Drama rumah tangga, mohon bijak dalam membaca.
Season 1 Erik dan Meta.
Dinyatakan hamil setelah menjalin hubungan gelap dengan mantan pacarnya.
Siapakah ayah dari anak yang dikandung Meta?
Penyesalan datang terlambat, Ia berusaha menyelamatkan pernikahannya.
Season 2 Tomo dan Anisa.
Pria yang tidak bisa setia, akankah ia bisa mengembalikan keluarganya seperti sediakala?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariAdja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9 . Acuh
Gemericik air hangat yang mengalir di tubuh Meta membersihkan sisa - sisa sabun yang masih ada di anggota badan Meta . Dia berharap dengan mandi sepagi ini semangatnya ubtuk menjalani hidup, kembali sepeetu dulu lagi.
Sikap Erik yang acuh padanya benar - benar bisa membuat Meta marah dan kesal . Meta tidak pernah di ajak ngobrol, tidak pernah mau di sentuh Meta lagi dan tidak pernah menganggap Meta ada .
Sekilas terfikir oleh Meta untuk meminta cerai pada Erik, namun Meta sadar sikap Erik yang saat ini berubah itu semua karena kesalahan yang dia lakukan.
Meta mencuci muka dan mengeringkan badan dengan handuk yang sudah dia siapkan.
Kita memang tidak sekamar mas Erik namun kita masih satu rumahkan, akan kudapatkan lagi cintamu,lihat saja nanti.
Meta menghias wajahnya dan bersiap untuk menemani Erik ke tempat kerja. Meta turun kelantai bawah menuju meja makan dia duduk disana dan menunggu Erik agar bisa makan bersama, bi Iyem sudah masak kare daging sapi.
Erik keluar dari kamar dan duduk di depan Meta.
"Pagi mas" sapa Meta sambil menuangkan nasi dan lauk ke piring suaminya itu tak lupa Meta juga mengambilkan minum untuknya.
Erik makan, namun tak satu katapin keluar dari mulutnya muak sekali dia melihat istrinya itu. Jam menunjukkan pukul 9.00 pagi Erik akan segera berangkat ke toko kuenya. Erik beranjal dari duduknya kemudian langsung keluar rumah dan Meta mengikutinya.
Meta sudah berada di dalam mobil Erik, Erik masih saja diam hanya kadang dia melihat Meta penuh tanya, selama mereka mwnikah Meta tidak pernah mau tau apa yang dilakukan Erik, tapi tiba - tiba hari ini Meta bersemangat sekali mengikutinya kerja. Meta melempar senyum manisnya namun Erik langsung membuang muka.
Mas Erik sampai kapan kamu akan mengacuhkan aku, ini sungguh menyiksaku, tak bisakah kamu memaafkanku? batin Meta.
Sesampainya di toko kue, Erik langsung turun dan tidak menghiraukan Meta sama sekali. Meta membuka pintu mobil dan berjalan menuju toko, disana ada lima karyawan yang sudah datang, Lina dan Anton bagian koki, Robi dan Adit mengantar pesanan dan Sintya ada di bagian kasir.
Meta yang biasanya duduk dikasir bersama Sintya hari ini dia ikut bersih - bersih bersama Robi dan Adit. Meta mengambila lap dan mulai membersihkan meja, Erik masih diam saja dan tetap mengacuhkan Meta.
Hingga siang hari saat pelanggan tiba berdatangan Erik mulai membantu mengantar pesana begitupun Meta .
Erik kaget begitu melihat Meta yang sedang membawa pesanan tiba - tiba jatuh pingsan.
"Meta " teriak Erik dan berlari menuju ke arah Meta yang sudah tidak sadarkan diri.
"Meta , kamu kenapa" kata Erik sambil menepuk pipi Meta berharap Meta segera sadar.
Erik menyuruh Robi dan Adit membantunya membawa Meta kedalam mobil menibggalkan orang - orang yang sedang mengerumuni Meta. Meta di tidurkan di kursi belakang kemudian Erik melajukan mobilnya ke rumah sakit terdekat.
Erik tak tega melihat Meta istri yang sangat dicintainya terbaring tak sadarkan diri di IGD , dokter belum memeriksanya namun perawat sudah memasang infus untuk Meta.
Erik merasa bersalah dan terus menggenggam tangan Meta berharap Meta segera sadar .
Dokterpun datang memeriksa keadaan Meta.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Erik khawatir.
"Istri bapak hanya kecapean, sebentar lagi akan sadar dan nanti sore sudah bisa pulang" jawab dokter menjelaskan keadaan Meta.
"Syukurlah, terima kasih dok" kata Erik dan merasa sedikit tenang karena Meta tidak dalam keadaan bahaya.
*M*aafkan aku Meta, kamu jadi sakit gara gara aku, tapi gimana dengan rasa kecewaku ini, aku masih kecewa dengan penghianatanmu, tapi aku tidak tega melihatmu berbaring lemah seperti ini, cepat sadar Ta.
"Mas Erik, kenapa Meta ada disini " tanya meta sambil melihat sekeliling ruangan.
"Syukurlah Ta , kamu sudah sadar " kata Erik sambil mengusap kening Meta.
"Mas Erik maafin Meta ya mas, Meta janji ga bakal ulangin lagi, Meta khilaf mas, Meta tergoda mas, aku mohon Maafin aku ya mas?" kata Meta memelas berharap Erik bisa memaafkannya.
