Mengisahkan tentang perjuangan hidup seorang gadis bernama Anindyta Kailila .
Dalam menggapai cita-citanya dengan
keadaan hidup yang sederhana.
Bekerja sebagai asisten seorang model papan atas, merupakan batu loncatan baginya untuk mengais rupiah dengan tetap harus pintar membagi waktu mengurus ayahnya yang sakit.
Jangan tanyakan tentang kisah cintanya.
Sebab semenit saja, otak dan hatinya tak pernah kosong, karena perintah dari sang model yang selalu datang bertubi-tubi.
Namun, apalah dayanya jika ternyata kegigihannya bekerja justru mempertemukannya dengan seorang CEO yang ternyata kekasih sang model.
Bahkan perasaan mereka tidak dapat di bendung untuk saling jatuh cinta.
Mungkinkah seorang asisten mendapatkan cinta seorang presdir bahkan kekasih bosnya sendiri...?
Ikuti ceritaku " Di Balik Layar"
Semoga di sukai pembaca.
Salam santun
salam sehat untuk semua
🙏🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8 : FOKUS BERKARYA
Namun, lelaki itu tidak menjawab. Dan hanya melirik pada laki - laki yang berjalan di belakangnya. Kemudian berlalu meninggalkan Anin yang berdiri mematung. Terlintas di pikirannya, betapa sempurnanya Tuhan menciptakan manusia ini.
"Lain kali, berjalanlah dengan hati-hati." Ucap laki-laki yang di lirik oleh pria sempurna tadi, dengan suara yang sangat tegas dan terdengar dingin.
"Baik. Maaf. Maafkan Aku." Ucap Anin sopan.
Kemudian kembali fokus berjalan keluar dari butik itu. Dan segera pulang kerumah, sebab sudah hampir jam makan siang. Tentu ayahnya sudah sangat menunggunya.
Keesokan harinya.
Setelah Anin menjalankan ibadah sholat subuh. Ia langsung pergi ke pasar subuh, yang tidak jauh dari rumahnya. Untuk membeli ikan dan aneka sayuran.
Karena, hari ini ia mulai bekerja. Pukul 8 pagi sampai pukul 3 sore adalah waktu yang telah di tentukan untuk pegawai magang seperti Anin. Maka, sebelum berangkat ia harus sudah menyiapkan makanan untuk ayahnya. Meletakan semuanya, di tempat yang dapat di jangkau oleh ayahnya. Yang ia dudukan di kursi roda. Pagi sekali ia sudah memandikan ayahnya.
"Ayah, mulai hari ini. Anin bekerja di Butik MJ. Anin baru sebagai pegawai magang sebagai desainer. Pukul 8 pagi Anin sudah harus di tempat kerja. Jadi, maaf pagi ini ayah mandinya lebih cepat dari biasanya." Ucapnya sambil memasang pakaian ayahnya.
"Tidak apa - apa. Kamu siapkan saja airnya di meja. Nanti ayah coba lakukan sendiri." Jawab ayahnya.
"Jangan ayah, kita perlu konsultasikan pada dokter terlebih dahulu. Anin, tidak mau jika keinginan ayah beraktivitas normal, malah memperburuk keadaan ayah." Jawab Anin.
"Iya, terima kasih, Nak. Semoga pekerjaanmu ini, lebih memberikanmu kenyamanan dan sesuai harapan dan citamu."
"Amiiin. Tetapi kontrakku pada Fellysia masih 6 bulan lagi. Dan aku magang di butik ini hanya 2 bulan. Jadi, kita hanya butuh kesabaran untuk melewati masa magang ini, yah." Anin masih menguraikan pekerjaannya pada ayahnya.
"Ayah selalu mendoakan yang terbaik untukmu, Anin." Ucap ayahnya tulus.
Sesampainya di tempat kerja, Anin tampak merapikan dan mulai menyusun peralatan desainnya. Dan mulai menggoreskan pensilnya mulai membuat arsiran sketsa desainnya.
Anin tampak fokus dengan pekerjaannya. Sesekali ia membuka buku koleksi pribadinya sekedar mencari inspirasi, dari goresan goresannya terdahulu.
Namum, tidak secepat yang ia kira. Sebab temanya adalah baju berpasangan. Sehingga ia memang harus lebih detail lagi dalam merancang model pakaian ini.
Saat Anin masih terlihat sibuk dengan kertas di mejanya. Terdengar namanya di sebut. Yang ternyata itu adalah Firda, Milka dan Nani yang mengajaknya keluar untuk makan siang.
Di sebelah butik itu ada kantin untuk umum yang juga melayani seluruh karyawan butik dengan potongan diskon 30%, dengan syarat menunjukan ID card sebagai pegawai Butik MJ.
Lagi-lagi Anin sangat bersyukur dapat bekerja di butik ini. Gajih pantas, bonus memikat dengan fasilitas lengkap yang cukup memanjakan para karyawannya.
"Besok, kalo punya butik sendiri aku perlu mencontoh manajemen butik ini." Gumam Anin dalam hati.
