NovelToon NovelToon
Bad Liar

Bad Liar

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis
Popularitas:968.4k
Nilai: 5
Nama Author: Theodora Ara

Meet Theora Bathassa Ghazy - gadis berkulit kuning langsat dengan lesung pipi di kedua pipi nya itu harus melanjutkan beasiswa S2 nya di salah satu Universitas ternama di Korea Selatan. Dengan bahasa korea nya yang masih terbata bata, ia harus menjalani kehidupan baru nya di negeri gingseng tersebut.

Meet Lee Elfensius Jeno - Laki laki berdarah korea-Inggris itu terlihat sangat dingin namun lembut secara bersamaan. Dengan garis wajah yang keras, rahang yang sempurna dan kulit putih bersinar khas orang korea. Ia merupakan CEO sekaligus pemilik tunggal Jeora Entertaiment yang kini menjadi agensi terbesar di korea selatan.

Bertemu dengan seseorang yang sulit memahami bahasa korea dengan cepat ketika ia terbiasa berbicara dengan cepat membuat seorang Jeno yang terbiasa menuntut dan bergerak cepat frustasi. Sedangkan Ara yang masih belum terbiasa menggunakan bahasa korea juga harus selalu menajamkan otak serta pendengaran nya ketika Jeno berbicara pada nya. Namun tak terasa kedua nya seolah olah menikmati hal aneh tersebut.

Lalu bagaimanakah kelanjutan dari hubungan mereka? Ikuti terus kisah mereka yaaa...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Theodora Ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bad Liar - Bagian 9

Di bawah pohon besar yang memang berada di ruang lingkup kampus mereka, Ara dan Shahi lebih memilih tempat ini dibandingkan dengan kantin kampus mereka. Menurut mereka, berada di bawah pohon seperti ini membuat pikiran mereka lebih fresh setelah lama berkutat dengan buku yang penuh dengan tulisan dari materi mereka yang tidak bisa dikatakan mudah itu.

Mereka yang terbiasa membawa bekal dari rumah pun membuka bekal mereka masing-masing dan memulai acara makan siang mereka dengan tenang. Ketika mereka tengah makan dengan sekali-kali membahas mengenai hal-hal random. Suara getaran dari ponsel Ara mengalihkan perhatian mereka.

Dddrrrrtttt…

Ara merogoh ransel nya lalu mengeluarkan ponsel bercase rilakuma itu dan segera melihat siapa yang mengganggu waktu makan siang nya. Melihat nomor asing yang muncul di id panggilan ponsel nya, Ara menyerit dalam. Tidak merasa mengenal nomor tersebut. Ara pun tidak mengangkat panggilan dari orang tidak di kenal tersebut dan meletakkan ponsel nya di samping bekal makan siang milik nya.

“Siapa?” Tanya Shahi heran karena tidak biasanya Ara tidak mengangkat sebuah panggilan yang masuk ke ponsel nya.

“Entahlah aku tidak mengenal nomor itu,” Jawab Ara sembari menghendikkan bahu acuh, lalu kembali menyantap makan siang nya yang tertunda.

“Panggilan asing? Dari negara mana?” Tanya Shahi lagi tak puas.

“Entahlah, tapi seperti nya negara ini. Tapikan aku belum memiliki teman dari negara ini, jadi aku tidak mengangkat nya," Jawab Ara sembari mengingat nomor yang baru saja menelpon nya tadi.

“Baguslah. Kau tau saat ini banyak kejadian mengerikan yang bermula dari panggilan tak dikenal. Terlebih lagi kau mempunyai banyak kenalan dari banyak negara. Bisa saja nomor ponsel mu itu dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab,” Saran Shahi pada Ara yang sudah melanjutkan makan siang nya yang tertunda.

Mengingat Ara yang memiliki banyak kenalan dari negara asing terkadang membuat Shahi merasa khawatir pada sahabat nya itu. Ia tidak akan menyangkal bahwa pertemanan nya dengan Ara pun dimulai dari salah satu aplikasi chat dimana kita bisa berbincang dengan orang dari belahan dunia yang berbeda dengan kita. Intens nya chat yang mereka lakukan hampir setiap hari pun membuat mereka makin dekat.

