Aku adalah orang yang pernah diusir dari rumahku sendiri, tapi sekarang aku kembali untuk membalas mereka yang pernah menyakitiku.
Tunggu dan lihat, pasti kalian akan merasakan kesakitan.!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon us ahtcOctOha Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Orang ketiga
Riana pergi dari perusahaan itu setelah putri mengusirnya.
Setibanya dirumah, ia memukul meja dengan kuat.
Brruuaakkk.!!
"Ahh..!! Ini tidak mungkin.! Tidak mungkin.!!Kenapa jadi seperti ini. Rencanaku gagal total. Sudah bertahun tahun aku mengembangkan perusahaan itu, kenapa dengan mudahnya putri mengambilnya..
Tidaakk..!! Aku tidak terima,, aku gak mau jadi miskin lagi.. Aku akan merebutnya kembali.. Dasar putri sialan.!! Mati saja kau.!!"
Riana menghempaskan semua barang yang ada didekatnya, dia berteriak teriak seperti orang kesurupan, karna tidak terima dengan kekalahanya.
Lalu Bianca menghampirinya dengan rasa penasaran juga heran.
"Ma.. Ada apa ini? Kenapa semua hiasan ini mama pecahkan? Apa yang terjadi ma?"
"Bianca, mama sangat kesal dengan anak kurang ajar itu?" Ujarnya dengan tatapan dendam.
"Hah? Maksud mama?" Tanya bianca bingung.
"Si putri ****** itu, bagaimana bisa semua aset perusahaan juga saham jatuh ketangan dia, semuanya sudah atas namanya, termasuk rumah yang kita gadaikan, kita salah tempat menggadaikan rumah itu, ternyata yang mengambilnya adalah alex ceo dari perusahaan XY. Dialah yang selama ini membantu putri, dan juga agus, dia adalah orang kepercayaan kantor, tapi dia juga berpihak pada putri dan alex, dan... Sekarang kita sudah tidak punya apa apa lagi. Kita harus gimana??"
"Duhh ma.. Kok bisa jadi kayak gini sih,, aku gak mau jadi miskin ma, apa kata temen temenku kalau mereka tau perusahaan kita sudah direbut sama putri. Mama gimana sih, ngurus perusahaan besar aja bisa bangkrut, giman mau bangun perusahaan sendiri?" Bianca begitu kesal mendengar penjelasan dari mamanya itu.
"Bi... Tolong jangan menambahi beban mama,, mama sudah pusing dengan semua ini, kamu bukanya mau bantu, tapi malah bikin tambah rumit."
"Ohh.. Gitu? Memang ya! mama ini gak bisa diandalkan, bianca gak mau lagi tinggal sama mama,, aku mau pergi saja!!"
"Bi mau kemana kamu?? Kamu gak bisa tinggalin mama sendirian!"
"Bodo,, aku mau pergi, aku pasti bisa hidup tanpa mama, sekarang aku sudah jadi model, tidak lama lagi aku akan terkenal seperti putri, dan aku tidak mau melihat mama lagi yang miskin ini."
"Dasar anak durhaka!! Baik.. Silahkan kamu pergi, pergi sejauh jauhnya.. Jangan pernah kembali lagi kerumah ini. Dan jangan pernah muncul lagi dihadapanku,, sekarang kamu bukan lagi anak ku. enyahlah kau! pergilah yang jauh!! Dasar! Anak yang tidak tahu diri."
Malam itu, keluarga ini benar benar hancur, ibu dan anak ini berpisah dan saling membenci, bianca meninggalkan rumah dengan perasaan yang kesal terhadap mama nya, dia menangis tersedu sedu sambil berjalan dengan menarik koper yang dibawanya. Tidak tahu arah mana yang akan dituju, tapi terlintas dibenak nya, untuk pergi kerumah temanya. Namun setelah tiba disana, dia malah tidak diterima dan diusir pergi oleh temanya itu, karna selama ini perlakuanya pada teman sendiripun sangat buruk.
