Kenapa aku harus jatuh cinta pada istri om ku
Setelah sekian lama Mencarimu, kenapa begini...
Om aku mencintai istrimu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nawangsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
*"Akhir Operasi"
Taklama mereka sudah sampai di rumah dinasnya.
Tanpa bicara mereka langsung masuk ke rumah untuk mandi dan berganti baju.
Seolah mereka sudah saling mengerti apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.
Selesai aktivitas membersihkan badan dan makan malam, mereka menyalakan televisi yang menayangkan siaran sepakbola dengan suara keras.
Ditempat lain tak jauh dari rumah dinas Willy dan kai
"wau....gedubrak.... brak.... brak....."
beberapa orang yang memantau alat penyadap yang mereka pasang di rumah dinas Willy dan kai langsung jatuh dari bangku terjengkang ke belakang, gendang telinga mereka seperti pecah.
Rasanya sakit berdenging dan tak dapat merespon suara dan kata kata antara mereka.
Semua makian sumpah serapah mereka lontarkan.
Flashback
Mereka Willy dan kai meletakkan beberapa alat penyadap yang mereka temukan disetiap ruangan dalam rumah dinas yang mereka tempati pagi tadi, tapi tak ingin Irwan curiga sehingga mereka tidak langsung bertindak.
Mereka meletakkan penyadap itu di dekat televisi yang sengaja mereka nyalakan dengan volume maksimal.
Setelah melakukan aksi ekstrimnya yang tak bisa dibilang ekstrim, Willy dan kai menghancurkan semua alat penyadap yang mereka temukan.
"Wil gue yakin mereka sudah menyiapkan semuanya sebelum kita datang, sebelumnya siapa saja yang tahu kalo kita akan kemari?"
tanya kai pada bos-nya itu setelah berargumen.
"Hem...."
Willy mulai berfikir
"Aku rasa tidak sepenuhnya benar, tidak ada yang tahu kalo kita akan kemari, dan aku baru memberikan kabar pada irwan saat aku memintanya untuk menjemputku"
"Lanjutkan"
sahut kai yang kurang ajar dan lupa posisinya itu membuat Willy menatap nya tajam.
Seandainya saja tatapan mata bisa membunuhnya mungkin sudah berkali-kali kai terbunuh karena tak bisa menjaga mulutnya, tapi Willy tetap melanjutkan penyampaian argumennya.
"Bisa jadi semua dilakukan tanpa persiapan sama sekali, dan alat penyadap itu mungkin mereka pasang saat irwan menjemputku atau bisa jadi saat aku tertidur semalam"
Setelah mendengarkan semua argumen dari Willy, Kai mulai memikirkan bagaimana mereka bisa menyelesaikan pekerjaannya.
"Jika semua dilakukan spontan tanpa persiapan bearti kita bisa mulai dari posisi terluar, team ekspedisi"
seru Kai yang dengan cepat menemukan celah dari kecurangan musuh.
"Yea You are right bro, kita lakukan nanti lewat tengah malam"
Waktu tengah malam
Willy dan Kai yang mengenakan pakaian hitam hitam lengkap dengan hoodie hitam juga, sekilas mereka justru tampak seperti penjahat yang akan melakukan tindak kriminal.
Willy dan Kai keluar dari rumah dengan mengendap endap tak ingin aksi mereka gagal lagi karena lebih dulu diketahui oleh pihak lain yang telah mencurangi perusahaan.
Dengan menumpang ojek, tak begitu lama mereka telah sampai di terminal ekspedisi tempat truk yang mengangkut hasil tambang sebelum mengantarkan ke tempat tujuan.
Sesampainya mereka berdua segera menuju ke pos pemberangkatan, disana mereka memeriksa daftar kendaraan yang beroperasi mengangkut hasil tambang pada malam ini.
Mereka juga menggantikan petugas yang biasa berjaga menjaga pintu keluar area ekspedisi, dan mereka juga melarang petugas itu untuk meninggal pos dan menyita semua sarana komunikasi mereka, tujuannya agar semuanya tidak bocor sebelum operasi mereka mulai.
Akhirnya operasi mereka kali ini berhasil, mereka mengamankan beberapa truk bermuatan hasil tambang yang tidak terdaftar dalam daftar ekspedisi.
Para sopir segera mereka amankan, dan ternyata mereka juga telah mengundang satu team kepolisian dan melimpahkan semuanya untuk diusut secara hukum.
Akhirnya setelah melewati banyak penyelidikan dan proses hukum yang cukup panjang masalah pengelapan di perusahaan dan area pertambangan terselesaikan, walaupun otak pelaku sebenarnya masih tidak dapat dijerat dan hanya beberapa staf kantor serta pekerjaan lapangan yang menjadi kaki tangannya saja yang berhasil dipenjarakan.
*Sebelumnya author sampaikan kalo semua cerita murni fiktif tidak nyata, seandainya ada kesamaan dalam cerita dan tokoh itu bukanlah kesengajaan.
Semangati dan dukung terus author dengan vote dan like 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