Siapa yang tidak kenal dengan Jordan Mikhael Anderson. Pria berkharisma itu adalah pemilik perusahaan MA Group. Perusahaan besar di dunia, memiliki banyak cabang di setiap negara.
Dewi keberuntungan sedang tidak berpihak padanya, Alana Jovanka. Alana menelan saliva dengan susah payah melihat kopinya yang tumpah pada tuksedo pria yang kini menatapnya, tatapan itu seperti laser yang siap membelah tubuhnya.
Alana menahan nafasnya, saat Jordan mendekat dan membisikan sesuatu di telinganya.
"Jangan harap kau bisa lepas dariku, bodoh!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riska Almahyra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gadis Polos
Alana membuka matanya perlahan, bola mata hitam pekat itu berada tepat di atas wajahnya, bahkan Alana bisa merasakan hembusan nafas tuan muda. Dia mendorong dada bidanh tuan muda secara perlahan, agar menjauh darinya.
Alana terkejut mendapati tubuhnya sudah memakai pakian tidur, dia masih ingat sebelum kesadarannya menghilang Alana masih memakai dress.
Jordan menatap Alana, “Bukan aku, pelayan yang mengganti bajumu.”
Alana diam mendengar ucapan tuan muda yang seakan tau isi kepalanya. Berada di dalam satu ruangan bersama tuan muda, membuat Alana salah tingkah.
Alana bangkit dari tidurannya, dia ingin pergi dari sana, tetapi mata tuan muda seolah mengunci tubuhnya. Alana menatap tangannya yang di genggam Jordan.
“Tenangkan dirimu,” imbuh Jordan.
Alana menelan ludahnya dengan susah payah. Menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.
Melihat Alana yang tampak rileks Jordan mengangkat dagu Alana agar menatapnya. Jordan mengecup bibir Alana sebentar, lalu melihat reaksi wanita di depannya.
Pipi Alana bersemu merah saat mendapat ciuman dari tuan muda. Rasanya dia ingin menundukan kepalanya untuk menutupi rasa malunya, tetapi tuan muda masih menahan dagunya.
Rasa takut itu hilang, lenyap entah kemana. Alana memejamkan matanya saat Jordan meraba bibirnya menggunakan ibu jari.
“Buka matamu, lihat aku!”
Refleks Alana membuka kedua matanya. Rasanya Alana ingin menutup kembali kelopak matanya saat tuan muda mengikis jarak di antara mereka.
Jordan menempelkan bibirnya tepat di bibir Alana, tuan muda menunggu reaksi Alana. Setelah memastikan Alana tidak ketakutan, tuan muda mengisap benda kenyal dan manis itu dengan sangat lembut.
Alana diam saat tuan muda mengisap bibirnya, jujur ini ciuman pertamanya. Alana tidak tau harus melakukan apa, tetapi gairah itu muncul. Alana memberanikan diri untuk membalas hisapan tuan muda.
Setelah mendapat balasan dari Alana tuan muda mengakhiri sesi ciumannya, tuan muda takut kehilangan kontrol.
Alana menundukan kepalanya, dia merasa sangat malu. Alana memperhatikan tanggan tuan muda yang menuntunnya pada dada bidang pria itu.
“Buka!”
Awalnya Alana ragu, dia melihat tuan muda yang menatapnya tajam. Alana membuka satu persatu kancing kemeja Jordan, tanpa berani melihat bola mata tuan muda.
Setelah semua kancing kemejanya terbuka tuan muda melepaskan kemeja yang di kenakannya.
Alana terpana melihat tubuh kekar sang tuan muda. Di balik kemeja itu tangan tuan muda menyembunyikan otot lengan yang cukup besar.
Tangan Alana kembali di tarik oleh tuan muda untuk meraba dada bidangnya, tubuh Alana memanas seketika. Dengan perlahan tuan muda menurunkan tangan Alana untu meraba perutnya.
Pipi Alana semakin bersemu merah, tetapi dia tidak bisa menutupi rasa penasarannya untuk meraba perut tuan muda yang tampak seperti roti sobek yang sangat menggoda.
Tanpa Alana ketahui tuan muda tersenyum tipis melihat tingkah Alana yang menekan-nekan otot perutnya.
Gairah tuan muda semakin bergejolak saat melihat wajah polos Alana yang memperhatikan setiap inci tubuhnya.
Rasanya tuan muda ingin, mengunci tubuh wanita itu. kelebatan kejadian tuan muda saat merenggut kesucian Alana membuat pusakanya menegang dengan sempurna.
Tuan muda harus segera mengakhiri sesi pengenalan Alana, dia sudah tidak bisa menahan gairahnya.
Alana menatap tuan muda dengan pandangan heran, karena pria itu tiba-tiba bangkit dan berjalan ke kamar mandi.
Sial, aku harus mandi air dingin.
Alana menatap punggung tuan muda yang hilang di balik pintu, dia memilih merebahkan tubuhnya sambil menunggu tuan muda.