"Hikss.. Aku harus kemana lagi, aku tidak mungkin kembali lagi bersama mama, aku sudah janji untuk tidak menginjakan kaki dirumah kontrakan itu lagi. Hiks.. Hikss." Bianca menangis tertunduk ditepi jalan.
Dari belakang, terdengar langkah seseorang berjalan mendekati bianca.
"Heii apakah kau pergi dari rumah?"
Mendengar suara itu bianca lalu membalikan tubuhnya.
"Kamu? Mau apa kamu kesini? Apa kau mau mengejeku?" Tanya bianca dengan tatapan dingin.
"Heh! Mengejekmu? Ya.. Aku tidak sengaja melihat orang yang aku kenal lagi mondar mandir dijalan dengan membawa koper. Gimana rasanya keluar dari rumah sendiri?"
"Heii putri.!, ini bukan urusan kamu? Aku mau kemana terserah aku!"
"Ya.. Memang terserah kamu! Supaya kamu juga ngerasain bagaimana rasanya dicampakan keluarga sendiri! Aku cuma mau menawarkan kalau kau sudah tidak bisa menemukan tempat tinggal lagi, pergilah ke Vila ku, aku akan menampungmu, tapi sebagai pembantu dirumahku. Bagaimana? Ini ambil kartu namaku, disana ada alamatku." Putri memberikan kartu nama pada bianca.
"Ciihh... Gak sudi aku jadi pembantumu!"
"Ya terserah kamu sih, aku gak maksa, yang penting aku sudah menawarkanya padamu,, okelah,, aku mau pulang dulu, pikirkan baik baik ya,, saudara tiriku."
"Awas kamu putri,, aku tidak akan pernah jadi pembantumu.. Heh. Liat saja nanti apa yang akan terjadi padamu. Hehe.."
Putri pergi masuk kemobilnya meninggalkan bianca dipinggir jalan. Steven sudah menunggunya dalam mobil, memperhatikan percakapanya dengan bianca.
"Put, apa itu gak terlalu kejam?" Tanya stev.
"Heh, kejam apanya, itu bahkan tidak ada apa apanya dibandingkan perlakuan mereka terhadapku dulu! Aku akan membalasnya berkali lipat."
"Iya. Aku akan dukung kamu kok!"
"Makasih ya stev."
"Sama-sama.." Steven tersenyum sambil menjentik hidung putri.
Braakkkk!!
Tiba tiba mobil steven menabrak sesuatu..
"Ada apa steve? " Tanya putri kaget.
"Gak tau nih,, kayaknya ada mobil parkir didepan, kita tidak sengaja menyenggolnya, maafkan aku karna kurang fokus."
"Kok bisa ada mobil parkir ditempat gelap kayak gini sih?"
"Gak tau juga,, ayo turun dulu,, siapa tau ada orang didalamnya."
"Baiklah." Putri dan stev turun dari mobil, dan mengecek kedalam mobil tersebut.
"Steve, kayaknya ada orang tertidur didalam! Mari kita bangunkan!
Haii nona!! Apa kamu mendengar kami!!"
Tok.. Tok.. stev mencoba mengetuk kaca mobil itu.
"Gimana nih put? Mobilnya terkunci,, apakah dia baik baik saja,, atau jangan.. Jangan.."
"Kita pecahkan saja kaca mobilnya." Ujar putri dengan cemas.
"Iya,, tolong ambilkan batu!"
Stev dan putri memecahkan kaca mobil tersebut, Beberapa menit kemudian, mereka berhasil mengeluarkan wanita itu dari mobil.
"Hah.?? Jesica?" Ujar stev kaget.
"Steve,, apa kamu mengenalnya?"
"Iya.. Ayo kita bawa dia kerumah sakit dulu."
Putri dan stev membawa gadis bernama Jesica itu kerumah sakit untuk menolongnya karna terpengaruh alkohol.
Beberapa saat kemudian, gadis itu tersadar.
"Emm.. Dimana aku?" Ucapnya sembari memegang kepala.
