NovelToon NovelToon
SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Epik Petualangan
Popularitas:293
Nilai: 5
Nama Author: YANDRI HS

Di dunia di mana para penyihir saling pamer ledakan dan mantra panjang, Kaelen Vance mantan pakar cybersecurity yang bereinkarnasi menjadi putra bangsawan miskin memilih menjadi anomali yang tak terlihat. Melihat sihir kuno tak lebih dari sistem jaringan yang penuh celah keamanan, Kael dengan sengaja memasukkan "kode rusak" pada ujian masuk Akademi Sihir. Tujuannya satu: dibuang ke Kelas F, sebuah gedung tua dengan sistem keamanan magis kedaluwarsa yang menjadi titik buta sempurna untuk meretas arsip kerajaan.
Publik mencapnya sebagai "Sampah Akademi". Mereka tidak tahu bahwa Kael tidak butuh merapal mantra; ia menyimpan struktur sihir di otaknya secara permanen layaknya NVRAM, dan menggunakan cincinnya sebagai router untuk meretas dan membelokkan serangan musuh di udara. Kael tidak butuh validasi atau menjadi pahlawan—ia menghancurkan musuhnya secara diam-diam dari balik layar.
Namun,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YANDRI HS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 29: Handshake Error

Kabut tipis berwarna kebiruan yang menyelimuti perairan Kepulauan Meridian perlahan terbelah, tersibak oleh haluan kapal penjelajah otonom yang merapat perlahan ke dermaga tua Portus. Kayu-kayu dermaga yang telah dimakan usia berderit pelan saat lambung kapal bergesekan dengannya, menyuarakan kesunyian yang kontras dengan ketegangan mencekam yang terpancar dari puluhan pasang mata penduduk lokal.

Di sepanjang tepi dermaga batu yang berlumut, puluhan prajurit penjaga pelabuhan berdiri rapat membentuk barikade pertahanan. Mereka mengenakan pakaian kulit kasar yang diperkuat dengan lempengan pelat besi berkarat, memegang tombak-tombak panjang yang ujungnya berdenyut oleh sisa-sisa energi *mana* liar yang tidak stabil. Di barisan tengah, berdiri seorang pria paruh baya bertubuh tegap dengan bekas luka bakar melintang di pipi kanannya—Kapten Valen, pemimpin militer faksi penjaga pelabuhan Portus. Ia menyipitkan matanya, menatap tajam ke arah geladak kapal tanpa awak yang tampak begitu asing dan jauh lebih canggih ketimbang kapal-kapal kayu reyot yang biasa mereka temui di perairan tersebut.

Pintu kabin utama kapal bergeser terbuka secara otomatis. Kaelen Vance melangkah keluar ke atas geladak dengan postur tubuh yang tegak lurus dan langkah kaki yang terukur presisi. Di belakangnya, Elara Vane mengekor dengan tangan bersiaga di dekat gagang tongkat sihirnya, menjaga jarak waspada terhadap kerumunan prajurit yang mengacungkan senjata ke arah mereka.

Kael tidak menunjukkan ekspresi gentar sedikit pun. Pandangan mata abu-abunya menyapu barikade prajurit Portus dengan tatapan analitis yang dingin, seolah-olah ia sedang mengamati sekumpulan rintangan mekanis kecil yang menghalangi jalur transmisi data.

"Siapa kalian?!" seru Kapten Valen dengan suara parau namun menggelegar, mengangkat tombaknya tinggi-tinggi memberi aba-aba agar pasukannya bersiaga penuh. "Kapal tanpa awak ini melintas masuk ke perairan terlarang Portus tanpa izin! Dan menara suar tua di tebing utara mendadak menyala sendiri selama dua hari terakhir setelah mati selama dua ratus tahun! Apakah kalian mata-mata dari faksi pemberontak seberang pulau, atau sisa-sisa monster yang mencoba memancing kami keluar?!"

Pertanyaan itu dilontarkan dengan nada emosional yang tinggi, mencerminkan ketakutan dan kecurigaan mendalam dari sebuah masyarakat yang telah hidup terisolasi terlalu lama.

Kaelen Vance tetap berdiri tenang di atas geladak kapal. Ia mengangkat tangan kanannya perlahan, membiarkan cincin peraknya memancarkan pendaran cahaya biru yang lembut namun kontras dengan suasana kelam pelabuhan.

"Pertanyaan yang tidak efisien," jawab Kael datar, suaranya meluncur tenang dan memotong riuh rendah bisikan para prajurit. "Menara suar di tebing utara tidak menyala secara mandiri. Ia merespons sinyal sinkronisasi global yang kami kirimkan dari daratan utama untuk memulihkan koneksi jaringan yang terputus."

Kapten Valen mengerutkan kening, alisnya bertaut tajam mendengar istilah asing yang diucapkan pemuda itu. "Sinyal sinkronisasi? Jaringan yang terputus? Omong kosong apa yang kau bicarakan, anak muda! Tidak ada jaringan di dunia ini selain pulau-pulau terisolasi dan lautan mati! Jika kalian datang untuk mempermainkan kami, tombak-tombak ini akan menembus dada kalian sebelum kalian sempat melangkah turun dari kapal!"

Elara melangkah maju setengah langkah, bersiap merespons ancaman tersebut, namun Kael mengangkat sebelah tangannya memberi isyarat agar wanita itu tetap tenang. Kael menatap Kapten Valen dengan tatapan setajam bilah es.

