King Narendra Richard tumbuh menjadi cowok tampan. Ia juga menjadi idola semua cewek-cewek yang ada di sekolahnya. Bukan hanya tampan, putra dari Kenan dan Alexa itu juga pintar.
Sama dengan saudara kembarnya, Queenza Narendra Richard tumbuh menjadi gadis yang cantik. Walaupun kembar, tapi sifat keduanya jauh berbeda. Yang satu lebih kalem, dan yang satunya lagi lebih banyak aksi.
Bagaimana keseruan kisah mereka, yuk kepoin. Jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian untuk King dan Queenza.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyambutan para siswa baru
Semua siswa-siswi sudah berbaris di lapangan. Mereka akan mendengarkan kata sambutan dari kepala sekolah Tunas Bangsa.
" Assalamualaikum anak-anakku semua"
" Wa'alaikumsalam"
" Pertama-tama bapak ucapkan selamat datang di sekolah Tunas Bangsa, semoga kalian bisa menimbah ilmu dengan baik di sekolah ini"
Kata sambutan yang diberikan kepala sekolah sangat banyak. Para siswa sudah mulai gelisah karena kata-kata sambutan kepala sekolah yang sangat lama. Apalagi kaki mereka sudah mulai pegel karena berdiri.
Setelah beberapa menit, akhirnya kata sambutan itu berakhir juga. Sekarang giliran ketua OSIS yang memberikan kata sambutan untuk mereka semua.
" Masih lama nggak sih, kaki gue udah pegel banget" kata salah seorang siswa.
" Sama gue juga, mana haus lagi"
Queenza untung berbaris paling belakang, jadi dia bisa duduk. Queenza paling malas mendengar kata sambutan yang panjang seperti ini.
" Bau apa sih nih" kata seorang siswi.
" Iya, pengen muntah nih gue karena mencium baunya "
Queenza melihat siswi perempuan yang ada di depan kedua cewek itu. Penampilan siswi perempuan itu sangat sederhana. Jauh berbeda dengan siswi perempuan yang ada dibelakangnya.
" Heh!, Lo pergi ke sekolah mandi dulu nggak sih" kata salah satu siswi perempuan itu sambil menendang kaki siswi perempuan itu.
" Ma...mandi kok"
" Terus kenapa badan Lo masih bau"
" A..aku juga nggak tau"
" Mungkin sabun mandi yang dia pakai nggak seperti sabun mandi di rumah kita"
Perlakuan seperti ini sudah sering dilihat sama Queen. Siswi yang kaya akan selalu menindas orang yang berada dibawahnya. Queenza yakin otak siswi seperti itu tidak lha pinter.
" Gue heran sama sekolah ini, kenapa masih menerima murid miskin seperti ini"
" Biasa, mereka masuk jalur sedekah kuota dari kita " kata teman perempuan itu.
Queenza sudah muak melihat drama anak-anak orang kaya yang seperti ini. Padahal kekayaan orang tua mereka jauh dibawah kekayaan orang tuanya. Tapi lagak mereka seperti orang paling kaya di negeri ini.
" Kalau kalian tidak suka dengan baunya, kenapa nggak pindah aja dari sana. tempat lain kan masih banyak yang kosong " kata Queenza.
" Lo siapa?!"
Siswi perempuan itu melihat penampilan Queenza dari atas sampai bawah. Mereka melihat penampilan Queenza tidak seperti anak orang susah.
" Lo satu spesies sama anak ini ya"
" Kalian itu cuma anak-anak manja yang tidak bisa apa-apa"
" Lo nggak tau siapa kita"
" Nggak, dan gue juga nggak minat tau identitas Lo semua"
Queenza paling benci melihat orang-orang yang suka memamerkan harta orang tua mereka. Sedangkan dirinya ingin terlihat biasa saja. Padahal orang tuanya kaya raya.
" Awas Lo ya"
Keempat siswi perempuan itu pergi dari sana. Mereka sangat kesal sama Queenza.
" Makasih ya "
" Sama-sama, lain kali kalau ada anak-anak yang seperti itu lagi, lawan aja. Jangan takut "
" Aku nggak berani melawan orang-orang seperti mereka"
" Kenapa?"
" Karena mereka tau kalau ayah ku bekerja sebagai tukang sapu jalanan"
" Kamu malu dengan pekerjaan ayah kamu?"
" Aku nggak malu"
" Terus kenapa?"
" Nanti ayahku nggak bisa kerja lagi. Orang tua mereka kan penguasa di kota ini"
" Penguasa?"
" Iya, apa kamu nggak tau?"