"Wah, ini sih masuk kategori restoran. Bukan Kantin Biasa." Ucap Anin takjub. Melihat fasilitas dan tata ruang yang mereka sebut kantin itu.
"Iya Nin, tempat ini tidak tepat di sebut kantin. Terlalu mewah." Ucap Firda.
"Betul, makanya Bu Mellisa juga sering terlihat makan di sini. Bahkan ia ikut duduk di kursi kursi biasa seperti kita. Padahal di pojok sana terdapat ruang VIP." Timpal Nani.
"Bu Mellisa orang yang sangat rendah hati. Suaminya kaya raya, tapi demi hobby nya dengan dunia fashion ini, dia di buatkan butik ini oleh suaminya. Dan sedikitpun, tidak pernah menunjukan kesombongannya, ia selalu ramah pada semua karyawan, sampai OB sekalipun." Masih Firda yang mendominasi obrolan itu.
"Trus ya... potongan 30% itu hanya berlaku pada semua karyawan tetap dan magang. Tapi untuk OB dapat potongannya 50 %." Ujar Firda semangat
"Benar benar kebijakan yang memanusiakan manusia." Ucap Anin. Semakin salut dengan sosok Bu Mellisa yang mereka ceritakan.
1 minggu berlalu, tentu tidak terasa bagi Anin yang setiap pagi di sibukkan dengan ritual merawat dan menyiapkan makanan untuk ayahnya.
Rancangan desainnya pun hampir selesai. Tidak tanggung-tanggung. Anin, mampu membuat 5 pasang desain sekaligus. Dengan model dan motif yang berbeda. Detail sekali, sampai corak di kain pun ia buat. Setiap desain yang telah selesai, langsung di kirimnya lewat email, sesuai prosedur kompetisi.
Dan dalam buku catatan lain, diam - diam Anin sudah memilih jenis kain apa saja yang akan di gunakan. Bahkan, jenis cat yang di gunakan juga draft desain untuk pakaian itu pun sudah ia siapkan.
Sepertinya, Anin benar benar ingin totalitas dengan karyanya.bDan dalam hatinya menyimpan keyakinan bahwa ia akan di ijinkan maju untuk mempresentasikan karyanya.
Setiap karyanya tak pernah lupa ia bubuhkan sebuah coretan kecil dengan inisial namanya AK, sebagai ciri khas karyanya.
Sesuai syarat yang di tentukan. Rentang waktu memang 2 minggu. Tetapi, jika telah selesai boleh langsung menyerahkan hasil karya masing - masing. paling lambat hari kamis. Sebab, sabtu pagi sudah harus di pengumuman yang masuk nominasi 10 besar. Dan malam harinya langsung di adakan presentasi dari hasil karya 10 besar tersebut. Untuk menentukan 3 besar.
Setelah di dapatkan 3 besar di beri kesempatan untuk desainer menentukan jenis bahan yang akan di gunakan. Kemudian boleh memilih penjahit yang merupakan karyawan butik tersebut atau menjahit sendiri hasil karya yang ia maksudkan.
Dan itu hanya di beri waktu 1 hari. Sebab di hari senin, desainer harus sudah siap mempresentasikan kembali karya yang sudah menjadi pakaian siap pakai.
Saat itulah biasanya di hadiri oleh juri yang ketat. Termasuk CEO, Direktur juga Desainer Senior tetap di butik itu. Yang memang sangat ngumpuni, paham tentang bahan yang cocok untuk di gunakan sesuai tema yang di tentukan, karakter klien, produk yang akan laris di pasaran, juga selalu up to date.
Namun kadang hanya desainer tetap saja yang berhadapan face to face dengan peserta kompetisi. Sebab bu Mellisa dan CEO, kadang hanya mengikuti melalui CCTV yang tersambung secara live. Jika mereka dalam keadaan sibuk.
Saat pengumuman tiba. Terpampang nyata di papan pengumuman. Muncul 2 gambar karya milik Anin masuk dalam kategori 10 besar. Tidak lama muncul notifikasi sebanyak 2 kali, dengan isi yang sama namun gambar yang berbeda.
Selamat, karya anda dengan nomor urut 08 masuk dalam 10 besar. Silahkan mempersiapkan diri. Untuk presentasi Pukul 18.40 WIB di Ruang Desainer Tetap.Lantai 3. Terima kasih.
Kemudian
Selamat, karya anda dengan nomor urut 21, masuk dalam 10 besar. Silahkan mempersiapkan diri. Untuk presentasi pukul 19.20 WIB di Ruang Desainer Tetap. Lantai 3. Terima kasih.
Sungguh notifikasi yang sangat Anin harapkan.Tidak sia sia hasil kerja kerasnya kurang lebih 2 mgg ini. Untuknya mempersiapkan karya ini.
Bersambung
...Mohon dukungannya 🙏...
...Komen Positifnya...
...sangat autor harapkan...
...👍💌✍️🌹...
...Seikhlasnya...
...Terima kasih...
selamat membaca yaaak