"Kamu sudah sadar? Apa sudah baikan?"
"Hah? Steven!! Apa kau yang menolongku? Terimakasih banyak!! " Jesica bangun setelah dia melihat steven, dia langsung memeluknya, tanpa disadarinya bahwa ada putri disana?.
"Ehh.. Siapa dia? Bukankah dia nona Lee model yang terkenal itu.? Apa dia pacarmu?" Ujar jesica.
"Em.. Iya dia model yang lagi naik daun itu." Sahut stev sambil melepaskan pelukan jesica.
"Stev, terimakasih ya kamu sudah menolongku, aku minta maaf ya kalau selama kita pacaran dulu aku tidak bersikap baik padamu, tapi jujur, sekarang aku masih mencintaimu stev, aku ingin kita kembali seperti dulu,, apa kau juga masih mencintaiku?? " Jesica memohon maaf dengan mata yang berbinar menatap wajah stev.
"Mm.. Itu aku..." Stev seakan ragu, tidak tau harus mengucapkan apa.
Tiba-tiba putri pergi meninggalkan mereka. Karna perasaan cemburu.
"Heii put,,kamu mau kemana? Tunggu aku!" Steven beranjak ingin pergi, tapi tanganya ditahan jesica.
"Steve,, aku mohon, jangan tinggalkan aku dulu, temani aku sampai aku pulih ya, aku ingin bersamamu sebentar saja, aku akan mengembalikan biaya yang sudah kamu keluarkan nanti." Jesica memeluk lengan kanan stev tanpa mempedulikan perasaan putri.
"Um.. Tapi aku harus mengenjarnya." Stev kembali menepis tangan jesica.
"Steve.. Tolong,, tinggalah sebentar saja." Ucap jesica sambil memeluk tangan steven.
"Oke.. Baiklah."
Sementara putri pergi dengan kesal. "Huh.. Apa-apan sih, ternyata perempuan itu mantan pacarnya steven. Kenapa juga tadi seteven diam saja, apa dia juga masih mencintai mantanya itu? Huh. Sungguh menjengkelkan.!Baiknya aku pulang kevila aja."
_
Keesokan harinya.
"Um.. Sudah pagi. Heh,, gak ada telpon atau chating dari steven, sepertinya dia menikmati saat bersama mantanya itu, apa dia menginap dirumah sakit? Bodo ahh,, kenapa aku harus peduli denganya.
Mending aku kekantor aja,, sebentar lagi liburanku usai, aku harus segera menyelesaikan masalah disini. Pagi ini akan ada meeting penting bersama paman alex."
Tidak mau ambil pusing, putri bergegas mandi dan pergi kekantornya.
Setibanya dikantor, putri disambut dengan ramah.
"Selamat pagi semuanya.. Selamat pagi paman alex."
"Pagi nak. Apa kamu sudah siap?"
"Siap paman! Mari kita keruang meeting.!"
Putri dan paman alex beserta beberapa petinggi kantor pergi keruang meeting.
"Semuanya apa sudah hadir?" Tanya putri pada staf.
"Semuanya sudah siap nona."
"Baiklah, sebagai pemilik resmi dari perusahaan ini, aku akan membangkitkan lagi kemajuan perusahaan kita, dan aku mohon bantuan kalian semua, sekarang paman alex akan memberikan suntikan dana pada perusahaan ini, tidak akan ada lagi PHK, bahkan kita membutuhkan lebih banyak karyawan lagi",
"Minggu depan aku mengajukan perusahaan kita untuk memasuki pasar di negara jepang, aku minta kalian mempersiapkan semua yang aku butuhkan. Minggu depan aku harus berangkat."
"Baik nona,, kami akan segera mempersiapkanya."
"Terimakasih semuanya,, meeting sampai disini saja."
Setelah meeting selesai, putri mengajak paman alex untuk makan siang bersama dikantin perusahaan.
"Paman, mau pesan makan apa?"
"Paman makan apa saja yang kamu pesan nak!"