Kebiasaan Ara inilah yang sering kali membuat Shahi merasa khawatir. Ia takut Ara akan dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertangung jawab karena kepolosan Ara. Namun ia tidak bisa sepenuhnya melarang gadis itu karena itu bukan hak nya. Jadi ia hanya bisa mengingatkan nya sesekali.

Drrrrtttt…

Suara getaran ponsel kembali terdengar dari ponsel Ara. Ara yang tidak terlihat tertarik mengangkat panggilan itu pun membuat Shahi berinisiatif untuk mengambil ponsel Ara dan melihat siapa yang menelpon. Melihat nomor asing yang muncul di id panggilan, Shahi menyerit dan memanggil Ara pelan lalu menunjukkan layar ponsel nya yang masih menyala.

Ara menggeleng pelan, tanda ia tidak mau mengangkat panggilan itu. Shahi pun menggangguk dan meletakkan kembali ponsel Ara di tempat sebelum nya. Tak lama setelah Shahi meletakkan ponsel Ara, ponsel itu kembali bergetar. Panggilan asing pun masuk dengan nomor yang sama. Berulang hingga 15 kali. Ara yang kesal pun akhirnya mengambil alih ponsel nya dari tangan Shahi dan mengangkat panggilan tersebut.

“Halo!?!” Tanya Ara dengan nada yang tidak bisa di bilang ramah, namun masih ia usahakan untuk tetap ramah.

“Apa kabar Nona?” Suara berat terdengar dari arah sebrang sana sesaat setelah Ara menjawab.

“Maaf ini siapa?” Tanya Ara to the point, tak ingin berlama-lama menjawab panggilan tak dikenal ini.

“Apa kau sudah lupa suara ku Nona?” Tanya laki-laki itu menjawab pertanyaan Ara dengan pertanyaan lagi. Ara menyerit, mencoba mengingat kira-kira suara siapa ituu. Tapi hasil nya nihil, ia tidak tau suara siapa itu.

“Maaf jika memang tidak ada kepentingan yang mendesak, saya akan mematikan panggilan ini,"

“Tunggu!!!” Ara yang hendak mematikan panggilan itu pun terhenti saat suara di sebrang sana dengan cepat mencegah nya.

“Ini aku, Jeno oppa,”

“Hah? Jeno Oppa?” Ara menggaruk kening nya pelan. Sejak kapan nama dirinya mempunyai seseorang yang ia panggil dengan sebutan Oppa, kecuali… Paman itu. Ya pasti Paman itu. Tidak salah lagi.

“Ada apa paman?” Tanya Ara lagi, sambil tetap memakan bekal siang nya.

“Hahhh….” Terdengar Jeno menghembuskan nafas nya perlahan.

“Bagaimana kelanjutan dari tanggung jawab mu Nona?” Tanya Jeno setelah menghela nafas pelan karena Ara yang kembali memanggil nya dengan sebutan ‘Paman’ saat semua perempuan ingin sekali memanggilnya dengan ‘Oppa’.

“Ahhh… Itu, kau tidak usah khawatir Paman, aku akan tetap bertanggung jawab. Karena besok aku ada kelas pagi, maka aku akan mampir ke tempat mu lebih dahulu. Jadi sekarang berikan alamat rumah mu,” Jawab Ara enteng, Shahi yang mendengar kata ‘Bertanggung jawab’ dalam kalimat yang diucapkan Ara menghentikan kegiatan makan nya dan menatap Ara dengan tatapan penasaran.

“Apa kau yakin akan datang ke rumah ku Nona?” Tanya Jeno memastikan karena dari yang ia tau, perempuan akan merasa riskan saat akan berkunjung ke rumah lawan jenis nya, terlebih lagi mereka baru saja bertemu kemarin.

“Tentu saja Paman, mengapa? Kau tidak mengizinkan nya? Baiklah jika kau memang melarang nya. Aku tidak akan datang,” Ara menatap Shahi yang masih menatap nya dengan pandangan penasaran.

Ara bertanya ‘Apa?' tanpa suara pada sahabat nya tersebut, namun sang sahabat hanya menggeleng pelan dan kembali melanjutkan makan siang nya meskipun sesekali ia masih mendengarkan pembicaraan Ara lebih lanjut.

