HELENA KANAYA ATMAJAYA gadis enam belas tahun yang masih duduk di bangku sekolah, sejak kecil Helena sudah di jodohkan dengan anak teman mendiang Ibunya, yang bernama RAVELO TRIAN ADITAMA yang sama sama masih duduk di bangku sekolah, kebetulan Helena dan Velo masih satu sekolah namun beda kelas.
Dari dulu Helena memang sudah menyukai Velo, dan saat tahu kalau keduanya di jodohkan Helena semakin menempel pada Velo, membuat Velo terkadang merasa risih sendiri.
Helena sebenarnya gadis yang baik, hanya saja dia memiliki sifat posesive pada sesuatu yang memang sudah jelas jelas miliknya termasuk pada Velo. Helena tahu kalau Velo dekat dengan gadis satu kelasnya yang bernama HANA LARASATI, jadi Helena selalu berusaha menjauhkan Hana dan Velo.
Dan sikap Helena yang seperti itu, membuat semua murid di sekolahnya mengecap Helena sebagai gadis Antagonist, awalnya Helena tidak terima dirinya di anggap Antagonist, namun pada akhirnya Helan benar benar memerankan sosok Antagonist yang sebenarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Dari kursi kemudi Antonio tidak sengaja mendengar Nonanya yang sedang mengobrol melalui sambungan telfon dengan sesorang yang sangat dia kenal, yang tak lain adalah Diana Mamanya Velo, Nanti malam Diana mengajak Nonanya untuk barbeque di kediaman Aditama.
''Tante, Helen boleh bawa temen?'' tanya Helen yang dudu di jok kemudi, dengan ponsel dia dekatkan di telinga kanannya, sembari menatap keluar jendela.
''Boleh banget dong'' sahut Diana dari sebrang telfon.
''Ok, kalau gitu Tante'' ucap Helen.
Lalu sambungan telfon terputus, dan Helen langsung mengetik sesuatu di ponselnya, lalu ia kirim ke nomor wahtsapp Rania.
''Om, semalam tidur jam berapa?'' tanya Helen tiba tiba.
Membuat Antonio agak kaget.
''Jam tiga pagi Nona'' jawab Antonio sesuai kenyataan, kalau semalam dirinya memang baru tidur jam tiga pagi.
''Oh, pantesan, lingkaran bawah mata om hitam'' ucap Helen.
Antonio langsung bercermin, dan benar saja ada lingkaran hitam di bawah matanya, kenapa dirinya tidak menyadarinya sama sekali pikirnya.
Sore harinya di kediaman Atmajaya, di kamar utama terlihat Helen sedang bersiap untuk pergi ke kediaman Aditama, Helen sudah berpesan pada para pelayan di rumahnya kalau dirinya tidak ikut makan malam bersama mereka.
Setelah merasa sudah siap, Helen langsung menggantukan tas selempang mininya di bahunya, lalu dia mengambil kunci mobilnya di atas nakas, setelah itu berjalan keluar dari kamarnya, saat ini Helen memakai kaos oversize warna putih lengan pendek, di padukan degan celana jeans cutbray, dan memakai sepatu sneakers, Helen juga mengikat rambutnya seperti ekor kuda, walaupun penampilan Helen terlihat sederhana dan simpel, namun yang menempel di badannya semua dari brand ternama di dunia.
''Pak Ndut, aku pergi dulu ya'' pamit Helen pada Pak Ndut yang sedang menyiram tanaman di halaman depan.
''Nona hati hati'' timpal Pak Ndut.
Helen mengacukan jempolnya sembari masuk ke dalam mobil BMWnya, lalu melajukan mobilnya keluar dari gerbang.
Helen tidak langsung pergi ke kediaman Aditama, dia lebih dulu menyusul Rania, dan saat sampai di rumah Rania, ternyata Rania sudah menunggu Helen di depan teras rumahnya.
''Sorry, lo udah nunggu lama'' ucap Helen.
''Enggak kok'' timpal Rania.
''Mana Tante sama Rama?'' tanya Helen.
''Ibu sama Rama entah pergi ke mana, tapi aku sudah izin sama Ibu, kalau aku mau pergi sama kamu'' sahut Rania.
''Oh, ya sudah ayo berangkat''
''Iya''
Lalu kedua gadis itu masuk ke dalam mobil BMW, setelah memastikan Rania duduk dengan benar dan sudah memakai seatbelt di badannnya, Helen langsung menjalankan mobilnya, dan menuju ke kediaman Aditama.
''Hel, memangnya ga apa apa, kalau aku ikut?'' tanya Rania.
''Ga apa apa, Tante Diana malah seneng kalau gue ajak temen, lagian nanti di sana juga ada Exel sama Maxim kok, jadi lo santai saja'' tukas Helen.
Rania mengangguk.
Setelah menempuh perjalanan hampir dua puluh menit, kini mobil BMW yang di kemudikan oleh Helen sudah masuk ke halaman kediaman Aditama, mereka tiba saat hari sudah hampir gelap.
