NovelToon NovelToon
Labuhan Hati Sang Alpha

Labuhan Hati Sang Alpha

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Ruang Ajaib / Tamat
Popularitas:111.6k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

"Jangan tertipu dengan kelembutan kelopak bunga, karena di balik keindahannya ada duri yang bisa menembus jantungmu tanpa suara."

Putri Arabella Costa adalah perpaduan keanggunan bangsawan dan ketangguhan jiwa modern. Terlahir kembali sebagai putri bungsu Kerajaan Costa, Bella menolak diam di istana mewahnya dan memilih hidup bebas menyamar sebagai gadis biasa. Dia memiliki ruang dimensi berisi air kehidupan yang mampu menyembuhkan segala penyakit.

Lucian Alistair sosok pria yang dingin, dominan, memiliki insting bertarung serta indra penciuman yang tajam, menguasai garis depan militer, dan memiliki harga diri setinggi langit yang tidak bisa disentuh oleh sembarang orang.

Dua karakter kuat pemilik rahasia besar ini mendadak terikat dalam pernikahan tak terencana. Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Akankah kebuasan serigala bisa menaklukkan sang putri rahasia, atau justru sang Alpha yang akan bertekuk lutut di bawah kendali Arabella?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DIGREBEK WARGA

Ara melanjutkan perjalanannya menuju rumah-rumah warga lainnya dengan pikiran yang terus berputar.

"Kalau sampai rombongan itu merusak kebun kubisku hanya karena mencari pria sombong itu, aku bersumpah akan meracuni mereka semua sampai tidak tersisa," batin Ara, seringai iblisnya muncul tipis di balik wajah polosnya yang diterpa angin sore.

Sementara itu, beberapa pria bertubuh tegap dengan pakaian hitam tampak bergerak cepat menyusuri semak-semak, memeriksa setiap jejak kaki atau tetesan darah yang tertinggal di tanah.

Di barisan paling depan, seorang pria berambut cokelat pendek dengan napas memburu tampak frustrasi.

Pria itu adalah Patrik, tangan kanan sekaligus asisten pribadi kepercayaan Lucian.

"Sialan! Ke mana sebenarnya perginya Tuan Muda?" umpat Patrik sambil menendang sebuah ranting pohon hingga patah menjadi dua.

"Lapor, Tuan Patrik. Jejak darah Tuan Muda terputus di dekat aliran sungai kecil di ujung hutan ini, kami kehilangan jejaknya," ucap Salah seorang pengawal yang berada di belakangnya maju beberapa langkah dan membungkuk hormat.

Patrik langsung menoleh dengan tatapan tajam, membuat pengawal itu menciut.

"Kehilangan jejak? Kamu tahu sendiri kan racun yang mereka gunakan itu sangat mematikan! Kalau kita tidak menemukan Tuan Muda sebelum malam ini, nyawa kita semua taruhannya!" bentak Patrik

"Maaf, Tuan Patrik! Tapi musuh sepertinya sengaja mengacaukan jejak di sekitar sini agar kita kebingungan," jawab pengawal itu dengan suara bergetar.

Patrik mengacak rambutnya dengan kasar, sebagai orang kepercayaan, dia tahu betul seberapa kuat fisik Tuan muda nya, tapi menghadapi racun mematikan dalam kondisi terkepung adalah hal yang berbeda.

"Lalu bagaimana dengan para keparat itu? Apa kalian sudah membereskan mereka?" tanya Patrik lagi, nada suaranya mendadak mendingin.

"Sudah, Tuan, pasukan bayaran yang menyergap Tuan Muda di perbatasan semuanya sudah kami habisi tanpa sisa. Tidak ada satu pun dari mereka yang dibiarkan hidup," jawab Pengawal itu mengangguk cepat.

Petrik mendengus pelan, sedikit merasa puas meski masalah utama mereka belum selesai.

"Bagus! Setidaknya tidak ada tikus yang akan melapor ke ibu kota kalau Tuan Muda sedang menghilang," ucap Patrik belum siap menghadapi kemarahan dari Tuan besar nya.

"Tuan, ada sebuah desa kecil tidak jauh dari luar hutan ini. Apakah kita perlu memeriksa ke sana?" usul si pengawal sambil menunjuk ke arah utara.