"Baiklah, aku pesankan yang sama denganku ya? Ohh iya paman, kenapa gak ngajak kak charlie.?"
"Sebagai direktur dia sangat sibuk, paman menyuruhnya untuk mengambil alih perusahaan selagi paman masih membantumu,"
"Paman, aku sangat berterimakasih sekali, aku sudah banyak merepotkan paman, aku tidak tahu apa aku bisa membalas jasa paman."
"Put, kamu jangan ngomong begitu, paman bisa jadi seperti ini juga karna bantuan dari papa kamu. Inilah yang bisa paman lakukan untuk membalas jasanya."
"Iya paman,, aku sangat beruntung papa bisa memiliki teman sebaik paman."
"Kamu bisa aja.. Ohh iya, paman sudah menyiapkan beberapa berkas untuk kamu bawa kejepang minggu depan. Kita akan mengajukan kerja sama dibeberapa perusahaan. Silahkan kamu lihat." Paman alex menyodorkan beberapa dokumen pada putri
"Wah.. Paman benar-benar hebat, aku tidak akan cemas jika paman ikut bersamaku. Setelah kita berhasil bekerja sama dibeberapa perusahaan, lalu kita akan membangun perusahaan sendiri disana."
"Kamu memang luar biasa nak! Kamu persis seperti papamu, selalu semangat dalam bekerja."
"Terimakasih paman,, bila perlu kita membuat dunia tunduk pada kita."
"Hehe.. Kamu bisa aja.. Oke.. Paman sudah selesai makanya, paman balik kekantor dulu."
"Iya paman, hati-hati,, aku disini saja dulu."
"Baiklah. Kamu jaga diri ya?"
"Iya paman..
Hmm.. Dari semalam steven tidak menghubungiku, apa dia benar benar lupa kalau sudah sama mantannya."
Drrtt.. Drrtt...ponsel putri menyala mendapatkan panggilan dari sekretarisnya bernam devi.
"Hallo. Devi, ada apa?"
"Halo nona,, apa nona sudah melihat berita?"
"Berita apa dev?"
"Nona liat saja diberita hot, aku tidak bisa menjelaskanya."
"Oke.. Aku tutup dulu ya."
Putri langsung membuka media sosial diponselnya.
"Hah.. Steven??
Bagaimana bisa?? Apa ini beneran terjadi.? Aku tidak percaya.!!
Hiks..Aku tidak menyangka. Kamu jahat stev!"
Putri tertunduk diatas meja makan, dengan air mata yang bercucuran. entah berita apa yang menyebabkan ia mengeluarkan air mata.
"Heii. Apa kamu Lee model dari paris itu?" Seseorang datang menghampirinya.
"Eh. Iya.. Kamu siapa?"
"Kenalin namaku Deniel Madison. Aku seorang fotografer. Aku sudah banyak mengetahui tentang kamu? Maaf.. Apa kamu menangis?"
"Hah?? Gak kok,, tadi aku makan pedas, jadinya keluar air mata. Hehe.." Putri menunjukan senyum paksanya.
"Ohh.. Gak apa apa kok! Nih tisu.!" Deniel menarik tisu dan memberikanya pada putri.
"Makasih ya."
"Sama-sama. Oh iya kalau nanti malam kamu ada waktu, bisa keluar bareng aku gak, banyak yang aku mau tanya sama kamu!"
Putri bepikir sejenak sambil menatap kearah orang yang baru dikenalnya itu.
Emm kalau dilihat dari caranya, mungkin dia orang baik, gak apa-apa kali ya aku pergi sama dia untuk melepaskan kesedihanku. Lagian steven juga gak ada kabarnya.
"Oke baiklah.. Nanti malam kabari aku, nih kartu namaku!"
"Oke cantik.. Sampai jumpa."
"Yaa.. Aku pergi dulu." Putri beranjak setelah meninggalkan kartu namanya untuk deniel.
"Wah,, selain model internasional, ternyata dia juga ceo diperusahaan JD, hebat banget cewek ini, masih muda tapi kariernya sangat bagus." Gerutu deniel menggelengkan kepala menatap kartu nama putri.
