Cerita tentang Teknologi super canggih yang di gabungkan dengan kekuatan Kuno Semesta.
Menceritakan pengaturan sang Pencipta dengan menciptakan 9 Segiova dan 9 Gulgara (sang pelindung semesta) dengan di lindungi 10 Jendral.
Kecerdasan membawa nafsu dari makhluk dominan setiap Planet, menjadikan perang antar Planet dan Galaksi tak terhindarkan.
Husgar (sang pembasmi) keturunan sang pelindung Semesta sebagai garda terdepan harus menyelidiki dan melindungi suatu Planet dan Galaksi dari kekacauan.
Hingga Husgar Vize menemukan suatu kesalahan. Dengan di batu kakak kandung yang mengabdikan diri sebagai Pie sang pelindung Husgar..?
#########
Jarak 1 tahun cahaya sebenarnya = 9.467.280.000.000 KM/tahun
Jika ingin mengerti alur cerita secara langsung tanpa basa basi. Mulai baca di bab 84,85,86,87 lalu kembali lagi ke bab 1.
Selamat menikmati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pejuang imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal Perjalanan Vize
Prajurit Zeresky yang sudah tidak sadarkan diri lalu di ikat oleh Jendral Jiru.
"Vize adikku, beristirahatlah waktu kita masih panjang." ucap Jendral Jiru setelah mengikat Prajurit Zeresky.
"Tidak apa kakak, lagi pula sekarang kita belum benar benar aman, aku tidak bisa beristirahat di kondisi seperti ini."
"Baiklah, kita baru akan menghidupkan mesin tiga hari lagi, dan selama itu pula kita tidak dapat melihat hal hal di luar kapsul ini, aku akan beristirahat dulu."
Lalu Jendral Jiru menekan tombol yang berada di langit langit kapsul penyelamat yang hanya setinggi empat meter, ketika tombol di tekan, keluarlah ranjang kecil dari langit langit dan turun ke bawah sampai d ketinggian dua meter yang hanya muat untuk satu badan.
Di dalam kesunyian Kapsul penyelamat, Komandan Vize sedang berfikir keras dan mencoba mencerna kata kata dari Jendral Jiru dan mencoba mengingat ngingat hal hal aneh dalam hidupnya selama ini.
"Aku bukan orang asli planet Tin-go, tapi apakah mungkin orang berbeda planet dapat menjalin hubungan dan memiliki anak, semua ini benar benar sulit di pahami." Komandan Vize berbicara sendiri dalam hati.
"haaiihz..." mendesah dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Dua hari berlalu tetapi Komandan Vize tetap tidak bisa tidur dan hanya merebahkan badannya saja.
Karena terus memikirkan semua penjelasan dari Jendral Jiru, di saat keheningan di dalam kapsul penyelamat dan lamunan Komandan Vize, Tiba tiba Prajurit Zeresky sadarkan diri dan langsung berteriak.
"B*J*NG*N..."
Karena berteriak sekuat tenaga dan masih mengalami luka dalam serta beberapa tulang rusuk yang retak, Prajurit Zeresky terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya, dengan menahan sakit dia terus mengumpat kesal.
"Zeresky apa yang kamu inginkan...?" tanya Komandan Vize.
"B*J*NG*N... Jangan kira karena kamu seorang Komandan aku tidak bisa membunuhmu."
"PLAK... PLAK..." tamparan keras Jendral Jiru mendarat di wajah Prajurit zeresky.
"Jika kamu tidak bisa berbicara dengan tenang, aku akan membunuhmu sekarang..." dengan tatapan dingin Jendral Jiru mengancam.
"Hahaha... Hahaha... Bunuh... Bunuh saja aku..."
"Leep..." Jendral Jiru menusuk di perut kanan bagian atas mengarah pada organ Hati Prajurit Zeresky.
"Hatimu sangat Kotor, sehingga menular pada otakmu yang tidak bisa berfikir dengan baik, kematian adalah permintaanmu dan aku memberikannya, kematianmu akan menghemat udara di kapsul ini..."