" Nggak"
" Sekarang kan kamu sudah aku kasih tau, jadi kedepannya jangan cari masalah sama mereka"
Setau Queenza, daddy-nya lha yang paling berkuasa di kota ini. Dan ia tidak pernah menunjukkan sikap kalau dia anak seorang penguasa.
Akhirnya Queenza tidak mendengar sampai akhir acara penyambutan siswa baru. Karena murid-murid yang lain sudah bubar, Queenza pun pergi dari lapangan. Ia ingin melihat kelasnya.
Nama-nama murid sudah terpampang di papan pengumuman. Jadi mereka tidak bingung menentukan kelas mereka di mana.
" Kita beda kelas " kata King setelah melihat namanya di papan pengumuman.
" Bagus dong "
Queenza sangat senang karena tidak satu kelas dengan King. King kelas sepuluh A sedangkan dia sepuluh B.
" Walaupun beda kelas, aku akan tetap memantau kamu"
" Nggak perlu, lagipula ngapain kamu mantau aku"
" Karena kamu selalu mendapatkan masalah"
" Enak aja, kapan aku mendapatkan masalah"
" Tadi di lapangan kamu ngapain?"
" Berbaris lha, ya kali lagi nongkrong"
" Kamu ada masalah kan sama empat orang cewek"
" Nggak, tadi itu kami cuma ngobrol biasa"
" Bohong banget. Kamu pikir aku nggak tau apa"
" Aku mau ke kelas dulu, bye.. bye"
Queenza tidak mau berdebat lagi dengan saudara kembarnya. Ia akan mencari kelasnya, syukur-syukur nanti dapat teman.
Suasana kelas Queenza sangat riuh. Semua murid sibuk mencari tempat duduk. Kebanyakan mereka mencari tempat duduk yang bagian depan.
" Minggir!"
" Nggak, gue duluan yang dapet tempat duduk ini"
" Lo itu nggak pantas duduk di depan. Yang ada nanti Lo merusak pemandangan guru yang mengajar"
Queenza menghela nafasnya, kenapa ia bertemu lagi dengan cewek-cewek yang dilapangan upacara tadi. Sepertinya dunia ini memang sempit.
" Kita bertemu lagi "
Queenza menoleh ke arah suara.
" Sekarang kita satu kelas, perkenalkan nama aku Amelia. Kalau kamu?"
" Queenza"
" Kalau kamu mau, kamu boleh kok duduk di sini"
" Emang kursinya masih kosong"
" Masih, lagipula siapa yang mau duduk di sebelah orang miskin seperti aku"
" Nggak boleh ngomong gitu, aku mau kok duduk di sebelah kamu"
Queenza sudah menemukan tempat duduknya. Sekarang ia satu bangku sama Mila. Mungkin Mila akan menjadi temannya.
Bel sekolah pun berbunyi, semua murid pun duduk rapi di kursi mereka masing-masing. Karena sebentar lagi guru akan masuk ke kelas.
" Selamat pagi anak-anak"
" Selamat pagi Buk"
" Sebelum memperkenalkan diri, ibuk mau mengucapkan selamat datang di sekolah Tunas Bangsa. Semoga selama di sekolah ini kalian bisa menimbah ilmu dengan baik"
" Terima kasih Buk"
" Baiklah, perkenalkan nama ibuk Lili Apriani Dewi. Biasa dipanggil buk Lili. Ibuk mengajar mata pelajaran Biologi, sekaligus ibuk menjabat jadi wali kelas kalian "
Semua murid terlihat sangat senang dengan ibuk Lili. Mungkin cara bicara ibuk itu sangat lembut, ramah dan murah senyum.
" Sekarang kita masuk sesi perkenalan. Kita mulai dari ujung sebelah kanan. Silakan perkenalkan dirinya"
Satu persatu murid kelas sepuluh B memperkenalkan diri mereka. Sekarang giliran anak cewek yang bertemu dengan Queenza di lapangan tadi.
" Perkenalkan nama saya Monika Angelina Sanjaya, biasa dipanggil Monika "
" Ok, salam kenal Monika. Berikutnya"
" Perkenalkan nama saya Friska Anggita Permana , biasa di panggil Friska "
" Nama saya Viona Dominic, biasa dipanggil Viona "
" Kalau nama saya Velisya Andara, biasa dipanggil Velisya"
Perkenalan diri masih berlanjut, dan akhirnya sampai lha giliran Queen.
" Nama saya Queenza, teman-teman bisa memanggil Queen"
" Salam kenal Queen. Selanjutnya"
" Nama saya Amelia Putri"
Acara perkenalan berlanjut sampai nama siswa yang duduk paling pojok sebelah kiri.
To be continued.
Happy reading guys 🤗 🤗
lagi seru😁🙏🤭
𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚜𝚎𝚛𝚞😁🙏
lanjut thor....