Zaira Zafanya Askara tak menyangka akan menikah dengan ketua osisnya yang dingin dan menyebalkan saat dia masih SMA.
Bagaimanakah kelanjutan cerita Zaira Zafanya Askara akankah dia bahagia ??
Tetap Lanjutttt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gadissusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masalalu 1
"Anggi." Panggil Rangga pada Ranggi.
" Iya kak ada apa? " jawabnya dengan berbaring dikasur kamarnya.
"Kakak masuk ya?" tanyanya tak ada sautan sama sekali.
"Kamu kenapa dek?" tanyanya sambil berjalan menuju tempat pembaringan Ranggi.
" Aku gapapa kak, cuma kurang enak badan aja." Jawabnya sambil tersenyum manis.
Yaaa Rangga memiliki saudara kembar bernama Ranggi. Ranggi adalah adek kesayangannya. Susah, sedih, seneng dilewati bersama dengan Ranggi.
"Dek ayo kita jalan jalan keluar sebentar. Beli stok jajan kita, tinggal dikit nihh. Mau kan?? " tanyanya.
"Siapp boss, " Ranggi berhormat kepada rangga diselingi tawa mereka berdua.
Mereka berdua berangkat bersama menuju supermarket yang ada didekat rumah. Mereka membeli jajan banyak sekali sampai tiga kantung plastik yang berukuran agak besar.
"Dek mau mampir ketaman dulu, kita main. Sudah lama sekali kita nggak pergi berdua seperti ini, aku kangen berduaan dengan mu dek. " Ucapnya sambil berjalan menuju taman.
" Iya kak kita melepas rindu berdua." Ucapnya kegirangan.
Setelah mereka sampai mereka duduk di bangku taman yang ada.
"Sini dek deketan sama kakak." Ucapnya, Ranggi pun menurut.
" Dek jangan pernah tinggalin kakak ya? cuma adek , mama, papa yang kakak punya. Cuma adek yang kakak sayangi. " Entah mengapa Rangga berucap seperti itu.
" Emangnya Ranggi mau kemana kak?? kak kita tu sama yang Ranggi punya disini cuma kakak, mama, dan papa. Ranggi nggak bakalan ninggalin kak Rangga, Ranggi janji deh. " ucapnya sambil mengulurkan jari kelingkingnya.
"Janji." Jawab Rangga.
Setelah itu mereka bermain lari larian sambil lempar lemparan bola .
Bola yang di lempar Rangga ke Ranggi meleset sampai terpental melewati jalan raya.
"Kak, Ranggi ambil bolanya dulu ya? Kakak disini aja jangan menghawatirkan Ranggi. Kakak disini tungguin Ranggi sampai datang, oke? " ucapnya yang langsung pergi begitu saja.
"Baiklah. Hati hati, kakak tunggu sini. " Ucapnya setengah berteriak.
Belum lama setelah Ranggi pergi, terdengar suara tabrakan dari jalan raya. Orang orang pada berkerumun. Hati rangga bedetup kencang sekencang kencangnya, pikirannya mulai menerka nerka apa yang terjadi.
Rangga yang penasaranpun akhirnya melangkahkan kakinya menuju tempat tersebut, menerobos orang orang yang ada disana.
Hingga akhirnya iapun tiba disana. Matanya terbelak sempurna, jantungnya seakan berhenti berdetak, keringat bercucuran di tubuhnya.
"Ranggiiiiiiii??" ucapnyaa sambil berlari memeluk tubuh adek kesayangannya dengan duduk memangku kepala adiknya , terdengar suara tangis yang tersedu sedu . Semua mata beralih kehadapannya, Rangga tidak peduli akan semua itu. Banyak darah yang bercucuran dari belakang kepala Ira, tubuhnya lemas seakan tak bisa bertahan lagi.
"Ka - k?" panggilnya dengan suara terbata bata.
"Iya dek kamu harus bertahan, kamu udah janji gak bakalan ninggalin kakak. " Ucapnya dengan air mata yang mengalir.
" ka - k ak - u su - da - h ng - ga - k ta - ha - n la la - gi. To - lo - ng ja - ga - in ma - mi da - n pa -pi!" ucapnya terbata sambil memejamkan matanya.
" Tidak tidak tidak kamu nggak boleh tinggalin kakak sendirian nggak nggak bolehhhh. " Teriaknya sambil mengguncang tubuh Ranggi sekuat tenaga.
"Dekkkk." Panggilnya histeris.
"Adekk kamu udah janji sama kakakkan, jangan tinggalin kakak! adekkkkkkkkk. " Teriaknya kencangg, airmata yang mengalir menunjukkan betapa terpukulnya dia melihat sosok orang yang amat dicintainya tidur dipangkuanya tidak berdaya . Hingga ia merasa tubuh sangat lemas, mata yang mulai buram dan akhirnya
Brukkkkk
ia juga ikut menjatuhkan dirinya di....
.
.
.
Ayoo tinggalkan jejak untuk Author.
., 😁
bkin cerita itu susah loh😏
hargain dong