Rania yang pertama kali datang ke kediaman Aditama, dia di buat terkagum kagum saat melihat rumah besar di depannya yang sangat megah, Rania belum tahu saja kalau kediaman Atmajaya jauh lebih megah dan lebih besar dari kediaman Aditama.
''Ayo Ran masuk'' ajak Helen.
''Hel, aku malu'' lirih Rania.
Helen tersenyum, lalu menarik tangan Rania dan mengajaknya masuk kedalam kediaman Aditama.
Saat masuk ke dalam Rania semakin di buat terkagum kagum, saat melihat interior dan pernak pernik di dalam kediaman Aditama.
''Sayang, akhirnya kamu datang juga'' seru wanita paruh baya yang tak lain adalah Diana.
''Tante''
Kedua wanita beda usia itu saling bepelukan sembari cipika cipiki.
''Sayang, ini teman kamu?'' tanya Diana saat menyadari keberadaan gadis lain di belakang Helen.
''Iya Tante, ini teman Helen'' jawab Helen.
Rania langsung maju dan memperkenalkan dirinya.
''Halo Tante, saya Rania'' ucap Rania tersenyum sembari mengulurkan tangannya ke hadapan Diana untuk berjabat tangan.
''Halo juga, Rania'' Diana membalas jabatan tangan Rania dengan tersenyum.
''Ayo kita ke taman samping, yang lain sudah di sana'' ajak Diana.
''Iya Tante''
Helen dan Rania berjalan mengikuti Diana, walaupun Helen sudah biasa keluar masuk di kediaman Aditama, dia tidak mau meninggalkan Rania agar Rania tidak merasa tidak di anggap keberadaannya.
''Hel, calon mertua kamu baik ya, ramah juga'' bisik Rania.
''Iya Tante Diana memang baik, tapi sayang anaknya menyebalkan'' sahut Helen.
Sedangkan Velo yang sedang menata bahan bahan untuk barbeque di taman samping tiba tiba bersin.
Hacciuh
''Siapa yang udah berani mengumpati gue'' gerutu Velo sembari menggosok hidungnya yang gatal.
''Gue''
Velo seketika menoleh, dan wajahnya langsung berbinar saat melihat gadis yang berdiri tak jauh darinya.
''Helen''
Velo langsung bergegas menghampiri Helen.
''Kapan datangnya?'' tanya Velo.
''Barusan'' jawab Helen lalu duduk di kursi panjang yang ada di taman.
Sedangkan Rania dia meletakkan tasnya di samping Helen, lalu dia bergegas menghampiri Exel dan Maxim yang sedang memanggang daging.
''Ada yang bisa gue bantu?'' tanya Rania pada kedua pria itu.
''Lo racik saosnya aja, tuh di sana bahan bahannya'' sahut Exel sembari menunjuk ke arah meja yang tak jauh dari mereka.
''Oh, ok''
Dan Rania segera pergi ke arah meja yang di tunjuk oleh Exel, lalu mulai meracik saos untuk cocolan daging yang sudah di panggang saat akan memakannya nanti.
Helen juga ikut membantu Rania, sedangkan Velo dia menyiapkan meja untuk makan nanti.
''Hel, bukannya Hana dan Ibunya kerja di sini ya?'' tanya Rania di sela sela memotong bumbu untuk di racik.
''Iya, kenapa memangnya?'' Helen balik bertanya.
''Kok, aku gak kelihatan dia sama sekali?'' tukas Rania.
''Tante gak izinin dia ikut'' sahut Diana yang tiba tiba muncul dari belakang mereka, bersama pelayan pria yang membawa kotak yang berisikan minuman kaleng.
''Letakkan di sana'' pinta Diana pada pelayan itu sembari menunjuk ke arah meja kecil di dekat vas bunga.
''Baik Nonya''
Setelah pelayan itu meletakkan kotak yang di bawanya, pelayan pria itu langsung bergegas pergi dari taman, karna tidak ingin menganggu acara malam mingguan majikannya.
''Tante, kenapa Hana gak boleh ikut?'' tanya Helen.
Diana tersenyum lalu duduk di kursi berhadapan dengan kedua gadis itu.
''Tante takut, kalau dia buat ulah lagi sama kamu'' ucap Diana menatap Helen.
Helen hanya ber oh ria saja.
Dan Rania dia hanya tersenyum kecil.
Sedangkan tak jauh dari mereka, terlihat Hana menatap marah dan cemburu pada Helen dan Rania, karna dirinya di larang ikut barbeque oleh Diana.
''Berani beraninya kalian berdua ngerebut milik gue, kalian tunggu saja balesan dari gue'' gumam Hana emosi.
hati hati patah hati berkali kali om😁😁😁
coba kalo tulus dalam persahabatan
Exel pasti suka
liat aja saat ada Rania dia enjoy
Karena apa dia tulus berteman
coba KLO dicabut apa kamu masih bisa sekolah disitu,
saat kamu dan ibumu di usir dari rumah majikan🤣🤣🤣
kan Hana yg keliling lapangan
bukan Hellen,,