_
Kantor perusahaan Steven Group.
"Tuan.!! Apa anda sudah melihat berita hot hari ini? Ini gawat!! " Seorang asisten menghampiri stev dalam ruanganya dengan wajah cemas.
"Ngomong yang benar, berita apa?"
"Tuan lihat saja sendiri!"
Steven membuka berita dari ponsel nya, betapa kagetnya dia ada fotonya disana yang sedang trending.
"Hah?? Apa apaan ini?? Aku tidak melakukan hal semacam ini.
Supir!! Cepat siapkan mobil, kita keperusahaan putri sekarang!!"
Stev sangat cemas, ia berteriak memanggil supir pribadinya.
Dengan cepat mobil steven melaju menuju kantor perusahaan JD, berusaha menjelaskan apa yang terjadi pada putri.
Tibalah dikantor JD, dia berlari kecil menuju keruangan putri.
"Putri.!! Maafin aku,, aku akan menjelaskan semuanya padamu, aku tidak melakukan seperti yang difoto itu." Stev menggenggam tangan putri dan menatap wajahnya.
"Stev,, tolong, jangan ganggu aku sekarang!
"Put,, tolonglah, dengerin aku dulu!"
"Cukup stev,, memangnya aku siapanya kamu? Pacar?, keluarga? Tetangga? Bukan kan?? Aku hanyalah model diperusahaan kamu. Hubungan kita hanya sebatas bawahan dan atasan. Aku tidak akan mencampuri urusan kamu dengan mantan kamu itu." Ketus putri kesal.
"Put, aku dan dia gak ada hubungan apapun!" Timpal stev.
"Sama!! Aku dan kamu juga gak ada hubungan apapun kan? selama ini kamu sudah mengetahui perasaan aku ke kamu itu gimana,? Tapi kayaknya aku bertepuk sebelah tangan, ternyata aku belum mengenal kamu."
"Kamu salah put, aku selama ini sayang sama kamu, aku cinta sama kamu. Aku..."
"Cukuup.!! Kalau kamu memang cinta sama aku, kamu gak akan melakukan hal yang menjijikan itu. Aku benci kamu stev.!! Sekarang pergi kamu dari sini, jangan pernah temui aku lagi."
"Put, maafkan aku, aku sama sekali tidak tahu kenapa ada foto yang seperti itu."
"Kalau kamu tidak tahu, terus kenapa kemarin kamu tidak menemuiku saat aku pergi dari rumah sakit? Kenapa kamu gak hubungi aku sampai hari ini? Bahkan chating aja gak ada! Terus apa lagi yang akan kamu jelaskan stev!, aku rasa foto bugil kamu dan mantan kamu itu sudah cukup membuktikan bahwa kalian masih saling mencintai." Air mata putri mulai berlinang.
"Put!! Aku sama sekali tidak mencintainya, kemarin aku hanya kasihan saja padanya."
"Sudah.. Cukup!! Aku rasa kau tidak cinta padaku, sekarang aku harus melupakan kamu, pergi kamu sekarang!! Keluar!! Dan satu lagi,, aku akan mengundurkan diri dari perusahaan kamu, aku tidak sudi menjadi model diperusahaan orang yang munafik. Besok aku suruh orang mengantarkan surat pengunduran diriku keperusahaan kamu. Lagian aku mau fokus keperusahaanku sendiri."
"Baiklah jika itu yang kau mau. Maafkan aku." Steven pergi dengan perasaan yang kacau, dia tidak mengerti kenapa semua ini terjadi.
Sedangkan putri menangis tersedu-sedu dalam ruanganya. Dengan perasaan kesal putri melampiaskanya dengan melemparkan vas bunga kelantai.
Sedangkan steven, setibanya dia diruanganya dia langsung memukul tembok hingga beberapa jarinya terluka bahkan ada yang patah.
•••
BERSAMBUNG
tmbah sayang deh🤗😘😘😘