"Desa perbatasan? Tuan Muda tidak akan sudi meminta bantuan pada manusia biasa. Tapi dalam kondisi sekarat, segalanya bisa terjadi," ucap Patrik, yang sudah sangat paham sifat Tuan muda nya

"Bagi pasukan menjadi dua tim. Tim pertama tetap sisir area sungai ini, dan tim kedua ikut aku menyelidiki pinggiran desa itu. Ingat, lakukan dengan senyap! Jangan sampai ada mata-mata musuh lain yang tahu kalau kita sedang mencari Duke Muda Alistair!" perintah Patrik tegas dan penuh penekanan.

"Dimengerti, Tuan!" seru para pengawal itu serempak, sebelum akhirnya mereka berpencar dengan cepat.

Di waktu yang sama, Ara melangkah masuk ke dalam rumahnya, menyalakan lampu minyak, dan langsung mengecek keadaan pria yang dia baringkan di kamarnya tadi.

Ceklekk

Begitu pintu terbuka, Ara sedikit terkejut melihat Lucian sudah duduk di tepi ranjang.

Pria itu bertelanjang dada, memperlihatkan perban bersih yang membalut luka cakarnya, dan sedang menatap tajam ke arah jendela yang terbuka.

"Oh, kamu sudah bangun? Kuat juga fisikmu," ucap Ara santai sambil menaruh baskom kosong di atas meja.

Lucian langsung menoleh, mata emasnya berkilat tajam di bawah temaram lampu minyak.

"Kamu? Apa yang kamu berikan padaku tadi?" tanya Lucian, dingin.

Ara berjalan mendekat tanpa rasa takut, lalu memeriksa suhu tubuh Lucian dengan menempelkan punggung tangannya ke dahi pria itu, yang terasa sedikit hangat.

"Hanya ramuan herbal biasa untuk menurunkan demam mu. Kenapa? Merasa lebih baik?" jawab Ara, balik bertanya.

Lucian menepis tangan Ara dengan kasar, meskipun gerakannya tidak sekuat sebelumnya.

"Jangan berbohong, racun di tubuhku bukan jenis racun yang bisa disembuhkan dengan tanaman liar desa. Siapa kamu sebenarnya?" tanya Lucian, menatap Ara tajam.

Ara mendengus malas, melipat kedua tangannya di depan dada, dan menatap Lucian dengan pandangan meremehkan.

"Tuan pemarah, kalau aku berniat jahat, aku tidak akan repot-repot menjahit dadamu yang robek itu, jadi berhenti melototi ku seperti itu, karena aku tidak takut," ucap Ara, memutar bola matanya malas.

Lucian mengepalkan tangannya di atas kasur, indra penciumannya yang tajam kembali menghirup aroma tubuh Ara yang sangat dekat.

Rasa nyeri di dadanya benar-benar hilang, dan energi serigalanya yang sempat lumpuh akibat racun, kini perlahan-lahan mulai pulih.

"Siapa namamu?" tanya Lucian akhirnya, mengalah karena tahu dia masih butuh tempat untuk memulihkan diri.

"Ara," jawab Ara singkat, sengaja menyembunyikan identitas nya.

"Lalu kamu sendiri? Siapa nama pria kasar yang hobi mengancam penolongnya sendiri?" tanya Ara, tersenyum miring.

Lucian terdiam sejenak sebelum menjawab dengan datar.

"Ian."

"Baiklah, Ian. Berhubung kamu sudah sadar dan bisa bicara, lebih baik kamu-"

BRAAAKKK

Ucapan Ara terputus saat pintu depan rumah sederhananya didobrak paksa dari luar.

Suara langkah kaki berisik langsung memenuhi ruang tamu kecilnya.

Ara terkejut, begitu pula dengan Lucian yang insting bertarungnya langsung bangkit.

"Tetap di sini. Biar aku yang urus," ucap Ara, menatap tajam pada Lucian.

Ara melangkah keluar kamar dengan wajah dinginnya, siap menghajar siapa pun yang merusak pintunya.

Di ruang tamu, Ara melihat Kepala Desa, Bibi Zu yang tampak bersalah, serta lima orang warga desa yang membawa obor dan kayu pemukul.

"Ada apa ini? Mengapa kalian merusak pintu rumahku?" tanya Ara, suaranya terdengar sangat tajam dan tidak bersahabat.

