, Tetua."

"Kalau itu benar elemen logam... lalu berapa banyak elemen yang sebenarnya dikuasai Senior Chang?"

Tetua itu tidak langsung menjawab.

Sang murid melanjutkan ucapannya dengan nada penuh kebingungan.

"Dalam perjalanan kali ini aku pernah melihat ia menggunakan elemen cahaya."

"Dan sebelumnya juga menggunakan elemen kegelapan."

"Kalau sekarang ditambah elemen logam... bukankah berarti Senior Chang sudah menguasai tiga elemen?"

Ia menarik napas panjang.

"Menguasai tiga elemen sekaligus saja sudah merupakan sesuatu yang hampir mustahil."

Tetua itu mengusap janggutnya perlahan.

"Entahlah. Tapi aku pernah mendengar sebuah rumor."

"Katanya... Boqin Changing menguasai lima elemen."

Murid itu langsung membelalakkan mata.

"Lima?"

Tetua tersebut mendadak terdiam. Ia seperti sedang mengingat sesuatu. Beberapa saat kemudian dahinya berkerut.

"Tidak... sepertinya bukan lima."

Ia kembali menggeleng pelan.

"Kalau tidak salah... sepuluh elemen."

Murid itu hampir tersedak mendengarnya.

"Sepuluh?"

Tetua itu langsung mengangkat kedua bahunya.

"Entahlah. Aku juga tidak tahu. Bisa saja itu hanya rumor yang dilebih-lebihkan."

"Namun melihat apa yang ada di depan mata sekarang... aku sudah tidak yakin lagi mana yang disebut rumor dan mana yang kenyataan."

Sementara itu, di tengah medan pertempuran, Qiu Han kembali mengangkat kedua tangannya.

Swusss!!!!

Ribuan benang putih kembali bermunculan dari sekeliling tubuhnya. Jumlahnya sama sekali tidak kalah banyak dibandingkan lautan benang hitam milik Boqin Changing. Benang-benang itu memenuhi langit, saling berpilin dan bergerak seperti kawanan ular yang sedang mengincar mangsanya.

Qiu Han menarik napas dalam. Di dalam hatinya, ia telah memahami situasi yang sebenarnya.

Tidak ada jalan mundur. Nama Boqin Changing sudah cukup untuk menjelaskan semuanya.

Dari berbagai informasi yang pernah ia dengar, Dewa Kematian hampir tidak pernah membiarkan musuh yang telah berdiri di hadapannya pergi dengan selamat.

Qiu Han mengepalkan kedua tangannya. Meskipun peluang menang sangat kecil ia tetap harus bertarung.

Ia teringat laporan terbaru yang pernah dikirim kelompoknya. Menurut perkiraan mereka, kekuatan Boqin Changing kemungkinan telah mencapai ranah pendekar bumi puncak. Bahkan mungkin sudah melampaui ranah tersebut.

Sedangkan dirinya baru saja memasuki ranah pendekar bumi awal. Perbedaan itu terlalu besar.

Namun Tatapan Qiu Han kembali menjadi tajam. Kalau memang harus mati, ia tidak akan tumbang dengan mudah.

Boom!

Aura di sekelilingnya kembali meledak. Ribuan benang putih langsung bergerak liar mengikuti kehendaknya.

"Aku akan bertarung sampai akhir!"

Swusss!

Tanpa memberi kesempatan sedikit pun, Qiu Han lebih dahulu menerjang ke depan. Ribuan benang putih mengikutinya seperti badai yang hendak melahap segala sesuatu di hadapannya.

Di saat yang sama senyum Boqin Changing perlahan melebar.

"Akhirnya... kau datang juga."

Ia mengangkat satu tangan. Lautan benang hitam di belakangnya langsung berguncang hebat.

Swusss!

Dalam sekejap, ribuan benang hitam itu melesat ke depan, menyambut serangan Qiu Han. Dua lautan benang. Satu berwarna putih dan satu lagi berwarna hitam. Keduanya meluncur dengan kecepatan luar biasa, siap bertabrakan di tengah medan pertempuran.