“Tidak. Tidak apa-apa. Maksud ku, apa kau yakin tidak akan terlambat lagi seperti tadi?” Tanya Jeno lagi.

“Kau tenang saja. Hal itu tidak akan terulang lagi. Jadi Paman, apa kau akan memberikan ku alamat rumah mu?”

“Baiklah aku akan mengirimkan nya lewat pesan. Dan satu lagi, simpan nomor ku ini tapi jangan kau sebar ke orang lain karna ini nomor pribadi ku,” Ujar Jeno mengingatkan.

“Tenang saja Paman, hal itu tidak akan terjadi tidak ada untung nya juga aku menyebarkan nomor ponsel mu ini,”

“Satu lagi, jika ada yang menelpon mu, segeralah diangkat. Jangan membuat nya menunggu terlalu lama,” Ujar Jeno lagi dengan nada sedikit kesal karna ia harus menelpon hingga berkali-kali terlebih dahulu baru gadis itu mau mengangkat nya. Dan untung saja, ia masih bisa menahan diri untuk tidak menghampiri gadis itu langsung di kampus nya. Karena jika Ara masih tidak menjawab panggilan dari nya, dapat ia pastikan bahwa ia akan pergi menghampiri nya saat itu juga.

“Baik aku mengerti. Sudah ya aku tutup dulu. Selamat siang,” Ara dengan cepat menutup panggilan dari Jeno tanpa mau menunggu laki-laki di seberang sana mengiyakan perkataan nya. Sedangkan Jeno yang baru saja akan melarangnya, harus kembali menghela nafas pelan karena panggilan mereka sudah ditutup terlebih dahulu oleh gadis itu.

Apa yang sudah kau lakukan padaku nona, hingga rasanya aku ingin terus mendengar suara mu...

Jeno menyenderkan badan nya ke arah kursi kebesarannya dan mulai menutup matanya. Mencoba menghilangkan bayang-bayang wajah gadis yang kemarin di temui nya — Ara.

                             

                                           ***

                                          TBC

Halo semuaaa.... 👋👋👋

Aku lagi ikut kontes nih, jika berkenan bantu aku dengan terus memberi vote, komentar dan like kalian ya. Ditunggu vote nya semuaaa....

Oh iya, jangan lupa mampir di karya ku yang lain yaa!!!

Yang suka tema horror dan misteri bisa baca karya kedua ku yaitu "Haloween",

Ditunggu kehadiran nyya semuaaa!!!

Sampai jumpa di bab selanjutnya 👋👋👋

Yang mau mutualan sama nanya-nanya soal cerita ini bisa chat aku di instagram atau di grup chat yaaa

^ ^

                                             Follow my Instagram :

                                                      @chocho_lalattee

       

1
Evilathifah
bertele2 jadi males bacanya .
Yani Cuhayanih
Aku nyimaks thor
Lettaandreyana11 Yana
Halo gays jangan lupa mampir YAA ke cerita aku judul nya " I LOVE YOU DOSEN GALAK (tamat)
🌻Ruby Kejora
Hai Kakak salam kenal salam buat kakak ya❤️❤️
Salmah S
mampir thor
Opin Mulyarovina
ya
kookv
cie jeno memerah...
juni
lanjut dong 🙏🙏
Rahma Wati
lahh ko lanjuttt tanggung nih
Eka Prastya Kurniawan
tiap hari dong thor up nya
Nela Newaty
smngat Thor
miss keling
jan lama2 donk updatenya 🙃semangat2 author
Dewiqita
jeno bucin.
Eka Prastya Kurniawan
haduchhh thor jangan lama2 dong up nya😔😔
Eka Prastya Kurniawan
lanjuttt thorrr,kangen sama Jeno oppa😍😍
Hasfar
Lanjuttt Thor, yang semngattt dong...
Gaspolll👌👍👍😍😍😍
Nela Newaty
lanjut thor
Sumarni
Up yg Bnyk donk thor 💪💪😍
Rahma Wati
lanjutt thor jgan kendorrr
Eka Prastya Kurniawan
author nya kemana,,up nya laaamaaa bangettt😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!