"Ara! Jangan berpura-pura lagi! Nyonya Zu bilang kamu menyembunyikan seorang pria asing di dalam rumahmu sejak sore tadi!" bentak kepala Desa, menunjuk kamar Ara.

"Bukan begitu maksudku, Pak Kades! Aku cuma bilang Ara membawa pria terluka!" ucap Bibi Zu, panik.

"Sama saja!" bentak Kepala Desa, lalu beralih menatap Ara dengan pandangan menghakimi.

"Kamu itu gadis lajang, Ara! Membawa pria masuk ke dalam kamar sampai larut malam seperti ini adalah aib besar bagi desa kita! Kamu sudah melanggar norma!" bentak kepala Desa, marah.

"Siapa yang berani berteriak di depan istriku?" tanya Lucian dengan suara berat yang menggelegar, sengaja mengaku begitu untuk melindungi harga dirinya dan melihat situasi.

Mendengar ucapan asal-asalan dari mulut Lucian, mata Ara langsung melotot sempurna.

Dia menoleh ke arah Lucian dengan ekspresi horor, sementara Kepala Desa justru langsung menepuk tangannya dengan puas karena merasa mendapat bukti.

"Nah! Benar kan dugaan saya! Kalian sudah kumpul kebo di sini!" seru Kepala Desa dengan berang.

"Ara! Karena kalian sudah merusak nama baik desa ini, kalian harus menikah malam ini juga di hadapan seluruh warga!"

"APA! MENIKAH!?"

1
Wahyuningsih
akhirnya tamat jga thor dtnggu krya brunya thor hrd lebih bagus dri yg ini 💪💪💪💪 thor dlm berkarya
Kezia ayumi
emang harus gitu ya aura alpha ya di sebut2 terus
"bertanya dengan nada selembut sutera /Grin/
Kezia ayumi
kasih mata dong Thor jangan bolanya doang 🤭
Deasy Megaputri
thank you thor buat bonchap nya
Maria Lina
thor cerita kembar 5 kok gk nongol"thor hehe
kaylla salsabella
wuhaaaaaa kok udah tamat thor🤔🤔🤔 tapi terimakasih ya thor untuk setiap karya mu.... bisa temani hari" ku di perantauan😍😍😍😍. tetep semangat berkarya thor dan di tunggu karya terbarunya☺☺☺☺
Sang
terima kasih atas karyanya kak othor 🙏🙏🙏
yumin kwan
lah... uda tamat, gitu aja? jasmine blm tau kl menantunya jg dr masa depan.
cowettttttt
raja yg payah dengan iming2 kasih syg seorang ayah secara halus menekan anak ny untuk ke egoisan nya snediri
cowettttttt
dih bikin males ternyta hanya cowok lemah si lucian ..knp ga langsung d bunuh aja kemarin malah cm d tampar doank....ktnya banyak kekuasaan dan bahkan dari istana tp ternyata bodoh semua bisa d tipu oleh seorang wanita..aneh sekali Thor ...Disni aku ragu lanjut baca atau ga ?? cerita si lyra dan Xavier dan yg lain bagus
Deasy Megaputri
kok cepet banget habisnya Thor?
tolong ksi bonchap dong
Sinta Dewi
ceritanya bagus Thor, 😀😀 tetap semangat 💪💪 berkarya ya Thor 🥰❤️❤️🔥🔥🔥🌹
Maria Lina
gk di lanjut kn thor kan mau lihat anak ara n lucian thor kaya leo sampai liat dia punya anak thora lanjut ya ya thor plisss🙏🙏🙏🙏
miss blue 💙💙💙
laaahh kok udah tamat sih kak 😭😭😭
muhammad ibnuarfan
jangan seneng dulu...musuh keluargamu masih bertebaran noh...mintak di bom nuklir....😤😤🤭🤭
Maria Lina
kok 2 thor lgi donk ya ya
Masha 235: othornya masih mikir kk😁😁
total 1 replies
lili Permatasari
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Maria Lina
makasih thor walau kurang sih n penasaran thor hehe
Siti Nurhalimah
klo lucas kan sdh bisa mengendalikan kecuali lucian... dia kan bakal calon alfa
Inez Putri
mending jujur sja dr pd denger dr org luar. mlh memicu perang thour..
Restu: betul tuhh....👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!