Dua lautan benang yang memenuhi langit terus melaju dengan kecepatan mengerikan.

Swusss!

Ribuan benang putih milik Qiu Han saling berpilin dan memadat. Dalam hitungan detik, lautan benang itu berubah menjadi sebilah pedang raksasa berwarna putih keperakan.

Panjang pedang itu mencapai puluhan meter. Seluruh permukaannya dipenuhi jalinan benang yang saling mengikat rapat, memancarkan kilauan tajam yang mampu membuat udara di sekitarnya berdesing.

Melihat itu, Boqin Changing hanya tersenyum tipis.

"Menarik."

Ia mengangkat telapak tangannya. Lautan benang hitam di belakangnya segera bergerak mengikuti kehendaknya.

Swusss!

Benang-benang hitam itu saling bertumpuk, berputar, dan memadat. Tak lama kemudian, sebuah pedang raksasa lain perlahan terbentuk.

Namun berbeda dengan milik Qiu Han, pedang ini berwarna hitam pekat. Warna gelapnya seolah mampu menelan cahaya di sekitarnya. Permukaannya dipenuhi benang-benang hitam yang terus bergerak seperti makhluk hidup. Tekanan yang dipancarkannya bahkan jauh lebih mengerikan.

Qiu Han menggertakkan giginya. Ia tahu dirinya tidak boleh ragu. Seluruh qi di dalam tubuhnya langsung dikerahkan tanpa menyisakan sedikit pun.

"Pedang Seribu Benang!"

Boom!

Pedang raksasa putih itu bergetar hebat sebelum akhirnya melesat ke depan. Kecepatannya begitu luar biasa hingga meninggalkan jejak putih panjang di udara.

Boqin Changing memandang serangan itu dengan santai. Kemudian ia mengangkat satu jari.

"Pedang Benang Kegelapan."

Wuusss!

Pedang hitam raksasa di belakangnya langsung bergerak. Tidak secepat kilat. Namun setiap inci pergerakannya justru memberikan tekanan yang jauh lebih besar, seolah mampu membelah ruang di hadapannya.

Detik berikutnya...

Boommmmm!!

Kedua pedang raksasa akhirnya saling berbenturan. Ledakan dahsyat langsung mengguncang seluruh kawasan.

Bummm!!

Tanah di bawah keduanya langsung amblas. Gelombang kejut menyapu ke segala arah, menghancurkan seluruh puing bangunan yang masih tersisa.

Pepohonan di radius ratusan meter tercerabut dari akarnya. Batu-batu raksasa beterbangan sebelum hancur menjadi debu. Langit yang semula cerah kini dipenuhi debu pekat.

Di titik benturan...

Crakkk!

Aliran-aliran petir mulai bermunculan. Petir putih dan hitam menari liar di sekitar kedua pedang yang saling menekan.

Setiap kali percikan petir menyambar tanah, ledakan kecil langsung tercipta.

Crak! Boom! Crakkk! Boom!

Di kejauhan, seluruh tetua dan murid hanya mampu menahan napas. Tak seorang pun berani bersuara. Mata mereka membelalak menatap benturan yang berada di luar pemahaman mereka.

"Sungguh... ini..."

Seorang murid bahkan lupa menelan ludah.

"Aku belum pernah melihat benturan jurus seperti ini."

Tetua Agung Peng sendiri hanya mampu menggeleng pelan.

"Sepanjang hidupku... inilah benturan serangan terkuat yang pernah kusaksikan."

Semua orang mengangguk tanpa sadar. Di hadapan kekuatan semacam itu, mereka merasa diri mereka tidak lebih dari semut.

Sementara itu, di tengah benturan yang mengguncang tempat itu, Boqin Changing justru tersenyum. Senyumnya begitu tenang. Seolah hasil pertarungan ini telah ia ketahui sejak awal.

Detik berikutnya...

Krek...

Terdengar suara retakan kecil. Mula-mula hanya satu. Lalu dua, kemudian puluhan.

