Prasetya Ramadhan menikahi Anisha wanita bercadar namun ia tak pernah melihat wajah dibalik cadar itu dan ia menyimpan perasaan pada wanita yang entah dimana keberadaanya .
Dihari pernikahan.....
"gua gak akan nyentuh lo sedikit pun, jangan mimpi lo".
Namun Pras menyentuhnya karena obat perangsang dan membuat Anisha hamil.
Bagaimanakah kisah mereka apakah harus berakhir buruk atau kah baik dan dimanakah sebenarnya wanita yang dicintai oleh Pras....
Dan siapakah Anisha itu sebenarnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulva rivana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 8
"Maaf bu saya mau bertanya sebentar!" Ucap Anisa kepada Mbok Jum.
"Aduh Nya!!!, monggo ndak usah formal ngomongne, panggil saya Mbok Jum saja!" Jawab Mbok Jum merendah pada Anisha.
Anisha pun mengiyakan hal itu lalu menanyakan pada Mbok Jum makanan yang disukai dan tidak disukai, Mbok Jum menjelaskan semuanya kepada Anisha, dam mereka pun segera membuat makanan untuk Pras.
Sementara Pras terbangun karena mencium aroma masakan yang sangat enak, dan ia segera membuka jendela kamarnya dan matahari masih belum terlihat.
"Tumben Mbok Jum masak jam segini ". Ucap Pras dalam hati.
Pras segera turun kebawah menuju dapur, untuk meminta Mbok Jum membuatkan kopi untuknya.
"Mbok.... kopi seperti biasa, nanti antar ke ruang kerja". Ucap Pras dari luar dapur.
Pras segera keruang kerja untuk memeriksa tugas yang dikirim oleh Asistennya, setelah ia memeriksa tugas satu persatu ternyata tak ada yang tertinggal sedikitpun, tak lama kemudian kopi yang ia minta datang namun ia terkejut sebab yang mengantarkan adalah Anisha.
"Kenapa lo, yang nganter Mbok Jum mana?" intimidasi Pras.
"Itu mas, lagi di dapur." Ucap Anisha tenang sambil meletakan gelas minuman di atas meja Pras dan kemudian keluar tanpa berkata apapun.
"Sikapnya mengapa begitu tenang, apalagi tadi pas waktu sholat subuh ia berani sekali menyuruhku dan membuatku melakukanya, ngapain mikirin mending lanjut kerja." Ucapnya dalam hati.
Tak lama kemudian Anisha datang kembali dengan membawa beberapa makanan untuk Pras, tanpa berkata apa-apa ia langsung pergi dari ruangan, Pras mencium aroma yang enak dari makanan tersebut karena tergiur iapun segera mencicipi satu sendok.
"Lumayan juga kemampuan memasak gadis kampung itu" Ucapnya dalam hati sambil melahap semua makanan.
Hari berlalu dan hampir 2 bulan setelah kejadian malam itu Pras masih belum mau melihat wajah istrinya itu, saat itu Anisha sedang sibuk membantu Mbok Jum membersihkan rumah seperti biasa, ia mulai terbiasa dengan suasana rumah Pras, akan tetapi tiba-tiba saja ia merasa mual dan segera menuju ketoilet untuk memuntahkannya.
Mbok Jum yang khawatir mengikuti Anisha dan membantunya dengan memijat lehernya, saat menyentuh Anisha Mbok Jum merasa bahwa Anisha hamil, namun Mbok Jum masih belum yakin akan hal itu, karena baru saja menikah, Mbok Jum pun segera memberitahukan hal ini pada Pras.
"Permisi Tuan muda." Ucap Mbok Jum.
"Masuk aja Mbok, ada keperluan apa? ". Tanya Pras.
"Gini Tuan muda, Saya mendapati Nona sedang hamil Tuan, tapi.... saya masih kurang yakin ". Ucap Mbok Jum.
"Apa benar begitu?." Mata Pras seketika terbuka lebar.
Pras terkejut mendengar hal itu dan menganggap anak yang di kandungannya pasti anak orang lain, namun setelah mendengar penjelasan dari Mbok Jum bahwa Anisha sebelumnya adalah gadis perawan, hal itu menjadi pukulan baginya.
"Kalo betul seperti yang dikatakan Mbok Jum itu? Aku harus bagaimana?" Ucap Pras dalam hati.
Mbok Jum pun keluar setelah memberi kabar , Pras pun menyeruput kopi yang hampir dingin. Tiba-tiba saja terdengar dari bawah suara teriakan Mbok Jum, ia pun segera turun untuk menanyakan apa yang sudah terjadi, dan ternyata ia mendapati Anisha yang sudah tergeletak pingsan di lantai.
Pras yang melihat hal itu segera mengangkat Anisha dan membawanya kemobil, sedangkan Mbok jum menghubungi kedua orangtua Pras tentang keadaan Anisha , memdengar hal itu kedua orangtua Pras langsung berangkat, mereka marah dan geram pada Pras karena tidak menjaga Anisha dengan baik.
Sesampai dirumah sakit Pras tanpa sadar dengan perasaan khawatirnya menggendong istrinya tersebut sendiri dan memesan ruangan terbaik, dan mamanya Pras yang pun memarahinya karena tidak becus mengurus istri dan hanya sibuk bersenang-senang saja. Pras sedikit merasa bersalah namun ia tak peduli akan perasaan itu.
.
.
.
Ini Author revisi ulang soalnya ada yang ketinggalan kata sehingga jadinya ada kesalah pahaman bagi pembacanya, Author mohon maaf ya, nanti Author akan lebih teliti lagi penulisanya .
Terimakasih sudah mengingatkan Author *****yang hilaf ini*****, karena Author juga manusia bisa salah dalam mengerjakan Apapun.
banyak novel yg sdh saya baca tp crt novel ini yg pling parah paling gak jls dan gak nyambung berantakan bener bener hancur ceritanya kemana jadi gk mutu... 🙏🙏