Jendral Jiru berbicara pelan di samping telinga Prajurit Zeresky dengan tetap menahan tusukan pisaunya lalu memutar pisaunya dan menggoyang goyangkan sehingga merusak organ dalam Prajurit Zeresky yang ternganga dengan rasa sakit yang luar biasa sampai tak mengeluarkan suara lalu tewas beberapa detik kemudian.
"Kita harus buang jasad ini keluar, tapi kita tidak mungkin membuka pintu." ucap Komandan Vize.
Tiba tiba Jendral Jiru memotong motong dengan ngeri.
"Sudah beres semua, delapan belas jam lagi kita akan menghidupkan mesin, lalu tujuan kita akan ke mana Vize...?" berbicara seolah olah tak melakukan mutilasi.
....
Komandan Vize tetap diam tercengang dengan apa yang baru saja dia lihat.
"Tanpa ada penyesalan..." Komandan Vize berbicara dalam hatinya sendiri."
"Jangan Melamun saja, perjalananmu akan panjang dan akan lebih banyak hal mengerikan yang akan kamu hadapi, mulailah membiasakan diri."
"Ini adalah peperangan pertamamu semenjak menjadi prajurit dan naik jabatan menjadi Komandan, jangan hanya mengasah kecerdasan mu saja, tapi asah juga mental mu."
"Bagaimanapun kamu menyandang gelar Komandan meski itu kamu raih dengan cara keistimewaan kepintaranmu atas segala hal yang mudah sekali kamu pelajari, tapi aku rasa ini hanya awal perjalananmu dan aku akan mendampingimu sesuai amanah ayah kita." Komandan vize menanggapi dengan senyum tipis penuh keraguan.
"Ayah meninggal karena apa kak...?" Komandan Vize bertanya dengan raut wajah begitu penasaran karena cerita dua hari lalu belum sepenuhnya selesai karena ulah Prajurit Vize.
"Emm...ceritaku dua hari lalu memang belum selesai." ucap Jendral Jiru."
"Ketika ayah mendapat kabar dari Jendral Anbo, ayah lalu membawa ibumu meninggalkan kawasan itu, tapi ibumu tidak mau karena harus melindungi inti dari cakram berkode sinmi yang berada di tangan komandan pemberontak itu."
"Berarti ibuku berasal dari kelompok Pemberontak...?" Komandan Vize memotong cerita Jendral Jiru.
Jendral Jiru menganggukkan Kepala.
"Tapi itu semua tidak seperti yang kamu fikirkan, sebutan pemberontak adalah sebutan dari Pimpinan tinggi Planet Tin-go kepada kelompok tersebut agar dapat menggerakkan pasukan, tetapi golongan ibumu menyebut para pimpinan tinggi Planet Tin-go dengan sebutan pencuri, karena cakram berkode sinmi adalah milik kelompok ibumu yang telah di ambil paksa ketika mereka baru tiba di planet Tin-go."
"Karena ancaman akan dihancurkan jika tidak memberikan cakram berkode sinmi yang sangat melegenda itu, dengan terpaksa kelompok ibumu memberikan cakram berkode sinmi karena tidak mungkin melawan dengan kekuatan mereka saat itu, pesawat yang mereka tumpangi rusak parah dan sebagian senjata kehabisan amunisi."
"Tetapi sebelum memberikan cakram berkode sinmi, ibumu melepaskan inti cakram berkode sinmi tanpa sepengetahuan pimpinan tinggi planet tin-go."
"Delapan belas tahun kemudian,pimpinan tinggi planet Tin-go mengetahui jika ada yang kurang pada cakram berkode sinmi lalu menugaskan ayah kita untuk menyelidiki kekuatan kelompok ibumu saat itu."
