mantan tim keamanan negara yang bernama Darren mengundurkan diri tinggal ditengah hutan, dirinya dikabarkan oleh sahabatnya bahwa presiden hilang. akhirnya Darren dan tim khusus dibawah naungan Samuel menyusun rencana untuk membebaskan presiden Roland dari jeratan musuh. masalah cinta, konspirasi, serta manipulasi diungkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
the return of Mr Darren
...Dengan instruksi dari Hans akhirnya Darren bersembunyi di kamar asrama, dia menutup pintu kamar asrama pelan pelan lalu melihat sekeliling yang dilihatnya ada pintu lain di seberang pintu yang dia masuki....
...Diluar gedung Jack berjaga sambil mengobrol dengan Sandy, “kalau nanti aku melamar dan menikahimu, apa kamu masih kerja di komunitas ini?” Tanya Jack....
...“Tergantung performa mu”....
...“Performa apanya?”....
...“Tergantung kamu sanggup biayai aku atau gak”....
...“Aku harap kamu dirumah aja jadi ibu rumah tangga tapi kalau kamunya mau berkarir ya silahkan, aku gak mau membatasi tinggal kamu atur aja waktu untuk dirimu sendiri, suami dan keluarga”....
...“Serius? Bisa dipegang gak kata katamu ini takutnya nanti berubah lagi setelah kita menikah”....
...“Semoga gak”....
...Sandy melontarkan senyuman manis kepada Jack....
...“Hey bukan waktunya pacaran, fokus woy fokus” ucap Hans yang melihat mereka dari cctv....
...“Berisik” ucap mereka kepada Hans....
...Mega dan Sean yang mendengar obrolan Hans dan kedua temannya saling bertatapan, sorotan mata Sean mengisyaratkan bahwa dirinya suka dengan Mega namun ada sesuatu hal yang membuatnya mundur dari perasaannya....
...Mega pun sama, dirinya suka dengan Sean namun dirinya menunggu sean memperjuangkan cintanya akhirnya perasaan mereka mengambang tak tentu arah tujuan....
...Darren membuka pintu yang menghubungkan kamar asrama dengan lorong panjang gelap kalau ditelusuri akan terhubung dengan ruangan gudang kecil, “mau kemana kamu Darren” teriak Patrick yang sudah mengetahui Darren ada disana....
...Darren dan Patrick saling berhadapan, “kamu baru tahu tempat ini sedangkan aku sudah hafal tempat ini” ucap Patrick menatap tajam Darren....
...“Lepas kan orang yang gak bersalah” ucap Darren....
...“Bisa saja aku lepas kan kekasih mu itu tapi aku tukar dengan nyawa mu” ucapnya tersenyum sengit sambil menodongkan pistol di hadapan Darren....
...“membunuhku dengan pistol sangat lah mudah buatmu tapi gimana membunuhku dengan tangan kosong bukannya akan membuatmu puas karena sudah membuat luka di badan dan wajah ku dengan tanganmu itu” ucap Darren memancing....
...“Oh benar juga apa yang kamu bilang tapi sayangnya aku gak bodoh” teriak Patrick meluncurkan satu tembakan kearah Darren....
...Darren dengan sigap menghindar tembakan dengan masuk ke ruangan lainnya lalu menutup pintunya, Patrick terus menembak pintu tersebut hingga berlubang....
...“Brengsek pelurunya habis” ucap Patrick membuang pistolnya, saat Patrick lengah Darren dengan cepat langsung menendang pintu yang sudah rapuh tersebut hingga membuat Patrick tersungkur bersama dengan daun pintu yang terlepas dan menindih badan Patrick....
...“Aku mau lihat tanpa pistol apa kamu masih bisa menyerang ku” teriak Darren....
...Patrick yang terpancing emosi langsung melempar daun pintu, dia bangkit dan langsung memukul Darren....
...Patrick memukul pipi Darren hingga lebam, “banyak omong” ucap Patrick melempar pukulan kepada Darren....
...“Ayo terus segini saja tenagamu untuk melumpuhkan aku” ucap Darren memancing Patrick....
...Patrick terus meluncurkan pukulan kepada Darren hingga tenaganya terkuras, dengan cara itu Darren bisa membalas pukulan Patrick bertubi-tubi....
...“Satu pukulan untuk ayahku”....
...“Dua pukulan untuk ibuku”....
...“Tiga pukulan untuk adikku yang sudah kamu bunuh juga”....
...“Empat pukulan untuk Clara yang kamu culik”....
...“Lima pukulan untuk kamu karena kamu sudah membuatku terpuruk selama ini”....
...Darren mencengkram baju Patrick melihat wajah yang dipukuli sampai babak belur, dengan rasa puas dia melempar badan Patrick hingga terbentur dinding....
...Patrick mengeluarkan darah dari mulutnya, tangannya memegang perut yang ditonjok oleh Darren....
...“Asal kamu tahu sebenarnya musuh terbesar mu bukanlah aku tapi bosmu sendiri, kamu itu hanya diperalat oleh nya” ucap darren duduk dikursi yang berdebu sambil mengatur nafasnya....
...“Kamu bohong, sudah jelas kalau kamu yang sudah membunuh adikku tapi kenapa masih mengelak!!!” Ucap Patrick berusaha bangkit....
...Darren melemparkan kalung serigala di depan Patrick, “itu kalung punya adikmu kan” ucap Darren....
...Patrick terperangah melihat kalung yang dilempar Darren, “ini benar kalung adikku” gumam Patrick mengambil kalung tersebut....