Qiu Han membelalakkan matanya.

"Tidak...!"

Ia melihat dengan jelas. Benang-benang putih yang membentuk pedang raksasanya mulai terputus satu per satu.

Krek! Krek! Krek!

Semakin lama, semakin cepat.

Dalam hitungan napas, seluruh jalinan benang itu mulai tercerai-berai. Pedang putih raksasa yang tadi begitu megah kini kehilangan bentuknya.

"Hancur...?"

Qiu Han menggertakkan giginya. Namun kerusakan itu tidak berhenti.

Brakkk!!

Pedang Seribu Benang akhirnya benar-benar pecah. Ribuan benang putih beterbangan ke segala arah sebelum kehilangan seluruh kekuatannya.

Sebaliknya pedang benang raksasa milik Boqin Changing masih tetap utuh. Tidak tampak sedikit pun kerusakan pada permukaannya. Bahkan tekanannya justru semakin mengerikan.

Swusss!

Pedang hitam raksasa itu langsung melesat menuju Qiu Han. Wajah Qiu Han berubah pucat.

"Sialan!"

Ia meraung sambil mengangkat kedua tangannya. Seluruh qi yang masih tersisa di dalam tubuhnya dikerahkan untuk menahan serangan tersebut.

"Aku tidak akan kalah semudah ini!"

Boom!

Kedua telapak tangannya menghantam sisi pedang hitam itu. Ia berharap mampu menghentikannya. Walau hanya sesaat.

Namun harapan itu hancur dalam sekejap. Pedang benang milik Boqin Changing sama sekali tidak melambat.

Srettt!

Pedang itu membelah pertahanan Qiu Han. Kemudian terus melaju membelah tubuhnya.

Srakkk!!

Tubuh Qiu Han terbelah menjadi dua bagian. Darah menyembur tinggi ke udara. Matanya membelalak lebar.

Pada detik-detik terakhir sebelum kesadarannya menghilang, sebuah kenyataan akhirnya memenuhi benaknya.

“Jadi... sedari awal... aku memang bukan tandingannya.”

Ia akhirnya mengerti. Boqin Changing tidak pernah benar-benar serius selama pertarungan berlangsung.

Pria itu hanya menghindar, menangkis, bahkan membiarkannya mengeluarkan seluruh jurus terbaiknya. Ketika akhirnya Boqin Changing memutuskan menyerang, satu serangannya saja sudah cukup untuk mengakhiri seluruh perlawanannya.

Bruk!

Dua bagian tubuh Qiu Han jatuh menghantam tanah.

Suasana di seluruh kawasan kembali tenggelam dalam keheningan. Hanya suara angin yang perlahan berembus melewati puing-puing bekas pertempuran, sementara Boqin Changing tetap berdiri tenang dengan kedua tangan berada di belakang punggungnya.

1
Raju
hadeeeeech.....
ta apalah !!
biar alurnya lambat asal selamat
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍👍
Nanik S
Baru kejutan si Tuan muda menyerah 👍👍👍
Nanik S
Wkwkwkwkwk Tuan besar kalah sama Boqin Feng...🤣🤣🤣🤣
yayat
diracunin ayahnya untuk mancing n dpt ijin dr ibunya boqin ga berkutik
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe ayoooo mancing mania 👍🤣
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hiburan 🌽🔥
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Wu Xing tepat untuk tetap diSekte, karena dia Ketua Sekte yang ikut Boqin Changing ke Kaisaran Qin. selain menjaga Sekte bisa juga melatih orang diSekte.
Zainal Arifin
libur ???
Joedhi Ghenitz
sangat bagus, keren
Akhmad Baihaki
🤭🤭🤭🤭🤭
Blue Manusia Biasa
kacian Wu Xing🤣🤣
Nurhasnah Yolanda
mana kelanjutanya
bogel
top markotop
A 170 RI
menjaga kedua orang tuaku🤣🤣🤭
Xiao Shuxiang
VOTE MELUNCUR
Mamat Stone
/Shhh/
Mamat Stone
/Bye-Bye/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!