"Reaksi defensif kalian adalah contoh nyata dari sebuah *Handshake Error*," kata Kael dingin, suaranya tetap monoton tanpa emosi. "Kalian menolak paket data yang masuk karena kalian tidak memiliki protokol dekripsi untuk memahaminya. Isolasi selama dua ratus tahun telah merusak kemampuan infrastruktur sosial kalian, memicu *packet loss* kultural, dan memaksa kalian hidup dalam konflik faksi yang tidak efisien."

Wajah Kapten Valen memerah karena amarah. Merasa dihina oleh ucapan pemuda asing yang meremehkan cara hidup mereka, ia menurunkan tombaknya dan menunjuk tepat ke wajah Kael. "Tangkap mereka! Bungkus mulut sombong mereka dengan rantai besi, dan seret mereka ke ruang interogasi dewan pelabuhan!"

Mendengar perintah tersebut, belasan prajurit Portus langsung berlari menyerbu menaiki tangga geladak kapal, mengacungkan tombak dan pentungan dengan teriakan perang yang memecah kesunyian pelabuhan.

Elara Vane mengangkat tongkat sihirnya, bersiap melepaskan gelombang sihir pertahanan untuk memukul mundur para penyerang. "Kael, mereka menyerbu!"

"Biarkan," jawab Kael datar. Ia bahkan tidak mengangkat tongkat atau menyiapkan kuda-kuda bertarung.

Begitu barisan prajurit pertama mencapai jarak dua meter dari geladak kapal, Kael mengangkat tangan kanannya dan menjentikkan jari telunjuknya dengan gerakan yang sangat presisi.

*Executing local network override...*

*Deploying non-lethal damping pulse...*

*BZZZZT!*

Sebuah denyutan gelombang elektromagnetik dan frekuensi mikro berdaya rendah memancar seketika dari cincin perak Kael. Gelombang itu tidak merusak atau melukai fisik para prajurit, namun ia menargetkan langsung sistem keseimbangan syaraf serta cadangan *mana* di dalam tubuh mereka yang terhubung dengan senjata magis primitif yang mereka pegang.

Seketika itu juga, belasan prajurit yang sedang berlari mendadak terhuyung jatuh ke atas lantai kayu dermaga. Senjata tombak magis di tangan mereka berderak panas, memuntahkan percikan api kecil, lalu mati total. Para prajurit itu mengerang pelan, terduduk lemas tanpa tenaga, kehilangan keseimbangan total akibat lonjakan data kejut yang melumpuhkan sistem motorik mereka dalam sepersekian detik.

Kapten Valen, yang berdiri di barisan belakang menyaksikan anak buahnya tumbang secara serentak tanpa satupun pukulan fisik yang mendarat, terbelalak lebar. Wajahnya pucat pasi, dan tangannya yang memegang tombak bergetar hebat. Ia belum pernah melihat jenis sihir atau teknik bertarung semacam itu—tidak ada mantera yang dirapalkan, tidak ada kilatan api atau es yang destruktif, melainkan sebuah kekuatan tak kasatmata yang meruntuhkan pertahanan mereka seketika.

"Kekuatan apa... sihir apa ini?!" cicit Valen dengan napas tersengal, mundur dua langkah ke belakang dengan rasa ngeri yang luar biasa.

Kaelen Vance melangkah turun dari geladak kapal, mendaratkan sepatunya dengan tenang di atas lantai dermaga batu yang berlumut. Ia berjalan mendekati Kapten Valen yang kini terkunci dalam ketakutan.

"Itu bukan sihir," jawab Kael dingin, berhenti tepat di hadapan sang kapten. "Itu adalah koreksi kesalahan transmisi. Kalian mencoba menolak koneksi yang dirancang untuk menyelamatkan peradaban kalian dari kebodohan dan inefisiensi."

Kapten Valen menelan ludah dengan susah payah, keringat dingin mengucur deras di pelipisnya. Ia menyadari bahwa di hadapannya bukanlah seorang utusan faksi musuh biasa, melainkan eksistensi di luar nalar yang mampu melumpuhkan seluruh pasukannya hanya dengan satu jentikan jari.

"Apa... apa yang sebenarnya kalian inginkan dari Portus?" suara Valen melemah, hilangnya seluruh keangkuhannya digantikan oleh rasa putus asa.

"Kami tidak menginginkan wilayah kalian, dan kami tidak tertarik pada konflik faksi kalian," kata Kael mutlak. "Kami datang untuk melakukan *Packet Delivery*—memperbaiki menara suar utama di tebing utara, menyinkronkan ulang node komunikasi kalian dengan jaringan global, dan mengakhiri *Network Isolation* di Kepulauan Meridian untuk selamanya."

Kael berbalik menghadap Elara yang menyusul turun dari kapal, lalu kembali menatap Valen dengan sorot mata abu-abunya yang tajam.

"Bawa kami ke menara suar utama," perintah Kael tanpa bantahan. "Proses sinkronisasi ulang harus segera dimulai."

Kapten Valen terdiam lama sekali, menatap anak buahnya yang masih terduduk lemas di dermaga sebelum akhirnya mengangguk pelan dengan kepasrahan mutlak. Pintu gerbang Kepulauan Meridian kini telah terbuka secara paksa, dan proses integrasi global sang arsitek jaringan resmi dimulai di tanah pelabuhan yang sunyi itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!