"Aku sudah maafin kamu Ta, tapi rasa kecewa aku sama kamu belum hilang sedikitpun" kata Erik menjelaskn isi hatinya.
"Aku harus bagaimana mas, biar Mas Erik bisa maafin aku, bisa perhatian lagi sama aku, bisa makan bareng lagi, bisa romantis lagi, aku ga kuat mas cuekin aku terus," kata Meta memohon agar Erik bisa memaafkannya.
"Yang penting kamu sembuh dulu, istirahat dulu, nanti sore aku jemput kamu, aku mau ke toko dulu" kata Erik dan berjalan meniggalkan Meta.
Mas Erik aku baru sadar saat marah pun kamu maih baik sama aku, saat kecewa kamu juga peduli sama aku, bahkan kamu memperhatikan kesehatanku, aku berharap mas Erik bisa segera memaafkanku.
Handphone Meta berdering ternyata Sarah melakukan panggilan video padanya.
"Hallo Sarah" sapa Meta
"Iya hallo Ta, aku dengar dari Erik kamu dah pulang Ta," kata Sarah.
" Iya aku Sudah pulang, sekarang aku di rumah sakit" jawab Meta.
"Loh kamu dirumah sakit Ta?" tanya Sarah.
"Iya, tapi nanti sore aku sudah bisa pulang" jawab Meta.
"Oh baguslah, btw siapa yang akan jemput kamu nanti sore?" tanya Sarah ingin tau berharap Meta dan Erik belum akur.
"Mas Erik mau jemput aku Sar " jawab Meta
"Oh , apa kalian sudah baikan, aku mendengar cerita kalian dari Erik" tanya Sarah penasaran.
"Masih proses Sar, aku masih usaha agar mas Erik maafin aku, makasih ya Sar kamu sudah baik sama aku perhatian juga sama aku" cerita Meta pada Sarah.
"Ya udah, semoga Erik segera maafin kamu Ta, aku pengen kalian bisa baikan lagi sama Erik," ucap Sarah.
"Makasih ya Sar kamu sahabat terbaikku" kata Meta.
"Iya, ya udah Sar aku tutup ya, cepat sembuh" kata Sarah sambil melambaikan tangan pada Meta.
Setelah Sarah mematikan video callnya Meta kembali memejamkan matanya dan istirahat.
Jam menunjukkan pukul 5.00 sore
Erikpun menjemput Meta, namun sebelum mereka pulang Erik mengajak Meta bertemu dokter dulu agar diberi resep obat.
"Silahkan duduk pak,bu!" perintah dokter.
Erik dan Meta duduk di kursi di hadapan dokter.
"Tolong resepkan obat untuk istri saya dok, biar dia segera pulih" pinta Erik.
"Apa yang ibu rasakan sekarang?" tanya dokter pada Meta.
"Sudah baikan dok, tapi akhir - akhir ini saya sering pusing dok," jawab Meta.
"Apakah ibu sedang stress atau susah tidur?" dokter kembali bertanya.
"Tidak juga dok" jawab Meta.
"Apa bapak dan ibu sedang program hamil? " dokter bertanya sambil menatap Erik dan Meta bergantian.
Sebelum Erik dan Meta menjawab dokter menyurh Meta untuk mengambil urine nya. Meta kembali dari toilet dan dokter memeriksa hasil urine Meta.
Tiga menit Erik dan Meta menunggu kemudian dokter kembali menemui Meta dan Erik.
"Selamat bapak , ibu Meta positif hamil" kata dokter sambil tersenyum kearah Erik.
Erik terdiam dan terkejut mendengar kata dokter yang berada di hadapannya.
Meta hamil anak siapa yang ada di dalam kandungannya? Anakku atau bukan?
Bersambung.
***
Terima kasih sudah membaca tulisanku.
Jangan lupa!
🌺 Like
🌺 Vote
🌺 Komen
Dan tingalkan.
🌺 Kritik
🌺 Saran
Dikomentar.
Selamat berpuasa bagi yang menjalankan.
🙂🙂🙂
bagi wanita; ceraikan suami yg selingkuh krn sabarmu terbatas tak seperti Tuhanmu. tegaknya hak (keadilan) adalah batas sabar khusus bagi istri...😂👍💪
untuk dapat kesempatan kedua atas kesalahan perselingkuhan harus melalui tahap ini
mengaku salah
benar2 menyesal
berjuang minta maaf
berjuang menebus kesalahan
berjuang memperbaiki kesalahan
berjuang mendapat kesempatan kedua
berjuang mengobati hati pasangan yang luka
menebus kesalahan dengan kebahagiaan
baru benar2 dibilang layak dapat kesempatan kedua
tapi kalau dengan mudah dimaafkan perselingkuhan bisa saja terulang
dan meta tidak berjuang sama sekali dan hanya karena suaminya mempunyai cinta yang tulus meta bisa dapat kesempatan
sebenar meta belum pantas dapat kesempatan kedua hanya kerena dia pemeran utama wanita jadi dia tidak perlu berjuang karena posisi pasti aman
untuk novelis jangan malu buat karakter wanita berjuang
dan satu lagi pebinor tetap laknat
Sampah bener...
ga slalu laki2 yg salah dlm novel, perempuan bisa juga salah
mantap thor.