"Huuuuuffhhh... Panjang sekali cerita ini... Jendral Jiru mengeluh sambil tertawa, memecah ketegangan yang terpancar di raut muka Komandan Vize dan tertawa bersama lalu melanjutkan ceritanya.
"Satu tahun pertama ayah memberi informasi yang di butuhkan kepada pemimpin tertinggi planet Tin-go, itu sebelum ayah bertemu ibumu,tetapi setelah bertemu ibumu dan mengetahui kebenarannya."
"Ayah bekerja sama dengan kelompok ibumu untuk memberi informasi tidak benar, tetapi setelah empat tahun, pemimpin tertinggi Planet Tin-go memerintahkan mata mata lainnya karena ayah jatuh cinta kepada ibumu, sehingga perintah untuk kembali ke markas selalu di tunda tunda oleh ayah yang menimbulkan kecurigaan, yang ternyata telah memiliki putra yaitu kamu vize"
"Mata mata yang di kirim setelah ayah, memberikan informasi yang sebenarnya kepada pimpinan tertinggi planet Tin-go dan menyampaikan bahwa ayah telah berbelot mendukung kelompok ibumu, dengan berbekal informasi cukup."
"Pasukan Planet Tin-go menggempur tempat itu dan menewaskan semua kelompok ibumu, tapi sebelum ibumu tewas, ibumu meminta ayah untuk pergi membawamu dan merahasiakan Keberadaanmu, karena itu kamu dari kecil tidak tinggal bersama kami, 1 tahun kemudian ayah meninggal karena sakit tapi beberapa minggu yang lalu aku mendapatkan kebenaran bahwa ayah di bunuh dengan cara d beri racun sehingga tewas seperti orang sakit." Jendral Jiru menyudahi ceritanya.
"Apakah benda ini ada hubungannya...?"
Dengan mengeluarkan kalung dari dalam bajunya yang melingkar di lehernya, ketika liontin dari kalung itu d keluarkan tiba tiba cakram berkode sinmi bercahaya bersama dengan liontin milik Komandan Vize.
"Ben..benda ini... Ini ada dalam buku catatan ayah, aku mengetahui setelah ayah tewas, ini adalah inti cakram berkode sinmi yang di incar oleh pimpinan tertinggi. Dalam catatan buku ayah benda ini dapat mengantarkan kita ke planet asal cakram berkode sinmi jika di satukan. Ini dapat mengungkap identitas asal ibumu."
Komandan Vize berfikir, apa yang harus dia perbuat.
"Tapi bagaimana cara kita menuju tempat asal cakram ini...?" pertanyaan Komandan Vize dengan menunjukkan keraguan.
"Tidak akan tau jika kita tidak mencoba, lagi pula... Sekarang kita tidak memiliki tujuan jelas akan kemana Planet Tin-go telah alasanmu, anya planet asal ibumu alasan paling tepat untuk mencari tujuan."
Jendaral Jiru memberikan pandangannya.
"Kalau begitu tidak ada pilihan lain, mari kita coba..."
Komandan Vize membuka kalung yang ada pada lehernya dan memasang inti cakram berkode sinmi.
Setelah inti cakram berkode sinmi di pasang, tiba tiba cakram berkode sinmi bereaksi dan mengeluarkan cahaya redup serta berdengung dan bergetar kecil yang tiba tiba kapsul penyelamat juga ikut bergetar pelan dan semakin lama semakin kencang.
"Apa yang terjadi...?" ucap jendral Jiru dan Komandan Vize hampir bersama.
Karena khawatir terjadi sesuatu di luar kapsul, Jendral Jiru menghidupkan mesin kapsul penyelamat, yang secara otomatis ketika mesin di nyalakan, yang berawal dinding kapsul bagai sebuah ruagan tertutup dan terisolasi menjadikan transparan pada bagian atas, depan, belakang serta samping kanan kiri dan hanya bagian dasar yang tidak transparan, dan kali ini mereka benar benar terkejut dengan apa yang mereka lihat
🙏🙏 mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan Favorit😍💕 🙏🙏